12 Cara Meminimalisasi Stres Kerja
Stres kerja karena suatu hal yang menuntut kita berada di dalam sebuah ruangan, memang tak dapat dimungkiri lagi keberadaannya selama ini. Entah itu dipicu oleh masalah yang muncul di seputar bidang pekerjaan yang sedang kita geluti atau pun masalah yang datang dari luar pekerjaan yang kerap kali mengganggu serta menghambat kesibukan.
Sebagian besar orang, terutama kaum urban yang tinggal di ruang lingkup kehidupan metropolis, mau tak mau harus menghadapi stres kerja setiap harinya. Bahkan, tak jarang dari mereka yang akhirnya mengalami gangguan jiwa akibat stres yang berkepanjangan. Berbahaya!
Selain yang baru saja disebutkan, adakah dampak lain dari stres kerja ini? Lantas bagaimana cara meminimalisasinya?
Dampak Stres Kerja
Stres kerja jika dibiarkan begitu saja tanpa ada tindakan yang nyata dari setiap pribadi bisa mengakibatkan ketidaknyamanan dalam menjalani aktivitas harian secara normal. Juga dapat menimbulkan kemacetan dalam berpikir kreatif dalam rangka tugas kita sebagai pekerja eksekutif yang dituntut aktif dan inovatif.
Jika pikiran seorang pekerja sudah macet, ia tidak akan mampu menghasilkan karya. Kontribusi bagi perusahaannya akan dipertanyakan. Keberadaannya bisa dipastikan akan mendapatkan pandangan negatif dari atasan, rekan kerja, dan bawahan. Jika sudah demikian, bukan lagi kenyamanan yang didapatkan di tempat kerja, melainkan kondisi gerah yang akan menyiksanya.
Selain itu, stres kerja bisa juga berdampak buruk pada anggota keluarga kita yang ada di rumah. Misalnya, ketika pulang kerja, muka kita cemberut, tidak mengucapkan salam atau sekadar menyapa anggota keluarga yang lainnya. Malah, kadang-kadang bawaannya ingin marah-marah saja, mengomel, dan lain sebagainya yang berbau hal-hal negatif.
12 Cara Meminimalisasi Stres Kerja
Berikut beberapa kiat untuk mengantisipasi atau meminimalisasi stres kerja yang patut untuk dicoba.
1. Biasakan mengawali segala sesuatu dengan berdoa.
Tuhan mengajari kita semua untuk meminta pertolongan hanya kepada-Nya. Doa adalah penghubung kita dengan yang Mahakuasa. Segala yang kita mau akan terwujud dengan cara-cara-Nya setelah menjalani ritual ini.
Selain dapat meminimalisasi stres kerja, rajin berdoa juga dapat mengurangi tingkat depresi, kekhawatiran, juga ketakutan yang muncul dari dalam diri. Sebab, dalam doa itu sendiri terdapat harapan juga kepasrahan bahwa hanya Tuhan-lah Pemberi yang terbaik.
2. Menghiasi wajah kita dengan senyuman tulus setiap hari.
Ada pepatah yang mengatakan bahwa senyum adalah bentuk dari suatu ibadah. Senyum dapat membuat awet muda. Ada juga yang mengatakan bahwa senyum adalah cerminan semangat. Yups! Itu benar. Bahkan, senyum bisa menularkan keceriaan kepada orang-orang di sekitar kita. Bagaimana ruang lingkup kita akan cerah ceria jika kita sangat malas untuk tersenyum. So, smile! Stres kerja? No way! No play!
Lebih baik memilih tersenyum daripada cemberut. Sebab, tersenyum hanya memerlukan beberapa otot wajah untuk bekerja, sedangkan cemberut memerlukan lebih banyak dari itu. Dengan demikian, wajah yang senantiasa tersenyum akan terlihat santai dan wajah yang cemberut akan menegang sehingga akan menua dengan cepat.
3. Selalu berpikir positif.
Banyak orang yang datang ke kantor dengan membawa setumpuk kemungkinan kegagalan atas apa yang hendak mereka lakukan. Hal semacam inilah yang malah menyusahkan gerak energi positif untuk masuk ke dalam pikiran dan perasaan kita. Dan, stres kerja pun akan muncul dengan mudahnya. Berpikirlah positif agar segalanya berjalan dengan optimal.
4. Melakukan hal kecil yang kita sukai di sela-sela aktivitas.
Sederhana saja, ngemut permen, misalnya. Atau menikmati kudapan ringan yang kita sediakan di laci meja. Asal tidak berlebihan, why not? Malah ada juga sebagian orang ketika sedang stres justru melampiaskannya pada makanan.
5. Mengurangi tatapan mata pada layar komputer.
Disadari atau tidak, pancaran sinar dari monitor yang terus-terusan mengarah ke mata kita sedikit banyak dapat melamurkan pandangan mata kita sepanjang menggeluti pekerjaan. Akan tetapi, hal itu tidak akan terjadi jika kita rajin mengenyahkan fokus kita menuju monitor tersebut. Alihkan pandangan kurang-lebih 5-10 detik setiap menitnya. Itu sudah cukup untuk mengantisipasi paparan radiasinya. Mata tidak terlalu pegal, kerja pun jadi nyaman. Stres kerja? Nggak, deh!
6. Menggeliatkan atau menggerakkan anggota badan sesekali.
Menggerakkan anggota badan sesekali di sela-sela kerja dapat membuat urat saraf menjadi relaks, tulang-tulang tidak terasa kaku, dan terhindar dari risiko cedera otot. Setelah sekian lama duduk di kursi kerja, berjalan-jalanlah sejenak di ruang kerja. Dengan begitu, badan dan pikiran akan kembali segar seolah mendapatkan kekuatan baru untuk menyelesaikan target kerja.
7. Keluar kantor saat jam istirahat bisa mengurangi kepenatan.
Cara ini akan memberikan suntikan kesegaran tersendiri atas kejenuhan yang mendera selama berada dalam ruangan. Mencoba tempat makan baru, atau sekadar cuci mata di pusat perbelanjaan yang lokasinya dekat dengan tempat kerja dapat menyegarkan pikiran.
8. Berkumpul dengan rekan-rekan kerja yang lucu atau pun humoris.
Sering kali kita tiba-tiba saja ikutan tertawa atas apa yang orang lain obrolkan di sekitar kita. Ini semacam pengikis penat-penat yang menyergap akibat terlalu serius pada saat bekerja. Bercengkeramalah dengan mereka. Tertawa suka ria. Niscaya ketegangan akan sedikit teratasi.
9. Tidak terlalu kenyang pada saat makan siang atau pun sarapan.
Makanlah secukupnya. Perut yang terisi penuh oleh banyak makanan serta minuman dapat membuat kita mengantuk, juga tubuh acap kali terasa lemas dan kurang bersemangat. Kalau sudah begitu, kita pun kurang fokus untuk bekerja. Efeknya, kita akan melakukan banyak kesalahan, dimarahi pimpinan, dan lain sebagainya.
10. Mengingat-ingat rencana menyenangkan yang akan kita lakukan pada akhir pekan atau beberapa bulan ke depan.
Mau piknik dengan keluarga, berlibur ke vila idaman, ke pantai, atau memanjakan diri dengan berbelanja? Semua itu merupakan penyemangat terampuh dalam mengatasi stres kerja. Dengan membuat rencana berlibur, hati akan menjadi senang, pikiran tenteram, kerjaan setumpuk apa pun dapat diselesaikan.
11. Memperbanyak minum air putih ketika berada dalam rutinitas kerja.
Biarpun ruangan kita ber-AC sehingga kita jarang berkeringat, namun sejatinya tubuh kita tetap mengeluarkan cairan. Alternatif yang pas untuk menyuplai kembali ion tubuh yang berkurang adalah banyak meminum air putih. Sebab, air putih banyak mengandung mineral penting serta paling cepat diserap tubuh kita. Dengan demikian, stres kerja terhindari. Konsentrasi pun menjadi stabil dan kita pun tidak jadi labil.
12. Mengonsumsi suplemen.
Jika dirasa perlu, tidak ada salahnya kita mengonsumsi suplemen. Apalagi jika sering lembur dan kerja keras untuk mengejar sebuah target. Pilih suplemen berbahan baku alami yang tidak menimbulkan ketergantungan dan atau pun menimbulkan efek samping. Atau, sesuai dengan resep dokter jika kita punya penyakit tertentu atau penyakit kronis yang membahayakan. Dengan memilih suplemen yang tepat, kesehatan pun tidak akan terganggu.
Itulah 12 cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisasi stres kerja. Jangan tunggu stres itu datang, sebab kita bisa melakukan tindakan preventif dengan cara-cara tersebut. Gampang dan praktis, bukan? Cara-cara tersebut akan efektif jika dilakukan secara rutin dan disiplin. Pada dasarnya, pikiran positif dan aktivitas sehatlah yang melatarbelakangi itu semua.







