Taman Jepang, Indah dan Damai
Jepang adalah negara yang memiliki kebudayaan maju sehingga aspek-aspek kehidupan masyarakatnya telah tertata baik melebihi sebagian besar bangsa lain. Salah satu bukti kemapanan budaya Jepang terlihat pada arsitektur bangunan-bangunan yang mereka dirikan, termasuk taman-tamannya.
Taman Jepang yang khas bisa ditemukan pada rumah-rumah pribadi, taman-taman umum, atau lokasi-lokasi bersejarah seperti kuil-kuil Buddha atau Shinto dan gedung-gedung tua (istana/kastil).
Dalam kultur Jepang, pembuatan taman memerlukan cita rasa seni yang tinggi, berhubungan dengan seni kaligrafi dan lukisan tinta. Selain memasukkan unsur-unsur budaya lokal, taman Jepang mulai mendapat pengaruh penataan ala Barat sejak akhir abad ke-19.
Taman Jepang juga memiliki kemiripan dengan gaya taman Cina, yang terlihat pada penggunaan tanaman bonsai sebagai salah satu hiasannya.
Tradisi pembuatan dan perawatan taman Jepang diwariskan dari guru kepada murid secara turun-menurun. Namun, pada beberapa dekade terakhir, keahlian ini bisa dipelajari di sekolah-sekolah khusus.
Pelajaran penting dalam membangun taman Jepang di antaranya adalah mendesain gunung dan bukit buatan, air terjun buatan, lapangan berumput, dan sebagainya.
Ciri Khas Taman Jepang
Alasan di balik kepopuleran taman Jepang adalah perpaduan berbagai unsur alam dan aksesoris yang ditempatkan sedemikian rupa sehingga menjadi taman indah yang menenangkan.
Elemen-elemen yang biasa digunakan dalam taman Jepang di antaranya sebagai berikut.
- Air yang berupa kolam ikan atau kolam teratai, air terjun, sungai, atau mata air. Semuanya bisa berupa buatan atau alami.
- Batu-batuan besar yang menonjol atau hamparan kerikil dan batu-batu kecil lainnya. Bebatuan juga berfungsi sebagai penyusun garis-garis bentuk taman.
- Lentera atau lampion.
- Pondok, gazebo, atau paviliun, yang digunakan sebagai tempat bersantai dan menikmati taman atau sebagai tempat upacara minum teh.
- Pagar kayu, pagar tanaman, atau dinding buatan dengan karakteristik tradisional.
- Pulau-pulau kecil di tengah kolam atau sungai.
- Jembatan atau titian batu menyeberangi pulau kecil atau sungai.
Selain diperuntukkan sebagai “surga kecil” tempat melepas kepenatan sehari-hari, taman Jepang yang sunyi dan berkesan damai juga sesuai untuk merenung. Banyak juga orang yang sengaja membangun taman Jepang untuk menyimpan tanaman-tanaman langka dan batu-batu unik.
Membangun taman Jepang di rumah pribadi memang memerlukan biaya yang banyak. Oleh karena itu, taman Jepang biasanya hanya dimiliki oleh pengusaha-pengusaha kaya, bangsawan, atau politisi. Namun, banyak taman Jepang umum yang bisa dinikmati oleh publik.
Jenis-jenis Taman Jepang
1. Taman Tsukiyama
Taman-taman Tsukiyama biasanya meniru bentuk-bentuk alam terkenal di Cina dan Jepang. Taman jenis ini biasanya berupaya tampil luas meskipun didirikan di tempat yang terbatas.
Cara untuk membuat taman terlihat luas dilakukan dengan menanam semak-semak atau perdu di sekelilingnya sehingga bangunan sekitar hilang dari pandangan.
Taman Tsukiyama biasanya mempunyai gunung-gunung buatan yang menjadi fokus perhatian di samping kolam-kolam, parit, bukit, bebatuan, pepohonan, tanaman-tanaman bunga, jembatan, dan jalan setapak.
2. Taman Karesansui
Taman-taman Karesansui umumnya mereproduksi pemandangan alam dengan cara yang abstrak menggunakan bebatuan, kerikil, pasir, dan jalur-jalur lumut untuk melambangkan gunung, pulau, perahu, lautan, dan sungai. Taman jenis ini kental dengan nuansa Zen Buddhisme dan dipakai sebagai tempat meditasi.
3. Taman Chaniwa
Taman-taman Chaniwa khusus dibangun untuk keperluan upacara minum teh khas Jepang. Oleh karena itu, taman jenis ini dilengkapi pondok, gazebo, atau paviliun sebagai tempat upacara. Pondok maupun tamannya dibuat dengan konsep sado yang sederhana.
Keunikan taman Chaniwa juga bisa dilihat pada susunan titian batu yang mengarah kepada pondok teh, batu lentera, dan kolam batu tempat tamu-tamu membersihkan diri sebelum mengikuti upacara minum teh.






