Mengenal Struktur Komputer
Ilustrasi struktur komputer
Ibarat sebuah rumah atau bangunan, sebuah komputer memiliki struktur tersendiri. Secara singkat struktur komputer meliputi sistem operasi, struktur I/O, struktur penyimpanan, tata letak penyimpanan atau storage hierarchy, dan proteksi perangkat keras. Dengan struktur seperti itulah sebuah komputer bisa menjalankan fungsinya sesuai dengan tugas, kapasitas, dan fungsinya.
Ketika masing-masing fungsi dari computer tersebut bekerja, maka computer akan bisa digunakan untuk melakukan pekerjaan keseharian kita.
Lalu, apa dan bagaimana masing-masing struktur itu bekerja atau saling menopang dalam kinerja sebuah komputer? Marilah kita telusuri masing-masing struktur tersebut.
1. Sistem Operasi
Pada saat pertama kali dijalankan, sesungguhnya semua perangkat keras yang berada di dalam sebuah CPU (Central Processing Unit) tidak serta-merta bisa bekerja saling menopang. Perlu ada satu program yang mengatur agar semua perangkat keras bisa berjalan dan saling menopang. Program atau sistem operasi itu dinamakan bootstrap.
Program ini berisi semua aspek dari sebuah sistem operasi komputer dari mulai device controller yang bertugas mengatur perangkat keras tertentu seperti sistem audio video, disk drive, dan lain sebagainya, sampai kepada isi memori.
Terdapat beberapa sistem operasi yang umum digunakan oleh pengguna komputer. Kita mungkin mengenal DOS, Windows, Linux, Macintosh, ataupun sistem operasi lainnya. Tentu saja masing-masing sistem operasi mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Di balik semua itu, sistem operasi mempunyai fungsi yang sama di mana mereka mengatur kinerja dari masing-masing komponen komputer agar bisa berfungsi sesuai dengan keinginan pengguna.
Selama berjalan, prosesor terus melaksanakan tugasnya. Namun dalam sebuah struktur komputer disediakan pula sistem interupsi. Sistem interupsi ini dimaksudkan sebagai sebuah perintah kepada prosesor agar pada saat menjalankan tugasnya, bisa diinterupsi untuk melaksanakan tugas lain yang diinginkan. Setelah melaksanakan tugas yang diinterupsi tadi, maka prosesor melaksanakan tugasnya kembali atau meneruskan tugas yang tertunda tadi.
2. Struktur I/O
Pada bagian struktur ini berkaitan dengan tugas-tugas yang dilakukan dalam sebuah kerja komputer yang meliputi struktur I/O, sistem interupsi I/O, dan DMA atau Direct Memory Access.
3. Penyimpanan Data
Tempat penyimpanan yang utama dalam sebuah komputer terletak di dalam memori utama atau RAM. Data yang berada di dalam RAM inilah yang bisa diakses langsung oleh prosesor. Mestinya, secara ideal seluruh data yang ada dalam komputer terdapat di dalam RAM ini sehingga akan mempermudah prosesor dalam mengaksesnya.
Namun demikian, hal ini tidak mungkin dilakukan mengingat ukuran memori relatif kecil dan memori atau RAM ini bisa bekerja menyimpan data sepanjang komputer sedang beroperasi. Artinya ketika komputer dimatikan, RAM sendiri selesai tugasnya dalam hal menyimpan data tersebut.
Sebagai jalan keluar dari masalah tersebut, maka diadakan tempat penyimpanan data permanen yang disebut magnetic disk atau lebih populer dengan nama Harddisk. Harddisk ini terdiri dari lempengan-lempengan magnetis di kedua sisinya, yang terus berputar. Dalam setiap permukaan lempeng ini dibagi ke dalam beberapa sektor.
Besarnya ukuran data yang bisa disimpan RAM sendiri saat ini sudah bervariasi yang bisa lebih dari 8 gb. Tentu saja semakin besar RAM yang ada di sebuah komputer maka kecepatan proses untuk data tersebut akan semakin cepat. Tetapi, walaupun ukuran RAM yang saat ini semakin besar, kembali lagi pada sifat RAM tersebut yang hanya menyimpan data sementara waktu karena itu data-data penting, perlu disimpan secara permanen di hardisk.
Bentuk dari hardisk sendiri saat ini sudah ada yang bernama SSD (solid state disc) yang tidak lagi mempunyai piringan berputar. Tentu saja, ukuran dari hardisk ini sendiri semakin besar dari waktu ke waktu. Jika pada masa awal, ukuran 10 Gb adalah ukuran rata-rata komputer rumahan, saat ini komputer rumahan rata-rata sudah mempunyai hardisk 500 Gb. Jumlah tersebut akan semakin meningkat dari waktu ke waktu seiring dengan perkembangan teknologi hardisk dan komputer itu sendiri.
4. Proteksi Perangkat Keras
Sistem ini bertugas untuk melindungi apabila di dalam satu proses terjadi kesalahan menjalankan beberapa program dalam satu waktu tertentu. Sehingga kalau pun terjadi kesalahan, maka perangkat keras langsung menyampaikan kepada sistem operasi, dan sistem operasi akan segera menghentikannya.
Apabila tidak ada sistem proteksi, maka jika terjadi kesalahan dalam menjalankan program, akan berpengaruh pada program lain secara keseluruhan.
5. Storage Hierarchy
Sebuah data yang sama dalam komputer bisa berada dalam level yang berbeda dalam sistem penyimpanannya. Maka sebuah komputer perlu memiliki sebuah struktur tersendiri untuk menangani penduplikasian data tersebut. Inilah fungsi utama dari sebuah storage hierarchy secara sederhana.
Memang, dalam penggunaan komputer tersebut, kita tidak perlu tahu fungsi masing-masing dari struktur komputer tersebut. Yang perlu kita lakukan adalah menguasai ilmu dalam pengoperasian komputer. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengoperasian komputer antara lain sebagai berikut.
1. Pengoperasian Fotware
Seringkali bagi orang yang masih awam dalam menggunakan komputer, akan ketakutan ketika mengoperasikan sebuah software. Software pengolah kata misalnya. Pengguna sering merasa bahwa ketika dia melakukan kesalahan, akan berpengaruh terhadap software dan bisa merusak komputer. Padahal hal tersebut tidaklah sepenuhnya benar. Software-software yang ada di dalam komputer tidak akan rusak selama dioperasikan. Software akan rusak ketika terkena virus ataupun dilakukan proses pembuangan software tersebut.
Ketika kita belajar menggunakan sebuah software, bisa digunakan semua fasilitas yang ada dalam software tersebut dan kita coba satu per satu. Ini akan memudahkan kita dalam mengoperasikan software komputer.
2. Mematikan Komputer Melalui Tombol TurnOff Sistem Operasi
Seringkali bagi yang masih awam menggunakan komputer, akan melakukan proses mematikan komputer langsung melalui tombol power. Ini kurang tepat karena ketika melakukan proses mematikan komputer dengan menekan tombol power komputer, aliran listrik akan tiba-tiba terhenti. Ini yang berbaya karena bisa merusak program dari komputer. Bahkan hardware dari komputer bisa cepat rusak terutama hardisk yang digunakan untuk menyimpan data.
Cara yang tepat adalah dengan melakukan turn off menggunakan tombol yang ada di sistem operasi. Tombol ini biasanya akan terlihat ketika menekan tombol start yang ada di desktop komputer. Dengan ini, akan lebih aman karena semua proses yang sedang dijalankan oleh komputer akan dihentikan. Dan proses penghentian aliran listrik dilakukan ketika semua komponen komputer sudah siap untuk tidak menerima alira listrik lagi.
3. Mengistirahatkan Komputer
Yang perlu diperhatikan adalah proses pemakaian dari komputer itu sendiri usahakan tidak dinyalakan terus menerus. Komputer perlu diistirahatkan sementara waktu ketika sudah lama digunakan. Ini berfungsi untuk menjaga agar komponen komputer tetap awet dan bisa digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama.
Pengoperasian komputer yang terus menerus akan mengakibatkan komputer cepat rusak dikarenakan panas yang dihasilkan saat pengoperasian komputer tersebut.

