logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Hiburan    Film    Science Fiction

Mengenal Skenario Pembelajaran


Ilustrasi skenario pembelajaran
Istilah skenario pembelajaran digunakan ketika menggunakan kurikulum berbasis kompetensi (KBK), yaitu ketika kurikulum pendidikan nasional menerapkannya pada tahun 2004. Namun diganti dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) pada awal tahun 2006. Kurikulum ini diubah berdasarkan pengamatan dan kajian yang katanya cukup mendalam. Kini akan lahir lagi kurikulum baru tahun 2013. Namun, banyak sekali penentangan dari berbagai pihak. Bahkan Presiden SBY pun turut angkat bicara mengenai kurikulum baru itu.

Perubahan Demi Kebaikan

Setiap zaman mempunyai tantangan sendiri-sendiri. Untuk itulah demi menghadapi tantangan yang semakin kompleks tersebut, pemerintah merasa wajib menyiapkan anak-anak bangsa agar bisa bersaing dengan anak-anak lain yang berasal dari negara lain di dunia. Kalau tidak disiapkan, maka anak-anak Indonesia akan menjadi orang dewasa yang tidak mengerti apa-apa. Sayangnya menurut beberapa orang, kurikulum yang akan diterapkan ini sedikit meragukan kehebatannya.

Banyak hal yang harus dicermati sebelum kurikulum tersebut diberikan kepada semua pendidik di seluruh Indonesia. Misalnya, pembelajaran bahasa Inggris hanya mengambil waktu 90 menit seminggu. Menurut para peneliti, waktu yang sangat singkat ini rasanya agak sulit untuk membuat anak paham dan mengerti bahasa Inggris dengan baik dan benar. Negara lain seperti Vietnam, malah menambah pelajaran bahasa Inggrisnya.

Mau tidak mau, pelajaran bahasa Inggris ini sangat penting. Ketika berbicara di tingkat internasional, bahasa satu ini akan membuat komunikasi berjalan dengan baik. Bila setiap berbicara membutuhkan jasa penterjemah atau seorang interpreter, betapa banyaknya uang yang dikeluarkan untuk membayar seorang penterjemah tersebut. Belum lagi biaya perjalanan tambahan kalau harus membawa penterjemah. Yang lebih parah, belum tentu apa yang dikatakan oleh lawan bicara itu benar-benar seperti yang disampaikan oleh penterjemah.

Ini baru dari satu mata pelajaran. Bagaimana dengan mata pelajaran lainnya? Semuanya membutuhkan perhatian. Mau dibawa ke mana para pelajar negeri ini. Mau seperti apa wajah bangsa ini. Jangan sampai nilai pendidikan bangsa ini semakin rendah karena kurikulum yang tidak menantang. Bagaimanapun arah pendidikan itu harus ditentukan dan diberi perhatian lebih agar bisa memberikan dorongan semangat membangun bagi semua orang.

Menurut berita yang terdengar, kurikulum 2013 ini nantinya akan menitiberatkan pada pembinaan mental dan jiwa anak bangsa. Misalnya, di sekolah dasar tidak akan ada lagi mata pelajaran bahasa Inggris. Lalu bagaimana dengan guru-guru yang mengajar bahasa Inggris di sekolah dasar selama ini? Untuk guru yang tidak tetap, ia tentunya bisa mengundurkan diri atau otomatis kedudukannya menghilang karena ia tidak mempunyai kewajiban mengajar lagi.

Bagaimana dengan guru yang telah pegawai negeri. Apakah lantas akan diperbantukan atau akan diminta menjadi penjaga perpustakaan. Tentu sangat sayang kalau hal ini bisa terjadi. Bahasa Inggris di sekolah dasar memang diberikan sebagai upaya pengenalan secara dini terhadap pelajaran bahasa tersebut. Tidak mudah memang mengajar anak-anak yang masih mau bermain ini. Tidak banyak yang mengalami kemajuan yang berarti ketika anak-anak belajar hanya sepotong-potong kata-kata yang biasa dipakai dalam aktivitas sehari-hari.

Namun tidak boleh terlalu apriori atau terlalu berburuk sangka terhadap kurikulum yang masih dalam tahap pengenalan ini. Diharapkan bahwa setelah diterapkan, ada perubahan yang mendasar yang dirasakan oleh bangsa Indonesia. Anak-anak yang dididik akan semakin mampu merasakan bahwa belajar itu menyenangkan dan bahwa tanpa tahu tujuan pendidikan, bisa saja menjadi tersesat dalam dunia pendidikan.

Contoh Skenario Pelajaran

Padanan kata skenario bagi pembelajaran yang digunakan dalam KTSP adalah langkah-langkah pembelajaran. Pada prinsipnya skenario untuk pembelajaran dengan langkah-langkah pembelajaran adalah sama. Perbedaannya hanya terletak pada kurikulum yang digunakan oleh sekolah. Apakah sekolah tersebut masih menggunakan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) atau sudah menerapkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP)?

Sebenarnya, mau seperti apapun kurikulumnya, yang terpenting adalah guru yang melaksanakannya. Kalau gurunya hebat, di tangannya anak-anak didik itu akan tumbuh dan berkembang dengan baik. Kurikulum itu bagaikan tuntunan. Memang harus ada agar bisa diukur tingkat keberhasilannnya. Namun, kalau kurikulum ini terlalu mengingkat dan membuat anak didik jadi terkungkung, maka guru yang hebat ini bisa saja menjadi serba salah.

Di kelas, gurulah yang paling tahu kemampuan anak-anaknya. Tidak heran kalau guru tahu bagaimana membawakan pelajaran. Apakah ia akan mempercepat gerak atau laju pelajaran atau ia harus sedikit melambatkannya akibat dari beberapa anak yang belum mengerti. Sebagai tambahan pelajaran, guru yang hebat, tahu harus mencari sumber tambahan itu di mana. Jaringan internet yang semakin baik serta gedget anak-anak yang juga semakin canggih, bisa menjadi media pembelajaran yang baik.

Dalam skenario untuk pembelajaran setidaknya terdapat tiga hal, yaitu: pendahuluan, kegiatan inti dan penutup. Untuk mempermudah mengenal skenario untuk pembelajaran lihatlah contoh berikut:

Contoh Skenario untuk Pembelajaran
Mata Pelajaran : SAINS
Satuan Pendidikan : Sekolah Dasar
Kelas/Semester : IV / 2
Waktu : 2 jam pelajaran

A. Kompetensi Dasar
Mendeskripsikan berbagai bentuk energi panas dan bunyi di lingkungan sekitar.

B. Hasil Belajar
Siswa menunjukkan kemampuan mengidentifikasi sumber-sumber bunyi yang ada di lingkungan sekitar dan mendeskripsikan sifat-sifatnya.

C. Indikator Hasil Belajar
* Mengidentifikasi sumber-sumber bunyi di lingkungan sekitar, misalnya alat-alat musik, dan benda-benda di kelas.
* Menyimpulkan bahwa bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar.
* Mengidentifikasi sifat-sifat bunyi pada zat cair, padat, dan gas.
* Menjelaskan bahwa bunyi dapat memantul pada permukaan yang keras.

D. Skenario Pembelajaran
Pendahuluan
Pengorganisasian kelompok kecil untuk membangkitkan motivasi belajar siswa, guru menunjukkan beberapa alat musik (misalnya terompet).

Kegiatan Inti
* Guru menyuruh siswa untuk menggosok-gosokkan kedua tangannya kemudian menempelkan ke pipi.
* Salah seorang siswa menyalakan korek api.
* Guru menunjukkan sinar matahari.
* Guru menyuruh siswa untuk memanaskan air dalam 2 buah ember yang berisi air dibawah terik matahari.
* Salah satunya ditutupi dengan plastik.
* Menyimpulkan hasil percobaan.
* Memberi contoh penerapan konsep dalam kehidupan sehari-hari.

Penutup
* Guru mengadakan refleksi tentang proses dan hasil belajar.
* Guru mengajukan pertanyaan untuk menguji pemahaman siswa sebagai postets.
* Dengan bimbingan guru siswa membuat rangkuman materi sebagai catatan.
* siswa dapat menyimpulkan bahwa panas berpinah ke tempat yang lebih dingin.

E. Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran adalah: Air, ember, dan korek. Sementara bahan yang harus dibawa oleh siswa adalah buku paket Sains kelas 4 dan buku-buku penunjang lainnya.

F. Penilaian
* Penilaian performa, pengamatan pada saat siswa melakukan kegiatan.
* Tes lisan, tanya jawab tentang kegiatan yang baru dilakukan siswa.. sesuai dengan indikator kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran.
* Tes tulis.
Demikianlah skenario untuk pembelajaran yang dilengkapi dengan contoh aplikasinya. Semoga bisa membuka pemahaman kita tentang skenario pembelajaran.

LBPP LIA pun Punya Skenario

Tidak hanya guru-guru di sekolah yang menggunakan skenario dalam proses belajar mengajarnya. Para guru yang ada di lembaga pendidikan informal seperti LBPP LIA, pun mempunyai skenario yang dsebau sebagai Lesson Plan. Perencanaan Pelajaran ini sangat penting karena guru menentukan tujuan pembelajaran dan merancang apa saja yang akan disajikan dengan tujuan pelajaran seperti yang ada di buku. Lesson Plan ini akan mendukung dan membuat guru menjadi menyadari apa yang harus disiapkan.

Fasilitas pendidikan yang dibutuhkan juga ditulis didalam Lesson Plan. Misalnya, seorang guru akan menggunakan LCD atau akan menggunakan boombox, dan sebagainya. Semua itu tertulis pada Lesson Plan. Kalau pun ada perubahan sebenarnya sangat sedikit. Yang ada memang penyesuaian dengan keadaan kelas dan jumlah siswa yang hadir pada hari itu. Dengan adanya Lesson Plan itu pembelajaran pun dapat dipantau dengan baik.

Sumber untuk pembuatan lesson Plan ini berdasarkan buku yang telah disediakan oleh pihak Yayasan LIA. Semua skenario  atau Lesson Plan itu sebenarnya akan memudahkan guru bagaimana mempersiapkan kelasnya. Sang guru pun tahu dan bisa memperkirakan berapa lama sebuah kegiatan dilakukan. Kalau seandainya kegiatan itu malah terasa lebih sulit dibandingkan ketikan membuat Lesson Plan, guru bisa langsung beradaptasi dan mengubahnya.

Untuk mampu membuat sebuah Lesson Plan yang baik, semua guru mendapatkan pelatihan khusus terutama bagi guru-guru baru. Palatihan khusus itu selama kurang lebih 3 bulan. Ada praktik dan juga teori yang harus dipelajari.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Tentang Film Dokumenter, Angkat Realitas demi Membuka Realitas
  • Star Wars, Film Planet yang Tak Lekang oleh Waktu
  • Budaya dan Hiburan Dalam Film Rohani
  • Mengenang Kembali Pesona Si Satria Baja Hitam
  • Skenario Drama Pendek dalam Dunia Perfilman
  • Jason Bourne: Film Luar tentang Intelijen AS
  • Rekomendasi Film Bagus: Inception
  • Resiklo, Film Filipina Sarat Pesan
  • Star Trek - Film Lawas yang Menjadi Idola
  • UFO yang Selalu Misterius
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA