logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Pendidikan    Sekolah    Siswa

Mengenal Tanah Gambut


Ilustrasi tanah gambut

Definisi

Tanah gambut disebut juga organosol karena memiliki kandungan organik yang tinggi. Kandungan organik tersebut didapatkan dari sisa-sisa penimbunan dan pembusukan tumbuhan yang belum selesai, namun sudah  berlangsung dalam waktu yang sangat lama.

Proses pembusukan yang belum tuntas tersebut disebabkan kondisi tanah yang langka oksigen. Akibatnya, proses dekomposisi yang dilakukan oleh mikro organisme aerob menjadi terhambat.

Ciri Tanah Gambut

Lahan yang biasa terdapat tanah gambut adalah daerah berawa dengan  memiliki ciri berikut.

  1. Selalu digenangi air.
  2. Memiliki beragam jenis pohon yang belum selesai melakukan proses dekomposisi.
  3. Perakarannya khas.
  4. Dapat tumbuh pada tanah yang asam.

Jenis Gambut

a. Berdasarkan Kandungan Organiknya

Tanah gambut sangat kaya dengan unsur organik. Berdasarkan kandungan organiknya ada dua jenis gambut, yaitu:

  • Tanah mineral: mengandung bahan organik antara 15-20%
  • Tanah organik: mengandung bahan organik antara 20-25%

b. Berdasarkan Faktor Pembentuknya

Tanah gambut terbentuk dengan cara yang berbeda-beda. Berdasakan faktor pembentuknya, ada 3 jenis tanah gambut.

1. Gambut Topogen

Tanah gambut yang terbentuk karena topografi di daerah tersebut. Biasanya, di daerah tepi pantai yang cekung sehingga hampir selalu digenangi air.

Tanah gambut ini masih banyak mengandung mineral yang diperoleh dari lapisan dasar cekungan, air hujan maupun sisa-sisa tumbuhan mati yang berasal dari tanaman paku-pakuan dan semak belukar.

Karena tidak terlalu asam dan mengandung unsur hara yang banyak, gambut ini masih bisa dimanfaatkan untuk pertanian dan perkebunan.

2. Gambut Ombrogen

Tanah gambut ini sebenarnya berasal dari gambut topogen, seperti tanah mangrove yang mengering. Namun, mendapat hujan asam terus-menerus  sehingga keasamannya menjadi lebih tinggi dari gambut topogen dengan PH sekitar 3,0-4,4. Gambut jenis ini agak sukar dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan karena kurang subur.

3. Gambut Pegunungan

Sesuai namanya, tanah gambut ini terletak di daerah pegunungan. Terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan di daerah beriklim sedang, seperti sphagnum. Contohnya, gambut di dataran tinggi Dieng.

Tingkat Kematangan

Gambut dibedakan atas dekomposisi tumbuhan asalnya. Untuk mengetahui matang-tidaknya tanah gambut, dapat dilakukan pengetesan dengan cara mengambil segenggam tanah gambut lalu memerasnya. Berdasarkan hasil pemerasan, ada 3 tingkat kematangan gambut, yaitu:

1. Fibrik (Gambut Mentah)

Bila setelah pemerasan dilakukan, tersisa > ¾ bagian serat tertinggal di telapak tangan. Disamping itu, kadar abunya 3,09% dan kadar bahan organiknya  45,9%.

2. Hemik

Bila setelah pemerasan dilakukan, tersisa ¼ hingga ¾ bagian serat tertinggal di telapak tangan, sedangkan kadar abu 8,04% dan kadar bahan organik 51,7%.

3. Saprik (Gambut Matang)

Bila setelah pemerasan dilakukan, tersisa < ¾ bagian serat tertinggal di telapak tangan.

Gambut saprik memiliki kadar abu 12,04% dengan kadar bahan organik 78,3%.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Pembelajaran Efektif, Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa
  • Pengaruh Handphone Terhadap Prestasi Belajar
  • Tanaman Untuk Tanah Inceptisol
  • Aneka Jenis Hutan di Indonesia
  • Mengenal Mamut si Gajah Purba
  • Mengenal Lebih Jauh Tanah Andosol
  • Mengkaji Pentingnya Sekolah Bertaraf Internasional
  • Mengenal Manajemen Pendidikan dan Sasarannya
  • Pengaruh Pacaran Terhadap Prestasi Belajar Siswa
  • Degradasi Tanah: Masalah Tanah yang Membahayakan Produktivitas Pangan
  • Gambar Poster tentang Pendidikan - Media untuk Mewujudkan Tujuan Pendidikan
  • Katakan Tidak pada Pergaulan Bebas di Kalangan Pelajar!
  • Story Telling - Selaras dengan Pendidikan Berkarakter
  • Anda Bisa Menulis Short Story!
  • Mengenal Busana dalam Ilmu Tata Busana
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA