logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Dunia    Meksiko

Sistem Pemerintahan Meksiko, Marcos, dan Kartel Narkoba


Ilustrasi sistem pemerintahan meksiko

Ini kejadian tak lazim di dunia dimana pers bertekuk lutut pada jaringan kejahatan yang telah demikian menggurita. Kejadian tersebut terjadi ketika pers pers Meksio bertekuk lutut kepada kartel narkoba. Bertekuk lutunya pers Meksiko tersebut dinyatakan dalam sebuah tulisan editorial. Tentu saja bentuk frustrasi ini membawa Meksiko berada pada titik nadir. Memang tidak bisa dipungkiri bila kartel narkoba di Meksiko sudah sedemikian menggurita. Bahkan banyak politisi yang diyakini ikut bermain dengan maksud melindungan kepentingan masing-masing. Dengan kenyataan ini pada akhirnya sistem pemerintahan Meksiko pun goyah.

Bermula dari anggota legislatif yang disinyalir ikut bermain dalam kartel narkoba. Lalu, perang melawan kartel yang ujung-ujungnya bikin frustasi siapa saja yang mencoba menghalangi gerak langkahnya. Dengan adanya para politisi yang ikut bermain atau setidaknya terlibat dalam semakin mengguritanya kartel narkoba, pemerintah Meksiko dibuat mati kutu. Berbagai langkah yang ditempuh juga tak membawa hasil yang mengembirakan. Bahkan setiap ada upaya menghalangi gerakan kartel narkoba dari pemerintah maupun aparat keamanan, para pemilik dan mereka yang terlibat di dalam kartel narkoba tersebut justru kian beringas. Tak terhitung rakyat sipil yang pada akhirnya meregang nyawa karena ditembaki peluru panas. Dalam pandangan dunia,  Meksiko kemudian berubah menjadi negara yang tidak aman. Dampak dari kesimpulan ini tentu saja semakin meluas ke berbagai sektor, termasuk larinya para investor yang pada awalnya secara sungguh-sungguh ingin menanamkan modal di negara tersebut.

Subcomandate Marcos

Menilik konflik di pemerintahan Meksiko perlu mengurai sejarah. Ketika pihak asing masuk ke Meksiko, lalu eksploitasi alam kian menjadi. Ini memang menjadi sejarah masa lalu Meksiko. Dampak dair kehadiran pihak asing yang mengekploitasi alam Meksiko, tanah tradisional makin tergerus. Sebagai gantinya muncul lahan industri, pabrik, pusat perbelanjaan modern dan lain sebagainya. Pada saat situasi seperti inilah kemudian gerakan pemberontakan hadir. Subcomandate Marcos membuat dunia Internasional terkejut.

Mereka menyerbu ke istana dan berhasil merangsek masuk. Gerakan masyarakat ini sedikit banyak mengundang decak kagum karena tidak memakai kekerasan. Marcos jadi simbol antitesis TINA (there is no alternative). Organisir gerakan Marcos masih ada hingga kini. Mereka melawan sistem pemerintahan Meksiko yang korup dan kapitalistik.

Marcos heran mengapa hal tanah ulayat mereka diganggu gugat. Mereka tidak terima jika tanah yang sudah didiami sejak dari nenek moyangnya tersebut dicaplok begitu saja. Hasil perjuangan Marcos memang terlihat, setidaknya sekarang ini Marcos dkk. punya hak otonom di daerah tersebut. Dan gerakan mereka jadi fenomenal. Karena Marcos pahlawan tanpa wajah. Memakai topeng. Marcos juga pandai bermain kata, lihai berpuisi dan jago membuat esai. Nama Marcos mendunia. Goresan pena Marcos dibukukan dan jadi best seller di banyak negara.

Gerakan bawah tanah untuk membebaskan rakyat dari keserakahan para pejabat yang telah tercekoki konsep kapitalis tersebut, memang menjadi bagian sejarah pemerintahan Meksiko. Diakui atau tidak, gerakan bawah ini dianggap sebagai salah satu jalan keluar dari berbagai kemelut hidup terutama setelah kehadiran pihak asing yan dianggapnya semakin semena-mena.

Kartel Narkoba

Maka ketika kartel narkoba mengamuk di Meksiko, mirip dengan Marcos. Namun, kartel narkoba memakai cara kekerasan. Golden goal dari ini semua adalah motif ekonomi dan politik. Bisnis narkoba adalah bisnis ratusan juta dolar. Dan, menyasar rakyat sipil bermakna meruntuhkan kepercayaan publik pada pemerintah. Memberi terapi kejut pada pemerintah Meksiko. Untuk tidak menumpas kartel narkoba. Boleh jadi pada awalnya memang hanya terapi kejut. Namun di luar kendali para petinggi dan pendiri kartel narkoba tersebut, justru pada akhirnya menjadi jalan keluar ketika ada pihak-pihak tertentu yang mencoba mengganggu langkah kerja mereka. Jangankan petugas bersenjata yang jelas-jalas akan dihadapi sampai titik darah penghabisan, justru ketika ada desas-desus gerakayan rakyat menentang kehadiran kartel narkoba tersebut, sama saja akan dihabisi juga. Inilah situasi yang membuat pemerintah Meksiko semakin mati kutu. Ibarat memakan buah simalakama, dimakan mati ibu tak dimakan ayah yang mati.

Kini sistem pemerintahan Meksiko makin goyah. Publik pesimis pada kemampuan pemerintah menciptakan ketentraman. Kian hari situasi Meksiko malah mencekam. Korban tewas dibiarkan berada di jalan. Polisi terus berpatroli di jalan-jalan protocol, tapi tidak membuat jera kelompok bersenjata yang tak lain adalah para personil yang dibayar oleh kartel-kartel narkoba. Dengan sendiri gerakan bisnis barang haram ini semakin merajalela dengan omzet ratusan juta dollar. Dan ketika mencapai omzet fantastis tersebut, tentu saja kartel narkoba bisa melakukan apapun, termasuk barangkali membuat petugas keamanan pemerintah Meksiko berbalik menjadi kekuatan yang mendukung keberadaan kartel narkoba.

Siaga bila suatu waktu senjata para mafia meletus ke udara. Dunia Internasional menaruh simpati mendalam dalam keadaan demikian. Rakyat sipil jadi tameng untuk agenda ekonomi. Kita berharap Meksiko bisa segera menuntaskan kartel narkoba dengan happy ending. Jangan sampai saling memburu hanya untuk mengekalkan bisnis masing-masing.

Memang tidak ada yang bisa menjamin penyelesaian antara pemerintah melawan kartel narkoba ini akan berjalan damai atau selesai dengan tanpa unjuk kekuatan. Masalahnya narkoba sendiri telah menjadi bisnis mendunia, jaringannya demikian kuat baik yang secara terang-terangan maupun diam-diam. Barangkali ada baiknya penyelesaian pertikaian antara kartel narkoba dengan pemerintah Meksiko ini ditengahi oleh pihak ketiga, yang benar-benar bisa berbuat netral. Soalnya kalau rakyat sendiri yang akan dijadikan tameng oleh pemerintah untuk menarik simpati dunia internasional, mau tidak mau akan semakin banyak pula rakyat yang mati sia-sia diberondong senjata para personil kartel narkoba. Di lain pihak rakyat sendiri sebenarnya sudah tidak menaruh kepercayaan lagi kepada pemerintah Meksiko sekarang ini, karena dalam banyak kasus seringkali mati kutu ketika harus berhadapan gembong dari kartel narkoba tersebut.

Itulah salah satu bukti ketika kejahatan dikendalikan oleh orang-orang cerdik dan berotak encer, cepat membangun sistem yang terstruktur, sehingga penumpasannya pun tidak bisa sembarangan. Apalagi ditengarai kartel narkoba ini justru didukung para anggota parlemen, yang di belakangnya didukung rakyat. Maka penyelesaiannya pun akan semakin pelik. Apalagi dunia internasional sendiri seperti menerapkan standar ganda untuk pemberantasan peredaran narkoba ini. Kalau memang serius untuk menumpasnya, bisa dimulai dengan memburu kartel narkoba yang peredarannya menguasai dunia. Tapi tak pernah ada negara mana pun yang secara serius melakukan hal ini baik secara diam-diam maupun terang-terangan agar diketahui dunia.

Pada akhirnya rakyat sendiri yang akan jadi korban baik secara langsung maupun tidak langsung. Dan para gembong kartel narkoba ini terus mengeruk keuntungan dari hasil penjualan narkoba yang peredarannya sudah sedemikian masif dan mendunia. Narkoba sesungguhnya lebih kejam dari tindakan para teroris yang gerakannya jelas, sasarannya jelas dan motifnya juga jelas. Tidak demikian dengan para gembong dari kartel narkoba.

 

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Peso, Mata Uang Meksiko
  • Profil Negara Meksiko dan Fakta Menarik Tentang Negara El Mariachi ini
  • Jenis-Jenis Musik meksiko
  • Sekilas Tentang Sejarah Meksiko
  • Dua Resep Makanan Meksiko yang Terkenal
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA