Peradaban Suku Maya Kuno Dirintis sejak Zaman Es
Ilustrasi suku maya kuno
Peradaban suku Maya kuno berawal dari zaman es keempat sekitar 60 ribu tahun yang lalu. Saat itu, lempeng es masih berukuran besar-besar dan terbawa sampai jauh, seperti ke bagian selatan dan pusat Amerika Serikat. Suku Maya ini mendapatkan perhatian lebih ketika terdengar kabar bahwa mereka meramalkan kiamat akan terjadi pada tahun 2012. Sebelum tahun 2012 datang, tidak sedikit orang yang merasa panik dan bahkan telah mempersiapkan diri menyambut kiamat.
Berbagai Persiapan Menyambut ‘Kiamat’
Beberapa orang yang tinggal di Amerika membangun bunker lengkap dengan persediaan makanan, minuman, dan peralatan bertahan hidup dalam keadaan darurat. Mereka bahkan telah berlatih diri untuk bertahan dalam kondisi yang sangat parah sekalipun. Tidak hanya di Amerika, ada beberapa orang di Cina, Rusia, dan mungkin tempat lain yang berusaha menyambut kedatangan kiamat dengan cara mereka. Seorang pendeta yang berasal dari Amerika bahkan telah beberapa kali meramalkan kiamat.
Pada saat kiamat itu tidak terjadi pada waktu yang telah diramalkannya, ia pun meramalkan kiamat akan terjadi pada tanggal yang lain. Anehnya, banyak yang percaya dan merasa mengerti atas ‘pembatalan’ kiamat itu dan tetap mengamini tanggal lain yang ditetapkan oleh pendeta tersebut. Keanehan ini tidak dianggap sebagai sesuatu yang harus dipikirkan dengan baik. Mereka tetap percaya kiamat akan datang dan oleh karenanya harus dipersiapkan dengan matang demi bisa bertahan hidup setelah kehancuran bumi itu.
Beda latar belakang manusia, beda juga keyakinannya terhadap kiamat. Bagi umat muslim, kiamat itu adalah kehancuran bumi dan seisinya, jagad raya dan seluruh yang hidup. Gunung-gunung akan terbang seperti kapas dan semua yang hidup akan dimatikan. Itu ketika terompet pertama dibunyikan. Setelah terompet kedua dibunyikan, maka semua yang mati akan hidup. Tidak ada kehidupan yang sama lagi. Semuanya menanti pembalasan yang setimpal. Sayangnya, keyakinan ini tidak dipahami oleh semua orang.
Akhirnya tahun 2012 berlalu dengan damai dan tidak terjadi sesuatu yang mengkhawatirkan. Bahkan pada tanggal yang telah ditentukan bangsa Maya dengan tenangnya mengatakan bahwa tanggal yang telah ditentukan sebagai tanggal terjadinya kiamat itu sebenarnya adalah tanggal pergantian kalender baru dan bukannya tanggal kehancuran bumi. Tanggal itu berakhirnya penanggalan kuno. Mereka mengatakan bahwa isu kiamat itu dihembuskan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Setelah kejadian itu, orang mungkin mulai berpikir bahwa kehidupan ini memang ada akhirnya namun akhir yang sesungguhnya itu mungkin tidak ada yang tahu. Hanya Yang Menciptakan alam semesatalah yang tahu kapan kehancuran bumi dan jagad raya itu akan terjadi. Yang terpenting adalah hidup dengan damai dan tidak melakukan hal-hal yang akan merusak keimanan. Bila sekarang baik, maka masa depan akan baik. Masa depan adalah bagaimana hari ini dilalui.
Awal Maya Kuno
Ada banyak air terperangkap dalam lapisan es, maka kedalaman laut pun menjadi rendah. Kala itu, dibangunlah sebuah jembatan tanah di Selat Bering. Dengan lebar sekitar 1000 mil, jembatan ini menghubungkan Asia dan Amerika Utara. Jembatan ini pula yang kemudian digunakan oleh manusia pertama yang menghuni Amerika. Jangan membayangkan jembatan itu berbentuk seperti jembatan pada zaman sekarang ini. Pada saat itu semua dilakukan dengan sangat sederhana.
Keterbatasan pengalaman dan contoh, membuat manusia benar-benar hanya mampu bertahan hidup. Tidak ada teknologi canggih seperti saat ini. Peradaban memang telah ada, seperti, alat-alat untuk membantu mempertahankan kehidupan walau sangat sederhana. Komunikasi pun dilakukan dengan kesederhanaan dan penuh dengan keterbatasan. Perlu diingat bahwa teknologi itu berkembang sangat pesat ketika terjadi Revolusi Industri di Inggris. Sebelum itu, manusia belum terlalu banyak mengeksplorasi kekayaan alam.
Diyakini, manusia pertama mencapai Amerika Tengah sekitar 15 ribu tahun yang lalu. Budaya pertama yang diidentifikasi adalah Clovis. Budaya yang bertahun 10.000 SM ini masih menggunakan alat-alat dari batu. Peralatan dari batu ini juga ditemukan di Guatemala pada tahun 9000 SM. Peralatan batu itu digunakan untuk memotong dan juga untuk mempertahankan diri dari binatang buas.
