Strategi Pembelajaran - Strategi Mengajar
Secara umum, strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu pola yang berfungsi sebagai haluan untuk mengambil tindakan dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Jika dikaitkan dengan belajar mengajar, strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai pola umum kegiatan guru dan anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Menurut Sanjaya (2007: 126), dalam dunia pendidikan, strategi pembelajaran diartikan sebagai perencanaan yang berisi rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Sementara itu, Menurut Kemp, strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan oleh guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
Dari beberapa definisi tersebut, dapat ditarik benang merah bahwa strategi pembelajaran merupakan suatu rencana atau tindakan (rangkaian kegiatan) yang termasuk juga penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran. Hal ini berarti bahwa dalam penyusunan sebuah strategi hanya sampai pada proses penyusunan rencana kerja belum sampai pada tindakan.
Strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Artinya, arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan. Oleh karena itu, penyusunan langkah-langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai fasilitas, dan sumber belajar semuanya difokuskan dalam upaya pencapaian tujuan. Akan tetapi, sebelumnya, perlu dirumuskan suatu tujuan jelas yang dapat diukur keberhasilannya.
Dalam strategi pembelajaran, ada empat strategi dasar dalam proses belajar mengajar. Berikut ini strategi dasar yang dalam strategi pembelajaran.
- Mengidentifikasikan serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik seperti yang diharapkan.
- Memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat.
- Memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan acuan oleh guru dalam menjalankan kegiatan mengajarnya.
- Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan, kriteria, serta standar keberhasilan dapat dijadikan pedoman bagi guru dalam melakukan evaluasi hasil kegiatan belajar mengajar yang selanjutnya akan dijadikan penyempurnaan sistem instruksional yang bersangkutan secara keseluruhan.
Dari penjelasan strategi dasar tersebut, dapat digambarkan bahwa ada empat pokok masalah penting yang dapat dan harus dijadikan sebagai pedoman atau acuan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar agar dapat berhasil sesuai dengan yang diharapkan.
Model Strategi Pembelajaran
Menurut Sanjaya, ada beberapa model strategi pembelajaran yang harus dilakukan oelh seorang guru. Berikut ini model strategi pembelajaran.
1. Strategi Pembelajaran Ekspositori
Strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan pada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan tujuan agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal. Strategi pembelajaran ekspositori merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada guru. Hal itu dikarenakan dalam strategi ini guru memegang peranan yang sangat penting atau dominan.
2. Strategi Pembelajaran Inquiry
Strategi pembelajaran inquiry adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analisis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Biasanya, proses berpikir itu dilakukan melalui tanya jawab antara guru dan siswa. Strategi pembelajaran ini sering disebut strategi heuristik, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti “saya menemukan”.
Strategi pembelajaran inquiry merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada siswa (student centered approach). Hal ini disebabkan dalam strategi ini siswa memegang peran yang sangat dominan dalam proses pembelajaran.
3. Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir
Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir merupakan strategi pembelajaran yang memfokuskan pada kemampuan berpikir siswa. Dalam strategi pembelajaran ini, materi pelajaran tidak disajikan begitu saja kepada siswa, tapi siswa dibimbing untuk proses menemukan sendiri konsep yang harus dikuasai melalui proses dialogis yang terus menerus dengan memanfaatkan pengalaman siswa.
4. Strategi Pembelajaran Kooperatif
Model pembelajaran kooperatif adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Dalam strategi ini, ada empat unsur penting, yaitu ada peserta dalam kelompok, ada aturan kelompok, ada upaya belajar setiap kelompok, dan ada tujuan yang harus dicapai dalam kelompok belajar.
Komponen Strategi Pembelajaran
Ketika akan mengaplikasikan strategi pembelajaran, ada komponen-komponen yang wajib diperhatikan agar dalam kegiatan belajar mengajar dicapai sebuah tujuan yang sudah ditentukan. Dick dan Carey mengatakan bahwa ada lima kompoenen strategi pembelajaran, yaitu:
- kegiatan pembelajaran pendahuluan;
- penyampaian informasi;
- partisipasi siswa;
- tes; dan
- kegiatan lanjutan.
Semenatara itu, ahli lainnya mengatakan bahwa ada sembilan komponen dalam strategi pembelajaran.
- Memberikan motivasi atau menarik perhatian.
- Menjelaskan tujuan pembelajaran kepada siswa.
- Mengingatkan kompetensi prasyarat.
- Memberi stimulus (masalah, topik, dan konsep).
- Memberi petunjuk belajar (cara mempelajari).
- Menimbulkan penampilkan siswa.
- Memberi umpan balik.
- Menilai penampilan.
- Menyimpulkan.
Secara umum, komponen strategi pembelajaran berdasarkan rumusan para ahli dikelompokkan menjadi lima.
1. Komponen Strategi Pembelajaran - Urutan Kegiatan Pembelajaran
Membuat urutan kegiatan pembelajaran mampu mempermudah guru ketika melaksanakan kegaiatan belajar mengajar. Dengan komponen strategi pembelarajan ini, setiap pengajar akan mengetahui bagaimana cara memulai, menyajikan, dan menutup pelajaran.
- Subkomponen pendahuluan. Komponen strategi pembelajaran ini adalah kegiatan pertama dalam pembelajaran yang bertujuan memotivasi siswa, membuat siswa fokus kepada pelajaran, mengetahui kemampuan siswa, dan apa yang sudah dikuasai siswa.
- Subkomponen penyajian, pokok dari kegiatan belajar mengajar. Misalnya menjelaskan materi pelajaran, memberikan contoh materi pelajaran, dan memberi latihan kepada siswa.
- Subkomponen penutup, yaitu kegiatan terakhir dari urutan kegiatan pembelajaran. Komponen strategi pembelajaran ini berisi simpulan dan penilaian yang berhubungan dengan materi pelajaran.
2. Komponen Strategi Pembelajaran - Metode Pembelajaran
Metode pembelajran adalah komponen strategi pembelajaran yang diapakai oleh para guru ketika menyampaikan pesan pembelajaran kepada siswa. Berikut jenis metode pembelajaran.
- Metode ceramah
- Metode demonstrasi
- Metode simulasi
- Metode diskusi
- Metode studi mandiri
- Metode studi kasus
- Metode pembelajaran terprogram
- Metode discovery
- Metode do-look-learn
- Metode bermain peran
3. Komponen Strategi Pembelajaran - Media yang Digunakan
Media dalam pembelajaran dapat berupa manusia (guru), media cetak, alat elektronik, dan lain-lain. Hal yang wajib diperhatikan saat memilih media yaitu:
- ketepatan dengan tujuan pembelajaran;
- dukungan terhadap isi pelajaran;
- kemudahan mendapatkan media;
- keterampilan guru ketika menggunakannya;
- ketersediaan waktu menggunakannya; dan
- sesuai dengan kemampuan berpikir siswa.
4. Komponen Strategi Pembelajaran - Waktu Tatap Muka
Para guru atau pengajar harus mengetahui alokasi waktu yang dibutuhkan untuk menuntaskan pembelajaran serta waktu yang dipakai pengajar atau guru untuk menyampaikan informasi pembelajaran. Dengan demikian, proses belajar mengajar akan sesuai dengan target yang diperkirakan.
5. Komponen Strategi Pembelajaran - Pengelolaan Kelas
Kelas merupakan ruangan belajar yang termasuk dalam lingkungan fisik dan lingkungan sosio-emosional. Ruangan belajar (lingkungan fisik) tersebut mencakup ruang kelas, keindahan kelas, kebersihan kelas, penataan tempat duduk serta meja, panataan sarana lainnya, ventilasi udara, pengaturan cahaya. Sementara itu, lingkungan sosio-emosional mencakup sikap guru, tipe kepemimpinan guru, vokal guru, dan lain-lain. Intinya, pengelolaan kelas akan membuat proses pembelajaran berjalan lancar.
Itulah komponen-komponen dalam strategi pembelajaran.







