Berkenalan dengan Suku Samin
Ilustrasi suku samin
Indonesia adalah negara dengan berbagai suku bangsa. Anda pasti sangat familiar dengan nama suku Batak, suku Sunda, atau suku Asmat. Apakah Anda pernah mengenal suku Samin? Suku yang satu ini memang jarang terdengar, tapi orang Samin cukup banyak sama seperti suku-suku lainnya.
Sejarah Suku Samin
Suku Samin bisa dibilang agak berbeda dari suku-suku bangsa pada umumnya. Seperti yang kita ketahui, suku umumnya terbentuk atas dasar asal-usul /silsilah keluarga. Namun suku Samin terbentuk atas dasar pengaruh ajaran/paham yang disebarkan oleh seseorang.
Suku Samin adalah sekelompok orang di Jawa dan menjadi penganut ajaran Samin Soerosentiko (nama aslinya dalah Raden Kohar), ajaran ini juga disebut Saminisme. Ajaran Saminisme ini sendiri juga sering disebut sebagai ajaran sedulur sikep, yaitu suatu paham yang didasarkan pada sikap penolakan dan perlawanan terhadap penjajah Belanda saat itu.
Perlawanan yang dilakukan bukan dalam hal peperangan menggunakan senjata, tapi lebih kepada cara “halus”, yaitu dengan menolak segala aturan yang dibuat para pemerintah Belanda saat itu, termasuk menolak pembayaran pajak.Ajaran ini sendiri mulai disebarkan oleh Samin Surosentiko pada sekitar akhir tahun 1800-an di Blora, Jawa Tengah. Setelah itu menyebar ke daerah lain (ke arah timur) sampai masuk ke wilayah Bojonegoro, Jawa Timur.
Nama “samin” sebenarnya memiliki citra negatif, karena pada awalnya di tahun 1800-an, orang Samin dianggap sebagai kelompok orang yang tidak jujur karena prinsip mereka yang melawan pemerintah. Karena itu mereka lebih suka dikenal sebagai "wong sikep" (orang baik dan jujur).
Ciri-Ciri Suku Samin
- Memiliki ajaran-ajaran pokok.
Ajaran suku Samin antara lain:- Agama adalah pegangan hidup. Jangan membeda-bedakan agama, karena yang terpenting dalam kehidupan adalah tabiat.
- Jangan suka mencuri dan mengganggu orang lain.
- Harus sabar dan tidak sombong.
- Harus memahami makna hidup, bahwa yang hidup adalah roh dan roh tak pernah mati.
- Bertutur kata sopan, halus, jujur, dan saling menghormati.
- Banyak yang menganggap suku Samin sebagai orang yang berpendidikan rendah. Ini bukan tanpa alasan, karena ajaran Saminisme juga mencakup tentang tidak dibolehkannya seseorang untuk bersekolah.
- Suku Samin menolak adanya teknologi modern, seperti alat-alat pertanian yang mempermudah pekerjaan, alat-alat rumah tangga, dll.
- Mata pencaharian mereka adalah bertani dan memanfaatkan kekayaan alam. Mereka sama sekali tidak berdagang, karena mengganggap berdagang adalah pekerjaan yang tidak jujur.
- Bahasa yang digunakan orang Samin adalah bahasa Jawa ngoko atau kasar. Di dalam suku Samin tidak ada tingkatan bahasa seperti orang Jawa pada umumnya. Menurut mereka, bahasa apapun tidak menunjukkan kesopan santunan, karena sopan hanya ditunjukkan dari sikap dan tindakan.
- Agama yang mereka anut adalah agama Adam dan ada kemiripan dengan Islam (tidak diakui negara).
- Suku Samin selalu memakai ikat kepala, celana pendek selutut/ diatas mata kaki (laki-laki) dan kebaya (wanita). Warna pakaian mereka biasanya hitam atau gelap.
- Tradisi suku Samin yang juga unik nampak pada perkawinannya. Saat perkawinan, pemudanya mengatakan kalimat syahadat yang kira-kira berbunyi “sejak Nabi Adam, pekerjaan saya adalah kawin. Kali ini saya mengawini wanita bernama (nama pengantin wanita) dan saya berjanji hidup setia padanya. Hidup bersama telah kami jalani berdua.”
Suku Samin Saat Ini
Seiring dengan berjalannya waktu, suku Samin mulai mengalami perubahan. Misalnya mulai menggunakan peralatan modern. Namun, suku Samin tetap tidak menyukai pemerintahan Indonesia seperti halnya mereka membenci pemerintahan Belanda zaman dulu. Mereka menilai pemerintah Indonesia saat ini penuh ketidak jujuran dan merasa tidak wajib untuk patuh pada mereka.
Salah satu bentuk ketidak sukaan mereka pada pemerintahan bisa dilihat dalam hal tradisi perkawinan. Mereka melaksanakan perkawinan namun tidak mendaftarkan perkawinan tersebut pada KUA.

