Ketauhidan Di Dalam Tafsir Al Ikhlas

Segala puji bagi Allah ta’ala, shalawat salam tercurah kepada Nabi besar Muhammad sallahu alaihi wassalam, juga keluarganya, para sahabatnya serta yang mengikuti mereka hingga akhir jaman. Amma ba’du. Ketahuilah bahwa inti dari pada ketauhidan seorang muslim terkandung dalam surat Al-Ikhlas, berupa tafsir Al Ikhlas.
Isi dan Arti Surat Al Ikhlas
Surat Al Ikhlas adalah salah satu surat di dalam Al-Qur’an yaitu surat ke 112 yang berisi 4 ayat. Sebagai berikut :
Bismillahirrahman nirrahim, ayat 1) Qulhuwallahu ahad, ayat 2) Allahush shomad, ayat 3) Lam yalid walaam yuulad, ayat 4) Wallam yaqullahu kufuwan ahad.
Artinya : Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
- Katakanlah (Muhammad) ‘Dialah Allah, Yang Maha Esa,
- Allah tempat meminta segala sesuatu,
- (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan,
- dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.
Kandungan Surat Al Ikhlas
Semua ayat-ayatnya secara umum dapat ditafsirkan sebagai ketauhidan, atau ayat yang menegaskan tentang ke-Esaan Allah, penegasan bahwa Allah itu Ahad. Hanya satu. Tidak ada yang lain.
Coba simak satu-satu kandungan yang tersirat dari ayat-ayat tersebut, dimulai dari bacaan Basmallah.
- Bismillahirahman nirrahim.
Artinya Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ingat! Di dunia ini tidak ada yang lebih mengasihi dan lebih menyayangi mahluk ciptaan-Nya sendiri dari pada Allah subhanahu wata’ala.
Kasih Allah tidak terbatas, Ia berikan pada semua makhluk. Baik yang bergerak ataupun tidak, manusia ataupun hewan dan tumbuhan. Bagi yang menyembah-Nya maupun yang meninggalkan-Nya. Sayang Allah tiada batasnya. Allah akan lebih menyayangi siapapun mahluk-Nya, yang tunduk dan bertasbih mengagungkan nama-Nya. - Qulhuwallahu Ahad.
Artinya. Katakanlah (Muhammad) ‘Dialah Allah, yang Maha Esa (Ahad).
Ahad makna harfiahnya adalah Esa, Satu, Tunggal, Sendiri. Bayangkan alam raya ini - opera pertunjukkan, dan conductornya terdiri dari dua orang atau lebih maka Anda dapat prediksikan seperti apa hasil pertunjukkannya.
Kemudian bagaimana bila sesuatu yang ‘Ahad’ itu terdiri dari beberapa ‘Ahad-ahad’ lainnya. Masing-masing ingin mengatur kapan matahari terbit juga kapan terbenam. Semua ingin mengatur geraknya planet. Masing-masing dari tiap ‘Ahad’ itu mempunyai kemauan.
Apa jadinya dunia dan isinya? Karena mengatur dengan caranya masing-masing maka kehancuran akan segera datang, dan bahkan mungkin sudah terjadi dari dulu. - Allahush shomad.
Bermakna bahwa Allah ta’ala tempat meminta segala sesuatu. Sifat pengasih dan penyayang Allah tiada taranya. Siapapun dapat meminta apapun yang diinginkannya kepada Allah, namun sebagai konsekwensi - hambaNya harus mematuhi segala yang diperintahkan oleh Allah serta menjauhi laranganNya. - Lam yalid walaam yuulad.
Allah subhanahu wata’ala adalah tidak beranak dan tidak diperanakkan. Allah tidak mempunyai sifat-sifat seperti yang dimiliki mahlukNya, seperti beranak, berkeluarga, berkembang biak. Allah subhanahu wata’ala sungguh jauh dari sifat-sifat yang lemah seperti itu.
Allah juga tidak diperanakkan. Karena sifat-sifat diperanakkan, ditetaskan, ditelurkan semua adalah sifat mahlukNya yang lemah. Sifat yang dhoif.
Allah SWT tidak mungkin memiliki sifat diperanakkan, karena Allah tidak membutuhkan siapapun untuk menjadikanNya ada. Untuk menjadikanNya hidup. Karena justru Allah SWT yang memberi hidup, yang menciptakan hidup. Bukan sesuatu yang dhoif yang membutuhkan hidup. - Wallam yaqullahu kufuwan ahad.
Berarti, tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia. Karena Allah SWT jauh dari sifat menyerupai apapun. Sifat Asma Ul-Husnanya sudah merupakan sifat yang lengkap, sempurna, dan Agung.
Tips-tips Mentaddaburi Al Ikhlas
Bagaimana meraih pemahaman tentang ketauhidan Allah semaksimal mungkin, setelah melakukan tafsir Al Ikhlas tadi. Beberapa tips sederhana untuk kita mencoba mentadaburi makna dan tafsir Al Ikhlas itu.
- Mentadaburi ayat-ayat Al Ikhlas dalam bacaan shalat. Tadabbur bisa dicapai dengan memahami makna bacaannya sehingga dapat merenungkan dalam hati.
- Berzikir dengan bacaan Al Ikhlas sesuai syariat. Ini membantu menguatkan pengaruh khusyuknya hati. Menghasilkan keberkahan diri, menebalkan pemahaman tauhid Anda. Misalnya: sebelum tidur, saat pagi dan sore.
- Bacalah ayat per ayat: Lebih mudah untuk mentadabburinya sesuai sunah Nabi, yaitu bacaan beliau ditafsirkan secara huruf per huruf. Maknanya pun lebih mudah merasuk dalam qalbu kita.
- Mencari tafsir Al Ikhlas di alam semesta sebagai ayat kawniyah : sebagai bukti nyata akan ke-Ahadan Allah.
Ingatlah satu hal bahwa bila telah membaca hal ini sebaiknya Anda mencoba mengamalkannya, agar tidak seperti orang-orang yang dikatakan buta dan tuli oleh Allah SWT.
Allah Ta’alaa berfirman: Artinya: (dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Rabb mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta) [Al-Furqan: 73].






