logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Pendidikan    Sekolah    Siswa    Stabilitas Tanah

Memperkuat Stabilitas Tanah di Daerah Aliran Sungai

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Musim hujan, musim waspada. Berita tentang banjir semakin sering terdengar. Tidak hanya di Yogyakarta yang masih harus waspada terhadap banjir lahar dingin. Bandung dengan Sungai Citarumnya yang selalu saja meluap. Jakarta dengan banjir kirimannya. Belum lagi, daerah Indonesia bagian Timur.

Permasalahan banjir pun belum usai, berita longsor tanah yang tergerus air sungai sudah terdengar. Pemerintah memang tidak boleh tidur. Misalnya, longsornya tanah di beberapa ruas jalan lintas Sumatera Selatan bisa sangat membahayakan para pengendara. Stabilitas tanah yang tidak stabil di daerah aliran sungai membutuhkan perhatian khusus dan penanganan istimewa.

Cara-Cara Non-alami

Sementara ini, yang sering dilakukan pemerintah daerah dalam mencegah ataupun memperbaiki tanah longsor di daerah aliran sungai adalah membangun penahan yang terbuat dari beton. Sebenarnya, keadaan ini malah membuat aliran air semakin deras. Namun, beton tersebut cukup dapat bertahan untuk beberapa saat sebelum ambrol lagi, lagi, dan lagi.

Cara-Cara Alami

Manusia tidak akan mampu melawan kuatnya alam. Bila alam sudah mengamuk, yang bisa dilakukan oleh manusia hanyalah bertahan. Alam memang masih terlalu kuat bagi manusia. Namun, manusia sering lalai dan masih saja menantang alam dengan cara menebang pohon dan merusak sumber daya alam lainnya secara membabi buta.

Kosongkan daerah aliran sungai selebar minimal 100 meter dari bibir sungai. Biarkan tanaman bambu, pohon beringin, kelapa, dan tanaman perdu lainnya menutupi seluruh daerah selebar itu. Akan tetapi, manusia tampaknya tidak rela bila tanah yang cukup luas itu terlihat menganggur tanpa bangunan rumah satu pun.

Harusnya, pemerintah daerah sangat tegas dengan hal ini. Selain untuk mempertahankan stabilitas tanah di lairan sungai, vegetasi yang ada juga untuk mencegah longsor. Selain itu, bukankah berbahaya kalau rumah-rumah di aliran sungai itu terhanyutkan oleh banjir?

Bagaimanapun, tiang-tiang beton yang dibangun di atas sungai pasti ada masa pakainya. Masa pakai ini akan semakin singkat bila kualitas beton tidak bagus. Kalau pohon, masa pakainya lama dan bisa diperbaiki dengan mudah asalkan ada kemauan kuat untuk melakukannya.

Tanah Berteras

Tebing di daerah aliran sungai hendaknya tidak dijadikan kebun tanaman semusim. Bila mau berkebun, berilah jarak sekitar 50 meter setelah tanaman penahan tanah, seperti tanaman berakar serabut. Akan cukup berbahaya menanam tanaman semusim semacam palawija di tanah yang stabilitasnya sangat lemah. Kerugian materi, tenaga, dan waktu akhirnya harus dialami bila tanah itu longsor.

Bila perlu, tanah di aliran sungai dibuat berteras-teras. Hal ini akan membuat tanah semakin kokoh. Jangan lupa tanami lamtoro gung, kaliandra, gamal, akasia, rumput gajah, rumput benggala dan rumput setaria. Tanaman ini bisa juga dimanfaatkan oleh para petani untuk makanan ternak. Namun, seni bertanam dengan cara menggilir tanaman harus dilakukan dengan baik dan saksama.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Hutan Tanaman Industri Versus Hutan Tanaman Rakyat
  • Kandungan Tanah: Meneliti Peran Penting Bahan Organik Tanah
  • Agar Kesuburan Lahan Tetap Seperti Tanah Baru
  • Mengenal Lebih Jauh Tanah Andosol
  • Pemeliharaan Tanah Alfisol
  • Hutan Alam Indonesia: Paru-Paru Dunia yang Sedang Sakit
  • Cara Menjaga Rantai Makanan di Hutan
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA