Tanaman Bakau: Tanaman Khas Pesisir
Ilustrasi tanaman bakau
Kira-kira, tanaman apa yang biasa dijumpai di daerah pesisir pantai? Tepat jika jawaban Anda adalah tanaman bakau. Tanaman ini sudah jamak terlihat “menghijaukan” wilayah pantai di Indonesia, terutama yang berpotensi abrasi.
"1001" Manfaat Bakau
Memang, sebagai tanaman yang bermanfaat secara ekologis, bakau mampu menahan proses abrasi (pengikisan pantai). Dengan karakteristik unik yang dimilikinya, bakau bagaikan “benteng alami” suatu pantai dari serbuan gelombang laut. Indonesia sebagai negara kepulauan, telah amat familiar dengan keberadaan tanaman ini.
Pemilihan penanaman bakau sebagai solusi adalah pilihan bijak. Tak hanya tangguh menahan abrasi, bakau juga berperan menunjang ekosistem di daerah pantai. Banyak makhluk hidup (binatang laut) yang menjadikan hutan mangrove sebagai tempat untuk hidup mereka, yaitu yang hidup dan mencari makan di wilayah pantai.
Bahkan, bakau juga bisa disebut sebagai “rumah” dari banyak jenis ikan laut. Ikan-ikan ini menjadikan hutan bakau sebagai tempat mereka berkembang biak.
Manfaat lain, bakau berperan sebagai pencegah banjir rob. Air pasang dari laut dapat menambah daratan, menyerap bahan kimia berbahaya yang ada di air sehingga air layak dikonsumsi.
Sebagai tanaman halofit yaitu tanaman yang hidup di daerah bersalinitas tinggi (kadar garam tinggi), bakau juga dapat digunakan untuk mempercantik suatu pantai. Bersama-sama dengan pohon kelapa sawit, mahoni, sono, dan akasia, bakau dapat menjadi “magnet” pantai untuk tujuan pariwisata.
Bisa Dikonsumsi
Ternyata, bakau juga bisa dikonsumsi. Dari tiga jenis bakau yang biasa dibudidayakan (Avicennia, Bruguiera, dan Rhizopora), jenis Avicennia biasa dimanfaatkan untuk konsumsi. Bakau jenis ini, buahnya dapat digunakan sebagai sumber bahan baku pembuatan aneka makanan kecil.
Walaupun pahit, buah Avicennia setelah direbus memiliki kemiripan rasa seperti kedelai. Jika Anda kreatif, berbagai jenis makanan kecil pun dapat tercipta. Seperti kue bolu, klepon, dan puding. Selain sebagai bahan baku makanan kecil, bakau jenis Avicennia juga dapat dijadikan keripik. Tentu saja, rasanya tak kalah gurih dengan keripik dari singkong atau kentang.
Selain jenis Avicennia, ada lagi jenis lain yang bisa dijadikan produk bernilai jual dan laku di pasaran, yaitu bakau jenis Sonneratia. Bakau jenis ini dapat dijadikan sebagai bahan pembuat sirup apel mangrove, selai, atau jenang.
Sirup berbahan Sonneratia terkenal dengan aroma harumnya. Rasa asam pada sirup berbahan buah bakau ini bisa disiasati dengan penambahan gula yang pas. Hasilnya, rasa sirup terasa manis dan segar. Dijamin, lidah Anda pun akan tergoda untuk mencicipinya lagi.

