logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Takbiratul Ihram

Takbiratul Ihram

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Sebagai umat muslim, tentu kita wajib untuk melaksanakan sholat 5 waktu. Hal tersebut menjadi hal yang wajib dikerjakan umat muslim setelah turun wahyu Allah Swt kepada Rasul kita Nabi Muhammad Saw secara langsung. Perintah sholat ini kita kerjakan secara tartil atau tertib seperti ajaran Nabi Muhammad Saw. Dimulai dengan niat, takbiratul ihram, ruku, sujud, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, tahyatul awal, tahyatul akhir, serta salam.

Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa takbiratul ihram merupakan takbir yang pertama kita lakukan ketika memasuki shalat. Takbiratul ihram ini dilakukan bersamaan dengan niat dalam hati. Cara takbiratul ihram ini ialah dengan mengangkat kedua tangan hingga sejajar dengan bahu, sedangkan telapak tangan mendekatai telinga kita sambil mengucapakan “allahu akbar”.

Seperti yang sudah dijelaskan dalam Hadist Riwayat Bukhari dari Ibnu Umar ra, mengatakan “Sesunguhnya Rasulullah Saw mengangkat kedua tangannya bertepatan bahu ketika memulai shalat...” Tidak hanya itu, gerakkan takbiratul ihram juga dikatakan dapat mengangkat kedua belah tangan sejajar dengan telinga yang sebagaimana telah dijelaskan dalam hadist riwayat Baihaqi yang dijelaskan oleh Wail bin Hajar ra, “Sungguh, aku melihat dan memperhatikan bagaimana Rasulullah saw melakukan shalat, Aku melihat beliau berdiri, bertakbir, dan mengangkat kedua tangannya itu sejajar dengan telinga.”.

Sehingga dari kedua hadist di atas dapat kita simpulkan bahwa kita bisa melakukan takbiratul ihram dengan mengangkat kedua tangan sejajar hingga bahu maupun sejajar dengan telinga kita.

Adapun demikian, hal ini merupakan salah satu yang termasuk ke dalam rukun shalat. Hal tersebut sudah dijelaskan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad yang dijelaskan bahwa “dari Aisyah Ra berkata; Rasulullah shallallahu’alaihi wa salllam memulai shalatnya dengan bertakbir, membuka bacaan dengan Alhamdulillahi raobbil ‘alamin (segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam), dan menutup shalatnya dengan salam.”

Itu artinya, gerakan ini adalah salah satu gerakan wajib. Oleh karena itu, wajib hukumnya setiap gerakan shalat diawali dengan menggerakkan kedua belah tangan seraya mengucapkan Allahu Akbar yang hal tersebut disebut juga dengan Takbiratul Ihram.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa dalam gerakkan takbiratul ihram ini banyak caranya. Cara Takbiratul ihram yang lazim digunakan adalah dengan mengangkat tangan sejajar dengan bahu ataupun pundak atau sejajar dengan telinga, kemudian jari-jari tangan dirapatkan atau berada dalam kondisi yang tidak terlalu renggang, lalu pandangan mata tepat ke tempat persujudan kita.

Berikut adalah 3 cara menurut riwayat shahih, yaitu gerakkan yang termasuk ke dalam gerakkan takbiratul ihram;

1. Mengangkat Kedua Tangan Bersamaan dengan Mengucapkan Takbir

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, diriwayatkan oleh Muslim Malik bin al-Huwairits menjelaskan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertakbir manakala beliau mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan kedua telinganya. Dan apabila Beliau rukuk, beliau  mengangkat kedua tangannya kembali hingga sejajar dengan telinga seraya mengucapkan, ‘Semoga Allah mendengarkan orang yang memujiNya’, maka beliau melakukan seperti itu.

Hal tersebut kemudian berbeda dengan hadist riwayat Bukhari yang menjelaskan bahwa Abdullah bin Umar Radiallahu ‘anhuma berkata bahwa “Aku melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memulai shalat dengan bertakbir. Beliau mengangkat kedua tangannya ketika bertakbir hingga meletakkan kedua tangannya sejajar dengan pundaknya”.

Kemudian para ulama-ulama syafi’iyyah menyunatkan mengangkat tangan bersamaan dengan takbir sesuai dengan hadist-hadist yang telah ada. Dan selanjutnya ulama-ulama malikiyyah pun menyetujui pentarjihan ulama-ulama syafi’iyyah tersebut.

2. Mengangkat Tangan Terlebih Dahulu, Kemudian Mengucapkan Takbir

Cara dalam gerakan takbiratul ihram selanjutnya adalah mengutamakan mengangkat kedua tangan kemudian baru disusul dengan mengucapkan takbir. Cara ini dijelaskan oleh Ibnu Umar yang diriwayatkan oleh Muslim yang mengatakan bahwa “Rasululllah apabila mendirikan shalat beliau mengangkat kedua tangannya hingga menjadi sejajar dengan kedua pundaknya, kemudian bertakbir”.

Menurut ulama Hanfiah, cara demikian merupakan cara yang paling baik dalam pelaksanaan gerakkan takbiratul ihram. Hal ini dikarenakan mengangkat kedua tangan merupakan simbol dalam bentuk untuk menghapus sifat-sifat kebesaran selain kepada Allah Swt. Dengan kata lain, mengangkat kedua tangan tersebut kita sudah memantapkan hati dan raga kita bahwa tidak ada yang memiliki kebesaran selain Allah.

Sedangkan untuk takbir sendiri merupakan sifat yang mengukuhkan akan kebesaran yang hanya Allah miliki. Hal tersebut sama halnya dengan pengukuhan kita dalam kalimat syahadat yang menjadi kalimat suci dalam meneguhkan hati, pikiran, dan lisan kita bahwa Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah.

3. Mengucapkan Takbir Terlebih Dahulu, Kemudian Baru Mengangkat Kedua Tangan

Cara terakhir dalam pelaksanaan gerakkan takbiratul ihram adalah membaca takbir sebelum mengangkat kedua tangan terlebih dahulu. Cara ini telah diriwayatkan oleh Muslim yang kemudian dijelaskan oleh Khalid dari Abu Qilabah yang mengatakan bahwa beliau melihat Malik bin al-Huwairits yang apabila shalat dia bertakbir kemudian mengangkat kedua tangannya.

Kemudian ketika dia hendak melakukan rukuk ia mengangkat kedua tangannya, dan apabila ia mengangkat kepalanya dari rukuk maka hal yang dilakukan adalah mengangkat kedua tangannya. Hal tersebut ia ceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun dahulu melakukan hal yang demikian.

Mengenai cara pelaksanaan yang ketiga ini Imam Ibnu Al-Asqalani mengatakan bahwa beliau tidak pernah bertemu dengan ulama yang berpendapat bahwa gerakan dalam takbiratul ihram ini didahulukan takbir yang kemudian disusul dengan mengangkat kedua tangan.

Dari ketiga cara takbiratul ihram di atas, para ulama menyepakati bahwa hadist-hadist yang disepakatai shahihnya mengenai takbiratul ihram ini ada empat. Keempat hadist shahih ini hanyalah hadist-hadist yang menerangkan bahwa nabi menagngkat kedua tangganya di empat tempat, yaitu;

  • Di saat takbiratul ihram
  • Disaat akan ruku’
  • Di saat bangun dari ruku’
  • Dan disaat bangun dari raka’at kedua dan ke raka’at ketiga.

 

Hal tersebut diperkuat dengan perkataan yang disampaikan oleh Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu bahwa “Adalah Rasulullah –sallallahu ‘alaihi wasallam- apabila beliau bangun selepas (selesai) dua rakaat, beliau akan bertakbir dan mengangkat dua tangannya” (Riwayat Imam Abu Daud).

Dari pembahasan di atas, tentunya sedikit banyak membantu kita dalam pelaksanaan gerakkan tubuh ketika melaksanakan shalat. Memang banyak perbincangan dalam gerakkan takbiratul ihram ini dimulai dengan mengangkat tangan, pembacaan gerakkan hingga pemaknaan gerakkan yang banyak pendapatnya.

Hal tersebut memanglah wajar adanya karena setiap imam dan juga para ulama memiliki pendapat dan tinjauan sendiri-sendiri dalam memutuskan hal-hal yang bersifat keagamaan.

Takbiratul Ihram sendiri merupakan gerakkan shalat yang berasal dari dua kata yaitu Takbir yang artinya ucapan Allahu Akbar dan juga Ihram yang artinya pengharaman. Dari kedua kata tersebut bila digabungkan memiliki makna bahwa ucapan takbir yang memulai pengharaman dari melakukan hal-hal yang bisa membatalkan shalat seperti makan, minum, berbicara kepada selain Allah dan Rasul dan hal-hal lan yang dapat membatalkan shalat.

Dari sinilah kita tentu bisa menyimpulkan bahwa gerakkan takbiratul ihram merupakan hal yang pertama dilakukan ketika shalat untuk menandakan bahwa shalat dimulai dan dengan hal tersebut maka kita sudah dipastikan harus fokus pada shalat, akan hati dan pikiran kita terus tertuju kepada Allah Swt.

Tolong di SHARE :
Share
Topik Terkait
Takbiratul Ihram
25 Nabi Dan Rasul
Abu Bakar Shidiq
Al-Irsyad
Al-Quran
Ali Bin Abi Thalib
Bacaan Shalat
Busana Muslim
Doa Qunuth
Ekonomi Syariah
Fatimah Azzahra
Fikih
Hadits
Hukum Waris
Ibadah Haji
Ibadah Puasa
Ibadah Shalat
Ibadah Umroh
Idul Adha
Idul Fitri
Ijtihad
Ilmu Mantiq
Ilmuwan-Ilmuwan Islam
Imam Al-Ghazali
Infak
Isra Miraj
Jihad
Khalid Bin Walid
Khusnul Khatimah
Kifarat
Kumpulan Doa
Lailatul Qadar
Madzhab-Madzhab Dalam Islam
Mahabah
Muhamadiyyah
Mukjizat
Munakahat
Nadhathul Ulama
Negara Islam
Peradaban Islam
Perang Salib
Perawi Hadits
Persis
Poligami
Politik Islam
Puasa Ramadhan
Puasa Sunnah
Qiyamul Lail
Riba
Rukun Iman
Rukun Islam
Sejarah Islam
Shadaqoh
Shalat Fardhu
Shalat Jama
Shalat Jenazah
Shalat Jumat
Shalat Khauf
Shalat Masbuq
Shalat Qashar
Shalat Sunnah
Shalat Sunnat Rawatib
Shalawat Nabi
Siti Aisyah
Sufi
Sujud Syukur
Sujud Tilawah
Sultan Saladin
Sumber Hukum Islam
Sunni
Syiah
Tafsir
Taubat
Tauhid
Ukhuwah Islamiyah
Ummar Bin Khatab
Utsman Bin Affan
Wakaf
Walisongo
Wudhu
Zakat
Zikir

Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA