Suku Dani

Merupakan sebutan bagi penduduk yang tinggal di Lembah Baliem, yang memiliki luas sekitar 1.200 Km2. Nama Dani berarti pendatang. Karena mereka sebenarnya pendatang keturunan suku Moni, penduduk dataran tinggi Pinai.
Sebenarnya bukan Dani tapi Ndani, setelah ada perubahan fenom "N" hilang menjadi Dani. Tapi itupun bukan masalah karena Suku Dani lebih senang disebut sebagai suku Parim. Suku ini sangat menghormati nenek moyangnya dengan penghormatan mereka biasanya dilakukan melalui upacara pesta babi.
Suku Dani merupakan suku eksotis yang mengudang perhatian ‘peradaban’ dengan kamera bidikan dan status wisatawannya. Adat-istiadat Dani memang selalu mengundang penasaran, selain itu, tentu saja ukiran seninya yang eksotis. Dari sisi bahasa, suku Dani memiliki marga yang berbahasa Wano. Berbahasa Dani Pusat yang terbagi dalam dialek Dani Barat dan dialek Lembah Besar Dugawa. Terakhir berbahasa Dugawa.






