Sosiologi Budaya

Bidang ini mencermati apakah hubungan manusia menghasilkan suatu produk kultural tertentu? Lebih rumit lagi, apakah penyebab kontak dari orang kepada kelompok, atau kelompok pada kelompok, telah melahirkan perubahan yang berarti di tengah masyarakat. Di dalam kajian sosiologi budaya yang akan selalu dicermati adalah gesekan masyarakat, gagasan terbaru, atau penampilan tokoh. Jadi dalam sifatnya, sosiologi budaya berada dalam produk masyarakat yang fluid, dan bukan produk statis seperti artefak atau karya monumental manusia.
Sebagai contoh sederhana, adalah kontroversi yang terjadi mengenai pemerintahan dan sistem kenegaraan. Pihak yang mendukung demokrasi, dengan pihak yang menginginkan absolutisme.
Keduanya bertarung dan saling mencari pendukung, tujuannya adalah membangun sesuatu, namun jelas tidak akan pernah terbangun walau hanya satu bentuk yang ajeg. Karena dalam pendapat Hegel filsuf Jerman. Pendapat manusia yang paling canggih sekalipun, akan ada penentangnya. Itulah dialektika. Itulah Sosiologi Budaya.






