logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Munakahat    Solusi Pergaulan Bebas

Solusi Pergaulan Bebas? Menikahlah!

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Tahun-tahun belakangan ini masyarakat Indonesia kerap digegerkan oleh kasus beredarnya video mesum. Video-video porno itu mempertontonkan adegan-adegan yang tak pantas dilakukan kecuali oleh pasangan yang telah sah menjadi suami-istri.

Pelakunya dari mulai remaja, guru, pejabat, hingga artis papan atas. Kasus ini mendapat banyak sorotan. Pemerintah pun ikut turun tangan. Namun, solusi pergaulan bebas agaknya tak hanya sebatas memburu pelakunya dan menjebloskannya ke dalam penjara, seperti yang dilakukan terhadap seorang artis pentolan grup musik papan atas Indonesia.

Pergaulan Bebas Menurut Islam

Islam sangat menjunjung tinggi kodrat manusia sebagai makhluk yang memiliki nafsu syahwat. Nafsu semacam ini sesungguhnya sangat positif dan sengaja diciptakan Allah swt. demi menjaga kelestarian makhluk manusia di muka bumi.

Namun, nafsu syahwat menjadi sesuatu yang negatif dan berakibat buruk jika dilampiaskan di luar bingkai suci pernikahan. Wanita menjadi korbannya. Martabat keluarga ternoda. Juga anak-anak yang terlahir dengan cap “anak haram” dari masyarakat sekelilingnya.

Sesungguhnya, Islam tak mengajari pergaulan bebas. Namun, mengapa pergaulan bebas demikian marak terjadi belakangan ini dalam masyarakat kita, dan sebagian besar pelakunya adalah generasi muda Islam? Hal ini disebabkan telah terjadi pergeseran pola perilaku yang sesungguhnya tidak pernah diajarkan dalam Islam.

Budaya Pacaran

Mengapa bisa terjadi pergeseran pola perilaku? Banyak faktor penyebabnya. Salah satunya, karena pengaruh media massa yang terus menjamur seiring semakin terbukanya kebebasan berekspresi.

Peran media dalam mengampanyekan pergaulan bebas melalui budaya pacaran sangat besar. Lihat saja acara infotainment di televisi. Rata-rata membahas tentang artis A yang baru mendepat gebetan baru. Atau artis B yang baru putus dari si anu. Cerita tentang manisnya kisah cinta antara artis C dengan artis D. Hubungan dengan lawan jenis menjadi porsi terbesar pemberitaan para artis yang notabene adalah publik figur.

Menjelang “hari raya” Valentine, stasiun televisi berlomba-lomba membuat acara bertema kasih sayang. Semua film yang ditayangkan bertema kasih sayang. Makna kasih sayang menjadi sangat sempit, hanya sebatas pada pasangan muda-mudi yang sedang berpacaran.

Pacaran Menurut Islam

Menurut sudut pandang Islam, sesungguhnya tidak ada larangan untuk melakukan pendekatan atau penjajagan kepada lawan jenis dengan tujuan saling mengenal. Tentu saja dengan batas-batas tertentu yang dibenarkan oleh syariat. Jika terasa cocok, hubungan bisa berlanjut ke arah pernikahan.

Tapi apa yang kita lihat sekarang? Istilah “saling mengenal” yang merupakan definisi istilah “pacaran” melebar menjadi “saling mencicipi”. Ibarat mencicipi durian sebelum membeli. Proses “saling mengenal” lebih didominasi oleh pengaruh setan. Ironisnya, semua dilakukan atas nama cinta. Alangkah tipis batasan antara cinta dan nafsu bagi muda-mudi pelaku pacaran zaman sekarang!

Islam sebagai agama yang sempurna sesungguhnya telah mewanti-wanti umatnya agar tidak mendekati zina. Peringatan ini terdapat dalam Al Quran Surat Al-Isra ayat 32.  Jika kita mau mendalami ayat-ayat lain, maka akan kita dapati bahwa zina adalah perbuatan yang sangat keji, terlaknat, dan mendapat ancaman hukuman berat dari Allah swt.

Menikah Sebagai Solusi Pergaulan Bebas

Orangtua sangat berperan dalam memberikan solusi pergaulan bebas bagi putra-putrinya yang dilanda gejolak asmara. Bukankah anak adalah titipan-Nya? Tanggung jawab orangtualah untuk mengarahkan si anak pada jalan yang benar. Tak sebatas melarang, namun juga memberikan solusi.

Jika si anak sudah menunjukkan itikad baik untuk menikah, mudahkanlah jalannya. Itu tentu lebih baik daripada si anak terjerumus ke dalam zina.

Kita sering mendengar cerita tentang orangtua “matre” atau materialistis. Ketika ada seorang lelaki berniat melamar anak gadisnya, si lelaki justru dihujani dengan pelbagai pertanyaan terkait pekerjaan, besarnya gaji, sudah punya kendaraan atau rumah sendiri apa belum, dan lain-lain.

Walaupun faktor kesiapan materi sangat penting, hendaknya itu jangan dijadikan tolak ukur utama. Orangtua harus bijak menyikapi hubungan percintaan anak dengan lawan jenisnya. Jika sudah menjurus ke hal-hal yang mengkhawatirkan, ada baiknya segera diambil langkah penting, yaitu menikahkan mereka secara sah.

Jika yang dikhawatirkan orangtua adalah soal materi, maka cukuplah mengingat sabda Rasulullah, “Menikahlah, dengan menikah maka Allah akan menjadikanmu kaya (mencukupkan rizkimu).”

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Hakikat di Balik Pengertian Akad Nikah
  • Cara Mengatasi Pergaulan Bebas
  • Gaun dan Jilbab Pengantin Muslimah
  • Manfaat Makalah Talak
  • Pengantin Berjilbab yang Menjadi Idaman
  • Tujuan Pernikahan Menurut Islam
  • Hikmah Pernikahan dalam Islam
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA