logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Dunia    Artikel Umum Dunia    Tanaman Semusim

Melon, Tanaman Semusim yang Menggiurkan

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Tanaman semusim dapat memberikan keuntungan sekaligus kerugian. Tanaman semusim merupakan tanaman yang hasilnya dapat dipanen pada satu kali musim tanam. Masa pertumbuhan tanaman semusim memerlukan waktu satu tahun. Di negara-negara yang memiliki empat musim, tanaman semusim berarti tanaman yang tidak mengalami musim dingin pada masa pertumbuhannya.

Salah satu tanaman semusim adalah buah melon. Melon merupakan tanaman merambat. Bakal buah melon tumbuh dari tunas lateral yang berasal dari pangkal tangkai daun. Dari tunas lateral tersebut dapat tumbuh satu hingga dua calon buah. Apabila calon buah tidak berhasil diserbuki, buah pun gagal tumbuh.

Melon banyak diminati para pembudidayanya karena memiliki harga jual yang tinggi, baik dalam pasar lokal maupun ekspor. Meski demikian, kerugian juga bisa dialami petani melon jika gagal panen. Dalam penanaman melon, pemilihan benih yang berkualitas dan media tanam ikut mempengaruhi hasil panen.

Melon dapat tumbuh dengan baik apabila ditanam di lahan sawah irigasi. Selain itu, waktu penanamannya dilakukan selama dua kali secara berurutan dalam satu tahun. Benih yang dipilih haruslah varietas hibrida yang sudah dilepas dan memiliki daya adaptasi tinggi, memiliki pasar yang jelas, serta benih yang bernas. Mutu benih harus sehat, bebas dari biji gulma, tidak cacat, dan bebas dari organisme pengganggu tanaman (OPT).

Serupa dengan tanaman lainnya, tanaman melon juga memerlukan kelembaban udara, sinar matahari, cuaca, dan tingkat keasaman tanah yang sesuai. Kelembaban udara untuk pertumbuhan melon adalah sekitar 70 hingga 80 persen. Melon perlu disinari matahari dalam waktu yang cukup lama, yaitu 10 hingga 12 jam per hari. Untuk tingkat keasaman tanah, melon memerlukan media tanah yang kaya bahan organik dengan ph 6-6,8.

Modal yang dibutuhkan untuk menanam melon cukup besar. Pada setiap musim tanam, petani melon membutuhkan Rp 15 juta. Sementara hasil yang diperoleh sekitar Rp 6 juta-Rp 8 juta sekali panen. Panen melon biasa dilakukan sebulan sekali. Apabila panen berhasil dengan baik, tentu keuntungan yang diperoleh terbilang besar.

Seorang petani melon yang memasarkan tanaman melonnya ke pasar-pasar di kota besar memasang harga Rp 2.400 per kg. Seorang petani melon lainnya mengaku, dari tanaman melon yang ia panen sebanyak 15.000 buah, ia mendapatkan keuntungan sekitar Rp 50 juta. Namun, apabila mengalami gagal panen, tentu saja terbayangkan berapa rugi yang didapat jika melihat modal awal yang dikeluarkan. 

Siklus tanaman melon yang tergolong cepat membuat para petani memilih melon sebagai tanaman yang mereka budidayakan. Selain itu, jika bisa memilih varietas terbaik, membudidayakan secara organik, dan menghindari penggunaan pestisida, kualitas tanaman melon yang dihasilkan jauh lebih baik. Harganya pun bisa semakin tinggi.

 

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Kutai, Saksi Sejarah Kuno Kerajaan Tertua Nusantara
  • Jejak Peradaban Islam di Afrika
  • Mengenal Negara-Negara Anggota ASEAN
  • Berbagai Penemuan Penting dalam Sejarah Revolusi Industri
  • 10 Sungai Terpanjang di Dunia
  • Rempah-Rempah: Daya Pikat Kedatangan Bangsa Eropa di Indonesia
  • Mengenal Negara-Negara di Benua Afrika
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA