logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Industri & Perdagangan    Perkebunan    Budidaya Perkebunan

Membudidaya Melon, Tanaman Semusim yang Menggiurkan


 

Ilustrasi tanaman semusim

 

Tanaman semusim dapat memberikan keuntungan sekaligus kerugian. Tanaman semusim merupakan tanaman yang hasilnya dapat dipanen pada satu kali musim tanam. Masa pertumbuhan tanaman ini memerlukan waktu satu tahun. Di negara-negara yang memiliki empat musim, tanaman semusim berarti tanaman yang tidak mengalami musim dingin pada masa pertumbuhannya.

Salah satu tanaman semusim adalah tanaman buah melon. Melon merupakan tanaman merambat. Bakal buah melon tumbuh dari tunas lateral yang berasal dari pangkal tangkai daun. Dari tunas lateral tersebut dapat tumbuh satu hingga dua calon buah. Apabila calon buah tidak berhasil diserbuki, buah pun gagal tumbuh.

Agribisnis pembudidayaan melon semakin hari semakin menunjukkan prospek yang menjanjikan, seiring dengan semakin tingginya minat konsumen lokal dan mancanegara untuk mengonsumsi melon. Budidaya tanaman ini bisa menjadi bidang usaha pilihan Anda.

Keuntungan Membudidaya Tanaman Semusim Melon

Melon banyak diminati para pembudidayanya karena memiliki harga jual yang tinggi, baik dalam pasar lokal maupun ekspor. Meski demikian, kerugian juga bisa dialami petani melon jika gagal panen. Dalam penanaman melon, pemilihan benih yang berkualitas dan media tanam ikut mempengaruhi hasil panen.

Modal yang dibutuhkan untuk menanam melon cukup besar. Pada setiap musim tanam, petani melon membutuhkan dana sekitar Rp 15 juta. Sementara hasil yang diperoleh sekitar Rp 6 juta - Rp 8 juta sekali panen. Panen melon biasa dilakukan sebulan sekali. Apabila panen berhasil dengan baik, tentu keuntungan yang diperoleh terbilang besar.

Seorang petani melon yang memasarkan tanaman melonnya ke pasar-pasar di kota besar memasang harga Rp2.400 per kg. Seorang petani melon lainnya mengaku, dari tanaman melon yang ia panen sebanyak 15.000 buah, ia mendapatkan keuntungan sekitar Rp 50 juta. Namun, apabila mengalami gagal panen, tentu saja terbayangkan berapa rugi yang didapat jika melihat modal awal yang dikeluarkan. 

Siklus tanaman melon yang tergolong cepat membuat para petani memilih melon sebagai tanaman yang mereka budidayakan. Selain itu, jika bisa memilih varietas terbaik, membudidayakan secara organik, dan menghindari penggunaan pestisida, kualitas tanaman melon yang dihasilkan jauh lebih baik. Harganya pun bisa semakin tinggi.

Syarat Pembudidayaan Tanaman Semusim Melon

Serupa dengan tanaman lainnya, tanaman melon juga memerlukan kelembaban udara, sinar matahari, cuaca, dan tingkat keasaman tanah yang sesuai. Kelembaban udara untuk pertumbuhan melon adalah sekitar 70 hingga 80 persen. Melon perlu disinari matahari dalam waktu yang cukup lama, yaitu 10 hingga 12 jam per hari.

Semasa pertumbuhannya, melon benar-benar memerlukan sinar matahari yang cukup. Jika tempat tumbuhnya terlalu lembab, tanaman semusim ini akan mudah diserang penyakit. Suhu udara yang tepat untuk mendapatkan melon yang berkualitas adalah antara 25°C - 30°C. Lindungi tanaman melon Anda dari hujan yang terus menerus turun dan angin yang cukup kencang, karena keduanya berpotensi merusak tanaman melon.

Untuk tingkat keasaman tanah, melon memerlukan media tanah yang kaya bahan organik dengan pH 5,8 – 7,2. Ketinggian yang tepat untuk menanam melon adalah sekitar 300 - 900 meter di atas permukaan laut. Jenis tanah yang baik dalam menanam melon adalah tanah liat yang mengandung pasir dan bahan-bahan organik, seperti tanah latosol, andosol, grumosol, dan regosol. Jangan tanam melon di tanah yang terlalu basah.

Pembibitan dan Penyemaian Tanaman Semusim Melon

Benih yang dipilih haruslah varietas hibrida yang sudah dilepas dan memiliki daya adaptasi tinggi, memiliki pasar yang jelas, serta benih yang bernas. Mutu benih harus sehat, bebas dari biji gulma, tidak cacat, dan bebas dari Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

Campurkan tanah halus yang sudah diayak sebanyak 10 liter dengan pupuk kandang matang yang sudah diayak sebanyak 50 gram. Masukkan media ini ke dalam sebuah polybag berukuran 8 x 10 cm. Penuhi polybag hingga 90% terisi.

Setelah itu, semai benih melon berkualitas ke dalam polybag  tersebut. Masukkan sedalam 1 – 1,5 cm. Semaikan benih dalam posisi tegak, dan pastikan bagian benih tempat tumbuhnya akar menghadap ke bawah. Kemudian tutup benih menggunakan campuran tanah dan abu sekam dengan perbandingan 1:2. Simpan polybag berisi benih ini di tempat yang terkena sinar matahari sejak pagi sampai sore hari.

Jika perlu, lindungi benih ini dengan kantong plastik transparan yang terbuka salah satu ujungnya. Siram dengan air secukupnya setiap pagi. Jika berkenan, Anda bisa menyemprotkan obat pemicu perkembangan benih setelah bibit berusia 7 - 9 hari, sesuai dosis yang dianjurkan di kemasan obat tersebut.

Saat usianya mencapai 10 - 12 hari, bibit tanaman melon mulai mengeluarkan 4 - 5 helai daun. Di saat tersebut bibit ini siap dipindahkan ke media lain. Untuk memindahkannya, buka polybag dengan hati-hati lalu tanam bibit beserta tanahnya di tanah yang telah dipersiapkan. Lubang tanah media tanam tanaman melon biasanya berdiameter 10 cm dengan jarak antar-lubang sebesar 60 - 80 cm.

Pengolahan Media Tanam Tanaman Semusim Melon

Sebelum bibit tanaman melon dipindahkan dari polybag ke media tanam, pastikan lahan media tanam sudah siap. Persiapan ini meliputi penggenangan air selama 1 malam di media tanam, lalu keesokan harinya tanah yang digenangi air tersebut mulai dibajak dengan kedalaman 30 cm. Setelah pembajakan selesai, keringkan tanah lalu haluskan.

Tanah media tanam melon juga perlu melewati proses pengapuran. Dosis penggunaan kapur disesuaikan dengan tingkat keasaman tanah. Selain pengapuran, pemupukan media tanam juga boleh dilakukan, guna memenuhi nutrisi yang diperlukan tanaman melon. Berikan pupuk sesuai dosis yang tertera pada kemasan. Sebaiknya gunakan pupuk organik yang aman dan tidak mengandung bahan kimia.

Jika Anda menanam lebih dari 1 benih melon, sebaiknya bentuk bedengan-bedengan agar setiap tanaman semusim ini tumbuh sempurna. Bedengan yang ideal untuk menanam melon memiliki panjang maksimal 12 - 15 m, tinggi 30 - 50 cm, lebar 100 - 110 cm, dan memiliki parit selebar 55 - 65 cm.

Perawatan Tanaman Semusim Melon

Perawatan tanaman melon perlu dilakukan dengan teliti dan tekun agar buah yang dihasilkan berkualitas. Tanaman ini harus selalu disiram, sejak benih mulai tumbuh sampai saat akan dipetik buahnya (kecuali saat hujan turun). Penyiraman melon dilakukan sebaiknya dilakukan sepagi mungkin. Sirami dengan air secukupnya. Jangan sampai daun terkena air siraman ataupun air yang telah jatuh ke tanah.

Tanaman melon sebaiknya disiangi secara teratur, untuk menyingkirkan gulma atau rumput liar yang mungkin bisa menghambat pertumbuhan melon. Pemberian pupuk juga diperlukan seiring dengan perkembangannya. Dosis dan waktu pemberian pupuk disesuaikan dengan umur tanaman. Obat-obatan lain juga bisa diberikan, seperti obat antijamur agar tanaman tidak mudah berjamur dan layu.

Pangkas tanaman sesuai kehendak. Pemangkasan tanaman pada intinya dilakukan untuk memastikan cabang-cabang tanaman tumbuh sesuai keinginan dan menyingkirkan bagian tanaman yang terkena hama, penyakit, atau jamur. Pemangkasan sebaiknya dilakukan saat cuaca sedang cerah dan kering, agar bekas pemangkasan lekas kering dan tidak diserang jamur. Idealnya, tanaman melon dipangka setiap 10 hari sekali.

Hama yang Lazim Menyerang Tanaman Semusim Melon

Inilah beberapa hama yang sering kali menyerang tanaman melon:

1. Thrips parvispinus Karny

Hama ini biasanya menyerang tanaman sejak fase pembibitan sampai tanaman tumbuh dewasa. Nimfanya berwarna kekuningan dan ketika dewasa berubah warna menjadi cokelat kehitaman. Hama ini biasanya menyerang di musim kemarau. Gejala serangan hama ini meliputi daun atau tunas yang baru tumbuh menjadi keriting dan memiliki bercak-bercak kekuningan, tanaman tumbuh kerdil dan keriting, buah yang dihasilkan bentuknya cenderung tidak normal. Pemberantasan hama ini bisa dilakukan dengan menyemprotkan pestisida.

2. Aphis gossypii Glover

Hama ini berupa sejenis kutu yang terlihat mengilap dari kejauhan. Warna kutu muda adalah kuning, sedangkan kutu dewasa berwarna kehitaman dan memiliki sayap. Gejala serangan kutu ini adalah pucuk tanaman yang menjadi kering dan daun tanaman yang menggulung. Untuk mengatasi kutu ini gunakan pestisida dan bersihkan gulma secara berkala karena kutu ini suka tinggal di gulma.

Memanen Buah Tanaman Semusim Melon

Buah melon siap dipanen saat tumbuhan sudah berumur sekitar 3 bulan, buah berukuran normal, tekstur pada buah terlihat kasar, dan warna buah hijau kekuningan. Panen melon paling baik dilakukan di pagi hari.

Untuk memanen, potong tangkai buah dengan pisau. Jangan terlalu pendek, pastikan buah memiliki tangkai setidaknya 2 cm agar masa simpan buah semakin panjang. Potong tangkai dalam bentuk “T” agar tangkai tersebut utuh. Panen buah-buah tersebut secara bertahap, dahulukan buah yang kelihatannya sudah benar-benar siap panen.

Setelah dipanen, sebaiknya buah tanaman semusim ini tidak disimpan bertumpuk-tumpuk. Simpan buah di tempat bersih dan kering dengan ditata rapi berlapis jerami kering.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Yuk! Melakukan Pembibitan Jamur Tiram di Rumah
  • Mengetahui Teknik Budidaya Kelapa Kopyor
  • Manfaat dan Cara Membuat Jamur Tiram
  • Beberapa Manfaat Wortel Bagi Tubuh
  • Pemeliharaan Tanaman Soka yang Baik
  • Takaran Pupuk yang Tepat pada Budidaya Tanaman Tomat:
  • Budidaya Cabe Keriting di Pot
  • Budidaya Kopi, Kunci Menghasilkan Kopi Berkualitas
  • Budidaya Pohon Pisang
  • Mudahnya Bertanam Durian
  • Cara Budidaya Jamur Tiram Putih
  • Cara Budidaya Tomat Buah di Pot
  • Penanaman Sayuran Hijau
  • Budidaya Tanaman Terong
  • Teknik Budidaya Cabe yang Sederhana
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA