Menikmati Keindahan Alam Tanah Lot
Pulau Bali dikenal sebagai tujuan pariwisata dunia karena banyak terdapat tempat wisata menarik seperti Pantai Kuta, Sanur, Seminyak, Jimbaran, Nusa Dua, Tanah Lot, dan lain-lain. Selain itu, Bali juga terkenal dengan keunikan berbagai hasil seni budaya, khususnya bagi para wisatawan Australia dan Jepang.
Setiap liburan tiba, Bali menjadi tempat favorit rekreasi keluarga. Setiap tempat wisata di Bali, pasti banyak dikunjungi saat liburan, tak terkecuali Tanah Lot.
Tanah Lot merupakan salah satu objek wisata andalan di Bali. Di objek wisata ini terdapat dua pura di atas batu besar, yaitu satu terletak di atas bongkahan batu dan satu lagi berdiri di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Pura Tanah Lot ini adalah bagian dari pura Dang Kahyangan dan termasuk pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut.
Legenda
Berdasarkan legenda yang beredar di sana, pura Tanah Lot dibuat oleh seorang brahmana yang mengembara dari Jawa bernama Danghyang Nirartha. Orang ini berhasil menyebarkan ajaran Hindu pada masyarakat Bali dan membuat Sad Kahyangan pada abad ke-16.
Bendesa Beraben, penguasa Tanah Lot saat itu, iri kepada Danghyang Nirartha karena pengikut Bendesa banyak yang meninggalkannya dan beralih ke Danghyang Nirartha. Akhirnya, Danghyang Nirartha meninggalkan Tanah Lot karena diusir oleh Bendesa Beraben.
Sebelum meninggalkan Tanah Lot, Nirartha memindahkan batu ke tengah pantai dengan kekuatan yang dimiliknya dan membangun pura di sana. Selain itu, ia pun mengubah selendangnya menjadi seekor ular penjaga pura. Sampai saat ini, ular tersebut masih ada dan termasuk jenis ular laut dengan cirri-ciri ekor pipih seperti ikan, warna tubuhnya hitam berbelang kuning, dan memiliki racun tiga kali lebih kuat dari ular cobra. Legenda Tanah Lot ini diakhiri dengan bergabungnya Bendesa Beraben menjadi pengikut Danghyang Nirartha.
Lokasi
Tanah Lot berada di Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan (13km barat Tabanan). Di sebalah utara Pura Tanah Lot, berdiri sebuah pura di atas tebing yang menjorok ke laut. Tebing inilah yang menghubungkan pura dengan daratan dengan bentuk seperti jembatan melengkung.
Selain Pantai Kuta dan Sanur, Tanah Lot pun dikenal sebagai tempat yang indah untuk menikmati sunset (matahari terbenam). Para turis biasanya memenuhi tempat ini pada sore hari untuk menyaksikan keindahan sunset di Tanah Lot.
Fasilitas
Tempat parkir di sini cukup luas dan bersih. Sementara itu, di sepanjang jalan dari area parkir menuju area pura, banyak berjejer art shop yang menjual berbagai macam hasil kerajinan setempat dan banyak juga warung makan yang menawarkan aneka makanan dan minuman.
Odalan
Hari raya atau odalan di Pura Tanah Lot diperingati 210 hari sekali, sama seperti pura-pura lainnya di Bali. Hari raya ini waktunya bedekatan dengan perayaan Galungan dan Kuningan, yaitu pada Hari Suci Buda Cemeng Langkir. Ketika odalan ini diperingati, pura ini dipenuhi oleh orang yang akan bersembahyang.
Sunset
Tempat menyaksikan sunset terbaik di Bali adalah Tanah Lot. Apalagi jika menyaksikannya di atas tebing tinggi pada pukul 17.00-18.30 WITA. Di atas tebing ini terdapat restoran-restoran kecil. Jadi, selain bisa menikmati keindahan sunset, Anda pun dapat menikmati lezatnya berbagai makanan yang disajikan restoran tersebut.
Tanah Lot adalah tempat yang cocok untuk melihat sunset. Bayangan sunset yang memantul di laut akan menciptakan pemandangan sangat indah seperti siluet.
Prewedding
Di sekitar Pura Tanah Lot, banyak pasangan yang melakukan foto untuk pernikahan atau prewedding karena arsitektur bangunan pura sangat mendukung kegiatan ini, ditambah dengan panorama alam yang indah di sore hari. Tidak heran jika banyak calon pengantin yang mengabadikan momen preweddingnya di sini.






