logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Politik dan Pemerintahan

Strategi Politik: Antara Etika dan Karir


Seperti yang sudah kita ketahui, saat ini berbagai strategi politik hadir di Indonesia. Strategi politik itu sendiri merupakan usaha tang di lakukan oleh seseorang untuk mencapai suatu tujuan di bidang politik. Strategi  ini tidak hanya di lakukan untuk menduduki sebuah jabatan saja, tak sedikit juga strategi yang di lakukan seseorang untuk mempertahankan kedudukannya di bidang politik. Dari sinilah timbul banyak pertanyaan akan adakah kebijakan politik dalam strategi tersebut?. lalu apakah ada kebaikan yang menuju sebuah perubahan yang baik untuk masyarkat?. Maka disini kita akan bahas bersama mengenai strategi politik tersebut.

Di dunia khususnya di Indonesia, banyak strategi – strategi politik yang di alncarkan oleh sebagian orang untuk mendapatkan apa yang di idam – idamkan. Bentuk dari strategi itu sendir bermacam – macam adanya. Ada yang tersirat atau tersurat, ada yang elegan atau bahkan tidak bermartabat dan sebaginya. Bagi sebagian besar orang, dunia politik memang sangat menjanjikan. Semua orang berkompetisi untuk menduduki wilayah di bidang politik dengan kemampuan yang dimilikinya.

Bagi sebagian orang, strategi merupakan hal terpenting dalam kompetisi untuk menuju kemenangan. Bagaimanapun kita merencanakan kegagalan dalam sebuah kemenangan tentunya tindakan kita tersebut merupakan sebuah rencana untuk menerima kegagalan. Dari sini dapat kita lihat bahwa, strategi politik sangan memegang kendali atau peran yang sangat penting untuk kita cermati dengan seksama.

Strategi dalam politik ini sangat penting adanya karena hal ini akan mempengaruhi pertarungan untuk memperebutkan kekuasaan atau suatu kedudukan dalam dunia bepolitik. Dalam dunia politik seperti yang kita ketahui, di pastikan adanya suatu pertarungan dimana kekuasaan pasti akan ada pihak penentang dan pihak pendukung yang mewarnai pertempuran di dunia politik tersebut. Namun, walau bagaimanapun juga strategi politik merupakan sarana untuk mewujudkan suatu kedudukan atau cita – cita dalam berpolitik.

Etika Politik

Dalam politik, tentunya banyak hal yang menjadi suatu peraturan atau sebagai asara aturan yang di sebut dengan etika politik. Pada dasarnya, etika politik ini berbicara mengenai tanggung jawab dan kewajiban bagi seporang warga negara yang tidak hanya di tujukan kepada negaranya saja tetapi juga kepada hukum dan aturan yang berlaku.

Didalam etka yang ada dalam dunia politik ini tentunya terdapat motivasi lain bagi orang yang terjundalam dunia politik tersebut yang salah satunya adalah untuk mengejar karir semata. Dari sinilah muncul persoalan dimana etika dan karir berpolitik seseorang tersebut menjadi suatu hal utama dalam persoalan di dalam dunia politik.

Di satu sisi lain drai seorang yang berkecimpung di dunia politik memikirkan bagaimana cara politik membawa suatu kebaikan. Di sisi lain, ada pula orang yang menjadikan dunia politik tersebut sebagai tempat untuk mengejar karir semata. Etika politik yang sekarang ini terjadi adalah hanya ada pada promosi untuk mencapai tujuan saja. Setelah tujuan tercapai maka etika berpolitik yang sudah dijanjikan sebagai strategi politik menjadi hilang keberadaannya. 

Apa yang disebut dengan yang baik? Ajaran moral Aristoteles dalam Nicomachean Ethics meyebutkan bahwa yang baik adalah eudaimonia atau suatu kebahagiaan. Untuk mencapai kebaikan tersebut maka setiap orang harus memiliki apa yang Aristoteles sebut dengan keutamaan, yang dicapai melalui dua jalan: intelektual dan moral.

Moral disini tentu berhubungan dengan suatu kebaikan tersebut. Dimana moral yang menjadi strategi politik merupakan salah satu kunci utama yang harus ditunjukkan untuk mencapai tujuan tersebut, tujuan disini merupakan suatu kedudukan atau jabatan yang ingin dituju oleh seseorang yang hanya menjadikan strategi dalam berpolitik sebagai karier saja.

Karena bangunan etika itu sendiri merupakan dasar yang di ambil dari teori Aristotelenian yang dimana kebaikan itu sendiri di artikan sebgai kebahagiaan itu sendiri, maka dalam strategi politik pun di artika sebagai ajang untuk membahagiakan diri sendiri pula. Lalu dari sinilah timbul banyak pertanyaan mengenai kebahagiaan yang di dapat dari politik itu seperti apa?. Banyak orang yang menemukan kebahagiaannya dari cara seperti korupsi, money politics, jual beli jabatan, atau mendapat ketenaran dari kedudukan yang ia jabat.

Pada kenyataannya saat ini, strategi politik ini hanya di lahirkan untuk mendapat kekuasaan dan melahirkan praktik korupsi, kolusi, nepotisme dan yang lain sebagainya yang merusak moral dan etika dalam politik itu sendiri. Praktk – praktik ini telah banyak terjadi sehingga praktik seperti korupsi, kolusi, nepotisme, dan sebaginya pun di anggap sebagai hal yang lazim di lakukan dan bukan merupakan penyimpangan atau kejahatan.

Tentunya ada langkah – langkah yang dapat kita ambil dalam strategi politik ini untuk mencapai kebaikan bersama dalam suatu negara. Pertama, kita harus menggarisbawahi bahwa kebaikan hanya dicapai melalui jalan keutamaan. Kedua, K. Bertens memberikan tafsiran terhadap apa yang disebut eudaimonia, yaitu "kebahagiaan yang sesungguhnya tercapai, jika manusia mewujudkan kebijaksanaan yang tertinggi, yaitu pengertian tentang kebenaran yang teguh dan tak terubahkan”.

Disini berarti dalam strategi politik seharusnya seorang politikus bisa mempertanggung jawabkan apa yang sudah mereka janjikan dalam strateginya, dan juga bisa mempertahankannya hingga pada saat seorang politik ini mencapai tujuannya dan memanfaatkan kedudukan sebagai usaha untuk membahagiakan semua orang tidak hanya ia sendiri.

Saat ini para elite politik telah melupakan politik sebagai sesuatu kebaikan. Politik lebih sering dipakai sekadar sarana untuk mendapatkan kenikmatan seperti kenikmatan jabatan, kekuasaan, karir dan lain sebagainya. Mungkin karena kekhilafan mereka sebagai manusia, atau mungkin karena mereka memang tidak memiliki intelektualitas dan moral.

Menurut Aristoteles, “orang yang secara moral lemah tidak bertindak seperti orang yang mempunyai pengetahuan dan melihatnya, namun seperti orang yang tertidur atau mabuk”. Ia juga mengatakan, bahwa “orang yang secara moral lemah adalah seperti negara yang menentukan semua keputusan benar dan mempunyai undang-undang dengan standar moral yang tinggi, tetapi tidak menerapkannya”. Dapat dikatakan bahwa elite politik seperti inilah yang dapat merusak negaranya sendiri, dimana ia berbicara tentang moral tetapi sebebnarnya ia tidak memiliki sedikit pun akan moral tersebut. Dalam strategi politiknya ia pun ia hanya berbicara masalah moral yang hanya menjadi teori dalam dirinya sendiri tanpa menjalankannya.

Kondisi politik kita saat ini bisa dibilang sangat lemah secara moral. Oleh karenanya, kita sulit pula mengatakan bahwa politik kita hari ini sebagai sarana bagi kebaikan. Perubahan haluan, corak, warna, visi, orientasi, dan ideologi politik yang sebelumnya ada pada strategi politik ini dipengaruhi oleh banyak faktor. Fenomena korupsi dan money politics yang menjamur dalam pentas politik di Indonesia mendominasi panggung politik. Ironis memang ketika moral yang dijunjung tinggi di negara kita ini ternyata hanya dijadikan teori saja.

Ketika Politik Dijadikan Karir

Apa jadinya ketika politik hanya sebagai ajang karier seseorang? Pertama, politik hanya menjadi batu loncatan untuk mencapai karier yang lebih tinggi. Mungkin impian seseorang adalah menjadi pengusaha, karena politik membuka jalan bagi keinginannya itu, maka ia masuk ke dalam politik. Atau sebaliknya, karena karir dia sebagai pengusaha memudar, kemudian ia pindah ke politik. Disinilah cerminan moral kita yang lemah yang hanya memntingkan diri sendiri dan menajdi diri atau pribadi yang tidak punya moral dihidupnya.

Strategi politik yang ia jadikan sebagai kekuasaan memiliki arti kekuatan untuk mengatur, sehingga di satu sisi merupakan media untuk merealisasikan tujuan mulia, namun di sisi lain juga memberi peluang kepada seseorang untuk memperoleh keinginan dan keuntungan. Hal ini berlaku bagi semua jenis kekuasaan, termasuk kekuasaan di luar politik praktis.

Kedua, logika yang bermain dalam karier adalah logika persaingan, dan bukan logika pengabdian. Maka di dalam strategi politik, pengalaman seseorang aktif di organisasi, pindah-pindah partai, gonta-ganti jabatan menjadi lebih penting ketimbangan seberapa besar pengorbanan dia bagi kepentingan publik dan pengabdian. Inilah yang dalam term komunikasi politik berkaitan erat dengan masalah pencitraan. Elite politik saat ini hanya memandang kedudukan dan jabatan yang ia bisa raih selama ia duduk di ranah politik tanpa ia ingat apa yang ia bicarakan dalam strategi politik pada awal langkah ia masuk atau terjun dalam dunia politik.

Ketika politik dijadikan sebagai karier, maka pencapaian yang diingikan adalah pencapaian yang sifatnya pribadi, karena pada dasarnya tidak ada karier yang bersangkutan dengan kepentingan orang banyak. Karir lebih berkaitan dengan kepentingan pribadi. Mungkin saat ini lebih banyak orang yang ingin terjun dalam ranah politik dengan strategi - strategi politiknya hanya ingin menduduki suatu jabatan dan bukan untuk membahagiakan orang banyak dengan kedudukannya tersebut, maka pantas saja sepertinya orang seperti ini disebut dengan sebutan gila jabatan. 

Kita semua berharap kebaikan dari proses politik yang sedang kita jalankan. Namun, jika kebaikan itu tidak kunjung datang juga, apakah yang hendak kita lakukan? Mengubah, merebut, meratapi, atau yang lain?

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Pengertian Politik dan Aplikasinya
  • Sistem Politik Negara Maju dan Negara Berkembang
  • Sosiologi Politik: Otoritas dan Pengendalian Sosial
  • Hitam Putih Revolusi Putih
  • Sistem Pemerintahan Eropa: Pemilu Parlemen Eropa
  • Hak DPR yang Tepat Guna
  • Teknologi Militer Iran: Menanti Nuklir
  • Penerapan Sistem Politik Di Indonesia
  • Isu Politik, Pembelajaran Menuju Kedewasaan Politik
  • Contoh Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa
  • Mengenal Berbagai Partai Komunis di Dunia
  • Sistem Pemerintahan Negara
  • Pengertian Konstitusi Menurut Para Ahli
  • Kementerian Agama - Kerukunan Umat Beragama adalah Prioritas Utama
  • Menelusuri Sejarah Gerakan Non Blok
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA