logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Pendidikan    Kuliah    Skripsi atau Tesis

Syarat Penulisan Karya Ilmiah


Ilustrasi syarat penulisan karya ilmiah

Dalam dunia akademis, khususnya perguruan tinggi penulisan karya ilmiah adalah bahasa sehari-hari. Artinya,  siapapun yang berada pada riang lingkup akademisi atau perguruan tinggi tersebut mesti paham syarat penulisan karya ilmiah. Pemahaman tentang syarat penulisan karya ilmiah ini sangat perlu untuk terus di sosialisasikan.

Artinya, jangan sampai mereka buta sama sekali tentang syarat penulisan karya ilmiah ini. Jika hal ini terjadi, maka reputasi Sumber Daya Manusia (SDM) perguruan tinggi tersebut perlu dipertanyakan. Kenapa?

Dalam dunia akademisi, sudah pasti penulisan karya ilmiah menjadi faktor penting untuk melakukan penilaiaan. Bayangkan, kalau akademisi dalam dunia pendidikan tinggi tidak pernah bahkan belum pernah melakukan penulisan karya ilmiah, tentu saja orang tersebut belum mempunyai wewenang ilmiah yang diakui oleh masyarakat umum.

Tapi bayangkan, kalau misalnya seorang dosen atau pengajar dalam sebuah perguruan tinggi menulis. Baik itu di jurnal ilmiah, majalah atau koran-koran baik lokal maupun nasional, maka derajat akademisi mereka akan selalu meningkat atau diakui, baik di kalangan akademis itu sendiri atau diakui masyarakat umum.

3 syarat penulisan

Memang, kalau dikaji lebih dalam syarat penulisan karya ilmiah itu begitu ketat. Namun setidaknya, akan diketengahkan 3 syarat dalam penulisan karya ilmiah ini. Syarat ini menjadi acuan pokok ketika Anda menulisa karya ilmiah yang Anda persembahkan untuk publik.

Syarat-syarat tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

1.    Ide sendiri

Ya, setiap karya ilmiah adalah ide diri sendiri. Sekali ide Anda menjiplak atau hanya mengulang ide yang mirip ditelurkan oleh orang lain, maka reputasi Anda akan dipertanyakan. Untuk itulah, Anda perlu membangun reputasi dengan menelurkan ide-ide orisinal atau ide-ide asli Anda. Jika ide Anda menarik dan baru, artinya belum pernah ada sebelumnya, maka kelak karya ilmiah Anda akan diperhitungkan dan mendapatkan  perhatian yang lebih dari publik. Baik publik akademisi itu sendiri maupun publik dari masyarakat umum.

2.    Ada data dan analisis

Sebuah karya ilmiah, sudah barang tentu harus mengetengahkan data dan referensi. Data ini bisa berupa survey tentang sesuatu hal. Bisa juga sebuah hasil penelitian dari Anda sendiri. Data ini juga bisa berarti menampilkan beragam jenis literatur dari buku-buku, jurnal ilmiah, maupun sumber-sumber ilmiah lain yang berkaitan dengan karya yang sedang dibuat. Data ini juga bisa berarti pemikiran-pemikiran tokoh yang mendukung sebuah permasalahan yang sedang Anda ulas, tujuannya untuk memperkuat argumentasi Anda. Selain data, faktor penting lain adalah analisis. Analisis adalah ketajaman logika Anda dalam mengulas sebuah masalah. Bagaimana Anda bisa mengulas sebuah masalah dengan cara sistemastis dan runut sehingga mudah dipahami oleh pembaca.

3.    Sesuai kaidah EYD

Syarat terakhir adalah karya ilmiah Anda perlu menggunakan kaidah EYD atau Ejaan Yang disempurnakan. Yaitu mengacu kepada kaidah-kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Artinya, Anda tidak diperkenankan menggunakan bahasa gaul atau bahkan bahasa alay yang saat ini ramai digunakan oleh anak-anak muda di Indonesia.

6 Langkah Metode Penulisan Karya Ilmiah

Untuk menyusun bagian-bagian dalam penelitian ilmiah diperlukan  beberapa langkah metode penulisan karya ilmiah yang sistematis dari awal hingga akhir penulisan. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam penelitian ilmiah.

Langkah Pertama: Menentukan Tema

Buatlah tema penelitian semenarik mungkin agar penelitian Anda dapat dipertimbangkan, baik oleh pembimbing Anda di kampus maupun oleh lembaga donor yang akan membiayai penelitian ilmiah Anda. Tema biasanya dibentuk dalam sebuah judul dengan menggunakan dua variabel.

Di dalam langkah metode ilmiah pertama ini, dua variabel yang digukana mesti berhubungan, namun hubungan itu tidak selamanya harus merupakanhubungan sebab akibat. Contohnya, “Lambang Partai A Ditinjau dari Pendekatan Semiotika”. Lambang partai A sebagai variabel pertama, sedangkan semiotika sebagai varibel kedua.

Sedangkan yang menunjukkan sebab akibat misalnya, “Pengaruh Iklan Terhadap Minat Membeli Suatu Produk”, “Manfaat Supervisi dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan.

Langkah Kedua: Menyusun Pendahuluan

Sudah jamak diketahui, langkah metode ilmiah kedua yang selalu dilakukan adalah menyusun pendahuluan. Karena itu, susunlah pendahuluan dengan menggunakan argumentasi yang menarik. Pendahuluan ini lazim disebut sebagai latar belakang masalah.

Anda tidak perlu panjang lebar menyusunnya, yang terpenting adalah dengan pendahuluan itu Anda dapat menjelaskan maksud dari tema penelitian ilmiah yang Anda angkat. Anda bisa juga menampilkan contoh kasus yang nyata sebagai perbandingan dalam pedahuluan tersebut.

Langkah Ketiga: Identifikasi Masalah

Untuk menjawab tema yang akan Anda angkat, maka perlu ada identifikasi masalah penelitian. Inilah langkah metode ilmiah yang ketiga. Identifikasi ini biasanya disusun dengan menggunakan kalimat pernyataan (seperti judul, kemudian diikuti dengan bagian pertanyaan).

Identifikasi yang baik bukan berarti yang disusun dengan banyak pertanyaan. Paling tidak, Anda bisa menyusun dua pertanyaan identifikasi masalah, sehingga penelitian Anda tidak terlalu memakan banyak waktu dan biaya. Setelah identifikasi, biasanya dilanjutkan dengan manfaat serta tujuan penelitian.

Langkah Keempat: Kajian Teoritis

Menyusun kerangka teori. Jika dalam penelitian itu Anda menggunakan teori semiotika, maka Anda harus menjelaskan bagaimana teori itu membedah suatu persoalan. Apa keunggulan penelitian dengan menggunakan teori tersebut, juga teori semiotika dari sapa saja yang akan Anda gunakan. Seperti inilah langkah metode ilmiah dalam hal kajian teoritis.

Kerangka teori ini berguna untuk menjelaskan seluruh argumentasi yang akan Anda susun dalam penelitian ilmiah sehingga argumen Anda dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah pula. Bagian ini juga bertugas untuk menjelaskan tema serta judul yang Anda angkat dalam penelitian.

Langkah Kelima: Metode Penelitian

Metode penelitian yang akan digunakan. Secara umum metode itu dibagi menjadi dua, yakni kuantitafi dan kualitatif. Dalam menggunakan meteode kuantitatif, Anda wajib menguji variabel yang ada dalam tema penelitian Anda. Jika Anda menulis judul penelitian “Pengaruh Iklan Terhadap Minat Membeli Suatu Produk”, maka Anda harus sampai pada putusan apakah ada hubungan atau tidak antara iklan dengan minat membeli.

Metode kualitatif sendiri lebih pada penyusunan argumentasi rasional dalam mengkaji tema penelitian. Tidak ada uji variabel seperti kuantitatif, metode kualitatif membuka kemungkinan bahwa hasil dari penelitian yang Anda lakukan dapat dikembangkan dengan penelitian yang lain. Inilah langkah metode ilmiah kelima yang mesti ada.

Langkah Keenam: Penyusunan Kesimpulan

Langkah metode ilmiah yang terakhir adalah penyusunan kesimpulan. Kesimpulan biasanya ditulis berdasarkan poin per poin dengan kalimat lugas. Tidak ada lagi argumentasi dalam kesimpulan, cukup hanya afirmasi (penegasan) atas temuan yang Anda peroleh.

Enam langkah di atas adalah susunan umum yang biasa dilakukan dalam penelitian ilmiah yang kemudian dicantumkan di dalam penulisan karya ilmiah. Hal yang lebih teknis dan berbagai perbedaan langkah biasanya tergantung institusi masing-masing.

Panduan Menulis Daftar Isi

Penulisan karya ilmiah harus sesuai denga kaidah penulisan yang benar, termasuk untuk menulis daftar isi skripsi. Penulisan daftar isi memang terlihat sangat mudah], namun ternyata bagian ini harus dibuat dengan sangat hati-hati. Daftar isi adalah peta untuk sebuah sebuah skripsi.

Pertanyaannya, seperti apa dan harus bagaimana mahasiswa membuat daftar isi? Berikut penulis uraikan tentang tata cara penulisan daftar isi yang benar sesuai kaidah penulisan skripsi adalah sebagai berikut.

  • Judul Bab menggunakan angka romawi.
  • Judul Subbab menggunakan angka latin dengan mengacu pada nomorbab atau sub bab yang menjadi bahasannya. Misal,
    • II ......   (Judul Bab)
    • 2.1 ....   (Judul Subbab)
    • 2.1.1 ... (judul Sub-Subbab)
  • Penulisan Judul Bab harus di-bold (Boleh Kapital atau Kapital Undercase)
  • Pemberian nomor halaman di daftar isi harus disesuaikan dengan halaman yang terdapat dalam isi skripsi

Contoh Daftar Isi

Seperti apa contoh daftar isi yang dianggap benar menurut kaidah penulisan skripsi, berikut penulisan sajikan sebuah contoh daftar isi tersebut.

DAFTAR ISI

Halaman Judul .................................................................... (xx)
Halaman Pernyataan ...........................................................
Halaman Pengesahan ..........................................................
Abstraksi ...........................................................................
Kata Pengantar ..................................................................
Daftar Isi ..........................................................................
Daftar Tabel .......................................................................
Daftar Gambar ...................................................................
Daftar Grafik ......................................................................

BAB I  PENDAHULUAN 
 1.1  Latar Belakang Masalah................................................
 1.2  Rumusan Masalah ........................................................
 1.3  Batasan Masalah ..........................................................
 1.4  Tujuan Penelitian ..........................................................
 1.5  Metodologi Penelitian ....................................................
 1.6  Sistematika Penulisan ...................................................

BAB II  LANDASAN TEORI 
 2.1  (xxx) ..........................................................................
 2.3  (xxx) ..........................................................................
 2.4  (xxx) ..........................................................................
 2.5  (xxx) ..........................................................................
 2.5.1  (xxx) ...............................................................
 2.5.2  (xxx) ...............................................................

BAB III  METODE PENELITIAN 
 3.1  Metode Pengumpulan Data ...........................................
 3.2  Data yang Digunakan ...................................................

BAB IV  ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN 
 4.1  Analisis Data ...............................................................
 4.2  Analisis Pembahasan ...................................................

BAB V  PENUTUP
 5.1  Simpulan ....................................................................
 5.2  Saran .........................................................................

Daftar Pustaka ...................................................................
Lampiran

Inilah artikel sederhana tentang syarat penulisan karya ilmiah dan segala hal yang berkaitan dengannya. Semoga bermanfaat bagi sobat Ahira.

 

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Pilihan Topik Skripsi Teknik Industri
  • Kebijakan Pendidikan Skripsi untuk Jurnal - Pro dan Kontra
  • Panduan Sistematika Penulisan Proposal Penelitian
  • Kumpulan skripsi - Penghuni Sejati Sudut-Sudut Ruangan
  • Mengenal Struktur Penulisan Karya Ilmiah
  • Panduan Penulisan Karya Ilmiah
  • Contoh Paper Kuliah Bidang Ekonomi
  • Contoh Proposal Tugas Akhir
  • Contoh Rumusan Masalah
  • Skripsi Hukum Islam dan Pidana
  • Tugas Akhir - Syarat Kelulusan yang Ilmiah
  • Tip Singkat Membuat Skripsi Hukum
  • Panduan Penulisan Makalah yang Baik dan Benar
  • Makalah Copy Paste, Pembohongan Intelektualitas
  • Penulisan Tugas Akhir
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA