logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Suku    Suku Batak    Suku Karo

Budaya Adiluhung Suku Karo

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Pernahkah Anda mendengar nama marga berikut, Sembiring, Tarigan, Ginting, Peranginangin, dan Karokaro. Ya. Itulah lima nama marga yang terdapat pada suku Karo. Suku Karo yang sering juga disebut Batak Karo adalah salah satu suku asli Sumatera Utara.

Wilayah Suku Karo

Suku ini mendiami daerah bernama Dataran Tinggi Karo yang berada di Kabupaten Karo. Mereka mempunyai bahasa daerah sendiri yang disebut bahasa Karo. Meskipun demikian, wilayah suku Karo sebetulnya tidak terbatas pada Kabupaten Karo. Wilayah yang didiami suku ini mencakup beberapa wilayah berikut ini.

1. Kabupaten Karo

Kabupaten Karo berada di dataran tinggi Tanah Karo. Sebagian besar suku Karo tinggal di daerah pegunungan ini, yaitu di daerah Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung.

Kota yang terkenal dari Kabupaten Karo adalah Kabanjahe dan Brastagi. Brastagi merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Sumatera Utara. Kota ini juga terkenal dengan hasil pertanian markisa dan olahan sirupnya yang tersohor ke seluruh wilayah Indonesia.

2. Kabupaten Dairi

Kabupaten ini juga didiami suku Karo, terutama pada tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Taneh Pinem, Kecamatan Tiga Lingga, dan Kecamatan Gunung Sitember. Kabupaten Dairi terkenal sebagai penghasil kopi yang berkualitas.

3. Kota Medan

Di kota Medan juga banyak ditemui suku Karo. Bahkan, konon, pendiri kota Medan adalah seorang putra Karo bernama Guru Patimpus Sembiring Pelawi.

4. Kota Binjai

Keberadaan suku Karo di kota Binjai tidak terlepas dari letak kota ini yang berdekatan dengan Medan sehingga terjadi interaksi erat antara keduanya.

Sistem Kekerabatan

Suku Karo memiliki sistem marga (klan). Sebutan marga (masyarakat Karo menyebutnya merga) ditujukan untuk laki-laki yang menyandangnya, sedangkan untuk wanita disebut beru. Marga atau beru disematkan di belakang nama seorang laki-laki atau perempuan yang menyandangnya.

Suku Karo memiliki lima marga atau beru seperti disebutkan di awal tulisan. Setiap anak Karo yang lahir, otomatis memperoleh salah satu dari kelima marga tersebut dari ayahnya. Suku Karo menganut sistem kekerabatan patrilineal, yaitu sistem kekerabatan berdasarkan garis keturunan ayah.

Semua orang Karo yang menyandang marga yang sama, dianggap berasal dari nenek moyang yang sama. Oleh karena itu, mereka adalah bersaudara. Sesama pria atau sesama perempuan Karo yang bermarga sama, disebut bersenina.

Jika seorang pria Karo bermarga sama dengan seorang perempuan Karo, mereka disebut erturang dan tidak boleh melakukan perkawinan. Namun, ada pengecualian untuk marga Sembiring dan Peranginangin, mereka ada yang boleh menikah.

Makanan Unik

Masyarakat Karo memiliki makanan khas dan sangat unik yang disebuttrites. Trites diolah dari bahan isi lambung kerbau atau sapi yang belum dikeluarkan sebagai kotoran. Isi lambung ini dimasak sedemikian rupa dicampur rempah-rempah sehingga aroma tidak sedap dari isi lambung tersebut hilang dan berganti menjadi penganan yang lezat untuk dinikmati.

Penganan ini merupakan suguhan yang diberikan untuk mereka yang dihormati. Biasanya, disajikan pada acara memasuki rumah baru, pesta pernikahan, pesta budaya, dan pesta tahunan.

Pakaian Adat

Di samping masakan yang unik, suku Karo memiliki pakaian adat yang khas. Pakaian adat suku Karo didominasi oleh warna merah dan hitam yang dipenuhi perhiasan emas.

Tarian Tradisional

Suku Karo juga memiliki beberapa tarian tradisional. Yang terkenal ada tiga tari, yaitu tari piso surit, tari lima serangkai, dan tari terang bulan.

Aksara Karo

Bukan hanya itu, suku Karo pun memiliki aksara tersendiri yang disebut aksara Karo. Aksara Karo merupakan aksara yang cukup lengkap dan memenuhi syarat sebagai sebuah aksara. Namun sayang, aksara ini sekarang sudah jarang dipergunakan sehingga banyak generasi muda Karo yang tidak memahaminya.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Asal Usul Suku Batak Ternyata dari Thailand!
  • Mengenal Lebih Jauh Suku Batak Toba
  • Filosofi Rumah Adat Suku Batak
  • Suku Bangsa Batak: Konsepsi Suku Bangsa Batak
  • Mengenal Rumah Adat Suku Batak
  • Kepribadian Unik Suku Batak yang Tegas
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA