logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Ilmu Biologi

Sistem Reproduksi Manusia


Ilustrasi sistem reproduksi

Semua makhluk hidup bereproduksi. Reproduksi adalah sebuah proses di mana organisme membuat lebih banyak organisme mirip seperti dirinya. Lantas, apakah itu sistem reproduksi? Penasaran bukan? Berikut adalah ulasan lengkap mengenai sistem reproduksi.

Sistem Reproduksi - Proses Reproduksi 

Pada proses reproduksi manusia, terdapat dua jenis sel kelamin atau gamet yang terlibat. Gamet laki-laki atau sperma dan gamet wanita, telur atau ovum, bertemunya di dalam sistem reproduksi wanita untuk menciptakan individu baru. Sistem reproduksi laki-laki dan wanita sangat penting artinya untuk reproduksi.

Manusia, seperti organisme lainnya membawa karakteristik tertentu dirinya ke generasi berikutnya melalui gennya, pembawa sifat khusus manusia. Gen yang diturunkan orang tua melalui sistem reproduksi pada generasi berikutnya selain akan membuat anak-anaknya memiliki kemiripan dengan anggota keluarga yang lainnya, tetapi juga akan membuat anak-anak menjadi unik. Gen ini berasal dari sperma ayah dan telur ibu yang dihasilkan oleh sistem reproduksi laki-laki dan wanita.

Tentang Sistem Reproduksi 

Sebagian besar spesies memiliki dua jenis kelamin; jantan dan betina. Setiap kelamin memiliki sistem reproduksi yang unik. Sistem reproduksi ini berbeda dalam struktur dan bentuk, tetapi keduanya khusus dirancang untuk menghasilkan, memelihara, dan mengangkut telur atau sperma.

1. Sistem Reproduksi - Laki-laki

Tidak seperti sistem reproduksi wanita yang memiliki organ kelamin yang terletak seluruhnya di dalam panggul, laki-laki memiliki organ reproduksi atau alat kelamin yang berada di dalam dan di luar panggul.

Sistem Reproduksi - Alat Kelamin Laki-laki

Yang termasuk ke dalam alat kelamin laki-laki, di antaranya sebagai berikut.

  • Testis;
  • sistem saluran yang terdiri atas epididimis dan vas deferens;
  • kelenjar aksesori, termasuk vsikula seminalis dan kelenjar prostat; dan
  • penis.

a. Sistem Reproduksi - Testis

Seorang pria yang telah mencapai kematangan seksual, dua testisnya menghasilkan dan menyimpan jutaan sel sprema kecil. Testis berbentuk oval dan tumbuh kira-kira 5 sentimeter panjangnya dan diameter 3 sentimeter. Testis juga merupakan bagian dari sistem endokrin karena menghasilkan hormon, termasuk di antara testosteron.

Testosteron merupakan bagian utama dari pubertas pada anak laki-laki dan menjadi seorang pria dewasa, buah zakarnya menghasilkan sperma yang jumlahnya berjuta-juta. Testosteron adalah hormon yang menyebabkan anak laki-laki mengembangkan suara yang lebih dalam, otot-otot yang membesar, rambut di tubuh dan wajah, dan juga merangsang produksi sperma.

b. Sistem Reproduksi - Epidermis dan Van Deferens

Di samping testis, epipidimis dan vas deferens membentuk sistem saluran dari oragan reproduksi laki-laki. Vas deferens merupakans ebuah tabung berotot melewati samping atas testis dan mengangkut cairan sperma.

Epididimis adalah seperangkat tabung melingkar yang terhubung ke vas deferens. Epididimis dan testis menggantung dalam sebuah kantung, yang disebut dengan skrotum. Kantung kulit ini membantu untuk mengatur suhu testis, yang perlu disimpan lebih dingin dibandingkan suhu tubuh untuk menghasilkan sperma.

Ukuran skrotum akan berubah untuk menjaga suhu yang tetap. Ketika tubuh dingin, skrotum akan mengerut dan menjadi lebih ketat untuk menjaga panas tubuh. Ketika tubuh panas, skrotum akan menjadi lebih besar dan lebih mengembang untuk mendapatkan panas tambahan. Ini terjadi begitu saja tanpa seorang pria memikirkannya. Otak dan sistem saraf memberikan perintah bagi skrotum untuk mengubah ukuran. 

c. Sistem Reproduksi - Kelenjar Aksesori

Kelenjar aksesori, termasuk vesikula seminalis dan kelenjar prostat, memberikan cairan yang melumasi sistem saluran dan memelihara sperma. Vesikula seminalis merupakan kantung seperti struktur yang melekat pada vas deferens ke sisi kandung kemih.

Kelenjar prostat menghasilkan beberapa bagian dari air mani mengelilingi saluran ejakulasi di dasar uretra tepat di bawah kandung kemih. Uretra adalah saluran yang membawa air mani ke luar tubuh melalui penis. Uretra juga merupakan bagian dari sistem urin karena merupakan saluran urin kerika meninggalkan kandung kemih dan ke luar tubuh.  

d. Sistem Reproduksi - Penis

Penis sebenarnya terdiri atas dua bagian, yaitu batang dan kelenjar. Batang adalah bagian utama dari penis dan kelenjar adalah ujung (kadang-kadang disebut dengan kepala). Pada akhir kelenjar merupakan celah kecil atau pembukaan di mana air mani dan urin ke luar tubuh melalui uretra. Bagian dalam penis terbuat dari jaringan spons yang bisa mengembang dan mengerut.

Semua anak laki-laki di lahirkan dengan kulit khatan, yaitu lipatan kulit di ujung penis yang menutupi kelenjar. Beberapa anak laki-laki disunat, ini artinya dokter atau tukang sunat memotong kulup. Sunat biasanya dilakukan pada hari-hari pertama bayi laki-laki memulai kehidupannya.

Meskipun sunat secara medis tidak diperlukan, orang tua yang memilih untuk menyunat anaknya sering melakukannya berdasarkan keyakinan agama, kekhawatiran tentang kebersihan, atau alasan budaya atau sosial. anak laki-laki yang memiliki penis yang disunat dan yang tidak disunat tidak memiliki perbedaan. Semua penis dapat bekerja dan merasakan hal yang sama terlepas apakah kulit khatannya sudah dibuang. 

2. Sistem Reproduksi - Wanita

Tidak seperti laki-laki, wanita memiliki sistem reproduksi yang terletak seluruhnya di dalam pelvis. Bagian luar dari organ reproduksi wanita disebut dengan vulva, yang berarti penutup. Terletak di antara kakai, vulva menutupi pembukaan ke vagina dan organ reproduksi lainnya yang berada di dalam tubuh.

Daerah berdaging terletak tepat dibagian atas lubang vagina disebut dengan mons pubis. Dua pasang penutup kulit yang disebut labia (yang berarti bibir) mengelilingi lubang vagina. Klitoris, organ sensorik kecil, terletak ke arah depan vulva di mana lipatan labia bergabung.

Di antara labia adalah pembukaan ke uretra (saluran yang membawa urin dari kandung kemih ke luar tubuh) dan vagina. Setelah gadis menjadi dewasa, labia terluar dan mons pubis ditutupi oleh rambut kemaluan.

Sistem Reproduksi - Organ Reproduksi Wanita

Yang termasuk ke dalam organ reproduksi wanita, di antaranya sebagai berikut.

  • Vagina,
  • uterus,
  • tuba falopi, dan ovarium.

a. Sistem Reproduksi - Vagina

Vagina berbentuk tabung, otot berongga yang membentang dari lubang vagina menuju rahim. Vagina wanita dewasa panjangnya 8 sampai 12 sentimeter. Karena memiliki dinding berotot, vagina dapat mengembang dan mengerut.

Kemampuan untuk mengembang atau mengerut memungkinkan vagina untuk mengakomodasi sesuatu yang setipis tampon dan selebar bayi. Dinding otot vagina dilapisi dengan membran mukosa, yang menjaganya tetap aman dan lembap.

Vagina melayani tiga tujuan, yaitu:

  1. Vagina merupakan tempat di mana penis dimasukan selama hubungan seksual.
  2. Vagina merupakan tempat ke luarnya bayi dari tubuh wanita saat melahirkan yang disebut dengan saluran kelahiran.
  3. Vagina merupakan rute untuk keluarnya darah menstruasi untuk meninggalkan tubuh dari rahim.

Sebuah lembar jaringan tipis dengan satu atau lebih lubang di dalamnya disebut dengan selaput dara yang menutupi sebagian pembukaan vagina. Selaput dara sering berbeda antarwanita.

