Skripsi Motivasi, Layak Jual
Skripsi dijual, kenapa tidak? Maksud dijual di sini, cukup banyak skripsi yang kemudian menjadi buku yang layak jual (marketable) karena tema skripsinya menarik, misalnya skripsi motivasi. Skripsi yang dibuat oleh calon sarjana tak jarang menjadi tumpukan kertas tebal dan hanya dibaca pada saat sidang kelulusan demi meraih gelar sarjana.
Padahal, skripsi motivasi memiliki pangsa pasar yang luas, apalagi di tengah terpuruknya bangsa kita di bidang politik, hukum, ekonomi, sosial, budaya, atau prestasi olahraga yang stagnan. Tentunya masyarakat membutuhkan motivasi untuk memelihara harapan. Dalam hal ini, para penyusun skripsi bisa berkontribusi melalui buku yang memotivasi, dan itu semua tidak menutup kemungkinan bersumber dari skripsi motivasi.
Cukup banyak para ahli, peneliti, atau pengamat yang buku-bukunya merupakan saduran dari karya tulis mereka, misalnya Rizal Malarangeng atau Yudi Latif. Memang buku-buku mereka tidak bertema motivasi, namun hal ini menunjukan bahwa karya tulis bisa lebih dari sekadar tugas akhir kuliah yang nasibnya hanya sampai sidang kelulusan, karena di dalamnya terdapat judul dan subjudul menarik jika dijadikan buku yang di kemudian hari dipublikasikan.
Hal ini bisa saja terjadi jika metodologi skripsi dibuat secara sistematis, valid, dan logis berdasarkan kebijakan yang dibuat oleh perguruan tinggi dan didukung oleh isi skripsi yang menarik dan berguna bagi khalayak pembaca, sehingga umur skripsi bisa relatif lebih lama dan dibaca oleh orang lain yang membutuhkan buah karya kita.
Perencanaan membuat skripsi motivasi bisa dilakukan jauh hari sebelumnya, dengan mengumpulkan fenomena yang terjadi di sekeliling kita kemudian dari fenomena tersebut bisa melahirkan judul skripsi yang kiranya layak untuk diangkat dan dilakukan pembahasan secara mendalam.
Tentu saja tak mudah melakukannya karena membutuhkan penelaahan mendalam mengenai objek penelitian, latar belakang objek penelitian, lingkungan sekitar objek penelitian, dan hal lainya untuk menjaga validitas data skripsi. Namun, hasilnya akan bermanfaat baik bagi penyusun, objek penelitian atau pembaca pada umumnya.
Di samping akan bermanfaat bagi khalayak pembaca, menyusun skripsi motivasi juga fleksibel, dalam arti objek penelitian bisa berasal darimana saja tanpa harus berpatok pada orang terkenal atau tokoh masyarakat. Orang biasapun bisa dijadikan objek penelitian ketika orang yang bersangkutan memiliki hal-hal menarik yang layak diangkat berkaitan dengan motivasi atau istilahnya human interest.
Penyusun skripsi pada umumnya adalah transformer ide-ide. Ide-ide tersebut tentunya berdasarkan pengetahuan dan pengalaman masing-masing. Tak ada salahnya jika penyusun memasukan ide-ide tersebut ke dalam skripsinya, misalnya saja mengenai hakikat motivasi.
Di dalam skripsinya, penyusun bisa memasukan ide dan pemahaman bahwa motivasi pada hakikatnya datang dari diri sendiri. Sebab motivasi dari orang lain sifatnya hanya sebagai pendukung. Pemahaman-pamahaan seperti ini justru akan semakin memperkaya sebuah skripsi motivasi dari pada hanya sekedar kutipan-kutipan filosofis yang maknanya ambigu dan bisa ditafsirkan secara beragam menurut pengetahuan dan pengalaman masing-masing pembaca.
Dalam hal ini, sebenarnya pemerintah sudah membuka peluang bagi calon sarjana untuk mendistribusikan skripsinya supaya dipublikasikan dalam bentuk buku. Keuntungannya, tentu saja royalti bagi penyusun skripsi. Jadi cukup prospektif kedepannya, bisa dijadikan profesi sampingan atau utama sebagai penulis yang konsentrasi dalam membuat buku-buku motivasi.






