logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Gaya Hidup Sehat    Kebersihan Rumah

Manfaat Mengukur Suhu Tubuh Anak


Ilustrasi suhu

Setiap membawa anak ke rumah sakit atau klinik, Anda akan melihat bahwa suster atau dokter mengukur dan mencatat suhu tubuh anak. Hal ini karena suhu tubuh berkaitan erat dengan gejala beberapa penyakit. Suhu tubuh normal anak ketika diukur melalui oral adalah 37°C.

Hasil pengukuran suhu ini pun bisa bervariasi antara 35,5 hingga 37,5 derajat celcius. Jika anak memiliki suhu tubuh di luar kisaran tersebut, sebaiknya Anda menemui dokter.

Suhu Tubuh dan Kaitannya dengan Kesehatan

Suhu tubuh anak mewakili sebagian besar proses yang terjadi di dalam tubuhnya. Perubahan suhu tubuh bisa jadi tanda-tanda awal dari sebuah penyakit dan mengamati perubahan suhunya sering kali merupakan cara yang efektif untuk mengetahui kesehatan anak.

Dokter mengandalkan pengukuran suhu tubuh karena cara itu relatif cepat dan tidak menimbulkan rasa sakit. Ketika dilakukan dengan prosedur yang benar maka dapat mendeteksi kesehatan anak secara akurat. Anda juga dapat mengukur sendiri suhu tubuh anak Anda. Sebelumnya, lebih baik jika Anda berkonsultasi dengan dokter anak untuk mengetahui cara pengukuran yang tepat bagi si anak.

Sering kali, dokter anak menyarankan pengukuran suhu melalui dubur untuk bayi hingga anak berumur 4 tahun, karena biasanya usia anak kisaran tersebut sulit untuk diajak bekerja sama bila dilakukan pengukuran melalui oral (mulut). Jika anak mulai dapat kooperatif bila dilakukan pengukuran oral, selanjutnya pengukuran suhu secara oral dapat dijadikan standar di rumah Anda. Cara lain mengukur suhu tubuh anak adalah melalui telinga dan ketiak.

Suhu tubuh normal dapat bervariasi bergantung pada area tubuh yang diukur. Suhu oral biasanya terbaca antara 35,5 hingga 37,5 derajat Celcius, namun suhu anal biasanya cenderung lebih tinggi. Suhu tubuh yang diukur melalui dubur biasanya berkisar antara 36,6 hingga 38 derajat Celcius.

Jika mengukur suhu tubuh anak dan menemukan bahwa suhunya di luar kisaran normal, sebaiknya Anda mengulangi pengukuran, baik di area yang sama maupun di area lain untuk memastikan pengukuran suhu yang benar.

Suhu tubuh tidak normal merupakan indikator kondisi yang tidak berbahaya dan bahaya sekaligus. Misalnya, anak kemungkinan menderita demam karena infeksi virus jangka pendek, yang biasanya sering terjadi di tahun-tahun pertama mereka, atau sebagai reaksi dari imunisasi yang juga sering dilakukan di awal-awal tahun.

Demam semacam ini tidak memerlukan pengobatan lebih lanjut. Demam juga dapat diasosiasikan dengan infeksi bakteri serius atau bahkan kondisi kronis seperti kanker. Bagaimanapun juga, pengukuran suhu yang tidak normal dapat membantu Anda mendeteksi kemungkinan-kemungkinan berbahaya bagi anak Anda.

Semua itu bergantung usia anak Anda, kemungkinan Anda perlu segera memanggil dokter bila pengukuran suhu tubuh menunjukkan kisaran di luar normal. Untuk bayi berusia di bawah 3 bulan, satu kali pembacaan suhu tidak normal merupakan alasan yang kuat untuk memanggil dokter.

Untuk usia di atas itu, Anda mungkin ingin bertanya pada dokter. Namun, bila suhu tubuh sudah di atas 38,5 derajat Celcius, sebaiknya Anda segera menghubungi dokter. Bertindak cepat berdasarkan pembacaan suhu tubuh dapat membantu diagnosa anak dan tindak lanjut yang tepat.

Sentuhan telapak tangan di dahi sering kali cukup untuk mendeteksi bahwa anak Anda mengalami demam. Namun, metode pengukuran semacam ini biasanya bersifat subjektif, bergantung perasaan, dan tidak dapat memberikan data suhu secara akurat. Gunakan termometer untuk benar-benar mengetahui suhu tubuh anak.

Tinggi Suhu Demam

Anak bisa dikatakan demam bila suhunya di atas suhu berikut ini.

  • 38°C diukur secara anal (melalui dubur).
  • 37,5°C diukur secara oral (melalui mulut).
  • 37,2°C diukur pada posisi aksilari (di bawah ketiak).

Namun, tingginya suhu demam tidak dapat memberikan informasi seberapa sakit anak Anda.

Penyakit flu atau infeksi virus kadang-kadang dapat menyebabkan demam tinggi, sekitar 38,9°-40°C, walau hal ini tidak selalu mengindikasikan masalah serius. Infeksi serius kadang kala malah tidak mengakibatkan demam atau suhu tidak normal, terutama pada bayi. 

Karena demam dapat naik turun, kemungkinan anak akan menggigil karena tubuh berusaha menyesuaikan penambahan panas ketika suhu tubuh mulai meningkat. Anak mungkin berkeringat karena tubuh melepaskan panas ekstra saat suhu tubuh mulai menurun.

Kadang kala anak yang mengalami demam bernafas lebih cepat daripada biasanya dan juga mungkin detak jantungnya lebih cepat. Anda harus segera menghubungi dokter bila demam mengakibatkan anak kesulitan bernapas, bernapas jauh lebih cepat, atau terus bernapas lebih cepat meski demam sudah turun.

Semua anak pernah mengalami demam, dan dalam kebanyakan kasus, demam akan turun setelah beberapa hari. Untuk bayi di atas 3 bulan dan anak-anak, tingkah laku mereka lebih penting daripada suhu yang tertera di termometer.

Anak-anak biasanya lekas marah atau sensitif bila mengalami demam. Hal ini normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun bila cemas akan berbuat apa atau apa arti demam anak Anda, atau bila anak berulah seperti orang sakit walaupun tidak menunjukkan tanda-tanda demam, sebaiknya Anda mengubungi dokter.

Tip Mengukur Suhu Tubuh

Sebagaimana orang tua ketahui, mengukur suhu tubuh anak termasuk tindakan gampang-gampang susah. Namun, pengukuran suhu merupakan data penting bagi dokter untuk menentukan apakah anak menunjukkan gejala sakit atau infeksi. Metode pengukuran suhu tubuh anak bergantung pada umur dan temperamen anak.

  • Untuk bayi berusia kurang dari 3 bulan, pembacaan suhu paling akurat bila Anda menggunakan termometer digital dan mengukur melalui dubur. Termometer telinga elektronik tidak disarankan untuk usia ini karena lubang telinga mereka biasanya masih sempit.
  • Untuk usia 3 bulan hingga 3 tahun, Anda dapat menggunakan termometer digital kemudian mengukur suhunya melalui dubur atau termometer telinga elektronik. Anda juga dapat menggunakan termometer digital untuk pengukuran suhu walaupun pengukuran suhu jenis ini kurang akurat dibanding metode lainnya.
  • Untuk anak-anak berusia 4 tahun ke atas, Anda dapat menggunakan termometer digital untuk mengukur suhu oral, dengan catatan bila anak kooperatif. Namun, anak yang menderita batuk atau bernapas melalui mulut karena hidung tersumbat biasanya kesulitan menutup mulut dalam waktu lama untuk pembacaan suhu. Dalam hal ini, Anda dapat menggunakan termometer telinga elektronik atau termometer digital dengan pengukuran di bawah ketiak.

Mengukur Suhu Melalui Dubur

Para ibu baru sering kali ketakutan bila harus mengukur suhu tubuh bayinya melalui dubur. Ikuti langkah-langkah mudah berikut ini.

  • Beri pelumas pada ujung termometer, misalnya dengan petroleum jelly.
  • Baringkan bayi Anda dengan kaki ditekuk ke atas. Letakkan tangan Anda di belakang pahanya.
  • Dengan tangan yang lain, masukkan termometer ke dalam dubur sekitar 1,25 hingga 2,5 cm.
  • Tahan termometer dengan jari telunjuk dan tengah, sedangkan tangan ditelangkupkan di pantat bayi. Alihkan perhatiannya dengan mengajaknya berbicara dengan lembut.
  • Tunggu hingga ada bunyi "bip" atau sinyal lain yang menandakan suhu siap dibaca. Catat suhu, jam, dan tanggal pengukuran.

Mengukur Suhu Melalui Mulut

  • Letakkan ujung termometer di bawah lidah, kemudian minta anak menutup mulut. Ingatkan agar anak tidak berbicara atau menggigit dan bernapas seperti biasa melalui hidung.
  • Keluarkan termometer setelah sinyal berbunyi sebagai tanda pembacaan suhu siap dilakukan. Catat suhu, jam, dan tanggal pengukuran.

Mengukur Suhu di Bawah Ketiak

  • Buka baju anak Anda dan letakkan termometer di bawah ketiak. Lipat lengan anak ke arah dada untuk menahan termometer di ketiak.
  • Tunggu hingga sinyal berbunyi yang menandakan suhu siap dibaca. Catat suhu, jam, dan tanggal pengukuran.

Hal yang perlu diperhatikan adalah jangan pernah mengukur suhu tubuh anak setelah mandi karena hal ini memengaruhi pembacaan suhu. Ingat, jangan pernah meninggalkan anak ketika pengukuran suhu dilakukan.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Bayi Alergi, Gejala dan Penanganannya
  • Pemahaman Tentang Sanitasi Lingkungan
  • Kenali Lebih Dekat Penyakit Bawaan Air
  • Virus Penyakit Tidak Pernah Mati, Melainkan Tertidur
  • Mekanisme Alergi: Kenali Alergen Agar Tidak Alergi
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA