Tanah Murah? Murahan Kali!
Membeli tanah hampir sama ruwet dan bingungnya dengan menentukan calon pendamping hidup. Kalau Anda sangat beruntung karena mandipun dengan lembaran uang, maka tanahlah yang menghampiri Anda. Begitu banyak orang yang menawarkan tanah kepada Anda. Apalagi kalau Anda terkenal dengan kedermawanan, ringan tangan, suka membantu, mudah bergaul.
Hal-hal itu akan menyebabkan banyak orang ingin hidup berdampingan dengan Anda. Sekali lagi, pribadi populer yang baik hati dengan uang yang cukup berlimpah akan menyebabkan tanah menghampiri Anda.
Tetapi bila Anda tidak memiliki kualitas yang telah disebutkan tadi, bersiaplah untuk agak repot bila mau membeli sebidang tanah. Banyak yang harus dipertimbangkan.
1. Uang
Syarat nomor wahid yang harus dipertimbangkan. Jumlah uang menentukan berapa luas tanah yang akan dibeli.
2. Letak
Ada beberapa hal yang sangat menentukan mengapa seseorang memutuskan untuk membeli suatu tanah.
• Perhitungan bisnis. Strategis dan kemudahan akses transportasi.
• Perhitungan kekerabatan. Adanya keterikatan batin dengan orang-orang yang telah lebih dulu membeli atau tinggal di situ.
• Perhitungan investasi. Membeli tanah semurah mungkin atau seadanya dulu daripada uangnya terpakai.
3. Kelengkapan Surat-Menyurat
Bila sudah serius ingin memiliki puluhan, ratusan, atau ribuan meter persegi tanah, luangkan waktu yang sangat intens untuk mengecek semua kelengkapan surat-menyurat. Jangan sampai rasa percaya kepada penjual membutakan mata batin dan logika Anda.
Beberapa hal yang harus dicek adalah:
• Kalau tanah tersebut bersertifikat C, pembuatan sertifikatnya akan lama. Hal ini tentu saja memakan waktu.
• Bila sudah bersertifikat, apakah nama yang tercantum dalam sertifikat itu masih hidup atau sudah meninggal. Bila sudah meninggal, maka akan semakin rumitlah rantainya. Karena Anda harus bertanya apakah semua ahli warisnya mudah dihubungi atau tidak. Hal ini harus diketahui karena harus ada surat persetujuan dari semua ahli waris. Jika kalau semua ahli waris mudah dihubungi dan sudah sepakat untuk menjual tanah tersebut, maka urusan Anda semakin sedikit.
• Cek apakah pemilik tanah rajin dan taat membayar pajak tanahnya. Bila tidak, maka bisa jadi setelah pembayaran ternyata si pemilik berbohong dan Anda harus membayar pajak tanah tersebut untuk beberapa tahun atau hanya beberapa bulan dengan dendanya tentunya. Jadi tanah yang dikira murah, ternyata murahan alias tidak seperti yang Anda impikan.
• Bila Anda sudah serius dengan sebidang tanah, hubungi petugas berwenang yang bereputasi baik. Banyaklah bertanya sebelum membeli tanah tersebut. Bila perlu, ceklah sertifikat tanah tersebut, aslikah atau malah aspal alias asli tapi palsu. Apalagi kalau ternyata pemilik sertifikatnya banyak. Berabe kan kalau sudah begini.
4. Perasaan
Tidak ada yang bisa menyalahkan siapapun kalau sudah memasuki gerbang perasaan. Adakalanya pandangan pertama begitu menggoda, lalu turun ke hati, dan langsung jatuh hati. Sekali lagi, jangan sampai perasaan membutakan mata batin dan mata hati Anda. Lebih baik bersusah payah mengecek semua hal yang telah disebutkan di atas daripada menyesal.
Banyak yang merasa tertipu karena telah membeli tanah yang salah. Tanah yang diharapkan sebagai investasi malah memakan daging dan membuat pusing. Tanah yang dikira murah, ternyata murahan alias tanah bodong ataupun tanah yang mengurus sertifikatnya hingga memakan waktu 3-5 tahun.
Bayangkan kalau karena sebab tertentu, Anda harus menjual tanah tersebut, maka rasa sayang Anda kepada tanah itu akan berubah menjadi kutukan pada diri sendiri.
Jadi, jangan tergoda dengan tanah murah. Siapa tahu tanah itu murahan.






