logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Pendidikan    Kuliah    Skripsi atau Tesis

Skripsi dan Sidang Akhir, Tahap terakhir Menuju Sarjana


Ilustrasi skripsi dan sidang akhir 

Mahasiswa mana sih yang tidak ingin lulus dan menjadi sarjana? Namun untuk bisa mendapatkan Ijazah sarjana, seorang mahasiswa musti memenuhi salah satu syarat kelulusan yang namanya skripsi. Ya, skripsi dan sidang akhir memang tahapan terakhir yang harus dilalui sebelum memperoleh gelar sarjana.

Sejak awal kuliah pada umumnya setiap kampus sudah memberikan panduan menyusun skripsi. Meskipun mata kuliahnya belum tentu bernama skripsi, tapi tetaplah berhubungan dengan skripsi dan sidang akhir. Salah satu contohnya adalah mata kuliah Penulisan Karya Ilmiah yang terdapat di berbagai perguruan tinggi. Mata kuliah ini biasa diajarkan pada semester-semester pertama mahasiswa.

PKI membahas bagaimana metode ilmiah yang perlu diterapkan untuk menyusu sebuah karya tulis salah satunya skripsi. Beberapa hal diajarkan seperti bagaimana cara membuat judul yang baik, bagaimana merumuskan masalah yang singkat dan tegas, hingga pada sistematika penulisan karya ilmiah. 

Meskipun sejak SMA banyak yang sudah diajari membuat karya tulis, mata kuliah ini tetap membantu karena tak hanya diberikan teori, mahasiswa juga dituntut membuat karya ilmiah. Dengan melakukan praktek penyusunan karya ilmiah, pembimbing akan tahu sejauh mana kemampuan mahasiswa dalam menyusun karya ilmiah.

Jika memang kemampuannya diketahui kurang, dosen akan memberikan bimbingan pada mahasiswanya dengan lebih intens. Dengan begitu, menginjak semester-semester akhir, mahasiswa lebih siap dalam menghadapi skripsi dan sidang akhir.

Selain mata kuliah PKI, mahasiswa juga dibekali dengan mata kuliah Metodologi Penelitian dan Statistika. Mata kuliah Metodologi Penelitian membahas langkah-langkah yang perlu ditempuh oleh mahasiswa sebelum maupun saat penelitian. Mulai dari jenis penelitian, baik itu kualitatif atau kuantitatif, deskriptif, hingga cara mengambil dan mengolah data.

Jika dalam Metodologi Penelitian kita sudah diajarkan langkah melakukan penelitian, untuk lebih matang dalam menghadapi skripsi dan sidang akhir, mahasiswa dibekali pula dengan mata kuliah Statistika. Mata kuliah ini lebih fokus tentang cara mengambil dan menganalisis data. Ada beragam analisis data di mana pemakaiannya bergantung pada jenis data yang hendak diolah. 

Jika semua mata kuliah yang dibutuhkan dalam membuat karya ilmiah sudah ditempuh oleh mahasiswa, mustinya mereka tidak perlu lagi terlalu mencemaskan dengan skripsi dan sidang akhir yang akan dihadapi.

Namun, bagi para Mahasiswa baru, tugas akhir itu dirasa masihlah jauh, karena mereka akan melewati beberapa step mata kuliah dahulu sebelum akhirnya melangkah menuju skripsi. Setelah itu, mereka akan memasuki sebuah babak drama pendek bernama sidang akhir.

Mereka laksana seorang peneliti yang tengah mendemonstrasikan wacana buatannya di hadapan para ahli. Dapat dibayangkan bagaimana tegangnya suasana ketika sidang terjadi. Namun, sebelum proses itu dibahas, artikel ini akan menelaah satu persatuan bagian dari sebuah drama pendek akhir sebuah ujung pembelajaran di Universitas.

Sekilas tentang Skripsi dan Sidang Akhir

Skripsi adalah sebuah bentuk tugas penghabisan untuk mengukuhkan gelar seseorang. Tarohlah bila dia Insiyur, untuk membuktikan bahwa dia telah pantas menyandang gelar tersebut haruslah sang calon insinyur itu membuat sebuah laporan tugas akhir yang bernama Skripsi.

Tugas tersebut disusun dengan asumsi bahwa mereka atau sang mahasiswa tersebut sudah berhasil menyerap dan kelak mampu mengaplikasikan apa yang didapatnya dalam sebuah tugas terakhir atau Skripsi.

Tugas tersebut disusun dengan metode penelitian yang mahasiswa pilih sendiri dengan rekomendasi atau mungkin rujukan dan bimbingan dari seorang dosen yang dikhususkan sebagai pengawas selama sang mahasiswa menyusun tugas akhirnya.

Berbeda dengan mata kuliah, tugas akhir tidak memiliki tema khusus, justru sang mahasiswa yang harus menentukan, dari mulai rangka laporan akhirnya, sampai ketika mereka menyelesaikan, semua harus diputuskan sang mahasiswa sendiri atas bimbingan sang dosen.

Di awal, ketika mahasiswa memutuskan untuk mengambil mata kuliah skripsi, maka mereka harus mulai menyusun proposal awal tentang kajian judul yang mereka inginkan. Kajian judul ini harus dibahas disebuah sidang kecil dengan beberapa Dosen, termasuk di antaranya dosen pembimbing satu dan pembimbing dua.

Lalu setelahnya, mungkin harus melewati beberapa revisi berkali-kali, barulah mahasiswa yang bersangkutan diperbolehkan memulai bab pertama. Itu pun tetap akan diawasi dengan ketat, mulai dari kata pendahuluan, alasan mengapa mereka mengambil tema masalah tersebut sampai menyebutkan beberapa teori dasarnya.

Mungkin pendahuluan ini termasuk mudah untuk dilewati, namun berikutnya ketika masuk ke dalam teori dan pembahasan masalah, mereka akan menghadapi batu besar bernama pembimbing.

Terkadang sering adanya bentrok antara pembimbing satu dan pembimbing dua yang tidak saling mendukung. Kalaupun mereka berhasil melewati dua pembimbing tersebut dengan mulus, tapi mereka akan menemukan drama mendebarkan lain bernama Sidang.

Jika skripsi adalah karya yang disusun oleh mahasiswa, sidah adalah tahap akhir setelah mahasiswa berhasil melewati para pembimbing. Mereka dihadapkan pada beberapa dosen yang tidak mengenal mereka, tidak mengikuti kegiatan ketika mereka memulai tiap bab.

Setiap dosen memiliki buah pikiran tersendiri, lalu buah pikiran itu akan dilontarkan untuk dijawab oleh sang Mahasiswa. Tidak jarang ada juga dosen yang bertanya asal, bukan bertanya pokok masalah dari penelitian yang dibuat, namun dari rujukan bahasan. Jawaban untuk pertanyaan tersebut diserahkan pada mahasiswa, semua di uji, termasuk keberanian dan rasa tanggung jawab.

Walau Sidang adalah drama menegangkan sepanjang setengah jam, namun bila mahasiswa sudah melewatinya, kehidupan mereka sebagai mahasiswa pun terhenti, dan mereka kini sudah siap untuk menerima gelar.

Tips Agar Skripsi dan Sidang Akhir Berjalan Sukses

Nah, setelah tahu gambaran mengenai skripsi dan sidang akhir, tentunya setiap mahasiswa berharap bisa melakoni keduanya dengan baik dan lancar. Pertama-tama, untuk bisa lulus tepat waktu, selain belajar materi perkuliahan dengan baik, sejak semester empat sudah mengantongi tema skripsi. Mengetahui tema skripsi di awal perkuliahan akan membantu mahasiswa lebih fokus dalam memilih konsentrasi kuliah.

Tema yang dibuat pun baiknya lebih dari satu, pasalnya kadang tema yang kita ajukan tidak langsung disetujui oleh dosen. Jika memiliki tema yang lain, ketika satu tema ditolak, kita bisa mengajukan tema yang lain. Dosen kadang menolak usulan tema skripsi mahasiswa karena memang temanya kurang baik, kadang juga karena mahasiswa tidak bisa menyampaikan idenya dengan baik.

Agar bisa menyampaikan tema skripsi dengan baik, mahasiswa harus paham betul alasan memilih judul, permasalahan, hingga metode penelitiannya. Dengan begitu peluang tema diterima oleh dosen pembimbing sebakin besar.

Setelah tema dan judul skripsi disetujui, langkah selanjutnya adalah segera menyusun proposal penelitian. Perhatikan panduan penyusunannya agar memudahkan dosen dalam mengoreksi berkas. Perhatikan pula EYD dan titik koma dari tulisan untuk meminimalir koreksi. Kadang kala ketika mengurusi skripsi dan sidang akhir, beberapa hal tidak berjalan sesuai rencana.

Misalkan saja penelitian yang dilakukan tiba-tiba mengalami kegagalan di jalan. Jika hal ini terjadi, maka mahasiswa harus tetap menjaga konsistensi untuk mengerjakan. Jangan sampai karena penelitian gagal kemudian tidak mau mencoba lagi. Apalagi ketika dosen terus saja melakukan revisi terhadap berkas yang diserahkan, janga lantas ngambek dan tidak mau mengerjakan selama berbulan-bulan.

Sikap kenakan-kanakan seperti itu hanya akan merugikan dan membuahkan penyesalan. Ketika mendapat dosen pembimbing yang teliti, mustinya kita harus bangga karena nantinya skripsi yang dihasilkan benar-benar berkualitas.

Hal lain yang tak kalah penting diperhatikan dalam menghadapi skripsi dan sidang akhir adalah persiapan untuk presentasi. Biasanya presentasi menggunakan media Power Point. Dalam membuatnya sebaiknya jangan mendadak beberapa hari menjelang sidang. Sempatkan beberapa minggu sebelumnya untuk menyusun template, animasi, pengaturan huruf, dan sebagainya agar bisa tampil secara maksimal.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Komponen Laporan PKL
  • Membincang Unsur Intrinsik Karya Sastra
  • Tip Singkat Membuat Skripsi Hukum
  • Judul-Judul Skripsi yang Memikat Hati Penguji
  • Sistematika Penulisan Tesis
  • Kiat Cerdas Menentukan Judul Tesis
  • Metode dalam Penelitian
  • Syarat Penulisan Karya Ilmiah
  • Mengenal Struktur Penulisan Karya Ilmiah
  • Sistematika Penulisan Penelitian Sesuai EYD
  • Kerangka Penulisan Makalah
  • Pentingnya Pedoman Penulisan Tugas Akhir
  • Panduan Sistematika Penulisan Proposal Penelitian
  • Pola Pengerjaan Tesis Manajemen Pendidikan
  • Tugas Akhir - Syarat Kelulusan yang Ilmiah
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA