Tafsir Surat Al Ikhlas, Sepertiga Al Quran
Ilustrasi tafsir surat al ikhlas
Bicara soal tafsir surat Al Ikhlas, berarti membicarakan sebuah surat pendek dalam Al Quran yang bila dibaca memiliki nilai sebanding dengan membaca sepertiga Al Quran.
Keutamaan Surat Al Ikhlas
Alkisah, pada zaman Rasulullah, ada seorang lelaki mendengar seseorang membaca “Qul huwallaahu ahad” secara berulang-ulang. Lelaki itu lantas mendatangi Rasulullah dan menceritakan kejadian yang baru dilihatnya dengan nada seakan meremehkan surat Al Ikhlas.
Mendengar cerita tersebut, Rasulullah lantas bersumpah atas nama Allah, bahwa surat Al Ikhlas sesungguhnya memiliki nilai sebanding dengan sepertiga Al Quran. (HR. Bukhari)
Dalam riwayat lain, Rasulullah saw. suatu saat mengutus seorang lelaki dalam sebuah pasukan khusus untuk operasi tertentu. Tiap kali menjadi imam shalat, orang tersebut selalu mengakhiri bacaan shalatnya dengan surat Al Ikhlas.
Ketika ditanya mengapa ia melakukannya, si lelaki menjawab, “Sebab di dalamnya ada sifat Ar-Rahman, maka aku suka sekali membacanya berkali-kali.”
Ini menandakan keyakinan dan kecintaan yang besar lelaki tersebut kepada Rabb-nya. Menyikapi jawaban lelaki tersebut, Rasulullah bersabda bahwa Allah pun mencintainya (HR. Bukhari & Muslim).
Di dalam buku Terapi Juz ‘Amma dimaktubkan, dari Asma binti Watsilah bin al-Aqsa berkata, “Setelah selesai shalat subuh, ayah saya selalu duduk menghadap kiblat dan tidak sepatah kata pun ia ucapkan hingga matahari terbit. Sesekali saya berbisik kepadanya karena ada sesuatu namun tidak juga ia hiraukan. Kemudian, aku berkata, apa ini? Lalu, ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah Saw. bersabda, ‘Siapa yang membaca qul huwallahu ahad sepuluh kali, setelah selesai shalat subuh, sebelum ia berbicara (maka) setiap baca qulhuwallahu ahad, dosanya akan diampuni pada tahun itu juga.”
Ajaran Tauhid
Surat Al Ikhlas terdiri dari empat ayat pendek dan tergolong surat Makiyyah (diturunkan di Mekkah). Surat ini berisi penegasan dalam memurnikan keesaan Allah swt.
Secara garis besar, Al Quran berisikan tauhid, kisah, dan hukum. Surat Al Ikhlas berisikan tauhid. Itulah sebabnya surat ini memiliki keutamaan yang istimewa sesuai sabda Rasulullah saw. Membaca surat Al Ikhlas, kita diibaratkan membaca sepertiga Al Quran.
Sebab turunnya ayat-ayat surat Al Ikhlas adalah sebagai jawaban atas pertanyaan orang-orang musyrik yang mempertanyakan tentang sifat-sifat Allah.
Surat ke-112 Al Quran ini dinamakan Al Ikhlas karena berisikan ajaran keikhlasan (tauhid) kepada Allah swt seta menjauhkan diri dari perbuatan syirik (menyekutukan Allah).
Tafsir Surat Al Ikhlas: 1
Ayat pertama surat Al Ikhlas menyatakan keesaan Allah sebagai satu-satunya Tuhan. Sebagai satu-satunya Tuhan, tentu saja Allah juga sebagai satu-satunya yang patut disembah. Tiada sekutu bagi-Nya.
Tafsir Surat Al Ikhlas: 2
Ayat kedua menyatakan bahwa Allah adalah tempat kita meminta. Satu-satunya tempat kita meminta. Artinya, kita menggantungkan segala sesuatu hanya kepada-Nya. Kita mutlak membutuhkan-Nya. Sebaliknya, tak sedikit pun Allh membutuhkan kita.
Tafsir Surat Al Ikhlas: 3
Ayat ketiga menyatakan bahwa Allah tidak memiliki anak, tidak pula dijadikan anak oleh siapa pun. Dengan kata lain, Allah tak memiliki ayah dan ibu.
Ayat ini merupakan bantahan terhadap perkataan tiga golongan sesat, yakni orang-orang musyrik, Yahudi, dan Nasrani. Orang musyrik menyebutkan malaikat sebagai putri Allah. Orang Yahudi menyebutkan Uzair sebagai anak Allah. Orang Nasrani menyebutkan Isa sebagai putra Allah.
Tafsir Surat Al Ikhlas: 4
Ayat keempat menyatakan bahwa tidak ada satu pun yang dapat disamakan dengan Allah. Tak ada yang patut disandingkan dan dibandingkan dengan-Nya. Allah adalah zat yang tiada tara, tiada banding.
Waktu yang Dianjurkan Membaca Surat al-Ikhlas
Berdasarkan hadis-hadis Rasulullah Saw. ada beberapa waktu utama yang bisa digunakan untuk membaca surat al-Ikhlas. Insya Alla dengan membaca dan mengamalkan surat al-Ikhlas ini sesuai dengan anjurannya, maka segala hajat yang diinginkan akan dipenuhi. Laiknya sebuah obat, jika ada orang sakit lalu meminumnya dengan dosis dan anjuran yang pas dari ahli, maka obat tersebut akan memberikan kesembuhan.
Waktu yang dianjurkan untuk membaca surat al-Ikhlas adalah:
-
Pagi dan Sore Hari
Pada waktu pagi setelah shalat shubuh dan sebelum azan maghrib, kita dianjurkan untuk membaca surat al-Ikhlas bersama dengan maw’idzatain (surat al-falaq dan surat an-Naas) masing-masing sebanyak tiga kali. Keistimewaannya, dijaga Allah diri dan keluarga kita dari segala keburukan. Sebagaimana yang dijelaska di dalam hadis Rasulullah Saw berikut ini.
Dari Mu’adz bin Abdullah bin Khubaib dari bapaknya ia berkata, “Pada malam hujan yang gelap gulita kami keluar mencari Rasulullah Saw. untuk shalat bersama kami, lalu kami menemukannya. Beliau bersabda, “ Namun sedikitpun aku tidak berkata-kata. Beliau bersabda, “Katakanlah!” Namun sedikitpun aku tidak berkata. Hingga tiga kali Rasulullah Saw. mengulang perkataannya tersebut, setelah itu diiringinya dengan bersabda, “Katakanlah Qulhuwallahu Ahaad, dan qul a’udzu birabbinnas dan qul a’udzu birabbil falaw ketika sore dan pagi sebanyak tiga gari, maka dengan ayat-ayat ini akan menjagamu dari segala keburukan.” ( HR. Abu Daud dan An-Nasaa-i)
-
Sebelum Tidur
Pada waktu ini, kita dianjurkan membaca surat al-Ikhlas, al-falaq dan An-Naas dengan terlebih dahulu mengumpulkan kedua telapak tangan, lalu keduanya ditiup, lalu dibacakanlah ketiga surat tersebut. Setelah itu, kedua telapak tangan tadi diusapkan pada anggota tubuhh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah dan tubuh bagian depan. Cara tersebut diulang sebanyak tiga kali.
Ini adalah yang kerap dilakukan Rasulullah Saw. sebelum tidur. Dari Aisyah ra. beliau berkata, “Nabi Saw. ketika berada di tempat tidur setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan Qulhuwallahu ahad, qul a’udzubirabbinnas dan qul a’udzubirabbil falaq. Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dari mulai kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari)
-
Diwiridkan Usai Shalat
Adalah salah satu anjuran Rasulullah Saw. usai melaksanakan shalat, baik shalat fardhu maupun sunnah, membaca surat al-Ikhlas, An-Naas dan al-Falaq yang dibaca sekali. Dalil yang menjelaskannya adalah, dari ‘Uqbah bin ‘Amir, ia berkata, “Rasulullah Saw. memerintahkan kepada untuk membaca mu’awwidzat (surat al-ikhlas, al-falaq dan an-naas) di akhir shalat.“ (HR. An-Nasa-I dan Abu Daud)
-
Dibaca di dalam shalat Qabliyah Shubuh
Surat al-Ikhlas adalah salah satu surat yang sering dibaca Rasulullah Saw. di dalam shalat qabliyah shubuh. Biasanya, bersamaan dengan surat al-Kafirun yang dibaca di rakaat pertama dan surat al-Ikhlas di rakaat kedua.
Dari Aisyah ra., Rasulullah Saw. bersabda, “Sebaik-baik surat yang dibaca ketikda dua rakaat qabliyah shubuh adalah Qul huwallahu ahad (surat Al-Ikhalas) dan Qul ya ayyuhal kaafirun (surat al-Kaafirun).” (HR. Ibnu Khuzaimah)
-
Dibaca dalam shalat Ba’diyah Maghrib
Ini dijelaskan melalui riwayat Abdullah bin Mas’ud ra. mengatakan, “Aku tidak dapat menghitung karena sangat sering aku mendengar bacaan Rasulullah Saw. membaca surat pada shalat dua raka’at ba’diyah maghrib dan pada shalat dua raka’at qobliyah shubuh, yaitu Qul yaa ayyuhal kafirun (surat al-Kafirun) dan Qul huwallahu ahad (surat al-ikhlas).” (HR. Tirmidzi)
-
Dibaca saat mengerjakan shalat witir tiga rakaat
Ini dijelaskan di dalam riwayat dari ‘Abdul Aziz bin Juraij, beliau berkata, “Aku menanyakan pada Aisyah ra, surat apa yang dibaca oleh Rasulullah Saw. ketika shalat witir? Aisyah menjawab, “Nabi saw. membaca pada raka’at pertama sabbihismarabbikal a’la (sura A’la), pada raka’at kedua: Qul yaa ayyuhal kafiruun (surat al-kafirun), dan pada raka’at ketiga “Qul huwallahu ahad (surat al-ikhlash) dan mu’awwidzatain (surat al-falaq dan An-Nass)
-
Dibaca pada shalat fardhu magrib di malam Jum’at
Ini dijelaskan di dalam hadis dari Jabir bin Samroh, beliau mengatakan, “Nabi Saw. biasa ketika shalat maghrib pada malam Jumat membaca ‘Qulya ayyuhal kafirun’ (surat al-kafirun) dan ‘Qul huwallahu ahad’ (surat al-ikhlas).”
-
Dibaca ketika shalat dua raka’at di belakang maqom Ibrahim setelah thawaf
Di dalam hadis Jabin bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu yang begitu panjang disebutkan, “lantas Nabi Saw, menjadikan maqom Ibrahim antara dirinya dan Ka’bah, lalu beliau laksanakan shalat dua raka’at. Dalam dua raka’at tersebut, beliau membaca qulhuwallahu ahad (surat al-ikhlas) dan qul ya ayyuhal kafirun (surat al-kafirun).

