logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Karya Ilmiah    Penulisan Karya Ilmiah

Menariknya Penelitian dalam Sebuah Skripsi


Bagi mahasiswa S1, skripsi bisa menjadi beban, tapi bisa juga bisa menjadi ringan. Tergantung dari sudut pandang mana dilihatnya, persiapan apa yang telah dilakukan, dan sampai sejauh mana daya juang menyusunnya.

Secara singkat, pengertian skripsi adalah karya tulis mahasiswa berupa penjelasan secara deskriptif, sistematis dari hasil penelitiannya terhadap realitas dan fenomena yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan serta menggunakan metode penelitian untuk memberikan solusi permasalahan demi meraih gelar sarjana.

Skripsi bertujuan agar mahasiswa mampu menyusun dan menulis suatu karya ilmiah, sesuai dengan bidang ilmunya. Mahasiswa yang mampu menulis karya ilmiah ini dianggap mampu memadukan pengetahuan dan ketrampilannya dalam memahami, menganalisis, menggambarkan dan menjelaskan masalah yang berhubungan dengan bidang keilmuan yang diambilnya. Karya ilmiah yang satu ini merupakan persyaratan untuk mendapatkan status sarjana (S1) di setiap Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Indonesia.

Istilah skripsi sebagai tugas akhir sarjana hanya digunakan di Indonesia. Negara lain, seperti Australia menggunakan istilah thesis untuk penyebutan tugas akhir dengan riset untuk jenjang undergraduate (S1), Postgraduate (s2), PhD dengan riset (S3) dan disertation untuk tugas riset dengan ukuran yang kecil baik undergrduate (sarjana S1) ataupun postgraduate (pascasarjana). Sedangkan di Indonesia Skripsi untuk jenjang S1, Tesis untuk jenjang (S2) dan Disertasi untuk jenjang (S3).

Dalam penulisan karya ilmiah, mahasiswa dibimbing oleh satu atau dua orang pembimbing yang berstatus dosen pada perguruan tinggi tempat mahasiswa kuliah. Untuk penulisan karya ilmiah yang dibimbing oleh dua orang, dikenal istilah Pembimbing I dan Pembimbing II. Biasanya, Pembimbing I memiliki peranan yang lebih dominan bila dibanding dengan Pembimbing II.

Tujuan Skripsi

Pengertian skripsi di atas adalah pengertian secara formal, karena pada dasarnya tujuan skripsi bukan sekadar untuk meraih gelar sarjana semata, tapi intinya menguji mahasiswa yang akan memperoleh gelar sarjana untuk mengamalkan ilmu pengetahuan yang telah didapatkannya selama perkuliahan dan skill-nya dalam mengindentifikasi masalah, menganalisis, dan memberikan solusi permasalahan melalui penjelasan yang sistematis dan bisa dipahami sesuai dengan bidang studi yang diambil oleh calon sarjana.

Dilema Metode Penelitian

Rintangan menyusun skripsi memang beragam. Salah satu masalah yang paling banyak dialami oleh calon sarjana adalah belum menguasai metode penelitian (metlit) skripsi secara maksimal. Tentu ini bukan masalah sederhana karena penyebab dan akibatnya kompleks. Bisa karena dosen metlitnya kurang maksimal menjelaskan materi atau bisa juga mahasiswanya tidak memperhatikan penjelasan.

Intinya, skripsi yang sudah di depan mata bahkan sedang dikerjakan sering kali tanpa didukung oleh pemahaman metode penelitian yang mendalam. Akibatnya, tak sedikit yang masih kebingungan membuat judul, menentukan metode penelitian, membuat variabel-indikator, dan sistematika lainnya. Jangan heran jika dilema ini Anda alami. Draf skripsi pun harus beberapa kali revisi sebelum acc (accepted/diterima).

Metode Penelitian

Dalam ilmu sosial, metode penelitian yang dikenal luas di perguruan tinggi ada dua, yaitu metode penelitian kuantitatif dan metode penelitian kualitatif, berikut penjelasannya secara garis besar.

•    Metode penelitian kuantitatif

Metode penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang dib uat secar sistematis yang menjelaskan tentang bagian – bagiannya dan hubungan – hubngan terhadap penelitiannya tersebut. tujua dari penelitian kuantitatif ini ialah mengembangkan dan menggunakan teori – teori  yang betkaitan dengan penelitian yang di lakukan. Pengukuran juga di lakuakn di metode penelitian kuantitatif ini. Karena hal ini berkaitan dengan hubungan yang terdapat dalam teori tersebut dengan penelitian yang ada.

Penelitian kuantitatif itu sendiri merupakan sebuah definisi, dimana pengukuran data yang telah di kumpulkan secara kuantitatif dan statistik objektif melalui perhitungan ilmiah dilakuakn untuk menyimpulkan dan mengambil kesimpulan terhadap data – data yang menjadi pokok dari penelitian yang dilakukan. Pengambilan data yang di lakukan di metode ini bisa dengan cara pengambilan sampel pada sejumlah populasi yang ada yang selanjutnya akan di ambil beberapa proyeksi yang akan kita gunakan sebagai data untuk mengumpulkan data sebagai bahan penelitian yang kita buat.

Penleitian dengan cara kuantitatif ini dapat kita temukan di banyak penggunaan baik itu dalam penggunaan ilmu – ilmu alam maupun ilmu – ilmu sosila yang banyak berkaitan dengan penelitian yang di lakukan. Tidak hanya itu, dari fisika dan biologi hingga sosiologi dan jurnalisme tentu akan sering kita temukan metoe penelitian dengan cara kuantitatif ini. Pendekatan untuk mendapatkan data atau informasi yang dibutuhkan dengan cara kuantitatif ini sering i pergunakan dalam ilmu – ilmu sosial saja. Hal ini dimaksudkan untuk membedakan dengan penelitian yang di lakukan dengan metode kualitatif.

Dalam penelitian ini, sebelum peneliti terjun ke lapangan, peneliti telah memiliki hipotesis (prediksi yang harus diuji dan dibuktikan lagi kebenarannya) dengan metode survei, yaitu menyebarkan angket ke sejumlah responden yang jumlah dan presisinya (kemungkinan salah) telah ditentukan dengan benar, sesuai dengan populasi objek penelitian.

•    Metode penelitian kualitatif

Penelitian kualitatif merupakan riset atau penelitian yang di lakukan yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan untuk mengumpulkan datanya dengan cara induktif. Dalam penelitian kualitatif ini, proses dan makna lebih di tonjolkan dalam bahasan penelitiannya, sehingga menggambarkan analisis yang cenderung detail. Landasan teori biasanya sering digunakan sebagai jalur informasi dan pengumpulan data agar topik yang dibahas dalam peneleitian tersebut tetap fokus.

Selain itu, landasan teori juga digunakan sebagai ringkasan yang menggambarkan secara umum penleitian yang dilakukan dan sebagai bahan bahasan dalam penelitian yang dilakukan. Landaan teori dalam metode kualitatif dan metode kuantitatif tentu saja terdapoat perbedaannnya.

Dalam metode penelitian kuantitatif, penelitia dimula dengan adanya teori yang kemudian dilanjutkan dengan penguumpulan data yang pada akhirnya akan menentukan penerimaan atau penolakkan terhadap teori yang digunakan dalam penelitian awal. Sedangkan untuk penelitian kualitatif, penelitian di mulai dengan data – data yang ada kemudian memanfaatkan teori yang ada sebagai tambahan informasi dalam penelitian tersebut sehingga dapat memperjelas data dan teori yang dibahas kemudian pada akhirnya akan memunculkan teori yang berbeda atau pun hampir sama dengan penelitian yang di lakukan.

Penelitian kualitatif dinilai cukup subyektif di bandingkan metoe yang di gunakan dalam penelitian kuantitatif. Keduanya di bedakan berdasarkan metode yang dicva[ai untuk mengumpulkan data yang ada untuk melakukan penelitian. Metode yang di gunakan untuk kuantitatif dengan menggunakan teknik survei do anggap kutrangbegitu bisa mngeumpulkan data yang di butuhkan dalam sebuah penelitian. Sedangkan untuk metode penelitian kualitatif menggunakan teknik wawancara yang dilakukan secar mendalam pada setiap individu dan dilakukan pada indvidu dalam kelompok yang relatif kecil.

Metode dengan menggunakan penelitian kualitatif merupakan metode yang digunakan untuk mengetahui fenomena dalam kehidupan sosial secara mendalam dan lebih terperinci. Sehingga sebelum terjun ke lapangan untuk mengumpulkan data, peneliti lebih bebas dan lebih bisa mnegidentifikasi masalah yang menjadi bahasan alam penelitian dengan cara mewawancarai informan lebih mendalam. Tentu informan yang menjadi narasumber ini harus dipilih dengan tepat dan sesuai dengan bahasan penelitian yang di lakukan.

Demikianlah pembahasan mengenai skripsi, banyak hal yang menyenangkan bila kita sedang menyusun skripsi. Contohnya saja kita bisa dipusingkan dengan hal - hal yang sebenarnya mudah tetapi kita membuatnya seakan - akan sulit. Kejadian tersebut sering terjadi ketika kita sedang kita menyusun karya ilmiah sebagai tugas, tetapi dari situlah kita sebenarnya banyak belajar mengenai bahsan - bahasan yang kita jadikan sebagai bahan untuk membuat skripsi.

Identifikasi Masalah dan Problem Solving dalam Skripsi

Salah satu kesulitan yang dihadapi oleh mahasiswa yang sedang menyusun skripsi adalah pada tahap mengidentifikasi permasalahan. Seringkali mereka dibingungkan oleh gejala masalah yang memang lebih mudah ditemukan daripada masalah itu sendiri. Kesalahan dalam mengidentifikasi permasalahan akan menyebabkan kesalahan dalam penyusunan skripsi, karena penelitian yang dilakukan tidak akan banyak berguna bagi objek penelitian.

Menurut para ahli perumus masalah, masalah didefinisikan sebagai kesenjangan (gap) antara situasi sekarang dengan target yang diinginkan. Nah, jika kita membicarakan gap atau kesenjangan, maka sebetulnya ada sebuah kriteria yang kita tetapkan untuk menilai sesuatu hal yang kita hadapi ini menjadi masalah atau bukan.

Biasanya, kriteria ini mempunyai suatu ukuran. Ukuran ini dapat dinyatakan secara kuantitatif dan kualitatif. Kriteria kualitatif ini bersifat subjektif, karena biasanya berhubungan dengan perasaan. Biasanya kalau sesuatu hal menyebabkan perasaan kita terganggu, misalnya sedih, kecewa, marah dan berbagai perasaan negatif lainnya.

Sementara kriteria kuantitatif lebih mudah didefnisikan karena dinyatakan dengan angka, seperti kriteria biaya, waktu, panjang, ukuran, dll.

Untuk menyelesaikan masalah, diperlukan upaya penyelesaian atau problem-solving, dimana kita akan melakukan serangkaian aktifitas identifikasi dan seleksi solusi dari masalah yang dihadapi. Secara umum, pemecahan masalah yang logis akan mengikuti rangkaian tahapan sebagai berikut:

  1. Identifikasi / perumusan masalah. Masalah harus didefinisikan dengan jelas. Misalnya, sebuah perusahaan menargetkan tingkat kehadiran karyawannya sebesar 90%. Namun pada kenyataannya data kehadiran menujukkan bahwa tingkat kehadiran karyawannya hanya mencapai 60%. Maka masalah yang ditemukan adalah ketidaksesuaian tingkat kehadiran karyawan yang diharapkan perusahaan dengan kenyataan yang sebenarnya.
  2. Analisis Masalah. Pada tahap ini peneliti mengumpulkan data yang berhubugan dan mulai mencari alternatif pemecahan yang mungkin dilakukan.
  3. Pemecahan Masalah. Tindakan perbaikan dari alternatif solusi yang terpilih berdasarkan kriteria dapat mulai dilakukan untuk memecahkan masalah.
  4. Evaluasi. Evaluasi dilakukan untuk menilai apakah apakah tindakan perbaikan yang dilakukan membawa hasil. Sebaiknya evaluasi dilakukan berdasarkan ukuran kuantitatif, misalnya dalam contoh kasus di atas, apakah ada peningkatan tingkat kehadiran karyawan setelah dilakukan tindakan perbaikan.

Lingkup penelitian skripsi untuk jenjang pendidikan sarjana adalah pengaplikasian ilmu pengetahuan untuk problem solving. Maka tahapan identifikasi masalah dan problem solving yang dilakukan harus benar agar hasil dari skripsi dapat mendatangkan manfaat bagi objek penelitian.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Kata Pengantar Sebuah Makalah: Jendela Kecil Juga Salam Hangat - ANNEA
  • Keunikan Puisi Indonesia Sebagai Karya Sastra
  • Pengetahuan Bahan Kain
  • Judul Penelitian Kuantitatif
  • Mudahnya Membuat Makalah Tentang Komunikasi
  • Rokok Elektrik - Jurus Pamungkas Berhenti Merokok?
  • Manfaat Cerita Fabel Bagi pertumbuhan Anak
  • Definisi Karya Tulis Ilmiah Sebagai Tulisan Nonfiksi
  • Cara Menulis Esai
  • Daftar Isi Karya Tulis - ANNEAHIRA.COM
  • Komik Indonesia dan Sejarah Panjangnya
  • Metodologi Penelitian Kuantitatif
  • Contoh Variable Penelitian
  • Laporan Kegiatan
  • Ketika Novel Terjemahan Membanjiri Toko Buku
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA