logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Komunikasi

Strategi Humas dalam Berkomunikasi


Ilustrasi strategi humas

Peran Humas yang merupakan kependekan dari Hubungan Masyarakat, kini dikenal dengan istilah yang lebih keren yakni Publik Relation (PR). Keberadaan Humas disebuah lembaga, baik di dalam instansi pemerintahan maupun swasta, tampaknya dari hari ke hari terus membutuhkan kerja kreatif terkait ketatnya dunia persaingan.

Dunia bisnis adalah tempat Humas berperan dalam menjaga hubungan harmonis antara perusahaan atau lembaga yang dikelolanya dengan orang-orang sekitar. Hal ini membutuhkan langkah-langkah yang efisien guna kemajuan perusahaan atau lembaga. Inilah yang disebut langkah-langkah dalam bentangan strategi Humas yang erat hubungannya dengan dunia komunikasi.

Fungsi Strategi Humas

Membicarakan fungsi Humas, dapat ditarik simpulan bahwa ada beberapa fungsi yang harus diperhatikan oleh para Humas. Hal ini semacam modal dasar bagi dunia yang erat sekali hubungannya dengan publik atau masyarakat.

Di dalam sebuah manajemen, Humas merupakan subfungsi yang bekerja dalam hal mengidentifikasi segala kebijakan atau aturan main dan prosedur antara organisasi atau juga pribadi dengan kepentingan publik.

Selain itu, Humas berfungsi dalam melakukan evaluasi segala bentuk opini, sikap, dan perilaku masyarakat. Jika hal ini sudah dilalui, fase selanjutnya adalah melakukan rencana kerja nyata guna menarik simpati dan dukungan publik.

Humas berhubungan langsung dengan publik, sehingga peranannya pun sangat lah penting di sini. Untuk menghadapi publik itu tidaklah mudah, dan perusahaan tidak bisa lepas dari pengaruh publik karena menyangkut pencintraan. Bertahannya sebuah perusahaan tidak hanya dilihat dari kinerjanya dan persembahan terbaiknya untuk masyarakat saja, tetapi bagaimana cara perusahaan untuk tetap eksis mempertahakan hidupnya di tengah-tengah masyarakat.

Jika pihak Humas tidak pandai mengambil hati masyarakat jangan harap masyarakat akan memberikan umpan balik kepada perusahaan. Banyak kasus yang sering kita lihat, ada beberapa perusahaan yang membuat masyarakat resah, misalnya perusahaan yang membuang limbah di aliran sungai, atau yang membuat noise berupa suara. Tentu saja hal itu sangat menganggu masyarakat sekitar.

Di sinilah arti penting Humas berjalan, sebab tidak hanya sekedar menjalankan internal perusahaan saja tetapi juga eksternal. Pihak Humas harus peka terhadap isu-isu sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Selain itu juga pihak Humas juga tahu apa saja yang tidak disukai oleh masyarakat atau bisa membuat masyarakat tidak nyaman.

Karakteristik

Dalam menjalankan strategi Humas harus memperhatikan banyak hal, salah satunya harus membuat karakteristik apa saja yang harus dilakukan dan dicapai oleh perusahaan. Karateristik ini perlu dibuat untuk memudahkan strategi yang akan diterapkan oleh Humas. Dengan kata lain pihak Humas harus menguasai dan paham betul apa yang dibutuhkan perusahaan sekaligus apa yang dibutuhkan oleh masyarakat atau pihak eksternal perusahaan.

Karakteristik yang akan dibuat juga tentu saja harus melihat segala kebutuhan dan keperluan perusahaan yang bersangkutan. Meskipun banyak kebutuhan yang harus dipenuhi antara pihak internal dengan pihak eksternal, Humas harus fokus pada apa yang menjadi sasarannya. Dengan kata lain karakteristik yang dibuat harus fokus sehingga tidak salah sasaran. Hal ini dilakukan guna untuk menghindari hal-hal yang sifatnya tidak perlu atau membuang-buang waktu.

Bagi yang sudah paham dalam bidang kehumasan, strategi Humas yang biasanya diterapkan dalam karakteristik ini sudah tidak beigtu asing lagi. Sebagai informasi tambahan, dalam kegiatan kehumasan, ada beberapa karakteristik yang harus dibuat guna tercapainya sasaran yang akan dituju. Secara garis besar, karakteristik yang harus dimiliki oleh para Humas adalah sebagai berikut.

  • Kegiatan komunikasi yang berlangsung dua arah dan timbal balik.

  • Penunjang pencapaian tujuan manajemen dalam sebuah lembaga apapun.

  • Menjadikan publik intern dan ekstern sebagai sasaran.

  • Menjaga keharmonisan antara lembaga dan publik.

Dengan bermodalkan karakteristik kegiatan kehumasan di atas, pihak perusahaan bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Bisa dikatakan bahwa dengan mengacu pada karakteristik yang telah ditetapkan, perusahaan bisa menjaga hubungan yang harmonis dengan pihak eksternal. Jika hubungan yang harmonis antara internal dan eksternal perusahaan terjalin, bisa dikatakan bahwa perusahaan itu telah berhasil menjalankan fungsinya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Citra

Terkait dengan objeknya, yakni masyarakat atau publik, Humas tidak akan bisa lepas dari persoalan citra. Setiap kata dan tindakan selalu menimbang persoalan citra lembaga atau sebuah organisasi. Maka dari itu, perlu dipahami bahwa citra merupakan kesan atau gambaran masyarakat terhadap kita.

Semakin baik citra kita, semakin baik pula reputasi lembaga atau organisasi kita. Reputasi tidak bisa diciptakan sendiri karena merupakan pemberian dari pihak luar dan tidak datang secara mendadak. Reputasi adalah perjalanan panjang setelah melewati konsitensi baik perkataaan dan perbuatan Humas.

Pencitraan sangat penting dan perlu dilakukan oleh sebuah perusahaan. Lihat saja apa yang sudah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar untuk tetap menjaga nama baik atau reputasinya di mata publik atau masyarakat. Bahkan tidak tanggung-tanggung perusahaan dalam menciptakan pencitraan harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Pencitraan merupakan salah satu strategi Humas yang bisa diterapkan dalam kaitannya dengan nama baik perusahaan.

Ada beberapa pencitraan yang bisa dilakukan oleh perusahaan dalam rangka membuat citra publik. Kesemua pencitraan tersebut saling mendukung satu sama lain, namun bukan dalam maksud untuk membaikkan padahal sebenarnya tidak. Pencitraan bisa dilakukan tidak saja untuk menciptakan kesan baik, tetapi juga bisa dipercaya. Kepercayaan merupakan nomor satu yang harus dimiliki oleh sebuah perusahaan. Hal ini mengingat hanya kepercayaanlah yang menjadikan sebuah perusahaan mampu menjalankan fungsinya dengan baik.

Jadi tidaklah mengherankan jika setiap waktu perusahaan selalu berusaha menciptakan citra atau membentuk pencitraan. Asalkan itu masih dalam batas wajar dan sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan pencitraan sah-sah saja dilakukan. Secara tidak langsung pencitraan juga bisa membentuk budaya perusahaan, ataupun sebaliknya. Jika pencitraan sudah melekat erat, sebisa mungkin perusahaan akan menjaganya.

Strategi

Sebagaimana fungsi Humas, strategi Humas yang dilakukan oleh para Humas biasanya tidak jauh dari dari pemanfaatan dan perluasaan pesan, informasi, dan komunikasi terkait aktivitas lembaga yang dikelolanya untuk disampaikan kepada publik sebagai sasarannya. Bahkan, pada batas-batas tertentu, Humas bisa saja melakukan rekayasa opini guna mendapatkan perhatian.

Hal tersebut sah-sah saja sepanjang tidak merugikan pihak lain. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait strategi humas dalam menjalankan tugasnya. Kerena medianya adalah komunikasi, usahakan strategi yang dipakai sampai pada si pendengar.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyampaikan pesan adalah sebagai berikut.

  1. Buatlah pesan singkat, namun menarik perhatian.
  2. Rumuskan pesan dengan simbol-simbol yang mudah dipahami.
  3. Pesan tidak membingungkan, apalagi merugikan.
  4. Pesan bisa menimbulkan kebutuhan si penerima pesan.
  5. Pesan sesuai dan masuk akal dengan situasi si penerima.

Demikianlah tulisan singkat mengenai strategi komunikasi Humas. Ini berlaku dalam bidang apapun dan media apapun. Langkah-langkah ini sudah banyak dilakukan para Humas.

Strategi Humas dalam Berkomunikasi

Untuk menjaga hubungan baik antara pihak internal dan eksternal perusahaan dibutuhkan strategi Humas yang baik, terutama dalam hal berkomunikasi. Komunikasi merupakan salah satu jembatan yang menghubungkan antara berbagai elemen dalam kegiatan perusahaan. Tanpa komunikasi yang baik, sebuah perusahaan tidak mungkin bisa berjalan dengan baik.

Koordinasi komunikasi yang baik antara personal dalam perusahaan itu akan tampak di luar. Dengan kata lain, komunikasi dijadikan sebagai patokan apakah segala sesuatunya bisa berjalan sesuai dengan koridornya. Komunikasi yang baik merupakan cerminan koordinasi yang baik, oleh karena itu jika komunikasinya baik, maka perusahaa itu juga bisa berjalan dengan baik.

Seringkali kita mengabaikan arti pentingnya komunikasi yang baik guna melaksanakan strategi Humas. Padahal komunikasi menguasai setiap kegiatan yang dilakukan dalam perusahaan. Alur komunikasi dalam sebuah perusahaan sangat penting untuk diperhatikan. Setiap perusahaan tentu saja memiliki alur komunikasi yang berbeda-beda sesuai dengan budaya perusahaan yang dianutnya. Biasanya perusahaan yang menerapkan alur komunikasi baik vertikal maupun horisontal lebih bisa menjalankan jalannya perusahaan.

Perkembangan teknologi tidak bisa dipungkiri dengan maju mundurnya perusahaan. Meskipun informasi bisa dengan mudah kita dapatkan dengan teknologi, tetap saja komunikasi kita dengan personal dalam lingkungan internal dan eksternal perusahaan yang menjadi tolak ukurnya.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Jurnalisme Warga - Menjadi Wartawan Amatir
  • Menyihir Audience Dengan Pidato Singkat
  • Artikel Teknik Informatika - Augmented Reality
  • Prinsip-Prinsip Komunikasi dalam Proses Belajar Mengajar
  • Mengenal Ragam Perspektif Komunikasi
  • Uraian Teori Komunikasi Kelompok
  • Mie Instant Diblacklist? Pemasaran Humas Obatnya!
  • Perencanaan Humas untuk Keberhasilan Seorang PRO
  • Cara Melakukan Komunikasi Lisan yang Baik
  • Penampilan dan Komunikasi Antarpersonal
  • Strategi Komunikasi untuk Keberhasilan Anda
  • Pentingnya Mengetahui Pengertian Komunikasi Bisnis dalam Kegiatan Berbisnis
  • Komunikasi Interpersonal, Bukan Omong Kosong
  • Manfaatkan Situs Penyedia Iklan Gratis Jakarta
  • Membedah Pengertian Media Komunikasi
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA