logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Sosial    Hubungan Sosial

Sopan Santun Berbicara


Ilustrasi sopan santun berbicara
Berbicara juga ada kaidah atau tata aturannya sendiri menurut tingkat dan kelas sosial atau dibedakan berbicara dengan siapa. Sopan santun berbicara ini sangat perlu diketahui dan juga penting dikuasai agar Anda tidak menjadi orang yang dinilai orang lain tidak tahu aturan dan sopan santun dalam  berbicara. ‘Anda sopan, kami segan’, merupakan salah satu slogan yang cukup memberikan makna bahwa kalau sopan dalam berbicara, orang akan memberikan rasa hormat.

Berbicara dengan Sopan

Salah satu hal yang dapat dipakai untuk menilai seseorang adalah dari cara seseorang tersebut berbicara. Berbicara merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari semua orang karena berbicara merupakan media komunikasi yang paling lazim digunakan dengan berbagai macam bahasa yang dikuasai. Kata-kata yang telah diucapkan tidak bisa ditarik lagi. Inilah salah satu hal yang harus diperhatikan. ‘Mulutmu, harimaumu’, adalah satu peribahasa yang memberikan peringatan bahwa harus berhati-hati dalam berbicara.

Pada saat salah satu calon hakim agung mengatakan bahwa pemerkosa dan yang diperkosa sama-sama menikmati, semua lapisan masyarakat Indonesia berontak. Mereka tidak rela korban pemerkosaan diperlakukan seperti itu. Para korban pemerkosaan sangat berharap orang yang telah menyakitinya itu dihukum seberat-beratnya. Kalau bisa malah dihukum mati. Tetapi dengan adanya pernyataan itu, pantas saja tidak ada hakim yang berani memutuskan hukuman mati untuk seorang pemerkosa.

Padahal apa yang diperbuat oleh seorang pemerkosa itu sama dengan pembunuhan. Bahkan mungkin juga merupakan pembunuhan yang sebenarnya seperti yang terjadi dibanyak tempat termasuk di tanah air, India, atau di negara lainnya. Orang yang memperkosa ini telah kehilangan hati nurani sehingga tega berbuat zalim kepada orang lain. Kata-kata yang dilontarkan oleh para pemerkosa kepada korbannya juga pasti tidak mempertimbangkan nilai-nilai kesopanan dan kesantunan.

Kata-kata itu merupakan pembeda antara orang yang mempunyai pendidikan dan terdidik dengan orang yang tidak mempunyai pendidikan dan tidak terdidik. Pemilihan kata-kata yang sopan juga merupakan hasil dari perenungan diri dalam menata hati dan pikiran agar tidak menyakiti hati orang lain. Bila hati dan rasa ini tidak diasah, dikhawatirkan apa yang diucapkan akan sangat keji. Kata-kata pun bisa membunuh karakter seseorang atau bahkan membunuh orang tersebut dalam arti yang sesungguhnya.

Penempatan kata-kata yang baik ini merupakan salah satu hal yang akan menentukan apakah seseorang itu mempunyai jiwa yang bagus atau tidak. Seperti sebuah botol yang berisi air. Kalau botol itu berisi air comberan, maka yang keluar juga air comeran. Begitu juga dengan manusia. Kalau ia mempunyai jiwa yang baik, tutur katanya pun baik karena ia berilmu. Lingkungan juga akan membentuk pengelolaan kata-kata ini. Lingkungan yang terbiasa dengan tutur kata yang kasar, akan membuat orang-orang yang ada di sekelilingnya juga berkata kasar.

Tahu Berbicara dengan Siapa

Indonesia sebagai negara yang masyarakatnya memiliki tata nilai yang luar biasa agung dan berbeda dengan semua bangsa yang ada di dunia. Tata nilai ini tumbuh, berkembang, dan dilestarikan serta hidup menjadi nilai yang sudah tidak dapat dipisahkan dengan keseharian masyarakat Indonesia.  Dengan tata nilai yang ada ini memberikan suatu kekhasan yang menempatkan masyarakat Indonesia yang terkenal dimata masyarakat internasional sebagai bangsa yang ramah dan santun. Membahas masalah santun ini bisa Anda lihat salah satunya dalam hal berbicara.

Berbicara bagi sebagian orang adalah hal yang harus benar-benar dikuasai karena Anda harus tahu dengan siapa. Dalam berbicara ada tingkatan bahasa yang diterapkan. Tingkatan ini bukan membedakan status yang berhubungan dengan harta, kekayaan ataupun pangkat, namun lebih mengedepankan “penghargaan” kepada orang yang diajak berbicara.

Sopan santun dalam berbicara adalah memberikan intonasi dalam berbicara yang berbeda dengan lawan bicara. Misalnya dengan orang yang lebih tua, orang yang sedang sakit atau kesusahan, orang yang dihormati, pada orang tua (bapak dan ibu), pada anak kecil akan memakai intonasi yang lebih rendah dan lembut. Kata yang sama diucapkan dengan intonasi yang berbeda, akan menghasilkan makna yang berbeda juga.

Berbicara dengan teman sebaya akan berbeda lagi, yaitu dengan intonasi wajar dan sekali-kali bisa dengan gaya meledak-ledak penuh semangat. Bahasa yang dipakai bisa lepas dan sedikit memakai bahasa gaul tidak menjadi masalah. Berbicara dengan siapa juga harus bisa memilih kata dan kalimat yang tepat dan tidak sembarangan. Seseorang yang berbicara sembarangan dan tanpa memperhatikan kaidah berbicara yang benar yang berlaku di masyarakat setempat akan merendahkan nilai pribadi. Orang sering menilai orang lainya dalam hal berbicaranya.

Siapa yang berbicara dengan intonasi keras sering kali medapat cap kurang sopan dan kampungan.  Berbicara dengan memakai kata-kata yang cenderung jorok dan kasar dapat memperoleh predikat tidak tahu sopan santun ataupun mulut yang tidak pernah disekolahkan. Jika sering Anda mendapat cap seperti itu pasti Anda akan mendapat nilai negatif dihati orang lain. Sehingga langsung jatuh harga diri Anda. Secara tidak tertulis sering orang menganalogikan sopan santun berbicara tidak bisa dilepaskan dengan kepribadian Anda.

Menaikkan Harga Diri

Sering kali Anda melihat orang lain sangat dihargai oleh banyak orang karena orang tersebut pintar sekali berbicaranya. Bukan karena suka memuji atau merayu dengan kalimat gombal namun orang tersebut benar-benar memahami sopan santun berbicara.Tidak perlu orang tersebut pintar secara IQ, namun karena kebiasaan yang selalu diterapkan secara terus menerus.

Sopan santun dalam berbicara ini perlu dibiasakan pada anak-anak sejak balita saat mereka mulai belajar berbicara agar menjadi kebiasaan positif. Sopan santun berbicara tidak bisa muncul begitu saja namun memerlukan proses yang panjang dan terus menerus. Kebiasaan positif merupakan proses bukan muncul begitu saja. Banyak manfaat yang dirasakan bila sopan santun dalam berbicara.


Sopan berbicara merupakan salah satu kunci keberhasilan seseorang dalam menjalin hubungan dengan manusia lainnya. Hal ini khususnya jika dilakukan di Indonesia, sebagai negara yang masih menjunjung tinggi sikap dan keramahan serta tata krama pergaulan. Selain itu, sopan santun dalam berbicara merupakan salah satu hal yang dijadikan indikator untuk menilai kepribadian seseorang. Meskipun tidak pernah ada penyebutan secara kuantitatif, namun fakta menunjukkan bahwa ada korelasi antara kesopanan berbicara seseorang dengan kepribadian yang dimilikinya.

Semakin besar tingkat sopan santun dalam berbicara yang ditampilkan oleh seseorang, biasanya akan diikuti dengan makin baiknya perilaku dan kepribadian seseorang. Sehingga tak jarang hal ini sering menjadi sebuah penilaian awal seseorang pada seseorang lainnya. Di Indonesia yang dikenal memiliki masyarakat yang berbudi pekerti luhur serta halus dalam berbahasa, sopan santun berbicara menjadi sebuah kewajiban.

Khususnya, jika kita berbicara dengan orang yang lebih tua atau memiliki derajat yang lebih tinggi, kita harus bisa menjaga tutur kata yang baik. Dalam bahasa Jawa, hal ini dikenal sebagai unggah-ungguh, atau tata krama. Berbeda dengan budaya barat, di mana sopan santun berbicara hanya diniilai dari intonasi suara seseorang. Sehingga dalam budaya barat, mengucapkan kata “kamu” pada orang yang lebih tua dianggap sopan selama dengan intonasi yang datar.

Berbeda dengan budaya Indonesia, jika kata “kamu” diucapkan pada orang yang lebih tua, bisa diartikan sebuah kekurang ajaran. Meski hal ini diucapkan dengan intonasi yang datar pula.

Sopan santun  tentu bukan tanpa makna. Ada beberapa nilai luhur yang menjadi latar belakang seseorang, agar selalu menjaga sopan santun berbicara. Di antaranya adalah :

1. Menghormati lawan bicara. Jika kita bisa menghormati lawan bicara, tentu kita akan dihargai pula oleh lawan bicara kita.
2. Menunjukkan budi pekerti kita. Orang yang terbiasa menjaga sopan santun berbicara kepada orang lain, menunjukkan bahwa dia adalah orang yang memiliki etika dalam pergaulan.

3. Memudahkan untuk masuk ke sebuah lingkungan yang baru. Dengan sopan santun berbicara, kita akan mudah untuk masuk ke sebuah lingkungan yang baru dan diterima dalam lingkungan tersebut. Karena hal ini akan menimbulkan simpati dari orang lain pada diri kita. Berbeda jika kita menunjukkan kesan sombong dan congkak pada lingkungan yang baru, akan menyebabkan antipati orang lain terhadap diri kita.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Penjelasan Kondisi Sosial Indonesia
  • Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
  • Mengkaji Tri Kerukunan Umat Beragama
  • Solidaritas Korban Gempa dan Hikmah Bencana
  • Relasi Ideal Manusia dan Masyarakat
  • Penanganan Korban Gempa Bumi
  • Tugas dan Wewenang MPR
  • Mengenal Kelompok Sosial Dimasyarakat
  • Santun Bahasa Mencerminkan Tingkat Intelektual
  • Tips Menjadi Pria Single Yang Disukai Wanita
  • Pengertian Norma dan Peranannya dalam Kehidupan Sosial
  • Etika Sopan Santun dalam Kehidupan Sosial
  • Menjaga Sopan Santun dalam Berbicara
  • Cara Mengajari Anak Tentang Sopan Santun
  • Pengertian Kerukunan Umat Beragama dalam Kehidupan Sosial
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA