Sistem Peredaran Darah Manusia yang Unik - ANNEAHIRA.COM
Ilustrasi sistem peredaran darah
Sistem peredaran darah tentu sudah pernah Anda dengar. Namun apa yang terbayang dalam benak Anda ketika mendengar kata darah? Atau lebih lengkap lagi mengenai sistem peredaran darah? Lalu Anda menjawab bahwa, yang terbayang pasti bau amis darah merah, sampai-sampai ngeri melihat darah, atau Anda sudah membayangkan soal cara kerja darah yang mengalir di seluruh organ tubuh kita?
Jika jawaban terahir yang sedang Anda bayangkan, maka benar sekali. Untuk lebih jelasnya lagi, di tulisan singkat ini kita akan membahas mengenai sistem peredaran darah itu.
Sistem peredaran darah atau yang biasa disebut sistem kardiovaskular berfungsi memindahkan zat ke dan dari sel, dalam suatu sistem. Hal ini dimungkinkan dapat menolong stabilisasi suhu dan juga PH dalam tubuh kita. Sehingga tubuh kita tetap terjaga dengan adanya sistem peredaran darah di seluruh tubuh itu.
Tidak bisa dibayangkan jika sistem darah dalam tubuh kita tidak berjalan. Jika hal demikian terjadi, musnahlah kita, yang hanya tinggal badan, alias tanpa nyawa. Seperti yang sudah kita tahu bahwa sistem peredaran darah mempunyai dua jenis. Yang pertama sistem peredaran darah jenis terbuka dan sistem peredaran darah tertutup.
Mengenal Sistem Peredaran Darah
Meski pada intinya sistem peredaran darah pada manusia merupakan sistem yang tertutup. Cara kerja sistem peredaran darah tertutup, adalah darah mengalir dalam pembuluh darah, kemudian disirkulasikan oleh jantung. Kenapa? Sebab sistem peredaran darah selalu beredar di dalam pembuluh darah saja. Dalam sistem ini sering disebut sistem peredaran darah ganda, karena proses kerjanya beredar ke seluruh bagian tubuh dan melewati jantung sebanyak dua kali.
Di dalam tubuh manusia, kemudian darah dipompa oleh jantung dan mengalir menuju paru-paru, sistem ini sebagai alat melepaskan sisa metabolisme berupa karbondioksida dan menyerap oksigen. Sesudah itu dikembalikan lagi ke jantung melalui vena pulmonalis. Setelah sistem peredaran darah diatas berjalan dengan normal dan baik, darah akan dikirimkan ke seluruh tubuh oleh saluran pembuluh darah aorta.
Dalam hal mengedarkan oksigen, cara kerja darah atau sistem peredaran darah yaitu dengan menyalurkan ke seluruh tubuh melalui saluran halus darah, atau kita sering menyebutnya pembuluh kapiler. Sesudah sistem dan jalur darah diproses dengan lancar, darah kemudian kembali ke jantung melewati pembuluh darah vena cava superior dan vena cava inferior.
Sistem peredaran darah, kita tahu adalah juga merupakan bagian dari sistem kerja yang memompa jantung dan juga jaringan pembuluh darah atau sistem kardiovaskuler dibentuk. Sistem peredaran darah adalah yang menjamin kelangsungan hidup organisme dalam tubuh, tidak hanya itu, dalam sisitem ini juga didukung oleh metabolisme setiap selnya yang diproduksi tubuh, sehingga dapat mempertahankan sifat kimia dan fisiologis cairan tubuh hingga dapat terjaga.
Sistem peredaran darah yang tertutup cara kerjanya adalah, darah yang mengangkut oksigen dari paru-paru menuju sel dan karbondioksida dalam arah yang berlawanan. Sedangkan sistem peredaran darah yang terbuka, ketika dari nutrisi yang berasal dari pencernaan sebut saja lemak, gula atau protein dari saluran pencernaan kepada jaringannya masing-masing untuk mengonsumsi, itu disesuaikan dengan kebutuhan yang selanjutnya akan diproses atau kemudian disimpan.
Kemudian dari hasil metabolit (atau produk limbah) seperti urea dan asam urat, dari itu kemudian diangkut dan dibawa ke jaringan lain atau oragan-organ semacam ekskresi atau ginjal dan usus besar. Tidak hanya itu, ada lagi proses mendistribusikan darah dalam sistem peredaran darah, seperti hormon, sel-sel kekebalan tubuh lainnya hingga bagian-bagian dari sistem pembekuan dalam tubuh.
Sistem peredaran darah juga ada yang meliputi peredaran yang besar, dari jantung ke seluruh bagian tubuh dan bagian kecil, yang hanya mencakup peredaran darah dari jantung ke paru-paru, untuk kembali lagi ke jantung. Atau kita juga sering mendengar istilah sistem peredaran darah getah bening. Apa kiranya yang menyebabkan bisa terjadi demikian?
Pada sistem peredaran darah getah bening, adalah cairan yang berwana kekuning-kuningan, kemudian ini mengisi pada setiap rongga antarsel pada tiap-tiap jaringan tubuh yang juga tersusun dari sel-sel darah putih. Getah bening sering juga disebut dengan istilah limfe.
Penyakit Pada Sistem Peredaran Darah
Sistem peredaran darah yang berlangsung di dalam tubuh manusia, ternyata bisa rentan dengan berbagai penyakit yang bisa dialaminya. Ada beberapa jenis penyakit yang disebabkan dari terganggunya sistem peredaran darah, dan ada beberapa tips juga dalam mengatasinya.
Yang pertama adalah penyakit anemia. Biasanya penyakit gangguan sistem peredaran darah ini dekat dengan kaum wanita. Anemia, penyakit yang disebabkan karena kurangnya sel darah, atau sebaliknya, darah merah yang kekurangan hemoglobinnya.
Nah, untuk mengatasi penyakit gangguan sistem peredaran darah yang satu ini bisa dicegah atau diatasi dengan cara banyak-banyaklah Anda memakan makanan yang mengandung zat besi. Seperti pisang, bayam, kacang-kacangan, daging ataupun daging hati.
Selain anemia, ada juga kemungkinan-kemungkinan terserang penyakit leukimia akibat terganggunya sistem peredaran darah dalam tubuh, sebab kelebihan produksi sel darah putih.
Ada lagi penyakit hemofilia, penyakit yang dapat menyebabkan darah sulit membeku. Polisitemia, varises, hipertensi, stroke, pingsan hingga penyakit ambeien atau wasir, adalah macam-macam penyakit yang sering dialami orang-orang, disebabkan dari pemicu sistem peredaran darah yang tidak baik.
Untuk penyakit stroke, biasanya telah terjadi akibat berkurangnya sistem peredaran darah dan oksigen ke dalam otak. Sementara pingsan, sering kali hal ini merupakan gejala ketika kurang memadainya suplai oksigen ke dalam otak.
Fungsi dan Bagian dalam Sistem Peredaran Darah
Sistem peredaran darah dalam tubuh kita, adalah bagian alat pengatur mengenai sistem transportasi. Fungsinya sudah jelas, yaitu untuk mengedarkan oksigen serta zat makanan yang kemudian menyalurkan oksigen serta zat makanan lainnya kepada seluruh lapisan sel tubuh manusia.
Selain itu fungsi sistem peredaran darah juga dapat mengangkut karbondioksida serta zat sisa ke dalam satu organ pengeluaran. Dalam satu sistem tubuh manusia, ternyata ada satu sistem peredaran darah yang dibagi menjadi tiga bagian. Ada darah, jantung dan pembuluh darah.
Darah memiliki banyak fungsi, di antaranya sebagai ‘alat’ pengangkut zat makanan juga mengangkut zat metabolisme. Darah juga bertugas mengedarkan hormon dan kemudian mengalirkannya ke dalam seluruh tubuh manusia. Dan yang bertugas menjaga agar suhu tetap stabil, dan membunuh kuman-kuman yang disebabkan atas terjadinya suatu infeksi, misalnya. Itulah kerja sistem peredaran darah.
Sistem peredaran darah tentu saja berkenaan darah yang identik dengan warna merah. Jika warna darah kita merah terang, itu menujukan darah kita kaya oksigen. Jika berwarna merah tua berarti darah kita kekurangan oksigen. Atau kita sering mendengar anak kecil yang bertanya mengenai kenapa darah berwarna merah?
Lalu kita sebagai orang tua yang baik menjelaskan pada anak-anak bahwa warna merah pada darah disebabkan oleh hemoglobin, protein pernapasan (respiratory protein) yang kesemuanya mengandung besi dalam bentuk heme, dari sinilah kemudian sering kita sebut sebagai tempat terikatnya molekul-molekul oksigen. Hal-hal seperti itu terjadi pada sistem peredaran darah dalam tubuh manusia.
Sistem peredaran darah juga meliputi plasma darah. Selain darah, juga ada terdapat plasma darah, yang merupakan zat melindungi atau yang sering kita sebut zat antibodi bagi manusia. Plasma darah mempunyai warna merah kekuningan. Cairan kuning itu kemudian kita kenal dengan sebutan serum.
Sistem peredaran darah, meliputi, plasma darah ini bisa terjadi andaikan plasma darah diambil fibrinogennya, jika hal ini terjadi, maka yang akan tersisa adalah cairan serum itu sendiri. Karena plasma darah ini tersusun dari 90 persen air dan protein terlarut. Dan zat antibodi ini yang terdapat dalam serum.

