Sistem Pengisian Sepeda Motor
Ilustrasi sistem pengisian sepeda motor
Sepeda motor bisa menyala lampunya, bisa bunyi klaksonnya, tak lain dan tidak bukan karena ada arus listrik yang menjadi sumber dayanya. Listrik pada sepeda motor berasal dari generator dan disimpan oleh baterai (accu). Sumber listrik sebelum masuk dan disimpan oleh baterai (accu) distabilkan dan diturunkan tegangannya oleh komponen yang disebut regulator. Sistem itulah yang disebut dengan sistem pengisian sepeda motor.
Dengan demikian ketika sistem pengisian sepeda motor ini terganggu atau ada bagian-bagian yang tidak berjalan sempurna, akan menyebabkan gangguan pada suplay dana listrik sehingga misalnya akan menyebabkan lampu tidak menyala dengan terang, atau bisa menyebabkan gangguan-gangguan pada sistem kelistrikan lainnya. Bila merasa ada yang tidak beres dengan sistem kelistrik, segera periksa agar tidak merembet kepada bagian-bagian lainnya yang akan jauh lebih susah menanganinya.
Sistem Kelistrikan
Sistem pengisian sepeda motor sebenarnya lebih dikenal dengan dengan sebutan sistem kelistrikan sepeda motor atau charger sepeda motor. Sistem kelistrikan sepeda motor akan bekerja jika mesin sepeda motor telah bekerja. Cadangan listrik yang tersimpan di dalam baterai hanya bersifat sementara dan tidak akan tahan lama. Sehingga peranan sistem pengisian sepeda motor sangatlah penting untuk sebuah kendaraan.
Ketika mesin tidak bekerja dengan sempurna bisa menyebabkan sistem kelistrikan terganggu dengan tidak bisa menyimpan daya listrik dalam waktu lama, sehingga misalnya saja sepeda motor gampang mogok dan setelah mati susah untuk dihidupkan kembali. Namun gejala ini tidak semata-mata karena sistem kelistrikan yang terganggu. Pada sistem starter yang terganggu juga bisa menyebabkan sepeda motor sulit untuk menyala.
Agar mengetahui cara kerja sistem kelistrikan sepeda motor dengan baik, anda harus mengenal terlebih dahulu sistem atau komponen sistem pengisian sepeda motor. Ada beberapa komponen sistem kelistrikan yang perlu anda ketahui, yaitu:
- Spoel pengisian dan magnet. Keberadaan dari spoel dan magnet pada sistem kelistrikan sepeda motor adalah untuk membangkitkan tenaga listrik. Usahaka selalu dijaga kebersihan kedua komponen ini sehingga sistem kelistrikan sepeda motor akan bekerja dengan sempurna.
- Regulator atau kiprok, komponen ini mempunyai fungsi sebagai pengatur tegangan/listrik yang dihasilkan oleh spoel dan magnet. Sebagai alat pengatur tegangan listrik tentu saja regulator harus bekerja pada pagu yang telah ditentukan, tidak terlalu besar dan tidak pula terlalu kecil. Bila regulator disetel terlalu besar akan menyebabkan banyak tegangan listrik yang terbuang percuma, sementara sistem bekerja secara terus-menerus. Dengan demikian apabila tidak diperhatikan bisa menyebabkan sistem kelistrik dan komponen-komponen utamanya mengalami aus.
Cara Kerja
Susunan spoel yang dipasang di luar magnet dipasang di dalam sebuah rumah yang biasanya diletakkan pada blok mesin sebelah kiri pada sepeda motor. Sementara itu, magnet dihubungkan dengan crankshaft akan berputar seiring dengan kecepatan putar crankshaft tersebut.
Dari hasil putaran magnet di dalam kumparan spoel itulah yang selanjutnya menghasilkan tegangan tinggi AC. Selanjutnya tegangan itu diatur oleh kiprok/regulator agar menjadi 12 Volt DC. Dari tegangan DC 12 Volt itu bisa dipakai untuk menghidupkan berbagai aksesoris motor, mulai dari lampu, klakson, dan lain sebagainya. Sisa tegangan kemudian disimpan dan diisikan di dalam baterai. Pengisian kepada baterai ini akan digunakan pada saat akan menghidupkan mesin setelah mati dalam waktu cukup lama. Bila sistem pengisian ke dalam baterai ini terganggu seperti misalnya sistem accu yang tidak sempurna karena ada sel-selnya yang rusak, akan menyebabkan sisa tegangan tidak bisa disimpan dengan sempurna. Sehingga ketika mesin akan dihidupkan akan mengalami kesukaran.
Begitu seterusnya terjadi sehingga sepeda motor mampu dijalankan pada malam hari tanpa halangan. Tapi semua itu bisa terjadi bila sistem kelistrikan bekerja dengan sempurna dan sistem penyimpanan sisa tegangan juga bekerja dengan sempurna. Karenanya bagian accu dan regulator merupakan peralatan yang harus mendapat perhatian agar semua sistem mesin bekerja dengan optimal.
Perawatan Sistem Kelistrikan
Karena pentingnya sebuah sistem kelistrikan untuk kelaikan sepeda motor maka dibutuhkan perawatan berkala. Regulator sepeda motor sebaiknya setiap bulan sekali atau setidak-tidaknya 2 bulan sekali dilakukan pengetesan. Bukaan dan respons regulator ini diharapkan tetap pada ambang batas sehingga memberi dampak yang optimal pada sistem kelistrikan.
Tes dilakukan dengan cara mengukur berapa besar voltase yang dikeluarkan oleh regulator tersebut. Berdasarkan pengalaman, tegangan ideal yang aman adalah sekitar 13-14 Volt DC. Jika tegangan yang keluar dari regulator ini kurang maka akan membuat lampu redup, klakson suaranya menjadi lemah, sain/righting tidak nyala kedip dengan baik, dan parahnya stater otomatis sudah tidak kuat. Demikian pula bila regulator berasa pada tegangan di atas 14 akan menyebabkan pemborosan tegangan dari hal yang semestinya.
Jika ini terjadi maka langkah yang baik adalah mengganti dengan regulator baru dan original. Akibat lemahnya voltase regulator maka baterainya pun bisa menjadi rusak. Kerusakan baterai ini disebabkan suplai listrik berkurang, tetapi keluarnya tetap sama. Sebaliknya, jika tegangan terlalu tinggi (over voltage) maka akan membuat putusnya lampu-lampu penerangan, klakson rusak, dan lain sebagainya. Jadi memang sistem kelistrik dan sistem yang terjadi pada mesin secara umum harus bekerja pada ambang batas yang telah ditentukan, dalam arti tidak terlalu kurang dan tidak pula terlalu tinggi. Sistem sepeda motor dan sistem mesin yang rumitnya lainnya memang telah terintegrasi dengan berbagai sistem lainnya.
Untuk perawatan baterai/accu basah memang harus dilakukan secara berkala. Pengecekan sebaiknya difokuskan pada level air accunya saja dulu. Waspadai jika baterai selalu kekeringan airnya. Ini pertanda ada komponen yang yang rusak. Namun tidak selamanya kondisi air accu yang berada pada ambang normal kemudian menandakan bahwa accu tersebut sehat. Cara yang paling tepat adalah dilakukan pengecekan di bengkel accu yang memiliki alat elektrik. Alat ini berupa batangan-batang yang tersambung pada sistem, kemudian dimasukkan ke dalam lubang pengisian air accu. Pada lubang yang bekerja sempurna atau sel-selnya masih dalam keadaan baik, akan mampu menunjukkan indikator pada mesin pencatat yang optimal. Sebaliknya bila ada kebocoran sedikit saja akan langsung terlihat dari indikator yang ditunjukkan yaitu berada di bawah ambang batas.
Yang pertama perlu dicurigai adalah regulatornya. Seperti yang telah dibahas di atas. Air accu cepat habis karena baterai panas. Panasnya baterai biasanya disebabkan oleh pasokan listrik yang diatur oleh regulator terlalu tinggi. Jika ini yang terjadi, segeralah bawa ke bengkel untuk melakukan cek regulator. Begitu pula bisa terjadi sebaliknya yang menyebabkan accu rusak karena tidak bisa menerima daya yang sesuai dengan kebutuhan. Kekurangan suplay akan menyebabkan accu bekerja ekstra sehingga akan cepat mengalami kerusakan. Bila hal terus-menerus dibiarkan akan menyebabkan motor sulit untuk dihidupkan bahkan tidak bisa hidup samasekali. Selain itu juga perlu diperiksa yang terkait dengan sistem kelistrikan yaitu sistem pembakaran.

