Mengenal Sistem Reproduksi Manusia - Pria dan Wanita
Sistem reproduksi adalah suatu rangkaian dan interaksi organ dan zat dalam makhluk hidup yang digunakan untuk berkembang biak. Sistem reproduksi pada makhluk hidup berbeda antara jantan dan betina. Dalam tulisan ini, penulis akan lebih memfokuskan pembahasan pad sistem reproduksi manusia.
Sistem reproduksi manusia di bagi dua, yaitu sistem reproduksi pada pria dan sistem reproduksi pada wanita. Kedua sistem reproduksi manusia itu berperan besar dalam proses reproduksi pada manusia.
Reproduksi pada manusia terjadi secara seksual (generatif), yaitu terjadinya peleburan antara sel telur dan sperma. Proses peleburan tersebut disebut fertilisasi. Fertilisasi pada manusia terjadi di dalam tubuh. Untuk melakukan fertilisasi, manusia dilengkapi alat reproduksi. Nah, untuk lebih jelasnya lagi, berikut ini penjelasan mengenai sistem reproduksi manusia.
Membicarakan sistem reproduksi manusia, sangkutannya pasti lebih besar pada hal-hal berbau hubungan intim. Wajar, karena kegunaan alat reproduksi yang dimiliki manusia memang untuk hal tersebut. Memperbanyak keturunan dan mempertahankan populasi manusia.
Sistem Reproduksi Manusia - Sistem Reproduksi Pria
Sistem reproduksi manusia yang pertama adalah sistem reproduksi pada pria. Sistem reproduksi pada pria tersusun atas alat kelamin luar dan kelamin dalam. Oleh bidang kedokteran, alat kelamin pria disebut juga penis.
Berikut ini penjelasan mengenai alat kelamin luar dan alat kelamin dalam pada pria.
1. Sistem Reproduksi Manusia - Alat Kelamin Luar pada Sistem Reproduksi Pria
Alat kelamin luar pada pria berupa penis. Penis memiliki fungsi sebagai alat kopulasi (proses pertemuan alat kelamin pria dan alat kelamin wanita). Penis pun digunakan untuk menyalurkan sperma. Sperma keluar melalui saluran uretra yang terdapat di dalam penis.
Sistem reproduksi manusia yang dimiliki pria pada bagian luar terdiri dari dua bagian utama. Yaitu pangkal (radix) dan tubuh penis (corpus). Bagian pangkal penis terdapat di bagian dalam. Pangkal penis terdiri dari gelembung penis yang dalam istilah kedokteran dikenal juga dengan nama bulbus penis dan sepasang crus di kedua sisinya.
Permukaan kulit pada salah satu bagian dari sistem reproduksi manusia ini umumnya ditumbuhi rambut ketika. Terutama jika sudah tumbuh menjadi manusia dewasa. Alat kelamin pria ini memiliki dua sisi permukaan. Yaitu dorsal dan ventral.
Struktur dari sistem reproduksi pria ini didukung oleh tiga kantung. Yaitu sepasang corpora dan corpus. Bagian ini berfungsi untuk melindungi saluran kemih. Pada bagian ujung batang kemaluan pria, terdapat glans penis yang berfungsi untuk memudahkan saat proses penetrasi.
2. Sistem Reproduksi Manusia - Alat Kelamin Dalam pada Sistem reproduksi Pria
Alat kelamin pria bagian dalam adalah testis. Testis adalah tempat pembentukan sel kelamin jantan (sperma) dan hormon kelamin pria atau testoteron. Bagian testis yang merupakan tempat penghasil sperma dan hormon testoteron adalah tubulus seminiferus. Testis berbentuk bulat telur yang jumlahnya sepasang dan dilindungi oleh kantung yang disebut skrotum. Sistem reproduksi manusia terutama yang berjenis kelamin pria ini berperan besar bagi pria itu sendiri.
Dalam sistem reproduksi manusia yang dimiliki oleh pria ini sperma yang diproduksi di testis mencapai 200-250 juta sperma. Dalam memperoduksi sperma, suhu testis berada di bawah suhu tubuh. Di dalam testis, terdapat pembuluh-pembuluh halus yang disebut tubulus seminiferus. Selain testis, ada juga yang disebut dengan kelenjar kelamin. Kelenjar kelamin pria terdiri atas vesikula seminalis (kantung mani atau kantung semen), kelenjar prostat (menghasilkan getah yang dialirkan ke saluran sperma), dan kelenjar bulbbouretra.
Sperma yang dihasilkan oleh testis akan bercampur dengan getah-getah dari kelenjar kelamin. Setelah itu, akan membentuk suatu komponen yang disebut semen. Pada saat terjadi perkawinan (kopulasi), semen dipancarkan keluar melalui saluran uretra.
Sperma hanya dihasilkan oleh sistem reproduksi manusia berjenis kelamin pria. Sperma inilah yang nantinya akan membuahi indung telur, terjadi pembuahan kemudian terjadilah apa yang dinamakan dengan kehamilan.
Sistem Reproduksi Manusia - Sistem Reproduksi Wanita
Sistem reproduksi manusia selanjutnya adalah sistem reproduksi pada wanita. Sistem reproduksi pada wanita pun tersusun atas alat kelamin luar dan alat kelamin dalam. Sama seperti sistem reproduksi pada pria. Berikut ini penjelasannya.
1. Sistem Reproduksi Manusia - Alat Kelamin Luar pada Sistem Reproduksi Wanita
Bagian luar dari sistem reproduksi manusia yang dimiliki oleh wanita terdiri dari labia mayora, labia minora, klitoris, selaput dara, dan vagina. Labia mayora merupakan pertemuan antara bibir vagina yang berlapis lemak. Labia minora merupakan bibir kecil yang berupa lipatan kulit yang halus dan tipis serta tidak dilapisi lemak.
Pada permukaan kulit bagian luar, salah satu bagian terpenting dalam sistem reproduksi manusia berjenis kelamin wanita juga ditumbuhi dengan rambut-rambut halus. Jika tidak dijaga kebersihannya, rambut kemaluan juga bisa menjadi sarang bakteri. Bakteri tersebut dapat menyebabkan beberapa penyakit. Seperti keputihan hingga kanker serviks.
Bagian luar kedua dari sistem reproduksi manusia terutama wanita adalah klitoris. Klitoris merupakan tonjolan kecil yang terdapat di dalam labia mayora. Klitoris mengandung pembuluh darah dan ujung-ujung saraf. Selaput dara atau himen terdapat di bawah saluran vagina mengelilingi tempat masuk ke vagina. Sementara itu, vagina merupakan suatu struktur yang menyerupai tabung berlapis otot.
Klitoris sendiri juga memiliki peranan yang sangat penting dalam sistem reproduksi wanita. Terdiri dari dua bagian. Bagian pertama adalah kepala, dan bagian kedua adalah batang. Terdapat banyak ujung saraf pada klitoris.
Ujung saraf dalam klitoris itulah yang berperan untuk memberikan rangsangan. Dalam hubungan seksual, fungsi dari salah satu sistem reproduksi manusia terutama wanita adalah memberikan kepuasan bagi pihak wanita. Klitoris tidak ikut serta dalam peristiwa terjadinya kehamilan.
2. Sistem Reproduksi Kehamilan - Alat Kelamin Bagian Dalam pada Sistem Reproduksi Wanita
Sistem reproduksi manusia pada wanita terutama bagian dalam merupakan sistem reproduksi yang berperan dalam proses kehamilan. Alat kelamin dalam wanita antara lain indung telur atau ovarium, tuba fallopii, dan uterus. Ovarium memiliki jumlah sepasang dan terletak dirongga perut. Organ reproduksi ini berfungsi menghasilkan sel telur atau ovum dan hormon estrogen serta progesteron. Sementara itu, tuba fallopii adalah saluran yang menghubungkan ovarium dengan uterus atau rahim. Tuba falopi berjumlah sepasang dan setiap ujungnya berumbai-umbai (fimbria).
Sementara itu, uterus atau rahim merupakan ruangan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Rahim pada wanita rata-rata memiliki ukuran panjang 7 cm dan lebarnya 4-5. Rahim tersusun dari 3 lapisan, yakni perimetrium, miometrium, dan edometrium. Kesehatan sistem reproduksi manusia terutama pada wanita berpengaruh terhadap keturunan yang dihasilkan. Tentu saja juga disertai dengan sistem reproduksi pria yang juga sehat.
Pada wanita, dikenal sebuah siklus bulanan yang sering “bertamu”. Siklus tersebut disebut haid atau menstruasi. Haid atau mensturasi adalah suatu siklus yang terjadi di ovariun. Siklus ini tidak hanya menghasilkan perubahan pada uterus, tapi juga pada tubuh wanita secara keseluruhan. Tujuan dari haid atau mensturasi melepaskan ovum yang ada di ovarium karena tidak terjadi pembuahan atau fertilisasi pada tenggang waktu 4 minggu. Peleburan ovum tersebut berupa darah.
Semua yang terjadi pada sistem reproduksi manusia, baik pria maupun wanita merupakan salah satu hal penting dalam kehidupan. Sebutan organ vital pun sering dijadikan pengganti kata dari sistem reproduksi. Hal itu menandakan bahwa organ ini sangat penting.