Kebanyakan wanita menemukan selaput daranya telah diregangkan atau robek setelah mengalami pengalaman seksual mereka dan selaput dara dapat berdarah sedikit (biasanya menyebabkan sedikit rasa nyeri). Beberapa wanita yang telah melakukan hubungan seks tidak memiliki banyak perubahan dalam selaput dara mereka.

Vagina menjadi penghubung dengan rahim di servik (yang berarti leher rahim). Leher rahim memiliki dinding tebal yang kuat. Pembukaan leher rahim ukurannya sangat kecil (tidak lebih lebar dari sedotan). Selama persalinan, leher rahim dapat mengembang untuk memungkinkan bayi keluar.

b. Sistem Reproduksi - Uterus atau Rahim

Rahim berbentuk seperti buah pir terbalik, dengan lapisan tebal dan dinding otot. Pada kenyataannya, rahim berisi beberapa otot terkuat dalam tubuh wanita. Otot-otot ini dapat mengembang dan mengerut untuk mengakomodasi janin yang tumbuh dan kemudian membantu mendorong bayi ke luar pada saat persalinan. Ketika seorang wanita tidak hamil, rahim panjangnnya hanya 7,5 cm dan lebarnya 5 cm.

Pada ujung teratas rahim, tuba falopi menghubungan rahim ke ovarium. Ovarium adalah dua organ berbentuk oval yang terentang di bagian atas kanan dan kiri rahim. Ovarium menghasilkan, menyimpan, dan melepaskan telur ke dalam tuba falopi dalam proses yang disebut dengan ovulasi. Setiap ovarium memiliki ukuran kira-kira 4 sapai 5 cm pada wanita dewasa.

c. Sistem Reproduksi - Tuba Falopi

Terdapat dua tuba falopi, yang masing-masing melekat pada sisi rahim. Tuba falopi panjangnya kira-kira 10 cm dan lebarnya selebar potongan spageti. Di dalam setiap tabung merupakan jalan kecil yang tidak lebih lebar dari jarum jahit. Pada ujung lain dari setiap tuba falopi merupakan daerah berumbai yang terlihat seperti sebuah corong.

Daerah berumbai ini terbungkus di sekitar ovarium tetapi tidak benar-benar melekat. Ketika telur-telur keluar dari ovarium, telur masuk ke dalam tuba falopi. Sekali telur berada di dalam tuba falopi, rambut-rambut kecil di dalam tabung membantunya mendorong ke bawah lorong sempit menuju rahim. Rahim juga merupakan bagian dari sistem endokrin karena menghasilkan hormos seks wanita seperti estrogen dan progesteron.

Sistem Reproduksi Pria dan Wanita

Sistem reproduksi adalah suatu rangkaian dan interaksi organ dan zat dalam makhluk hidup yang digunakan untuk berkembang biak. Sistem reproduksi pada makhluk hidup berbeda antara jantan dan betina. Dalam tulisan ini, penulis akan lebih memfokuskan pembahasan pad sistem reproduksi manusia.

Sistem reproduksi manusia di bagi dua, yaitu sistem reproduksi pada pria dan sistem reproduksi pada wanita. Kedua sistem reproduksi manusiaitu berperan besar dalam proses reproduksi pada manusia. 

Reproduksi pada manusia terjadi secara seksual (generatif), yaitu terjadinya peleburan antara sel telur dan sperma. Proses peleburan tersebut disebut fertilisasi. Fertilisasi pada manusia terjadi di dalam tubuh. Untuk melakukan fertilisasi, manusia dilengkapi alat reproduksi. Nah, untuk lebih jelasnya lagi, berikut ini penjelasan mengenai sistem reproduksi manusia.

Membicarakan sistem reproduksi manusia, sangkutannya pasti lebih besar pada hal-hal berbau hubungan intim. Wajar, karena kegunaan alat reproduksi yang dimiliki manusia memang untuk hal tersebut. Memperbanyak keturunan dan mempertahankan populasi manusia.

Sistem Reproduksi Manusia - Sistem Reproduksi  Pria

Sistem reproduksi manusia yang pertama adalah sistem reproduksi pada pria. Sistem reproduksi pada pria tersusun atas alat kelamin luar dan kelamin dalam. Oleh bidang kedokteran, alat kelamin pria disebut juga penis.

Berikut ini penjelasan mengenai alat kelamin luar dan alat kelamin dalam pada pria.

1. Sistem Reproduksi Manusia - Alat Kelamin Luar pada Sistem Reproduksi Pria

Alat kelamin luar pada pria berupa penis. Penis memiliki fungsi sebagai alat kopulasi (proses pertemuan alat kelamin pria dan alat kelamin wanita). Penis pun digunakan untuk menyalurkan sperma. Sperma keluar melalui saluran uretra yang terdapat di dalam penis.

Sistem reproduksi manusia yang dimiliki pria pada bagian luar terdiri dari dua bagian utama. Yaitu pangkal (radix) dan tubuh penis (corpus). Bagian pangkal penis terdapat di bagian dalam. Pangkal penis terdiri dari gelembung penis yang dalam istilah kedokteran dikenal juga dengan namabulbus penis dan sepasang crus di kedua sisinya.

Permukaan kulit pada salah satu bagian dari sistem reproduksi manusia ini umumnya ditumbuhi rambut ketika. Terutama jika sudah tumbuh menjadi manusia dewasa. Alat kelamin pria ini memiliki dua sisi permukaan. Yaitu dorsal dan ventral.

Struktur dari sistem reproduksi pria ini didukung oleh tiga kantung. Yaitu sepasang corpora dan corpus. Bagian ini berfungsi untuk melindungi saluran kemih. Pada bagian ujung batang kemaluan pria, terdapat glans penis yang berfungsi untuk memudahkan saat proses penetrasi.

2. Sistem Reproduksi Manusia - Alat Kelamin Dalam pada Sistem reproduksi Pria

Alat kelamin pria bagian dalam adalah testis. Testis adalah tempat pembentukan sel kelamin jantan (sperma) dan hormon kelamin pria atau testoteron. Bagian testis yang merupakan tempat penghasil sperma dan hormon testoteron adalah tubulus seminiferus. Testis berbentuk bulat telur yang jumlahnya sepasang dan dilindungi oleh kantung yang disebut skrotum. Sistem reproduksi manusia terutama yang berjenis kelamin pria ini berperan besar bagi pria itu sendiri.

Dalam sistem reproduksi manusia yang dimiliki oleh pria ini sperma yang diproduksi di testis mencapai 200-250 juta sperma. Dalam memperoduksi sperma, suhu testis berada di bawah suhu tubuh. Di dalam testis, terdapat pembuluh-pembuluh halus yang disebut tubulus seminiferus. Selain testis, ada juga yang disebut dengan kelenjar kelamin. Kelenjar kelamin pria terdiri atas vesikula seminalis (kantung mani atau kantung semen), kelenjar prostat (menghasilkan getah yang dialirkan ke saluran sperma), dan kelenjarbulbbouretra.

Sperma yang dihasilkan oleh testis akan bercampur dengan getah-getah dari kelenjar kelamin. Setelah itu, akan membentuk suatu komponen yang disebut semen. Pada saat terjadi perkawinan (kopulasi), semen dipancarkan keluar melalui saluran uretra.

Sperma hanya dihasilkan oleh sistem reproduksi manusia berjenis kelamin pria. Sperma inilah yang nantinya akan membuahi indung telur, terjadi pembuahan kemudian terjadilah apa yang dinamakan dengan kehamilan.

Sistem Reproduksi Manusia - Sistem Reproduksi Wanita

Sistem reproduksi manusia selanjutnya adalah sistem reproduksi pada wanita. Sistem reproduksi pada wanita pun tersusun atas alat kelamin luar dan alat kelamin dalam. Sama seperti sistem reproduksi pada pria. Berikut ini penjelasannya.

1. Sistem Reproduksi Manusia - Alat Kelamin Luar pada Sistem Reproduksi Wanita

Bagian luar dari sistem reproduksi manusia yang dimiliki oleh wanita terdiri dari  labia mayora, labia minora, klitoris, selaput dara, dan vagina. Labia mayora merupakan pertemuan antara bibir vagina yang berlapis lemak. Labia minora merupakan bibir kecil yang berupa lipatan kulit yang halus dan tipis serta tidak dilapisi lemak.

Pada permukaan kulit bagian luar, salah satu bagian terpenting dalam sistem reproduksi manusia berjenis kelamin wanita juga ditumbuhi dengan rambut-rambut halus. Jika tidak dijaga kebersihannya, rambut kemaluan juga bisa menjadi sarang bakteri. Bakteri tersebut dapat menyebabkan beberapa penyakit. Seperti keputihan hingga kanker serviks.

Bagian luar kedua dari sistem reproduksi manusia terutama wanita adalah klitoris. Klitoris merupakan tonjolan kecil yang terdapat di dalam labia mayora. Klitoris mengandung pembuluh darah dan ujung-ujung saraf. Selaput dara atau himen terdapat di bawah saluran vagina mengelilingi tempat masuk ke vagina. Sementara itu, vagina merupakan suatu struktur yang menyerupai tabung berlapis otot.

Klitoris sendiri juga memiliki peranan yang sangat penting dalam sistem reproduksi wanita. Terdiri dari dua bagian. Bagian pertama adalah kepala, dan bagian kedua adalah batang. Terdapat banyak ujung saraf pada klitoris.

Ujung saraf dalam klitoris itulah yang berperan untuk memberikan rangsangan. Dalam hubungan seksual, fungsi dari salah satu sistem reproduksi manusia terutama wanita adalah memberikan kepuasan bagi  pihak wanita. Klitoris tidak ikut serta dalam peristiwa terjadinya kehamilan.

2. Sistem Reproduksi Kehamilan - Alat Kelamin Bagian Dalam pada Sistem Reproduksi  Wanita

Sistem reproduksi manusia pada wanita terutama bagian dalam merupakan sistem reproduksi yang berperan dalam proses kehamilan. Alat kelamin dalam wanita antara lain indung telur atau ovarium, tuba fallopii, dan uterus. Ovarium memiliki jumlah sepasang dan terletak dirongga perut. Organ reproduksi ini berfungsi menghasilkan sel telur atau ovum dan hormon estrogen serta progesteron. Sementara itu, tuba fallopii adalah saluran yang menghubungkan ovarium dengan uterus atau rahim. Tuba falopi berjumlah sepasang dan setiap ujungnya berumbai-umbai (fimbria).

Sementara itu, uterus atau rahim merupakan ruangan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Rahim pada wanita rata-rata memiliki ukuran panjang 7 cm dan lebarnya 4-5. Rahim tersusun dari 3 lapisan, yakni perimetrium, miometrium, dan edometrium. Kesehatan sistem reproduksi manusia terutama pada wanita berpengaruh terhadap keturunan yang dihasilkan. Tentu saja juga disertai dengan sistem reproduksi pria yang juga sehat.

Pada wanita, dikenal sebuah siklus bulanan yang sering “bertamu”. Siklus tersebut disebut haid atau menstruasi. Haid atau mensturasi adalah suatu siklus yang terjadi di ovariun. Siklus ini tidak hanya menghasilkan perubahan pada uterus, tapi juga pada tubuh wanita secara keseluruhan. Tujuan dari haid atau mensturasi melepaskan ovum yang ada di ovarium karena tidak terjadi pembuahan atau fertilisasi pada tenggang waktu 4 minggu. Peleburan ovum tersebut berupa darah.

Semua yang terjadi pada sistem reproduksi manusia, baik pria maupun wanita merupakan salah satu hal penting dalam kehidupan. Sebutan organ vital pun sering dijadikan pengganti kata dari sistem reproduksi. Hal itu menandakan bahwa organ ini sangat penting.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Jaringan Otot Lurik
  • Fungsi Ginjal Dan Manfaatnya Bagi Tubuh Manusia
  • Pengertian Rantai Makanan
  • Manfaat Bulu di Tubuh dan Cara Mencukurnya
  • Mengenal Biosfer dan Seluk-beluknya dalam Kehidupan
  • Mengenal Ciri-Ciri Bakteri
  • Perkembangan Mutakhir Pengertian Bioteknologi
  • Definisi Siklus Air Terbaru di Bumi
  • Percepat Proses Pencernaan dengan Enzim Pencernaan
  • Jamur Ascomycota
  • Peran Epitel Selapis Pipih pada Jaringan Epitel
  • Mengenal Jenis dan Struktur Mikroskop
  • Indahnya Proses Metamorfosis Kupu-kupu
  • Mengenal Lebih Jauh Struktur Tumbuhan
  • Kelompok Protista: Jamur Air
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA