Sistem Pemerintahan Italia: Mafia, Media, dan Bola
Negeri pizza Italia terkenal dengan God Father, Al Capone. Tokoh mafia ulung yang melegenda. Mafia tidak kemana-mana tapi berwujud dimana-mana. Bisnis haram macam narkotik, pungutan liar, dan kartel bisnis meraja. Mafia bermain cantik. Hasil kerja mereka rapih dan bersih. Jadi sulit dijamah oleh penegak hukum. Namun kini, sepandai tupai melompat bakal jatuh juga.
Mafia Italia berhasil dibekuk aparat kepolisian. Dan skandal yang membuat gempar publik terkuak. Tokoh mafia menyebut orang berkuasa sekarang pernah menjalin relasi dengan mafia. Sontak saja para politisi negeri pizza ini heboh. Silih bersahutan memberi respon. Pro kontra merebak. Hingga menusuk pada inti sistem pemerintahan Italia. Apa benar mafia sudah menguasai sistem pemerintah?
Bos Media
Ada adagium terkenal “jika ingin menguasai dunia maka kuasai media”. Di Italia berlaku hal demikian. Perdana Menteri (PM) Italia Silvio Berlusconi adalah raja media. Maka kuasa informasi ada di tangan dia. Ketika tokoh mafia menyeret Silvio Berlusconi ke dalam pusaran kasus mafia. Dengan mudah PM Italia tersebut meng-counter isu melalui media yang Ia miliki.
PM Italia ini termasuk tokoh kontroversial. Paling anyar Silvio Berlusconi tersandung skandal seks. Don Silvio berkencan dengan gadis belia. Lalu, remaja cantik tersebut memanggil Silvio “Dady”. Bagi masyarakat Italia ini sunggu menggelikan. Karena Italia sedang berjuang dalam menghadapi krisis ekonomi yang berkepanjangan.
Sistem pemerintahan Italia memang sudah lama dikuasai oleh Silvio Berlusconi. Bos media ini politisi ulung yang mempunyai jaringan di mana-mana (termasuk mafia?). Maka tidak heran jika Ia bisa melanggengkan kekuasaan. Ketika politik dan media bersanding. Tampuk kekuasaan sudah di depan mata.
Politik butuh pencitraan. Dan media adalah alat terampuh membentuk pencitraan. Media di era kini tidak selalu berkiblat pada kepentingan publik, namun juga kepentingan pemodal. Maka informasi yang dipasok pada publik bisa bias dan tendensius. Memberi kredit point bagi satu pihak dan nilai minus bagi pihak lain.
Bos Bola
Jaringan Don Silvio kian luas ketika menjadi pemilik klub bola terkenal, AC Milan. Ini jadi alat politik lain yang ampun untuk mendongkrak citra. Kiprah Silvio Berlusconi di sepakbola sudah malang melintang. Meski notabene Ia adalah PM Italia. Tidak menyurutkan langkah untuk ikut campur tangan. Kecaman datang silih berganti. Karena membuat fokus kerja Silvio Berlusconi terbagi. Namun, Ia tetap bergeming. Dan hingga kini masih ikut terus memantau.
Menilik dari pemaparan di atas maka sistem pemerintahan Italia jadi rumit. Dugaan mafia ikut bermain masuk akal. Meski harus ditelusuri kembali. Tokoh politik di Italia membenamkan jaringan yang terlalu banyak. Maka tak heran banyak (kelompok) kepentingan ikut bermain di sana.
Kita jadi ingat sepak terjang Al Capone. Menurut tokoh mafia tersebut “family is everything”. Jika mafia ikut bermain dalam sistem pemerintahan Italia. Maka sistem pemerintahan Italia bisa dikuasai oleh dan untuk keluarga.






