logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Nutrisi    Vitamin

Mengenal Sumber Vitamin E


Ilustrasi sumber vitamin e

Sumber vitamin E banyak sekali dijumpai dalam makanan yang  kita makan. Vitamin E sebetulnya merupakan kumpulan dua kelas molekul yang beraktifitas dalam vitamin E dalam sebuah nutrisi. Vitamin E merupakan campuran yang terjadi di alam, dan bukan satuan bahan kimia.

Sumber Vitamin E

Banyak sekali bahan makanan yang merupakan sumber vitamin E, terutama yang banyak mengandung minyak dan sayur-sayuran. Contoh sayuran yang banyak sekali mengandung vitamin E misalnya  selada, kacang-kacangan, pisang, asparagus, minyak kedelai, minyak jagung, strawberry, buncis, ubi jalar dan sayuran  berwarna hijau. Vitamin E juga banyak terdapat dalam makanan segar yang belum dilakukan pengolahan.

Selain itu, sumber vitamin E juga bisa dijumpai dari telur, susu, mentega, kecambah, dan sebagainya. Selain sumber vitamin yang bisa didapatkan langsung, ada juga vitamin E yang sudah diolah dalam bentuk kapsul atau pil. Satu unit sama dengan 1 mg alfa-tocopherol asetat.

Kandungan dan Manfaat

Kandungan dan manfaat vitamin E juga begitu banyak bagi tubuh manusia. Diantara beberapa manfaat tersebut, adalah:

  • Mengecilkan risiko terjadinya kanker dan serangan jantung koroner, meningkatkan daya tahan tubuh manusia, mengatasi berbagai macam stres, dan bagi wanita dapat meningkatkan tingkat kesuburan.
  • Berfungsi sebagai antioksidan. Antioksidan vitamin E berfungsi terutama dalam melindungi struktur sel yang penting, terutama sekali kerusakan membran sel yang diakibatkan oleh adanya radikal bebas. Dalam proses menangkal radikal ini, vitamin E akan bekerja dengan cara mencari, dan kemudian merusak radikal tersebut.
  • Berperan dalam menjaga kesehatan kulit, yakni mencegah penuaan dini (terutama bagi wanita), menjaga dan meningkatkan elastisitas kulit, melakukan proses percepatan penyembuhan kulit akibat luka, serta melindungi kulit dari serangan sinar matahari.
  • Vitamin E berperan dalam melindungi vitamin A dari kerusakan serta menjaga kelebihan kadar vitamin A dalam tubuh, melindungi sel darah merah yang mempunyai fungsi mengedarkan oksigen ke seluruh jaringan tubuh, dan sebagainya.
  • Vitamin E bisa mengurangi terjadinya pembekuan darah, bisa mencairkan darah yang beku, dapat mencegah dari kemungkinan adanya penyumbatan pembuluh darah.
  • Vitamin E bila dikonsumsi secara rutin juga bisa menguatkan bagian dinding pembuluh darah kapiler dan dapat meningkatkan jumlah sel-sel darah merah.
  • Vitamin E ini juga bisa bermanfaat untuk mengurangi kadar gula dalam darah, mampu memperbaiki kinerja insulin yang terhambat, dan mampu menguatkan kekuatan otot dan stamina tubuh.
  • Vitamin E bisa memengaruhi kinerja hormon dalam tubuh, mampu menghalau degenerasi saraf mata dan mencegah terjadinya kerusakan sel saraf.
  • Kekebalan tubuh juga bisa didapat jika mengonsumsi vitamin E, serta bisa menguatkan fungsi dari sel-sel darah putih dalam sum-sum tulang belakang.
  • Vitamin E dapat meningkatkan daya tahan tubuh kita, mengurangi stress, menambah kesuburan, mengurangi risiko kanker sampai mengurangi risiko jantung koroner.

Sumber vitamin E itu Penting!

Selama ini yang kita ketahui dari vitamin E hanya baik untuk kulit, khususnya kecantikan. Namun apakah ada yang mengetahui bagaimana awal mulanya vitamin E ini dibuat? Pasti belum ada yang tahu, bukan? Selama ini kita hanya mengonsumsinya saja tanpa mengetahui seluk-beluk vitamin E ini ditemukan.

Bagaimana awal vitamin E ini ditemukan rasanya perlu kita ketahui supaya kita lebih memahami mengapa vitamin E itu penting bagi tubuh. Vitamin E ditemukan sejak lama oleh Dr. H.M Evans, pada tahun 1922.

Uniknya penemuan vitamin E waktu itu dilakukan melalui sebuah penelitian bagaimana mempertahankan kehamilan yang normal pada seekor tikus betina dengan menggunakan substansi yang tidak dikenal.

Substansi ini jika tidak digunakan akan menyebabkan janin tikus tersebut akan mati dalam waktu sepuluh hari dalam kandungan. Selain itu, tikus jantan yang juga kekurangan substansi ini juga akan mengalami kelainan pada testisnya. Oleh karena itu, vitamin E disebut juga sebagai vitamin untuk anti kemandulan.

Vitamin E ini sempat diisolasi untuk pertama kalinya pada tahun 1936 dari minyak gandum. Ada aturan unik yang diberikan untuk memberikan nama vitamin E ini, yaitu ditemukannya setelah penemuan vitamin A, B, C, dan D. Vitamin E yang telah ditemukan ini bentuknya merupakan kombinasi dari delapan molekul rumit yang dikenal dengan tocopherol.

Nah, tocopherol ini tidak bisa larut dalam air, namun bisa larut dalam lemak seperti lemak, aseton, alkohol, minyak dan eter.  Sehingga vitamin E larut dalam lemak. Di dalam tubuh, vitamin E hanya bisa dicerna oleh empedu, yang berfungsi sebagai pengemulsi minyak.

Lalu dari manakah sumber vitamin E ini? Kita bisa mendapatkan vitamin E dari bahan makanan yang mengandung minyak. Vitamin E banyak dikandung oleh buah-buahan, mentega, telur, susu, dan sayuran khususnya kecambah seperti minyak biji gandum, kacang-kacangan, biji bunga matahari, minyak jagung, buncis, minyak kedelai, dan sayuran yang berwarna hijau.

Mau dapat asupan vitamin E yang lebih besar? Bisa Anda dapatkan melalui bahan makanan segar dan yang belum diolah. Tahukah Anda berapa kandungan dalam vitamin E? Dalam satu unit vitamin E itu ternyata setara dengan 1 mg alfa-tocopherol asetat.

Perkembangannya saat ini satu unit vitamin E dibuat dalam bentuk pil dan kapsul, sehingga vitamin E bisa mudah untuk dikonsumsi dengan kemasan yang lebih fleksibel.

Vitamin E ini bisa stabil pada pemanasan, tetapi bisa rusak dalam pemanasan tinggi karena vitamin E sifatnya basa. Terutama jika tidak ada pengaruh oksigen, serta tidak terpengaruh pada asam di suhu 100 derajat Celcius.

Hati-hati jika meletakkan vitamin E, karena jika terkena oksigen vitamin E akan mengalami oksidasi, dan jika terkena cahaya, vitamin E akan berubah warna menjadi gelap.

Pemakaian Dosis

Karena banyaknya manfaat dari vitamin E ini, maka penggunaan dianjurkan berdasarkan dosis yang telah ditentukan menurut perhitungan medis. Misalnya, jika konsumsi vitamin E untuk antioksidan, maka dianjurkan seorang perempuan untuk mengkonsumsinya minimal 120 IU per hari.

Meski anjurannya demikian, namun banyak sekali perempuan Indonesia yang tak menuruti aturan tersebut. Rata-rata mereka hanya mengkonsumsi sebanyak 10,4-13,4 IU per harinya. Makanya untuk mengatasinya bisa diganti dengan konsumsi vitamin E sintesis.

Asupan vitamin E sebesar 10-30 IU sudah dianggap bisa mempertahankan kadar vitamin E dalam darah manusia. Keuntungan maksimal dari manfaat vitamin E tentu saja dengan mengkonsumi sebanyak 100-400 IU setiap harinya.

Vitamin E yang kita dapatkan dari makanan yang biasa kita makan sehari-hari diperkirakan hanya mengandung 25 IU, dan itu masih dianggap jauh dari standar yang diharuskan sebenarnya. Dengan begitu banyaknya sumber vitamin E diharapkan kita tak kesulitan untuk mencukup kebutuhan tubuh terhadap vitamin E.

Antioksidan dalam Vitamin E

Mengonsumsi bahan-bahan yang mengandung antioksidan kita bisa meminimalisasi efek negatif dari adanya radikal bebas. Untuk jenis makanan yang bisa kita konsumsi untuk menanggulangi adanya radikal bebas tersebut diantaranya adalah makanan yang banyak mengandung sumber vitamin E.

Jenis makanan yang mengandung sumber vitamin E dapat kita peroleh secara mudah lewat kacang-kacangan. Oleh karena itu dapat kita pahami alasan dari berbagai macam produk kecantikan yang mengunggulkan penggunakan kandungan vitamin E dari produk yang mereka jual. Memang selain bisa dilihat dari luar dimana kulit bisa tetap kencang dan awet muda ternyata vitamin E juga memiliki fungsi sebagai anti kanker.

Bisa kita bayangkan jika kita bisa mencegah hal tersebut sejak dini. Tingkat kesehatan dan kualitas tubuh kita dapat terus terjaga. Jenis makanan lain yang bisa kita konsumsi sebagai antioksidan adalah teh hijau. Mungkin sudah lama kita ketahui bahwa teh, khususnya teh hijau memiliki manfaat untuk tubuh.

Dalam perkembangan selanjutnya teh ternyata juga berfungsi sebagai antioksidan yang dapat digunakan untuk meminimalisasi radikal bebas. Sebenarnya masih banyak jenis makanan yang banyak digunakan sebagai antioksidan baik itu secara alami maupun kimia. Akan tetapi guna meningkatkan kualitas kesehatan alangkah lebih baiknya jika anda mengkonsumsi bahan yang alami.

Tidak dapat kita pungkiri ketika kita mengkonsumsi obat-obatan secara terus menerus akan memberikan efek negatif kepada ginjal. Obat itu Bukannya malah mencegah efek negatif dari radikal bebas. Akan tetapi obat yang dikonsumsi malah membuat penyakit lain yang tidak kalah membahayakan.

Berawal dengan makanan yang bergizi dan mengandung antioksidan diharapkan kualitas kesehatan kita akan semakin meningkat dan kita terbebas dari beragam penyakit. Jadi selamat menjalani pola hidup sehat.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Tinggikah Kandungan Gizi Beras yang Kita Konsumsi?
  • Struktur Protein dan Manfaatnya
  • Fakta-Fakta Suntik Vitamin C
  • Manfaat Susu Kambing Etawa Itu Banyak!
  • Tingginya Kandungan Gizi Jamur Tiram
  • Protein, Zat yang Sangat Dibutuhkan Tubuh
  • Nutrisi Makanan
  • Pentingnya Fungsi Vitamin Larut Air Bagi Tubuh
  • Kandungan Gizi Sayuran - Kubis, Sayur Baby dengan Gizi yang Mewah
  • Manfaat Gizi - Semua Ada Pada Makanan
  • Tubuh Tetap Fit dengan Centrum Vitamin
  • Loyo Saat Diet Disebabkan Metabolisme Protein Terganggu
  • Kurma Lancarkan Persalinan
  • Mengenal Nama Sayuran dan Khasiatnya
  • Jenis dan Manfaat Ikan Laut
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA