Suku Bugis

Nenek moyangku orang pelaut... gemar mengarung luas samudera. Maka tidak heran apabila lagu tersebut di dedikasikan bagi para pahlawan nasional yang tidak pernah tercatatkan dan disebut dalam penyerahan bintang jasa direpublik ini. Yakni mereka yang pergi melaut sebagai pelaut Bugis.
Pelaut Bugis merupakan pelaut yang pemberani dan hanya diikuti oleh mereka yang cerdas. Sebagaimana pepatah orang Bugis sendiri. Anak bodoh pergi ke sekolah sedang anak pintar pergi bersama Bapak melaut.
Pelaut Bugis begitu terkenal hingga keseluruh dunia, ini dikarenakan kapal besar kelas Caravel di Barat, dan Kelas Dhows bagi pelaut Arab, mampu melewati tujuh samudera dengan nyaman.
Memiliki sejarah dari masa kerajaan Bugis klasik antara lain Luwu, Bone, Wajo, Soppeng, Suppa, Sawitto, Sidenreng dan Rappang. Orang Bugis yang merupakan pindahan dari Yunan China di masa prasejarah, sehingga jelas menjadi bagian dari sejarah Melayu Deuturo.
Terlepas dari masa jayanya kerajaan. Sampai sekarang, orang Bugis masih dikenal sebagai handaitaulan yang berkualitas, di mana tidak satupun orang di Nusantara ini yang keberatan dipimpin oleh orang dari suku Bugis.