Pada sekitar 8.000 SM terjadi perubahan. Iklim mulai menghangat dan es mencair. Ini memungkinkan manusia untuk bisa mengonsumsi daging dan sayur-sayuran. Dari tahun 8000 - 2000 SM penduduk Amerika Tengah menggantungkan hidupnya secara agraris. Mereka bercocok tanam dengan caranya sehingga makanan mereka pun menjadi beragam. Dengan beragamnya jenis makanan, tingkat kesehatan dan pengetahuan pun berkembang sehingga ditemukan cara untuk mengawetkan jenazah.
Mereka bercocok tanam kacang, jagung, paprika, labu dan tanaman lainnya. Meski banyak ditemukan savanna dan padang rumput, belum ada hutan. Menjelang akhir periode ini, beberapa desa suku Maya kuno bermunculan, disertai dengan ditemukannya tembikar dan keramik. Tembikar dan keramik itu digunakan untuk menampung air, tempat buah dan sayur juga sebagai tempat makan dan minum. Dari beragam jenis tumbuhan itu pula ditemukan ramuan minuman baru. Minuman coklat diyakini berasal dari bangsa Inca.
Hal ini sangat diyakini karena ternyata pada zaman dahulu orang telah mengenal minuman yang mampu menghangatkan tubuh mereka ketika sedang kedinginan di musim dingin. Jenis tumbuhan yang mengandung obat pun mulai ditemukan sehingga ada orang-orang tertentu yang diangggap mempunyai kemampuan lebih dalam menyembuhkan beragam jenis penyakit. Manusia memang dikarunia kemampuan untuk mengetahui isi dunia.
Periode Praklasik Suku Maya Kuno
Tahun 1500 SM - 300 M disebut-sebut sebagai periode praklasik kebudayaan suku Maya kuno. Pada masa inilah, populasi suku Maya kuno berkembang pesat seiring pertumbuhan kota besar dan perkembangan bahasa Maya. Komunikasi yang lancar, membuat bangsa ini melakukan pengembangan diri ke tempat yang lebih luas.
Sementara itu, budaya Olmec itu berkembang di Meksiko selatan. Olmec dipandang sebagai "budaya ibu" di Amerika Tengah. Mereka mengembangkan sistem penulisan, kalender dan agama. Olmec juga memiliki pengaruh besar dalam pengembangan budaya suku Maya kuno. Karena suku Maya kuno banyak mengadopsi keterampilan Olmec dan mengembangkannya. Inila yang dikatakan sebagai tahap perkembangan ketrampilan manusia. Dengan adanya hal baru, manusia pun ikut memperbarui diri.
Akulturasi dua budaya ini menghasilkan ledakan perkembangan budaya secara besar-besaran. Terhitung sejak 300 SM - 300 M, terjadi peningkatan populasi dan perkembangan luar biasa dalam bidang arsitektur, kalender dan sistem tulis-menulis diseluruh tanah suku Maya kuno. Kota-kota besar seperti El Mirador, Kaminaljuyú, Río Azul dan Tikal juga dibangun pada masa ini.
Periode Klasik Suku Maya Kuno
Periode klasik suku Maya kuno berlangsung selama 600 tahun, sejak tahun 300 M - 900 M. Suku Maya kuno makin menyempurnakan sistem kalender serta bahasa tulis. Mereka juga meruntuhkan bangunan dan kuil lama, untuk kemudian membangun kuil dan bangunan baru diatasnya. Tak hanya itu, suku Maya kuno juga mulai merekam peristiwa-peristiwa penting dalam ukiran. Contohnya bisa ditemui di Quirigua, yang terletak dekat Rio Dulce.
Sekitar tahun 400 M, peradaban suku Maya kuno sangat dipengaruhi oleh peradaban Teotihuacan, suatu peradaban terkuat di Meksiko Tengah. Sejumlah bukti menunjukkan adanya interaksi dan perdagangan antara Amerika Tengah dengan Eropa, Afrika dan Polinesia.
Sekitar tahun 650 M peradaban Teotihuacan runtuh. Berduka dengan keruntuhan Teotihuacan, suku Maya kuno mencoba mengatasinya dengan mengembangkan seni, astronomi dan agama. Di bidang astronomi, suku Maya kuno telah mampu mengukur orbit benda langit dengan akurasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Suku Maya kuno juga mampu meramalkan gerakan Venus ke tingkat presisi hanya setara dalam beberapa kali. Dan suku Maya kuno juga menciptakan karya-karya seni besar dalam bentuk gerabah dan batu giok.
Namun, puncak kejayaan peradaban suku Maya kuno ini tak berumur panjang. Pada tahun 750 M, muncul masalah yang memicu runtuhnya peradaban ini. Sejumlah teori menduga masalah dipicu oleh perubahan iklim tropis atau kekurangan bahan pangan. Ketidakmampuan mengantisipasi keadaan telah membuat bangsa ini mengalami kemunduran. Keadaan ini merupakan sesuatu yang sangat masuk akal. Hal ini karena kemajuan teknologi memang belum mencapai titik klimaks.
Apapun itu, yang jelas pada tahun 830 M, pembangunan kota terhenti. Beberapa kota di Belize dan Yucatan sempat bertahan lebih lama, namun di Guatemala penduduk berangsur-angsur meninggalkan kota untuk tinggal di dataran tinggi seperti yang kita lihat sekarang.

