logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Artikel Umum Ilmu Sosial    Sosiologi Organisasi

Memahami Sosiologi Organisasi LSM

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Indonesia kian marak bermunculan. Bak jamur di musim hujan. Sejak era reformasi, LSM menjadi alat perjuangan civil society. Namun, klaim ini dibantah oleh sebagian pihak. LSM dituding tidak bebas nilai. Tidak netral dan independen. LSM dianggap memperjuangkan agenda asing (hidden agenda). Merujuk pada pendanaan, metode perjuangan, dan sebagainya.

Isu ini makin menggelinding ketika Green Peace dianggap berat sebelah. Bahkan, sempat berseteru dengan peneliti Institut Pertanian Bogor soal kerusakan hutan. Untuk memahami secara komprehensif permasalahan ini, kita perlu melihat sosiologi organisasi LSM.

Sosiologi Organisasi

Sosiologi organisasi biasanya merujuk pada relasi manusia, asal usul organisasi, dan sebagainya. Namun, kita batasi dengan fokus pada inti. Sosiologi organisasi yang dimaksud adalah relasi anggota organisasi diikat oleh relasi emosional atau rasional. Apa itu?

  • Rasional. Ikatan anggota organisasi tunduk karena legitimasi rasional. Misalnya, bos dengan karyawan, gaji, tunjangan, punishment, dan sebagainya. Ikatan rasional menunjukkan relasi yang pragmatis.
  • Emosional. Ikatan anggota organisasi patuh karena legitimasi emosional. Misalnya, karena kerabat, saudara, dan sebagainya, ikatan emosional bisa ditinjau dari organisasi di kampus. Para aktivis organisasi siang malam bekerja tanpa henti demi idealisme.

LSM

Watak LSM sebagai pejuang civil society membuat relasi emosional kental terasa. Namun, sebagian pihak meragukan ini. Kini, para aktivis LSM digaji, dapat bantuan asing, dan sebagainya. Tidak elok untuk membenturkan ikatan emosional dan rasional karena keduanya saling melengkapi. Namun, jadi persoalan ketika LSM tidak bisa independen dalam bersikap. Proses behind the scene dari pengaruh luar jadi sebab utama.

Sosiologi organisasi yang nature akan sulit berkembang. Agenda pun otomatis sedikit banyak akan tercampuri. Ini yang menjadi sorotan para penggiat civil society. Ketika LSM runtuh, kepercayaan masyarakat akan semakin luntur. Dampaknya, LSM tidak mendapat tempat di hati publik. LSM perlu mencari metodologi yang ampuh untuk menciptakan pendanaan (fund) yang akuntabel dan transparan agar terhindar dari praduga buruk.

Berbenah

  • Sosiologi organisasi LSM harus dikembalikan ke khittah. Memperjuangkan aspirasi publik secara tulus dan tidak pamrih. Menjadi aktivis LSM bukan untuk mencari uang, melainkan sebagai aktualisasi diri.  
  • Pendanaan yang transparan. Berkeliaran duit asing di bumi pertiwi kian sulit terdeteksi. LSM perlu bijak menggandeng pihak yang akan jadi sponsorship. Diperlukan sebuah aggrement dan fakta integritas dalam kontak kerja sama. Ini penting sebagai langkah benteng diri dalam keleluasaan bersikap dan berpendapat.
Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Sekilas Tentang Ilmu Psikologi Pendidikan
  • Kultur Masyarakat Indonesia
  • Pancasila Sebagai Sistem Filsafat Dunia
  • Filsafat Hukum Kaum Eksistensialis
  • Makalah Psikologi Pendidikan: Lupakan Akar Heuristik
  • Menentukan Judul Skripsi Psikologi
  • Cara Mudah Menulis Makalah Sejarah
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA