logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Sosial    Penyimpangan Sosial

Fenomena Prostitusi Transgender di Taman Lawang


Ilustrasi taman lawang .

Bagi sebagian masyarakat ibukota, Taman Lawang bisa jadi dianggap lebih seram dibandingkan Tempat Pemakaman Umum Jeruk Purut. Tempat tersebut juga sepertinya terasa lebih menyeramkan dibanding dengan Jembatan Ancol yang terkenal melalui legenda urban, Si Manis Jembatan Ancol-nya.

Pertanyaannya adalah, apa yang membuat lokasi itu lebih seram dibandingkan tempat-tempat yang memang terbukti angker? Jawabannya bisa Anda tanyakan pada mereka yang pernah dengan atau tanpa sengaja melewati daerah tersebut.

Dengarkan, tapi jangan tertawa karena mungkin saja Anda akan menganggap cerita tersebut sebagai cerita yang lucu. Tapi, itu sama sekali tidak lucu bagi mereka yang mengalaminya.

Terkesan kurang sopan memang ketika mengesankan bahwa Taman Lawang adalah tempat yang menyeramkan. Tapi, melihat fakta dan pendapat dari banyak orang yang pernah melintasi daerah tersebut, semuanya mengesankan bahwa mereka katakutan. Perasaan deg-degan, keringat dingin dan ingin cepat-cepat berlalu dari kawasan tersebut adalah perasaan yang mendominasi.

Taman Lawang - Salah Satu Tempat Terkenal di Jakarta

Jakarta memiliki cukup banyak tempat terkenal. Bahkan nama-nama kecamatan yang ada di Jakarta juga cukup dikenali oleh masyarakat Indonesia secara luas. Hal ini tak lain karena peran media yang begitu kuat. Bahwa, nama-nama kecamatan tersebut cukup sering disebut-sebut. Karena, apa pun yang ada di ibukota, sepertinya memiliki magnet yang cukup kuat.

Magnet tersebut menarik apa pun yang ada di sekitarnya. Terbukti dengan banyaknya warga daerah yang datang ke ibukota. Mereka tertarik dengan pesona ibukota yang sukses digambarkan oleh media. Pencitraan Jakarta sebagai kota besar yang menjanjikan segala hal, mampu menyedot perhatian masyarakat yang ada di daerah.

Akibat dari ini adalah semakin membludaknya penduduk luar daerah yang datang ke ibukota. Hal ini sama sekali tidak masalah, jika ia memiliki bekal skill yang mumpuni. Jika tidak? Gelandangan dengan pekerjaan yang tidak menentu, mendiami bawah-bawah jembatan dengan pekerjaan yang serabutan adalah jaminannya.

Lebih jauh dan mengerikan lagi, jika mereka memilih jalan pintas untuk mendapatkan penghidupan yang layak, mulai dari mencuri hingga menjadi pekerja seks. Pekerja seks di Jakarta ternyata tidak hanya dilakoni oleh wanita maupun pria, tapi juga waria. Taman Lawang adalah tempat terkenal di Jakarta yang menjadi tempat bersarangnya para PSK waria.

Tempat bertitel taman tersebut menjadi persinggahan mereka, para PSK yang datang dari kaum transgender. Tempat ini menjadi salah satu tempat terkenal di Jakarta selain Dufan, Monas, dan Bundaran HI. Terlebih jika membicarakannya dengan warga Jakarta. Hampir sebagian besar, mereka mengetahui daerah ini.

Tidak ada aneka wahana di tempat ini, tidak ada juga tugu atau monumen yang dibangun untuk menghormati seseorang di sini. Tempat ini bahkan nyaris terlihat seperti jalan-jalan biasa di kota-kota besar. Kesan tersebut seketika berubah ketika mulai muncul para PSK transgender bergeliat menjajakan dirinya.

Taman Lawang dan Fenomena PSK Transgender

Bisnis birahi memang sulit untuk dihapuskan di negeri ini. Kebutuhan hidup semakin tinggi tidak sebanding dengan kesempatan memperoleh pendidikan yang juga tinggi. Faktor inilah yang secara tidak langsung memupuk keberadaan bisnis semacam ini. Yang lebih mengerikan adalah, bisnis tersebut dijalankan oleh kaum yang memang sudah sangat fenomenal.

Keberadaan transgender di dunia ini bukan lagi hal yang asing. Pria-pria yang memutuskan untuk menjadi wanita dengan dalih di dirinya lebih banyak hormon wanita, sudah sangat banyak di negeri ini. Bahkan di Thailand, para waria tersebut menjalani berbagai macam operasi, sehingga hasil akhirnya bahkan lebih cantik dibandingkan dengan wanita asli itu sendiri.

Bisnis PSK transgender pun sepertinya bukan lagi hal yang aneh di negeri tersebut. Ini terjadi juga di negara Indonesia. Negara dengan jumlah umat muslim terbanyak di dunia. Ini adalah sebuah masalah sosial yang pada akhirnya menyangkut masalah iman dan agama.

Posisi kaum transgender di mata masyarakat Indonesia masih belum begitu baik. Sebagian ada yang sudah mengakui, tapi tak jarang ada yang memicingkan mata dan memberikan penghakiman sendiri.

Hal semacam ini memang tidak bisa dihindari, karena secara kodrati, manusia memang hanya dibedakan atas dua kelamin, lelaki dan perempuan. Jadi, jika ada yang selain itu, anggapan luar biasa heran pasti menghinggapi.

Maka dari itu, mengapa banyak orang menganggap Taman Lawang sebagai tempat yang cukup membuat hati deg-degan ketika melintasinya. Kesan waria atau transgender memang tidak baik di mata masyarakat Indonesia. Mereka seolah-olah memberikan teror. Ini dirasakan lebih besar oleh para pria. Karena, secara langsung, sasaran tembak dari para PSK waria tersebut adalah kaum Adam.

Fenomena mengerikan yang terjadi di tempat ini bukan semata karena keberadaan segerombolan PSK transgender yang “mangkal“ di kawasan tersebut, tapi beberapa peristiwa kejahatan lain. Beberapa waktu lalu, seorang PSK tewas ditembak oleh orang yang tidak dikenal, dua lainnya mengalami luka tembak yang cukup serius.

Sejatinya ini adalah gambaran bahwa, dunia seperti ini memang rawan. Tapi, hal tersebut sepertinya tidak membuat para kaum transgender tersebut berhenti melakukan kegiatannya. Kejahatan lain bahkan dilakukan oleh para PSK itu sendiri.

Menurut beberapa cerita orang yang tanpa sengaja melintasi tempat tersebut, para PSK menghentikan mobil secara paksa dan mulai melakukan gerakan-gerakan sensual aneh. Setelahnya, mereka meminta bayaran. Secara tidak langsung, itu termasuk dalam tindakan pemerasan. Karena seseorang diminta membayar untuk hal yang sama sekali tidak dimintanya.

Kesan waria yang garang dan nekat semakin membuat tempat tersebut mengerikan. Dengan sangat terpaksa, beberapa lembar uang akhirnya diserahkan. Daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Begitulah kira-kira yang ada di benak para pengendara kendaraan yang tanpa sengaja melintasi taman tersebut.

Dalam melakukan aksinya, para PSK transgender tersebut menurut beberapa cerita yang banyak bertebaran di internet, melakukannya dengan ancaman. Mulai dari ancaman mematahkan wiper hingga nekat masuk ke dalam kendaraan dan memaksa memberikan pelayanan seks. Maka dari itu, melintasi daerah tersebut benar-benar memerlukan mental yang besar. Kunci pintu dan jendela kendaraan Anda rapat-rapat.

Tindakan Tegas untuk Taman Lawang

Kejahatan dan ancaman-ancaman yang membahayakan membuat Taman Lawang semakin menyeramkan. Kejadian-kejadian yang ada di Taman Lawang perlahan mulai menarik perhatian pihak terkait.

Kepolisian setempat memang beberapa kali menerima laporan tentang aksi nekat pada waria tersebut. Namun, jumlahnya belum terlalu besar.
Inilah yang sepertinya membuat kepolisian tersebut masih belum menindak tegas kawasan ini.

Tindakan tegas untuk kawasan ini belum ditetapkan. Pihak kepolisian pada akhirnya hanya menyarankan bagi para pengguna kendaraan untuk mengunci pintunya dan menutup jendela kendaraan rapat-rapat. Ini sebagai antisipasi menghadapi para waria nekat tersebut.

Pihak pemerintah, dalam hal ini diwakili oleh DPRD DKI Jakarta, juga meminta agar kawasan tersebut dibersihkan dari kegiatan prostitusi waria. Dengan lebih konkret, pihak DPRD meminta Pemprov DKI untuk menyediakan tempat khusus bagi para waria tersebut. Pembinaan terhadap waria disinyalir bisa membantu menurunkan angka pelacuran waria tersebut.

Sejatinya, para pekerja seks waria tersebut juga ingin berhenti dari kegiatannya, tapi ketidaktersediaan lapangan pekerjaan yang layak dan bekal keahlian yang minim masih menjadi hambatan bagi mereka. Pada akhirnya, pilihan menjadi PSK Taman Lawang adalah yang terbaik. Dalam satu malam, penghasilan mereka bisa mencapai 200 hingga 250 ribu.

Penghasilan sebanyak itu didapatkan dari pihak-pihak yang menggunakan jasanya. Penghasilan yang diperoleh para waria Taman Lawang tersebut sepertinya bisa dijadikan gambaran bahwa bisnis ini memang memiliki dua pendapat. Yang pro dan kontra, yang menggunakan jasa mereka dan yang sama sekali mengharamkan para waria itu untuk dekat-dekat.

Bagaimanapun juga, bisnis prostitusi seperti di Taman Lawang ini merupakan masalah sosial yang harus dituntaskan oleh negara. Selain Taman Lawang, Indonesia memiliki Dolly dan Saritem yang terkenal dengan kegiatan-kegiatan prostitusinya. Tempat-tempat tersebut dipenuhi oleh wanita-wanita yang menjual diri, dan para lelaki yang menggunakan jasa mereka sebagai kesenangan pribadi.

Sejatinya, para pekerja seks komersial tersebut, baik yang transgender seperti di Taman Lawang maupun wanita seperti di Dolly, ingin kehidupan yang lebih baik. Mereka sadar bahwa yang dilakukannya adalah kesalahan, tapi lantas mereka bisa apa jika tanpa bekal keahlian?

Sebagai pihak yang paling mampu dan berkuasa, pemerintah sudah seharusnya memperhatikan mereka. Berikan bekal keahlian untuk para penghuni Taman Lawang dan tempat-tempat prostitusi lainnya. Bekal keahlian tersebut nantinya akan menjadi kail mereka untuk memancing ikan. Dalam artian, sebagai modal mereka untuk memulai sebuah usaha yang lebih baik.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Kasus Penyimpangan Sosial
  • Contoh Perilaku Menyimpang Positif dalam Kehidupan
  • Contoh Penyimpangan Sosial yang Harus Diperangi
  • Berbagai Bentuk Penyimpangan Sosial dan Contohnya
  • Akibat Pergaulan Bebas
  • Penyimpangan Sosial Di Indonesia
  • Sejarah Ahmadiyah dan Bukti Pelanggaran HAM
  • Bentuk Bentuk Penyimpangan Sosial Remaja
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA