logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Pengetahuan Umum    Artikel Umum Umum    Swat

SWAT - Special Weapons and Tactics

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Ketika Anda mengetik SWAT pada search engine, tidak dalam hitungan detik akan muncul berbagai kaitan yang berhubungan dengan SWAT. Anda pernah melihat film aksi kriminal besutan sutradara Clark Johnson yang dibintangi oleh Samuel L. Jackson, Colin Farrell, LL Cool J, dan Michelee Rodriguez?

Film ini dirilis di Amerika Serikat pada 8 Agustus 2003 yang didasarkan pada serial televisi dengan judul yang sama pada 1975. Ya, film itu adalah SWAT. Film itu sedikit banyak menggambarkan pasukan SWAT (Special Weapons and Tactics) pasukan elit yang bertugas untuk menjaga keamanan nasional.

Bagaimana Team SWAT Bekerja

Dalam film SWAT (Special Weapons and Tactics) seorang petugas polisi sedang berpatroli ketika dia mendapatkan panggilan mengenai pertengkaran. Ketika dia sampai di TKP, dia menemukan seorang pria bersenjata menyandera pacarnya dan mengurung diri di apartemennya.

Diceritakan dalam film SWAT, petugas itu memanggil bantuan, tetapi ketika tim bantuan tiba, mereka menyadari bahwa senjata standar mereka tidak akan mampu menembus barikade. Mereka tidak memiliki peralatan peneropongan yang bisa melihat ke dalam apartemen, yang akan memberikan informasi penting mengenai penyandera dan sandera.

Jika penyandera mulai menembaki mereka, mereka tidak memiliki pelindung tubuh untuk melindungi mereka dari peluru-pelurunya. Mereka bisa menggunakan gas untuk melumpuhkan dia, tetapi mereka tidak memiliki akses untuk masuk ke sana. Rangkaian cerita dilema ini bisa Anda nikmati dalam film SWAT.

Mereka tidak dilatih untuk menyerang apartemen dan melumpuhkan penyandera dengan risiko cidera minimal pada sandera, perwira, dan penyerang. Untungnya, kebanyakan pasukan polisi memiliki unit khusus dengan peralatan dan pelatihan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan jenis situasi seperti ini yaitu team SWAT.

SWAT (Special Weapons and Tactics) dalam film merupakan unit elite pada pasukan kepolisian yang dibutuhkan untuk situasi luar biasa yang memerlukan penambahan senjata atau taktik khusus. Para petugas dalam unit SWAT telah menjalani latihan khusus dan memiliki akses ke gudang persenjataan, baju tempur dan peralatan-peralatan lainnya yang diperlukan.

Kebanyakan dari peralatan ini berasal dari peralatan militer. Berikut adalah beberapa situasi dalam film yang biasanya memerlukan tim SWAT:

  • Tuntutan resiko tinggi – jika polisi akan melakukan penangkapan di rumah, dan mereka tahu pelaku bersenjata, mereka akan memanggil tim SWAT untuk melakukan penangkapan. 
  • Situasi penyanderaan – penembak jitu tim SWAT dilatih untuk membidik penyerang apabila proses negosiasi tidak berhasil.
  • Situasi barikade – ketika penjahat membarikade dirinya sendiri di dalam gedung, mungkin dengan senjata yang ditembakkan ke luar pada polisi atau warag sipil. Tim SWAT bisa melakukan serangan yang kuat untuk mengakhiri baku tembak tersebut.
  • Orang beresiko tinggi – jika seseorang butuh untuk di pindahkan dan terdapat kemungkinan tinggi upaya pembunuhan pada hidupnya, kendaraan lapisa baja tim SWAT bisa berfungsi sebagai perlindungan.
  • Serangan teroris berbahaya
  • Huru-hara

SWAT dalam Kehidupan

Departemen Kepolisian Los Angeles pada umumnya dikaitkan dengan pengembangan konsep SWAT pada awal 1960an. Gejolak politik dan sosial di Amerika Serikat selama dekade tersebut membimbing polisi untuk memutuskan bahwa mereka perlu diperlengkapi untuk menangapi situasi kekerasan tertentu.

Huru-hara Watts pada 1965 dan serangan penembak gelap pada 1966 di Universitas Texas di Austin memperkuat fakta bahwa mereka membutuhkan perlengkapan dan prosedur khusus. Daryl Gates, seorang petugas dengan ranking tertinggi LAPD yang akhirnya menjadi kepala polisi datang dengan gagasan mengadopsi persenjataan dan taktik militer untuk unit polisi. Hal inilah yang kemudian memunculkan ide terbentuknya SWAT.

Namun, Gates tidak menggunakan posisinya dalam angkatan untuk mempromosikan ide mengenai tim SWAT ini. Pada awalnya, unti SWAT dipandang dengan sikap skeptis oleh sebagian besar polisi, politikus dan bahwa sesama petugas lainnya. Singkatan aslinya, “Special Weapons Attack Team – Tim Penyerang Senjata Khusus,” dinilai tertalu antagonis, sehingga gates mengubahnya menjadi “Special Weapons and Tactics - Senjata dan Taktik Khusus.”

Dua kejadian yang menjadi tonggak tim SWAT mulai diperhitungkan dalam kekuatan polisi modern yaitu barikade bersenjata anggota militan radikal Partai Panther Hitam (Black Panther Party) pada 1969 dan situasi yang sama dengan Tentara Pembebasan Symbionese pada 1974.

Tahun berikutnya, jaringan televisi seri yang dikenal dengan “S.W.A.T” menanamkan gagasan tim SWAT ke dalam kesadaran Amerika. Unit polisi menggunakan taktik paramiliter ini dengan cepat menyebar ke seluruh negara, awalnya melalui kota-kota besar dengan geng-geng kekerasan, kemudian turun ke kota-kota kecil.

Sekarang, kira-kira 90 persen dari semua pasukan polisi di Amerika Serikat dengan penduduk 50.000 jiwa atau lebih memiliki beberapa unit SWAT, sementara 70 persen dengan jumlah penduduk lebih sedikit memiliki satu unit SWAT. Itu setara dengan 1.200 tim SWAT di Amerika Serikat.

Peralatan Dasar Tim SWAT

Senjata dan peralatan canggih merupakan bagian dari tim SWAT dan membedakannya dari petugas patroli biasa. Petugas SWAT bersama dengan pelindung tubuhnya berasal dari bantuan militer dan barang yang dibeli dengan uang hibah federal. Terkadang, mereka membelinya sendiri.

Memakai pelindung tubuh merupakan tindakan menyeimbangkan antara perlindungan dan kebebasan bergerak. Bagian tubuh dan kepala biasanya dilindungi dengan menggunakan panel kevlar dan helm kevlar. Beberapa bagian bagian baju SWAT menggabungkan baja keramik. 

Setiap petugas SWAT memiliki kebebasan yang luas dalam menentukan jenis senjata yang paling nyaman untuk digunakan. Jenis senjata petugas SWAT di antaranya pistol, senapan mesin, dan senjata laras pendek. Petuga terlatih untuk menjadi penembak jitu dengan menggunakan senjata laras panjang.

Pilihan pistol paling populer adalah Sig Sauer P220 dan P226, senjata 9mm yang dibuat oleh Glock, Beretta atau Heckler & Koch ( terutama senjata dari seri USP). Banyak agen SWAT lebih memilih senjata yang lebih tinggi dari yang telah disediakan yaitu Colt.45. Pistol biasanya ditempatkan di pergelangan kaki.

Senjata semi-otomoatis yang digunakan oleh tim SWAT seringnya merupakan senjata yang disita dari pengedar narkoba, sehingga jenisnya lebih banyak. Uzi, AK-47 dan M-16 merupakan senjata semi otomatis yang paling umum, dan H&K MP-5 merupakan pilihan lain yang populer.

Semua senjata-senjata SWAT ini bisa dilengkapi dengan perangkat pereda, sehingga memungkinkan petugas bisa melepaskan tersangka dan menjadi tak terdeteksi apabila terangka lain berada di dekatnya.

Terdapat beberapa model dari 12 senapan laras panjang yang berguna untuk kebutuhan SWAT. Keuntungan dari senapan laras panjang ini adalah kekuatan pengereman pada jarak pendek dan kemampuan untuk menembak target sangat cepat tanpa harus membidik dengan benar.

Model Remington, Benelli dan Mossberg bisa ditemuka pada berbagai unit SWAT diseluruh Amerika Serikat. Tim SWAT sering menggunakan granat suar dan peluncur granat untuk melumpuhkan dan menakut-nakuti para perusuh. Busa, kayu, karet dan kantung biji-bijian digunakan untuk menyakiti tersangka dengan mengurangi kesempatan melakukan kerusakan serius.

Sementara, gas air mata dan semprotan merica bisa membuat seseorang megap-megap dan sakit serius. Polisi penembak jitu dikenal lebih suka menggunakan senapan laras panjang. Senapan berburu SWAT yang telah dimodifikasi untuk digunakan oleh polisi, sementara yang lainnya mengimpor senapan dari Eropa.

Satu batasan, senapan kaliber 50 militer terbatas digunakan untuk polisi. Senapan ini begitu kuat sehingga dapat menembak langsung ke tersangka (atau dinding). Kebanyakan kendaraan anggota SWAT adalah kendaraan modofikasi. Kendaraan van multifungsi, bus atau mobil lapis baja dapat ditemukan bercat hitam.

Kendaraan lapis baja digunakan jika kendaraan tersebut digunakan untuk tujuan taktis, seperti mengemudi ke daerah-daerah yang sulit dan berbahaya. Kendaraan SWAT lain ditempatkan di bagian belakang garis pertahanan dan digunakan sebagai pos komando mobile. 

Untuk mengumpulkan informasi mengenai situasi, tim SWAT akan banyak menggunakan peralatan untuk pengawasan. Teropong berdaya tinggi dan kacamata night vision merupakan kebutuhan dasar. Penggambaran panas dan bahkan sistem radar memungkinkan petugas polisi untuk melihat lokasi orang yang berada di dalam dalam kegelapan total, menerobos asap tebal atau kabut, dan kadang-kadang melalui dinding.

Berbagai kamera dan mikrofon kecil digunakan untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut mengenai tersangka dan kondisi sandera. Kalau di Kesatuan Kepolisian Amerika Serikat memiliki SWAT, Kesatuan Kepolisian Republik Indonesia memiliki Datasemen Khusus 88 atau Densus 88.

Densus 88 merupakan satuan taktis khusus kepolisan Republik Indonesia untuk penanggulang teroris di Indonesia. Prinsip kerja antara SWAT dan Densus 88 mirip yaitu menangani permasalahan yang tidak bisa dilakukan oleh petugas polisi biasa.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Sungai di Bawah Laut, Mungkinkah?
  • Bhineka Tunggal Ika - Pluralisme dan Persatuan Indonesia
  • Pembuatan Lilin Hias Sederhana
  • Membuka Bisnis Money Changer Kecil-Kecilan
  • Perbedaan Pengumuman dan Berita
  • Kulit Seputih Salju - Dambaan Sekaligus Ironi untuk Wanita Indonesia
  • Manfaat dan Khasiat Minyak Zaitun
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA