logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Geografi

Sungai Brantas


Ilustrasi sungai brantas

Sungai Brantas

Sungai Brantas merupakan sungai terpanjang kedua setelah Sungai Bengawan Solo di Pulau Jawa. Sungai yang terletak di Jawa Timur ini, memiliki mata air yang terletak di Desa Sumber Brantas ( Kota Batu ) dan mengalir melalui Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Jombang, Mojokerto. Daerah aliran sungainya seluas 11.800 kilometer persegi atau sekitar seperempat luas Provinsi Jawa Timur.

Di Kabupaten Mojokerto, sungai ini memiliki dua cabang, yaitu Kali Mas yang mengarah ke Surabaya dan Kali Porong yang mengarah ke Porong, Kabupaten Sidoarjo. Sungai Brantas yang panjangnya 320 km ini mengalir melingkari Gunung Kelud, yaitu gunung berapi yang masih aktif di Jawa Timur.

Air permukaan pertahun rata-rata 12 milyar meter kubik dengan curah hujan rata-rata sampai 2.000 milimeter per tahun. Sebanyak 85 % curah hujan jatuh pada musim hujan. Potensi Sungai Brantas yang dapat dimanfaatkan per tahunnya sekitar 2,6 sampai 3,0 miliar meter kubik.

Pengembangan DAS Kali Brantas

Sejak 1961, pengembangan sumber daya alam Sungai Brantas sudah mulai diterapkan menggunakan pendekatan modern, yaitu berdasarkan prinsip satu sungai, satu rencana, satu manajemen terpadu. Pelaksanaan metode ini dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebijaksanaan pemerintah dan kebutuhan dari waktu ke waktu. Ada 4 tahapan yang dilalui dalam usaha pengembangan ini.

  • Pada 1961, rencana induk pertama, mengacu pada pengendalian banjir dengan membangun sejumlah bendungan untuk menampung kelebihan air pembuatan jalur pelepas air atau flood way, dan perbaikan alur sungai di bagian tengah DAS. Dalam tahap ini, disediakan pula sistem peringatan dini banjir dan jejaring pemantauan hidrologi.
  • Pada 1973, rencana induk kedua, mengacu pada penyediaan air irigasi karena adanya kebijakan dari Pemerintah untuk mencukupi kebutuhan beras nasional. Sistem irigasi teknis diwujudkan dengan dibangunnya sejumlah bendungan dan bangunan pengambilan air.
  • Pada 1985, rencana induk ketiga, mengacu pada penyediaan air baku. Sistem penambahan debit atau suplesi, sejumlah bendungan, dan beberapa infrasstruktur lain dibangun dalam tahap ini.
  • Pada 1998, rencana induk keempat, mengacu pada konservasi dan manajemen sumber daya air. Sistem pengelolaan informasi hidrologi diberlakukan untuk dapat mengendalikan kualitas dan kuantitas pengelolaan air.

Dari keempat tahapan ini dihasilkan prasarana pengairan dalam jumlah yang cukup besar. Seperti irigasi teknis langsung dari sungai induk seluas 83.000 hektar sawah, pengendalian banjir 50 tahunan di sungai utama yang mengurangi genangan seluas 80.000 hektar, suplai air baku untuk domestik 240 juta m3 per tahun dan untuk industri 130 juta m3 per tahun. Serta pasokan energi listrik 1.000 giga watt per jam per tahun.

Pengembangan Sungai Brantas ini terus berlangsung sampai sekarang di bawah pengelolaan Perum Jasa Tirta.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Karakteristik Lapisan Bumi
  • Definisi Geografi: Mengingat Pelajaran Geografi
  • Indonesia Map dalam Bingkai Udara, Cuaca, Tiga Dimensi, dan Peta Jalan
  • Bagaimanakah Mengatasi Pencemaran Air Sungai?
  • Hujan - Butiran Air Paling Akrab dengan Manusia
  • Artikel Budaya Jawa: Mitoni, Ritual Penuh Doa
  • Mengenal Danau Terbesar di Bumi
  • Serba-serbi Tentang Provinsi Jawa Barat
  • Bantaran Sungai Hilang, Banjir Pun Datang
  • Serba Serbi Ilmu Demografi - ANNEAHIRA.COM
  • Manfaat Membaca Artikel Kebakaran Hutan
  • Mengenal Beragam Pola Aliran Sungai
  • Kekayaan Alam Laut di Indonesia
  • Makalah Struktur Bumi
  • Menjelajahi Benua Afrika
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA