Skripsi Motivasi, Layak Jual
Ilustrasi skripsi motivasi
Skripsi dijual, kenapa tidak? Maksud dijual di sini, cukup banyak skripsi yang kemudian menjadi buku yang layak jual (marketable) karena tema skripsinya menarik, misalnya skripsi motivasi. Skripsi yang dibuat oleh calon sarjana tak jarang menjadi tumpukan kertas tebal dan hanya dibaca pada saat sidang kelulusan demi meraih gelar sarjana. Lain kalau skripsi yang digarap dengan serius dan dengan ketekunan tingkat tinggi sehingga menghasilkan data yang memang layak diketahui oleh umum. Data yang menarik dan bermanfaat ini membuat orang lain tertarik untuk mengetahuinya sehingga banyak yang membutuhkannya. Tidak salah kalau penerbit pun tertarik menerbitkannya.
Skripsi Bukan Makalah Biasa
Membuat sebuah skripsi itu tidak mudah. Walaupun ada sebagian sangat kecil dari mahasiswa yang tidak bertanggungjawab dengan menjiplak atau bahkan menyuruh orang lain untuk membuatkan skripsi untuk dirinya, hal itu tidak bisa menjadi satu gambaran bahwa semua mahasiswa Indonesia meremehkan pembuatan skripsi. Skripsi adalah karya ilmiah yang data-datanya harus dipertanggungjawabkan dan bukan sekedar data biasa. Ada masalah, identifikasi masalah, dan metodologi cara mencari jalan memecahkan masalah itu. Apalagi kalau yang dibahas merupakan kasus nyata yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Skripsi seperti itu pasti sangat menarik untuk dijadikan sebuah buku. Rieke Dyah Pitaloka, anggota DPR yang juga merupakan artis yang cukup aktif di tengah masyarakat, membukukan penelitiannya. Seorang dosen Psikologi UGM yang meneruskan pendidikannya di Malaysia, juga membukukan penelitiannya. Hasil dari penjualan buku ini cukup lumayan karena tema yang diangkat diminati masyarakat karena memang isinya berbobot.
Tidak ada yang mau hasil penelitian itu hanya menjadi data sampah yang tak bisa dipertanggungjawabkan dan lalu tumpukan lembaran kerja hasil dari penelitian hanya menjadi sampah yang tak berguna. Tidak jarang satu penelitian itu melibatkan berbagai pihak demi hasil yang sangat akurat. Apalagi kalau penelitian itu telah menyangkut masa depan satu lingkungan yang luas. Bila kesimpulan yang ditarik tidak tepat, maka kesimpulan itu bisa mempengaruhi kehidupan banyak orang.
Tema Abadi
Ada tema abadi untuk buku, misalnya, tema tentang agama, ketrampilan, hiburan, dan motivasi diri. Tema tentang motivasi diri ini seolah tak ada pernah mati. Setiap penerbit sangat senang dan bergairah sekali ketika mendapatkan naskah tentang motivasi diri. Tidak salah kalau ada mahasiswa Fakultas Psikologi yang meneliti tentang motivasi diri, skripsinya bisa diterbitkan. Skripsi motivasi memiliki pangsa pasar yang luas, apalagi di tengah terpuruknya bangsa kita di bidang politik, hukum, ekonomi, sosial, budaya, atau prestasi olahraga yang stagnan.
Tentunya masyarakat membutuhkan motivasi untuk memelihara harapan. Dalam hal ini, para penyusun skripsi bisa berkontribusi melalui buku yang memotivasi, dan itu semua tidak menutup kemungkinan bersumber dari skripsi yang menyoroti tentang motivasi. Cukup banyak para ahli, peneliti, atau pengamat yang buku-bukunya merupakan saduran dari karya tulis mereka, misalnya Rizal Malarangeng atau Yudi Latif. Memang buku-buku mereka tidak bertema motivasi, namun hal ini menunjukan bahwa karya tulis bisa lebih dari sekadar tugas akhir kuliah yang nasibnya hanya sampai sidang kelulusan, karena di dalamnya terdapat judul dan subjudul menarik jika dijadikan buku yang di kemudian hari dipublikasikan.
Hal ini bisa saja terjadi jika metodologi skripsi dibuat secara sistematis, valid, dan logis berdasarkan kebijakan yang dibuat oleh perguruan tinggi dan didukung oleh isi skripsi yang menarik dan berguna bagi khalayak pembaca, sehingga umur skripsi bisa relatif lebih lama dan dibaca oleh orang lain yang membutuhkan buah karya yang berkualitas. Penelitian tentang autisme dan cara penanggulangan dan pencegahannya, tetap menjadi tema yang menarik. Apalagi semakin banyak ditemukan gejala autisme pada anak-anak.
Perencanaan membuat skripsi tentang motivasi bisa dilakukan jauh hari sebelumnya, dengan mengumpulkan fenomena yang terjadi di sekeliling kita kemudian dari fenomena tersebut bisa melahirkan judul skripsi yang kiranya layak untuk diangkat dan dilakukan pembahasan secara mendalam. Perhatikan keadaan masyarakat dan apa yang sedang menjadi pembicaraan masyarakat. Adakah hal-hal yang menggelisahkan mereka dan adakah yang bisa dibantu? Mengapa mereka gelisah dan bagaimana cara mereka mengatasi kegelisahan? Adakah kerja sama di antara mereka? Semua pertanyaan itu bisa menggiring ke tema yang berbicara tentang motivasi dalam mengatasi masalah.
Tentu saja tak mudah melakukannya karena membutuhkan penelaahan mendalam mengenai objek penelitian, latar belakang objek penelitian, lingkungan sekitar objek penelitian, dan hal lainnya untuk menjaga validitas data skripsi. Namun, hasilnya akan bermanfaat baik bagi penyusun, objek penelitian atau pembaca pada umumnya. Semua hal ini mungkin akan memakan waktu yang lama, dana yang tidak sedikit, dan kerja keras terjun langsung ke masyarakat untuk berkomunikasi dengan mereka.
Di samping akan bermanfaat bagi khalayak pembaca, menyusun skripsi berkenaan dengan motivasi juga fleksibel, dalam arti objek penelitian bisa berasal darimana saja tanpa harus berpatok pada orang terkenal atau tokoh masyarakat. Orang biasa pun bisa dijadikan objek penelitian ketika orang yang bersangkutan memiliki hal-hal menarik yang layak diangkat berkaitan dengan motivasi atau istilahnya human interest.
Manfaat Penyusunan Skripsi Tentang Motivasi
Penyusun skripsi pada umumnya adalah transformer ide-ide. Ide-ide tersebut tentunya berdasarkan pengetahuan dan pengalaman masing-masing. Tak ada salahnya jika penyusun memasukan ide-ide tersebut ke dalam skripsinya, misalnya saja mengenai hakikat motivasi. Di dalam skripsinya, penyusun bisa memasukan ide dan pemahaman bahwa motivasi pada hakikatnya datang dari diri sendiri. Sebab motivasi dari orang lain sifatnya hanya sebagai pendukung. Pemahaman-pamahaan seperti ini justru akan semakin memperkaya sebuah skripsi motivasi dari pada hanya sekedar kutipan-kutipan filosofis yang maknanya ambigu dan bisa ditafsirkan secara beragam menurut pengetahuan dan pengalaman masing-masing pembaca.
Dalam hal ini, sebenarnya pemerintah sudah membuka peluang bagi calon sarjana untuk mendistribusikan skripsinya supaya dipublikasikan dalam bentuk buku. Keuntungannya, tentu saja royalti bagi penyusun skripsi. Jadi cukup prospektif kedepannya, bisa dijadikan profesi sampingan atau utama sebagai penulis yang konsentrasi dalam membuat buku-buku motivasi. Selain memberikan pengetahuan kepada pembaca, penyusun skripsi juga mendapatkan keuntungan spiritual. Hatinya jadi terbuka dan tersentuh.
Apa yang selama ini mungkin hanya ia ketahui dari buku-buku yang dibacanya, setelah menyusun skripsinya ia jadi tahu misalnya, akibat kemiskinan yang membuat banyak sekali anak-anak yang terkena sindrom gizi buruk. Bagaimana wanita berperanan sangat penting dalam menyelamatkan anak-anaknya dari kelaparan dan dari keadaan yang lebih para, mengalami gizi buruk. Perjuangan yang membuat para wanita itu rela tidak makan atau tidak memberikan apapun kepada dirinya sendiri.
Penyusun skripsi akan melihat langusung bagaimana sekumpulan orang-orang buta yang hidup bertetangga dan berinteraksi secara normal layaknya orang biasa yang tidak mengalami kecacatan. Orang-orang buta itu membuktikan bahwa mata hanyalah lensa dan bahwa yang sesungguhnya melihat adalah hati. Mereka makan, minum, mempunyai anak, dan bahkan masak dan menyetrika secara normal dan tidak ada bedanya dengan orang-orang yang mempunyai mata yang awas. Mereka juga mempunyai ponsel dan melakukan hubungan pembicaraan dengan orang lain.
Hebatnya bukan saja mereka menerima telepon, mereka juga bisa menelepon orang lain dan tidak salah sambung. Mereka bisa memasukan nama dan nomor baru dan hapal di mana letak nama dan nomor baru itu. Mereka sangat hapal suara orang lain dan mereka tahu kalau ada sesuatu yang tidak baik yang ada di depannya. Mereka sholat berjamaah dan pergi ke masjid. Mereka tidak ubahnya orang normal hanya saja mata mereka tidak bisa melihat. Hati siapa yang tidak akan merasa kagum menyaksikan kompleks perumahan orang buta yang ternyata bis ahidup layak dan normal seperti orang-orang biasa. Skripsi motivasi tentang kehidupan orang buta ini tentunya menarik untuk ditelaah.

