Berkenalan dengan Tanah Podsolik
Tanah Podsolik
Interaksi antara faktor-faktor fisik seperti temperatur dan faktor kimiawi seperti unsur-unsur hara, akan membentuk berbagai jenis tanah. Karakteristik tanah tersebut akan berbeda. Oleh karena itu, para ahli mengelompokan jenis-jenis tanah tersebut ke dalam berbagai golongan.
Golongan tanah yang sering jadi topik perbincangan adalah tanah podsolik. Tanah podsolik memiliki karakteristik kesuburan hingga sedang, warna merah atau kuning, memiliki tekstur yang lempung atau berpasir, memiliki pH rendah, serta memiliki kandungan unsur aluminum dan besi yang tinggi.
Karena karakteristik yang dimilikinya, tanah podsolik memerlukan perawatan dan perlakuan khusus agar bisa ditanami. Sifatnya yang kurang subur dapat direkayasa dengan perlakukan khusus sehingga unsur hara atau keasaman tanah dapat ditingkatkan.
Umumnya, tanah ini berada di daerah yang memiliki iklim basah dengan curah hujan lebih dari 2500 mm per tahun. Di Indonesia, tanah ini tersebar di daerah-daerah dengan topografi pegunungan, seperti Sumatera Utara dan Papua Barat.
Karakteristik tanah podsolik yang lain adalah sebagai berikut.
- Daya simpan unsur hara sangat rendah karena sifat lempungnya yang beraktivitas rendah.
- Kejenuhan unsur basa seperti K, Ca, dan Mg, rendah sehingga tidak memadai untuk tanaman semusim.
- Kadar bahan-bahan organik rendah dan hanya terdapat di permukaan tanah.
- Daya simpan air sangat rendah sehingga mudah mengalami kekeringan.
Pertanian Organik: Solusi Pertanian di Tanah Podsolik
Seperti telah disebutkan sebelumnya, tanah podsolik memiliki banyak sekali kekurangan. Meskipun memiliki banyak kelemahan, tanah podsolik dapat ditingkatkan. Baik dari segi sifat fisikanya maupun dari segi sifat kimiawinya.
Perbaikan sifat fisika dapat ditanggulangi dengan perbaikan sifat ketahanan daya penyimpanan air. Sementara itu, perbaikan sifat kimiawinya dapat dilakukan dengan memperbaiki kandungan unsur hara yang ada dalam tanah.
Salah satu teknologi yang bisa digunakan untuk menanggulangi berbagai kekurangan tanah podsolik adalah dengan bertani secara organik. Pertanian organik adalah salah satu teknik pertanian tanpa menggunakan tambahan unsur atau pupuk-pupuk kimiawi buatan. Pertanian organik menggunakan konsep keseimbangan ekosistem yang ada di sekitar area pertanian.
Unsur-unsur hara yang penting untuk tanah didapatkan dari makhluk hidup yang sengaja dikembangbiakkan atau disimpan di area pertanian. Oleh karena itu, pertanian organik bisa dikatakan menggunakan konsep daur ulang secara hayati.
Pertanian yang dilakukan secara konvesional menambahkan berbagai unsur hara dengan memberikan pupuk buatan kepada tanah. Pupuk-pupuk buatan tersebut jika diberikan dengan konsentrasi yang tinggi dapat membahayakan flora dan fauna yang ada di tanah.
Selain itu, dapat menyebabkan ketimpangan unsur hara yang ada di dalam tanah dan dapat mencemari persediaan air tanah. Dengan bertani secara organik, hal itu dapat dihindari. Pupuk organik memiliki konsentrasi yang rendah sehingga tidak membahayakan tanah, mencegah ketimpangan unsur hara. Bahkan, memperbaiki keseimbangan unsur hara yang ada di tanah.
Dalam hubungannya dengan tanah podsolik, bertani dengan cara organik dapat menanggulangi peracunan unsur aluminum, besi, dan mangan, yang banyak terkandung dalam tanah tersebut. Selain itu, pertanian organik dapat memperkuat kekuatan agregasi tanah sehingga mecegah adanya erosi tanah.






