logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Pendidikan    Sekolah    Siswa    Tanah Kebun

Jenis Tanah Kebun - Latosol

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Bagi siswa pertanian, pengetahuan jenis tanah kebun sudah dipelajari sejak awal. Namun bagi para siswa nonkejuruan, namun berminat menekuni dunia perkebunan, pengetahuan mengenai tanah kebun menjadi modal dasar yang harus dipahami sebelum mulai bercocok tanam.

Seiring berkembang pesatnya argobisnis, pengetahuan cara bercocok tanam yang baik bisa jadi modal untuk membuka usaha. Prospek argobisnis dari tahun ke tahun memang terbuka luas dan cukup menggiurkan.

Pengetahuan tentang kondisi fisik lahan tanah kebun mencakup topografi, lansekap, kontur tanah, struktur tanah dan tipe tanah.

Keadaan ini nantinya berkaitan dengan jenis tanaman apa saja yang baik dibudidayakan di tanah tersebut, bagaimana cara pengairan agar efektif dan efisien, bagaimana pengaturan drainase dan lain sebagainya. 

Tipe Tanah Latosol

Apa itu jenis tanah latosol ?

Latosol adalah salah satu tipe tanah kebun. Tanah kebun seperti ini kondisi fisiknya kering dan mengandung struktur segregat prismatik yang didominasi dengan solum sampai kedalaman 40 cm.  Kondisi fisik tanah latosol dalam keadaan lembab atau di musim hujan yang curahnya tinggi, keadaan tanah akan likat dan licin.

Dengan demikian, cukup sulit ketika akan mengolahnya terutama karena mudah lengket pada alat pengolah tanah seperti cangkul, tugal dan cukil. 

Jenis tanah latosol bisa didapat sampai pada areal 600-800 meter di atas permukaan laut. Pada kondisi tanah seperti ini tanaman yang cocok dibudi dayakan adalah tembakau, jagung, lada, kecipir, lamtoro, kacang tanah, kapas, jeruk bahkan juga padi gogo.

Kontur Yang Miring

Apabila kontur tanah miring, pada saat penanaman harus dibuat terasering dengan slope mikro 2-5 %. Untuk menahan erosi sehubungan tanah latosol ini lembab dan likat pada musim hujan, pada bagian-bagian tertentu harus diperkuat dengan penanaman perdu berakar semacam teh, atau ki hujan di sepanjang kontur yang sama untuk menahan erosi.

Pada tanah yang miring seperti ini, saluran drainase dibuat sejajar dengan kontur dan bertangga ke arah bawah atau yang dikenal dengan istilah goler kampak. Alasan pemilihan drainase model goler kampak ini untuk menjaga agar arus air di permukaan pada saat terjadi hujan bisa diperlambat.

Dengan demikian, memungkinkan akan lebih banyak waktu air untuk meresap ke dalam tanah sekaligus bisa menghindari erosi.

Dengan berbagai kelebihan dan kekurangan tanah latosol apalagi kalau pada kontur tanah yang miring, manakala akan diproduktifkan, sebaiknya pemilik lahan mengkombinasikan penanaman jenis tanaman yang berakar tunggang, tanaman berakar lebat yang dangkal dan tanaman yang dibudidayakan.

Beberapa tanaman yang berakar tunggang dan dinilai baik ditanam di tanah jenis latosol dengan kontur tanah miring ini, misalnya lamtoro, pohon turi dan kecipir. Sementara ki hujan, teh, sebagai contoh untuk jenis tanaman berakar lebat tapi dangkal.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Jurnal Prestasi Belajar Siswa
  • Mahalnya Biaya Reboisasi Hutan
  • Hutan, Surga yang Hilang
  • Air Tanah, Mungkinkah Lenyap?
  • Semangat Belajar Kendor ? Simak Tips Semangat Belajar!
  • Aneka Jenis Hutan di Indonesia
  • Metode Pembelajaran Pada Siswa
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA