logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Pendidikan    Sekolah    Ujian Akhir

Soal UN Didesain Lebih Sulit


 

Ilustrasi soal UN

 

Soal UN (Ujian Nasional) harus betul-betul teruji secara kualitas agar mampu mengukur tingkat keberhasilan siswa setelah mengikuti proses kegiatan belajar mengajar di sekolah. Pasalnya, ujian nasional (UN) merupakan salah satu alat evaluasi pendidikan yang berlaku secara nasional.

UN ditujukan untuk mengukur dan menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Walaupun UN bukan satu-satunya alat evaluasi, UN diharapkan bisa mengukur tingkat keberhasilan siswa dan kualitas pendidikan di Indonesia. Karenanya, sangatlah wajar bila Mendikbud bersemangat akan terus menambah tingkat kesulitan soal Ujian Nasional.

Tujuannya agar kualitas pendidikan semakin hari semakin baik. Jadi, bukan untuk mempersulit siswa. Apalagi ke depan, hasil UN akan menjadi rujukan kelulusan mahasiswa baru di perguruan tinggi.

Pada 2012 ini, komposisi soal UN hanya 10% berkategori sulit, 60% soal berkategori sedang, dan sisanya berkategori mudah 30%. Sesuai dengan misi menambah tingkat kesulitan soal UN fidesain lebih sulit, tidak menutup kemungkinan soal UN berkategori sulit nantinya menjadi 15% atau bahkan 20%. Diharapkan penambahan tingkat kesulitan soal Ujian Nasional akan sejalan dengan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Ada beberapa mata pelajaran yang diujikan dalam UN. Berikut ini penjelasannya.

  • Untuk SMA/MA Program Ilmu Pengetahuan Alam meliputi bahasa Indonesia, bahasa Inggris, fisika, matematika, kimia, dan biologi.
  • Untuk SMA/MA Program Ilmu Pengetahuan Sosial meliputi bahasa Indonesia, bahasa Inggris, ekonomi, matematika, sosiologi, dan geografi.
  • Untuk SMA/MA Program Bahasa meliputi bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa asing sesuai dengan pilihan sekolah/madrasah, matematika, antropologi, dan sastra Indonesia.
  • Untuk MA Program Keagamaan meliputi bahasa Indonesia, bahasa Inggris, tafsir, matematika, fikih, dan hadis.
  • Untuk SMK meliputi  bahasa Indonesia, bahasa Inggris, matematika, dan kompetensi keahlian kejuruan.
  • Untuk SMALB meliputi  bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan matematika.
  • Untuk SMP/MTs, dan SMPLB meliputi bahasa Indonesia, bahasa Inggris, matematika, dan ilmu pengetahuan alam.
  • Untuk SD/MI dan SDLB meliputi bahasa Indonesia, matematika, dan ilmu pengetahuan alam.  

Tahapan Pembuatan Soal UN

Sebelum dibuat, soal Ujian Nasional terlebih dahulu disusun kisi-kisinya. Kisi-kisi soal Ujian Nasional disusun dan ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) berdasarkan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) yang tercantum pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Penyusunan dan proses validasi kisi-kisi ini melibatkan dosen, guru, dan pakar penilaian pendidikan. Kisi-kisi UN yang digunakan sebagai acuan dalam penyusunan soal Ujian Nasional ini pun mesti sesuai dengan kurikulum. 

Berikut ini tahapan penyusunan kisi-kisi soal Ujian Nasional.

  • Menetapkan dosen, guru, dan pakar penilaian pendidikan untuk menyusun kisi-kisi soal;
  • Melakukan validasi kisi-kisi soal dengan melibatkan dosen, guru, dan pakar penilaian pendidikan;
  • Menetapkan kisi-kisi soal UN yang digunakan sebagai acuan dalam penyusunan soal UN. 

Dengan telah dikeluarkannya kisi-kisi soal Ujian Nasional, pihak sekolah bisa menindaklanjuti agar lebih fokus mempersiapkan siswa menghadapi UN. Sebab, pihak sekolah sudah mendapatkan gambaran yang lebih terarah.

Selanjutnya, soal UN disusun oleh penyelenggara tingkat pusat berdasarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dalam Standar Isi sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006. Tentunya, soal Ujian Nasional dibuat mengacu pada kisi-kisi yang telah disusun BSNP.

Unsur-unsur yang dilibatkan pada proses pengembangan soal Ujian Nasional, yaitu dosen dari perguruan tinggi, guru mata pelajaran, anggota BSNP, dan pakar penilaian pendidikan. Untuk keamanan, para pembuat soal Ujian Nasional dikarantina dalam sebuah ruangan. Selain itu, guna mencegah kebocoran, soal-soal UN 2012 dibedakan menjadi lima tipe dengan tingkat kesulitan yang sama.

Khusus untuk soal-soal Ujian Nasional jenjang sekolah dasar penyusunannya melibatkan daerah. Persentasenya, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) meneyusun 25% soal, selebihnya 75% diserahkan pada daerah. Di sini, daerah bisa mengembangkan soal Ujian Nasional dengan mengacu pada karakteristik masing-masing.

Pada tahapan awal penyusunan soal Ujian Nasional, pihak sekolah memberikan masukan kepada kabupaten/kota. Seterusnya pihak kabupaten/kota memberikan masukan kepada pihak provinsi. Di tingkat provinsi inilah 75% soal Ujian Nasional SD disusun.

Dalam hal ini, ada keterlibatan guru di sekolah terkait dengan pembuatan soal Ujian Nasional. Sebab, setiap sekolah diminta mengembangkan beberapa soal untuk digodok di kabupaten. Selanjutnya, di provinsi digodok lagi. Lalu, soal tersebut digabung dengan soal-soal yang dibuat di tingkat nasional. Tampaknya, pemerintah pusat memberikan kepercayaan lebih kepada pemerintah daerah dalam konteks program wajib belajar sembilan tahun.

Berdasarkan pengalaman pada pelaksanaan UN sebelumnya, pencetakan dan pendistribusian naskah soal Ujian Nasional 2012 dilakukan lebih ketat. Soal-soal Ujian Nasional pun dicetak secara terpusat di empat tempat: Riau, Kudus, Semarang, dan Surabaya. Kemdikbud juga memberi segel berlapis tiga pada tiap-tiap paket soal. Segel-segel tersebut dipasang pada kardus, plastik dan amplop naskah.

Keempat percetakan sebagai pemenang tender itu dinilai mampu memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah bersama dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Mereka juga dinilai mampu menyalurkan soal yang dicetak ke seluruh Indonesia.

Masing-masing percetakan tersebut nantinya akan melayani beberapa provinsi. Keempat percetakan itu, ditekankan agar mampu menjamin tidak ada keterlambatan proses pencetakan dan distribusi soal ke provinsi.

Pendistribusian Soal UN

Walaupun pendistribusian soal Ujian Nasional ke daerah-daerah merupakan tanggung jawab percetakan, Kemendikbud tidak melepas begitu saja. Untuk mencegah terjadinya kebocoran, soal Ujian Nasional didistribusikan dengan pengawalan yang ketat dari tim pengawas dari perguruan tinggi, kepolisian dan dinas pendidikan setempat.

Selain itu, guna menghindari keterlambatan, pengiriman ke daerah-daerah yang sangat sulit dijangkau, dilakukan lebih awal. Pada prinsipnya, seminimal mungkin ditekan kemungkinan-kemungkinan terjadinya kecurangan.

Soal UN - Persoalan Seputar UN

Beberapa persoalan yang seringkali mencuat pada pelaksanaan UN di antaranya:

  • Kebocoran soal Ujian Nasional,
  • Tertukarnya soal Ujian Nasional,
  • Kekurangan lembaran jawaban UN,
  • Beredar kunci jawaban palsu, dan
  • soal Ujian Nasional anak berkebutuhan khusus sama dengan murid biasa. 

Soal UN - Posko Pengaduan

Kemdikbub membuka Posko Pengaduan UN 2012. Bagi mereka yang menemukan ada kecurangan ataupun pelanggaran terkait dengan pelaksanaan UN dapat memanfaatkan keberadaan posko tersebut.

Posko Pengaduan UN 2012 sangat bermanfaat untuk menampung isu kebocoran dan penyimpangan pelaksanaan UN 2012. Diharapkan jika ada permasalahan bisa langsung diatasi. Selain itu, Kemendikbud berkomitmen akan menindaklanjuti ke daerah setiap laporan yang masuk ke Posko Pengaduan.

Posko Pengaduan hanya dibuka untuk UN SMP, SMA/SMK/MA. Sebab, sekolah ataupun pemerintah daerah hampir sepenuhnya diberikan kewenangan menangani UN SD. Namun demikian, Kemdikbud selalu terbuka menerima informasi dan laporan adanya praktik kecurangan pada pelaksanaan UN SD.

Selain itu, pembukaan Posko Pengaduan UN banyak juga dilakukan oleh unsur masyarakat seperti oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang peduli terhadap dunia pendidikan. Lebih banyak yang peduli terhadap peningkatan kualitas pendidikan tentunya lebih baik. Lebih banyak lagi yang mengawasi diharapkan akan berpengaruh signifikan terhadap berkurangnya pelanggaran pelaksanan UN. 

Semoga pelaksanaan UN ke depan lebih kredibel dan berkualitas. Kita tidak lagi mendengar adanya kebocoran soal Ujian Nasional, beredarnya kunci jawaban palsu, dan kurangnya lembar jawaban UN. Selain itu, tentunya akan lebih tersusun lagi soal-soal UN berbobot yang benar-benar bisa mendongkrak kualitas pendidikan di Indonesia.

Menaklukan Soal UN

Bagi siswa SMA atau SMP yang saat ini berada di tahun terakhir jenjang pendidikannya, suka atau tidak suka, siap atau tidak, mereka harus menghadapi ujian akhir atau UN sebagai syarat kelulusan untuk meneruskan ke jenjang pendidikan berikutnya. Dapat dibayangkan, betapa sibuk dan stressnya para siswa dalam menghadapi hari-hari menjelang UN. Seakan-akan tiada hari tanpa pengayaan materi pelajaran dan try out soal-soal UN. 

Sebenarnya keberadaan UN itu sendiri masih banyak diperdebatkan karena dianggap diskriminatif dan membatasi hak siswa. Sebagai informasi, beberapa pihak telah melayangkan permohonan peninjauan kembali UN sebagai syarat kelulusan siswa ke Mahkamah Konsititusi. Meskipun permohonannya telah dikabulkan, namun Kemendiknas tidak mengindahkan, bahkan tetap melaksanakan UN dari tahun ke tahun. Dansoal UN tetap menjadi "santapan" para siswa di akhir tahun pelajarannya. 

Meskipun status UN masih kontroversi, namun pihak sekolah mau takmau tetap harus mempersiapkan siswanya dalam menghadapi perhelatan tiap akhir tahun tersebut. Bagi sekolah yang memang sudah memiliki kurikulum dan sistem pengajaran yang mumpuni, persiapan menghadapi soal UN seperti layaknya mengulang-ngulang materi pelajaran level sebelumnya.

Sejak siswa di level rendah, konsep materi pelajaran telah cukup kuat ditanamkan pada siswa. Guru hanya memperkaya pemahaman siswa dalam bentuk soal-soal yang lebih variatif dan dengan tingkat kesulitan yang tinggi. Apapun sistem dan kurikulum sekolahnya, siswa tetap harus mengasah kemampuan menyelesaikan soal UN di luar jam sekolah. Seperti pepatah mengatakan, semakin sering pisau diasah, maka ia akan semakin tajam. 

Seluk Beluk Pembuatan Soal UN

Sebagian dari kita, terutama orang tua, mungkin bertanya-tanya bagaimana proses pembuatan soal UN itu, hingga sampai ke tangan siswa. Ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan hingga akhirnya menghasilkan soal-soal UN.

Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa setiap tahun, Kemendiknas selalu meningkatkan kualitas dan kredibilitas soal UN pada tiap jenjang pendidikan. Pengawasan dilakukan mulai dari hulu hingga hilir, dari dibuatnya kisi-kisi soal UN sampai pendistribusiannya ke daerah-daerah.

Berikut secara singkat tahapan pembuatan soal UN:

1. Tahapan Pembuatan Soal UN - Pembuatan Kisi-kisi Soal UN

Tahapan pertama adalah pembuatan kisi-kisi soal UN. Kisi-kisi adalah gambaran secara umum bentuk soal dan materi yang akan diujikan, lengkap dengan nomor soalnya. Pembuatan kisi-kisi haruslah sesuai dengan kurikulum atau SK (Satuan Kompetensi) dan KD (Kompetensi Dasar) yang sudah ditetapkan Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas). Jangan sampai kurikulum mengarah ke barat, namun kisi-kisinya justru berlabuh ke arah timur.

2. Tahapan Pembuatan Soal UN - Pembuatan Soal UN

Pada tahapan ini, Kemendiknas tidak hanya menunjuk panitia khusus untuk membuat soal UN, namun juga teknis dan sistem pembuatan soal yang rahasia dan tertutup. Untuk menjamin kerahasiaannya, panitia pembuat soal dikarantina dalam sebuah ruangan dan dilarang membawa selembar kertas pun ketika keluar dari ruangan.

3. Tahapan Pembuatan Soal UN - Pencetakan Soal 

Berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, banyak kertas soal UN yang bermasalah. Mulai dari soal yang tidak terbaca, lembaran soal rusak dan kurang. Bahkan, sempat karena soal tidak terbaca siswa saling bertukar lembar soal. Padahal pada saat bertukar soal, kemungkinan siswa berbuat curang sangatlah besar. Masalah ini cukup menjadi perhatian Kemendiknas, sehingga akan dilakukan pengawasan lebih melekat pada tahapan pencetakan soal.

4. Tahapan Pembuatan Soal UN - Pendistribusian Soal

Meskipun pendistribusian soal UN adalah tanggung jawab pihak percetakan, namun Kemendiknas tidak mau melepas begitu saja. Kemungkinan soal UN bocor mungkin saja terjadi ketika pendistribusian soal. Untuk itu, ketika soal-soal UN didistribusikan ke daerah-daerah, dilakukan pengawalan selama perjalanan oleh aparat Polisi, perwakilan PT, dan panitia UN dari Kemendiknas.

5. Tahapan Pembuatan Soal UN- Tipe dan Kode Soal

Untuk mencegah terjadinya kecurangan saat mengerjakan soal UN, maka dibuat beberapa kode soal dan tipe soal yang berbeda-beda, namun materi tetap sama. Takhanya itu, nomer kursi juga ditetapkan dari Kemendiknas dan bukan lagi oleh Pengawas.

Bentuk-bentuk Soal UN

Bentuk soal UN dari tahun ke tahun tidak mengalami perubahan. Untuk itu, perlu kecermatan guru untuk mengelompokkan soal berdasarkan bentuknya. Apabila latihan soal yang didapat dari sekolah tidaklah cukup, siswa bisa mendownload kisi-kisi dan contoh soal dari internet.

Jika menuliskan key word “Soal UN” di internet, maka akan muncul puluhan web yang memberikan contoh-contoh soal UN untuk berbagai jenjang pendidikan. Sebagai informasi tambahan, biasanya file-file contoh soal UN di internet bentuknya adalah PDF. Pastikan komputer Anda telah terinstall program tersebut. Adapun bentuk soal UN secara umum adalah sebagai berikut:

  • Pilihan ganda (PG). Bentuk soal seperti ini  ini ada kalanya dapat menguntungkan siswa, karena jenis soalnya tertutup, maka kesempatan memilih jawaban yang benar terbuka lebar. Di sini logika siswa dalam menjawab soal sangatlah berperan. Biasanya tanpa menghitung atau berfikir lebih keras, ada pilihan jawaban yang tidak masuk akal. Tinggalkan pilihan jawaban tersebut, kemudian fokuslah pada jawaban yang membutuhkan Anda untuk berpikir atau menghitung lebih lanjut.
  • Sistem Penilaian. Siswa wajib mengisi semua soal UN tanpa harus khawatir skornya berkurang, karena sistem penilaiannya hanya berdasarkan pada jawaban yang benar. Agar semua soal terisi, prioritaskan menjawab soal dari pelajaran yang paling dikuasai oleh siswa. Jika semua soal yang mudah telah terisi, siswa dapat mengerjakan soal-soal yang membutuhkan  waktu lebih lama untuk menjawab seperti matematika. 

Rahasia Sukses Menjawab Soal UN

  • Rahasia 1. Pada dasarnya, soal UN dibagi menjadi 3 bagian yaitu 20% soal-soal sulit, 50% soal yang sedang,  30% sisanya adalah soal yang mudah. Oleh karena itu, tidak perlu berlama-lama membaca soal. Baca soal dengan cepat, kalau ternyata sulit beralihlah ke soal berikutnya.
  • Rahasia 2. Untuk menjawab soal yang sulit, bacalah terlebih dahulu soal dengan hati-hati agar dapat memahami maksud soal dengan baik. Setelah dihitung masih juga ragu-ragu, sortir jawaban yang masuk akal hingga hanya menjadi 2 pilihan saja. Di antara kedua jawaban tersebut pilih yang kira-kira paling “sreg” di hati. Mengapa demikian? berdasarkan sebuah penelitian, ternyata jawaban yang berdasarkan kata hati memiliki ketepatan sebanyak 50%. Artinya, di antara 10 jawaban berarti 5 di antaranya benar.
  • Rahasia 3. Jika rahasia 1 dan 2 sudah dijalankan tapi masih ada jawaban yang kosong, maka ini saatnya siswa menebak. Lihat lembar jawaban, perhatikan pilihan jawaban yang paling sedikit dihitamkan. Misalkan, jawaban B paling sedikit dipilih, maka untuk soal yang paling sulit jawabannya pasti adalah B, demikian seterusnya. Walaupun terkesan konyol, namun sebetulnya ada teorinya. Untuk rumus jawaban soal UN adalah jumlah soal dibagi jumlah pilihan jawaban ditambah minus 3. Misalnya ada 50 soal, maka setiap pilihan jawaban ada 10 kunci. Jika memakai trik rahasia 3, maka paling tidak 20% jawaban siswa adalah benar. 

Apapun strategi yang siswa lakukan untuk menaklukkan soal UN, akan lebih baik jika mempersiapkan UN dengan sebaik-baiknya, agar terhindar dari tebak-menebak jawaban. Nilai bagus tidak dapat diraih dalam sekejap, perlu kerja keras dan kesabaran untuk meraihnya.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Inovasi Pendidikan - Ujian Berkali-kali, Belajar Selamanya!
  • Siswa Sulit Mengerjakan Soal-soal UN Bahasa Indonesia, Fenomena Apa?
  • Soal UAN – Trik Jitu Hadapi Ujian Akhir Nasional Tanpa Masalah
  • Merancang Sistem Bank Soal Ujian Nasional
  • Soal UN SMP Underground
  • Tips Menyusun Kisi-Kisi Ujian Sekolah SD
  • Persiapan Menghadapi Soal Ujian Nasional SMP
  • Sukses Mengerjakan Soal Ujian Nasional
  • Pro dan Kontra Ujian Nasional
  • Ujian Sekolah SD, Upaya Mengetahui Ketercapaian Target Pembelajaran
  • Penyimpangan Pengertian Ujian Nasional
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA