Apakah Peran Tanah Adalah Vital? - ANNEAHIRA.COM
Ilustrasi tanah adalah
Tanah adalah tempat kita berpijak. Tanah ada di mana-mana. Ketika kalian ke luar rumah dan melihat pohon-pohon tumbuh di tepi jalan, juga cacing yang bergerak-gerak di antara bebatuan, kalian akan segera tahu bahwa makhluk-makhluk malang itu tidak akan dapat hidup tanpa tanah. Ya. Seekor cacing hanya punya satu habitat, yaitu tanah.
Begitu juga pohon cemara, pakis haji, dan berbagai tumbuhan lain. Tanpa tanah, beberapa makhluk hidup akan mati. Dan bagaimana dengan kalian? Apakah kalian dapat hidup tanpa tanah? Rumah kalian berdiri kokoh karena fondasi yang ditanam di dalam tanah. Dapatkah fondasi yang kalian buat untuk rumah kalian berdiri kokoh di atas batu atau air?
Tanah merupakan alat vital yang menjadi habitat berbagai macam organisme. Tak hanya segelintir makhluk hidup, tetapi puluhan bahkan ratusan makhluk hidup bergantung padanya.
Tanah membantu berbagai tumbuhan bernapas, makan, menghisap air, dan berbagai unsur hara yang membuatnya bertahan dari serangan penyakit. Intinya, tanah adalah media yang digunakan tumbuhan dan berbagai jenis mikroorganisme untuh hidup yang terbentuk dari pelapukan batuan.
Kandungan Tanah
Tanah adalah salah satu bagian bumi yang terdapat pada permukaan bumi dan terdiri dari massa padat, cair dan gas. Tanah tercipta tidak dengan sendirinya, melainkan berasal dari hasil pelapukan bebatuan dan tumbuhan yang prosesnya memakan waktu berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus tahun.
Tanah yang tercipta ini akan membentuk tanah yang berlapis-lapis. Proses pembentukan susunan tanah ini sangat dipengaruhi oleh iklim, bentuk muka bumi, tumbuhan, berbagai organisme yang hidup di atasnya termasuk hewan, tumbuhan dan manusia serta waktu.
Secara umum, susunan tanah (dengan bahan induk mineral) terdiri atas 50% bahan padatan (45% berupa bahan mineral dan 5% berupa bahan organik), 25% air, dan 25% berupa udara.
Sementara itu, pada tanah organik, seperti gambut, bahan padatan pada tanah tersebut terdiri atas 5% bahan organik dan 45% bahan mineral. Bahan organik dalam tanah ini terdiri atas 10% mikroorganisme, 10% akar, dan sisanya humat. Walaupun jumlah tidak banyak, fungsinya sangat penting.
Susunan tanah dan juga struktur tanah yang berongga-rongga menjadi tempat bagi akar untuk bernafas dan tumbuh. Selain itu, tanah pun menjadi habitat bermacam-macam mikroorganisme. Tanah juga dijadikan sebagai tempat hidup bagi sebagian hewan darat. Tekstur susunan tanah bermacam-macam dan bisa dikelompokkan menjadi berikut ini.
- Tekstur kasar, misalnya pasir, pasir berlempung.
- Tekstur agak kasar, misalnya lempung berpasir dan lempung berpasir halus.
- Sedang, antara lain lempung berpasir sangat halus, lempung berdebu, dan debu.
- Tekstur halus, misalnya tanah liat berpasir, tanah liat berdebu.
Tekstur tanah ini juga dipengaruhi oleh kandungan air yang terdapat dalam tanah. Jika diuraikan proses pembentukan susunan tanah dimulai dari bebatuan yang mengalami pelapukan, baik pelapukan secara fisika maupun pelapukan secara kimiawi.
Pada saat pelapukan, bebatuan tersebut akan menjadi lunak dan berubah bentuknya sehingga dapat dikatakan sebagai bahan tanah. Bahan tanah ini akan mengalami proses pelapukan terus menerus dan berlangsung dalam waktu bertahun-tahun sampai akhirnya bahan tanah tersebut menjadi tanah.
Jenis Tanah
Kalian tahu batu bara dan bagaimana terbentuknya? Ya. Batubara terbentuk dari tanah, tapi tidak semua tanah dapat membentuk batubara. Batubara hanya dapat terbentuk dari tanah organik yang berwarna hitam, dan memiliki kandungan mineral yang sangat sedikit.
Meskipun begitu, tanah jenis ini tetap dapat ditanami karena bentuk fisiknya yang gembur. Namun sayang, jangan berharap hasil tanaman yang kalian tanam di atas tanah organik akan optimal, hasil tanaman di lahan ini justru jauh di bawah optimal.
Berbeda dengan tanah organik, tanah non-organik memiliki banyak sekali kandungan mineralnya. Mineral ini membentuk partikel penyusun tanah, yaitu pasir, lanau (debu), dan lempung. Komposisi ketiga partikel penyusun tanah ini yang kemudian memengaruhi warna tanah. Berikut ini ukuran pembentuk mineral di dalam tanah.
- Partikel pasir memiliki ukuran sekitar 200 mikrometer hingga 2.000 mikrometer.
- Partikel debu memiliki ukuran sekitar 2 mikrometer sampai kurang dari 200 mikrometer.
- Partikel lempung memiliki ukuran kurang dari 2 mikrometer.
Semakin halus ukuran partikel tanah tersebut, maka luas permukaan partikel per satuan bobot semakin besar. Partikel tanah dengan permukaan yang lebih luas memberi peluang lebih banyak terjadinya reaksi kimia. Partikel lempung per satuan bobot mempunyai luas permukaan lebih luas dari pada partikel tanah lainnya (debu dan pasir).
Reaksi-reaksi kimia yang berlangsung di permukaan tanah berupa lempung lebih banyak dibandingkan yang berlangsung di permukaan tanah berupa partikel debu dan pasir per satuan bobot yang sama.
Hal ini menunjukkan bahwa partikel lempung merupokan komponen susunan tanah paling aktif terhadap reaksi kimia sehingga berkontribusi menentukan sifat kimia tanah dan juga mempengaruhi kesuburan tanah. Berikut ini adalah beberapa jenis tanah.
- Tanah humus. Seperti namanya, tanah humus merupakan jenis tanah yang tidak diragukan kesuburannya. Tanah ini merupakan hasil pembusukan sisa-sisa pepohonan.
- Tanah pasir. Tanah berpasir identik dengan kegersangan sehingga tidak cocok dijadikan tempat bercocok tanam. Tekstur tanahnya berkerikil karena merupakan bentukan dari batuan beku dan batuan sedimen.
- Tanah alluvial. Tanah jenis ini disebut juga tanah endapan. Lumpur sungai yang mengendap di dataran rendah akan membentuk tanah endapan. Umumnya, tanah ini memiliki tingkat kesuburan yang baik, sehingga dapat digunakan untuk bercocok tanam.
- Tanah podzolit. Sama seperti tanah endapan, tanah podzolit pun merupakan jenis tanah subur. Tanah di daerah pegunungan biasanya masuk dalam jenis tanah ini.
- Tanah vulkanik. Tanah ini memiliki kandungan unsur hara yang tinggi sehingga sangat subur. Tanah vulkanik dapat dikatakan hadiah dari letusan gunung berapi. Tanah vulkanik terdapat di daerah dekat lereng gunung berapi.
- Tanah laterit. Sebenarnya, tanah laterit merupakan jenis tanah yang subur. Curah hujan tinggi telah membuat unsur hara dari tanah ini larut sehingga kesuburannya hilang.
- Tanah mediteran. Tanah mediteran merupakan hasil pelapukan batu kapur sehingga tanahnya tidak subur. Karena asal pembentukannya dari batu kapur, tanah mediteran disebut juga tanah kapur.
- Tanah gambut. Sesuai namanya, tanah gambut berada di sekitar rawa sehingga bahan dasarnya pun sudah pasti hasil pembusukan tanaman yang tumbuh di rawa. Tanah yang disebut sebagai tanah organosol ini tidak cocok dipakai sebagai lahan pertanian.
Tanah atau lapisan kerak bumi ini bisa dibedakan menjadi, lapisan tanah atas, lapisan tanah bawah, dan lapisan batuan induk. Ketiga lapisan ini membentuk susunan tanah yang jika diuraikan akan sebagai berikut.
- Lapisan atas adalah lapisan yang berasal dari batu-batuan dan sisa makhluk hidup yang telah mati dan mengalami pelapukan. Tanah yang paling subur dan bisa dimanfaatkan sebagai lahan pertanian oleh manusia adalah di bagian lapisan atas ini.
- Lapisan tengah berasal dari bebatuan yang pada proses pelapukannya mengalami pengikisan oleh air, sehingga bahan lapisan itu mengendap. Karena kandungan airnya banyak, maka tanah di lapisan tengah ini sangat liat, sehingga lebih dikenal sebagai tanah liat. Tanah liat bisa berwarna merah atau bisa pula berwarna putih.
- Lapisan bawah adalah lapisan tanah yang terdiri dari bongkahan-bongkahan batu dan bebatuan yang telah melapuk disela-selanya. Sehingga pada lapisan bawah ini ada dua jenis bahan pembentuk, yaitu bebatuan yang belum melapuk dan bebatuan yang sudah mengalami pelapukan.
- Lapisan batuan induk tersusun dari bebatuan padat dan berada dalam lapisan terdalam bumi.
Pelestarian Tanah
Tanah juga bisa tercemar. Pencemaran ini bisa terjadi kalau terdapat benda asing yang masuk ke dalam tanah, sehingga mengurangi kualitas dan fungsi tanah. Pencemaran ini dapat terjadi akibat pembuangan limbah industri ke tanah, penggunaan pestisida, atau kebocoran limbah kimia industri.
Agar tanah tetap sehat, kalian harus menjaganya. Jangan sampai tanah kehilangan fungsinya gara-gara tercemar. Banyak sekali makhluk hidup yang bergantung padanya. Manusia pun pada akhirnya terkena imbasnya jika mencemari lingkungannya, misalnya timbul banjir, dan sebagainya.
Banyak hal yang perlu kalian lakukan agar tanah menjadi sehat dan tanaman yang ditanam di atasnya menghasilkan banyak buah atau sayuran. Berikut ini ada beberapa cara untuk melestarikan tanah.
- Berilah pupuk setiap musimnya, agar kandungan nutrisinya meningkat dan subur.
- Dijaga dari erosi agar mampu membentuk lapisan tanah berkualitas.
- Agar kelembaban terjaga, lindungilah dari angin dan panas.
Jika kualitas tanah bagus, maka buah atau tanaman apa pun yang ditanam di atasnya mampu berproduksi secara optimal. Jadi, sebelum bercocok tanam, berilah nutrisi pada tanah agar hasil yang dicapai optimal karena tanah adalah salah satu sumber kehidupan bagi makhluk hidup.

