Soal-Soal Pengetahuan Umum Tentang Penggunaan Huruf dan Tanda Baca
Sebelum masuk perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, setiap calon mahasiswa akan menghadapi ujian masuk. Ujian masuk perguruan tinggi tersebut berupa mengisi soal-soal pengetahuan umum. Dalam mengisi soal-soal, calon mahasiswa biasanya lupa akan pentingnya tanda baca, tata tulis, dan ejaan. Kesalahan menulis tanda baca akan mengakibatkan perubahan makna. Akibatnya, jawaban yang seharusnya benar bisa disalahkan.
Berikut adalah tata cara penulisan yang benar.
Penggunaan Huruf Kapital
- Huruf kapital atau huruf besar digunakan pada awal kalimat atau awal paragraf. Contoh: Dalam menghadapi UMPTN, calon mahasiswa diharapkan mengikuti peraturan-peraturan yang berlaku. Aturan-aturan tersebut meliputi...
- Sebagai huruf pertama nama orang. Contoh: Beti Lafea, Afrimahmud, Dede Hade, dan sebagainya.
- Sebagai huruf pertama pada petikan. Contoh: Sejak kejadian itu, ibu selalu mengingatkan, “Jangan pulang terlalu malam!”
- Sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan hal-hal keagamaan, misalnya kitab suci dan nama Tuhan. Contoh: Kristen, Islam, Hindu, Budha, Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
- Sebagai huruf pertama menyebutkan gelar kehormatan, keagamaan, dan keturunan yang diikuti oleh nama orang. Contoh: Nabi Muhammad SAW, Sultan Hamengku Buwono X, Haji Agus Dede.
- Sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang biasa diikuti nama orang atau biasa dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, institusi, dan nama tempat. Contoh: Letnan Kolonel Utomo dilantik sebagai... atau Dada Rosada diangkat kembali menjadi Walikota Jawa Barat.
- Sebagai huruf pertama penulisan nama suku, bahasa, dan negara. Contoh: budaya Sunda, bahasa Indonesia, bangsa Asia Tenggara, negara Inggris, dan sebagainya.
- Sebagai huruf pertama menuliskan tahun, bulan, hari, dan peristiwa-peristiwa sejarah. Contoh: tahun baru Hijriah, bulan Mei, Agustus, September, hari raya Nyepi, dan sebagainya.
- Sebagai huruf pertama nama-nama resmi lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan. Contoh: Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 45).
- Sebagai huruf pertama dari singkatan nama dan gelar serta sapaan. Contoh: Doktor→Dr, Profesor→Prof
Penggunaan Tanda Baca
Salah satu tanda baca yang sering digunakan adalah tanda titik yang digunakan sebagai berikut.
- Akhir kalimat, akhir singkatan nama orang, akhir singkatan gelar, jabatan, dan sebagainya. Contoh: Gempa yang terjadi akibat letusan Gunung Merapi mengakibatkan kerusakan daerah sekitarnya.
- Singkatan kata yang biasa dipakai terdiri atas dua huruf. Contoh: sampai dengan→s.d., dengan alamat→d.a.
- Singkatan kata yang menggunakan tiga huruf. Contoh: dan lain-lain→dll., dan kawan-kawan→dkk.
Tanda baca lain yang sering digunakan adalah tanda koma.
- Dipakai untuk memisahkan petikan langsung dengan bagian lain dari kalimat. Contoh: Bapak berkata, “ Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina!”
- Dipakai di antara unsur-unsur dalam kalimat setara dan bertingkat. Contoh: di meja belajarnya terdapat buku-buku, pensil, penggaris, dan cat gambar yang berserakan.






