logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Artikel Umum Islam    Sumber Akhlak

Mengingat Sumber Akhlak

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Jika seseorang memiliki niat buruk pada orang lain, tentu yang dilakukan dan dibicarakan akan menuju keburukan orang tersebut. Misalnya, jika hati seseorang sudah diliputi amarah dan dendam, meski tidak pernah diungkapkan, seseorang itu akan terus menyindir melalui omongan atau berlaku tidak semestinya, asal tujuannya membalas dendam dan menyakiti orang lain bisa tersampaikan. Begitupun sebaliknya.

Dari mana lagi kita mengingat sumber akhlak jika bukan melalui hati seseorang sendiri. Hati seseorang yang tidak memiliki penyakit hati, seperti iri, dengki, sombong, dendam, membuat pengetahuan akhlak dan perilaku layak kepada seseorang akan terlaksana dengan baik. Artinya, yang terpancar dari dalam hati itu akan berupa akhlakul karimah atau akhlak yang baik.

Ketulusan bersikap serta keikhlasan memberi sikap hormat dan baik kepada orang lain jarang ditemui zaman sekarang ini. Yang jelas terjadi di kehidupan sekitar kita adalah adanya pamrih seseorang dalam bersikap. Misalnya, jika kita mengingat kehidupan di kantor. Bagaimana seorang teman kita mati-matian mendukung atasan.

Apa yang dikatakan atasan merupakan sabda. Sementara ketika teman kita itu bergaul dengan teman sebaya, serasa kurang agresif dalam memberi sikap baik. Hasil perbincangan pun, biasanya, akan dibawa menghadap kepada atasan. Tentu sikap seperti itu banyak terjadi zaman sekarang.

Demi jabatan dan demi menjadi kepercayaan atasan, sikap seseorang bahkan tidak terkendali. Dalam kacamata teman ataupun atasan, tentu akan menempati sudut pandang yang buruk. Tidak pernah disukai.

Cara pandang seseorang mengenai makluk sekitar tentu akan membawa peran yang besar pada kelayakan tingkah dan akhlak. Bagaimana tidak, cara pandang ini akan menentukan bagaimana seseorang menghargai dan menghormati.

Yang kaya akan diperlakukan baik, sebaliknya yang miskin akan diperlakukan semena-mena. Bahkan, hanya orang yang baik pada kita yang diperlakukan baik, tidak bagi yang berlaku biasa atau bahkan buruk kepada kita.

Cara pandang seperti itu salah dalam pandangan Islam karena Rasulullah sendiri tidak mengajarkan untuk membenci seseorang walaupun itu orang kafir. Rasulullah, bahkan, memberi perlakuan baik kepada orang yang telah dengan sengaja berniat menyakiti.

Secara tidak langsung, jika ada sebuah pertanyaan tentang mengingat sumber akhlak, jawaban paling sederhana yaitu bersumber dari hati. Meskipun demikian, tidak bisa dipungkiri pendidikan dari keluarga, pendidikan formal yang pernah diterima, dan lingkungan tempat tumbuh pun berpengaruh.

Dengan demikian, sudah pasti bisa diketahui tentang cara pandang seseorang terhadap orang lain. Tentu, tingkah laku seseorang akan dengan mudah ditebak. Yang disebut dengan akhlak seseorang akan tergambar jelas.

Yang tergambar belum tentu berasal dari dalam hati. Yang ada dalam hati belum tentu juga akan tergambar dalam tingkah laku dan perkataan. Perkataan dan perilaku pun tidak selamanya selalu menggambarkan isi dalam hati.

Bila dalam sudut pandang, kita menorehkan sedikit pemahaman bahwa setiap individu memiliki keunikan tersendiri. Setiap individu tak pernah sama. Setiap individu memiliki kekurangan maupun kelebihan. Sama seperti diri kita sendiri. Itu sebabnya sangat penting untuk mengetahui dan memahami diri dan selalu mengoreksi diri sendiri.

Tentu saja, jika dalam sudut pandang kita ada hal semacam itu, kita akan dengan mudah memahami orang lain sekaligus mudah dalam mengambil sikap dan berperilaku.

Adanya kepastian dalam diri kita untuk tidak terjangkit penyakit hati, sementara tanpa peduli sikap yang lain kepada kita. Yang jelas, jika sumber akhlak dalam diri kita baik, tentu akhlak yang keluar juga baik.

Bila sumber mata air jernih dan yang dilewati juga batuan tidak berlumpur, tentunya air yang mengalir di atasnya akan jernih pula. Batuan-batuan di sana akan tampak dengan indah. Sama juga jika sumber akhlak kita baik, ketulusan hati, cara pandang dalam segala hal, maupun pendidikan tentang akhlakul karimah, tentunya keindahan-keindahan akan terlihat.

Namun, tantangan tak akan pernah berhenti. Mempertahankan memiliki sumber akhlak yang baik itu lebih sulit. Dan yang paling sulit lagi adalah memiliki akhlakul karimah sampai akhir hayat kita karena godaan dari lingkungan sekitar akan selalu datang menghampiri.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Belajar Mutiara Hikmah dari Syair Arab
  • Pengorbanan Sahabat Nabi Saw
  • Spirit Menjalankan Kehidupan yang Islami
  • Manambah Ilmu dengan Membaca Artikel Islam di Berbagai Media
  • Makalah Sejarah Islam: Era Peperangan Umat Islam
  • Sang Ahli, Konsultasi Agama Islam Yang Tepat
  • Penyebar Agama Islam di Jawa dan Sumatera
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA