logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Shalat Sunnah

Shalat Tarawih dan Amalan Lainnya di Bulan Ramadhan


Ilustrasi tarawih

Ramadhan adalah bulan ke 9 tahun hijriyah atau tahun Islam. Apa yang terlintas ketika mendengar kata Ramadhan? Bisa dipastikan jawabannya tentu adalah puasa dan tarawih. Memang benar, Ramadhan adalah bulan di mana umat Islam diwajibkan untuk melakukan ibadah puasa selama 1 bulan penuh, kecuali bagi orang-orang yang dengan kondisi tertentu sehingga tidak bisa melaksanakannya.

Sebetulnya selain ibadah puasa, ada banyak jenis ibadah lainnya yang bisa dilakukan selama bulan Ramadhan. Seperti melakukan shalat tarawih, memperbanyak bacaan Al-Quran dan sedekah, berzakat, melakukan umrah, dan ibadah lainnya.

Apapun ibadah dan amal kebaikan yang Anda lakukan, tentu harus selalu diawali dengan niat semata-mata mencari keridhaan Allah. Tentu semua orang akan bersemangat melakukan setiap amal kebaikan pada bulan ini karena pahala dari setiap kebaikan akan diberikan dengan berlipat ganda.

Ramadhan menjadi bulan yang istimewa bagi umat Islam karena tentu berbeda dengan bulan hijriyah lainnya. Ada momen-momen istimewa yang hanya berlangsung pada bulan ini, di antaranya bulan Ramadhan adalah bulan dimana Al-Quran diturunkan pertama kali, selain itu Allah memberikan keutamaan malam seribu bulan pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Tentulah keutamaan yang ada sangat sayang jika dilewatkan begitu saja, terdapat banyak amalan kebaikan yang bisa kita lakukan. Mengoptimalkan kebaikan dan meminimalisasi keburukan adalah pelajaran utama pada bulan Ramadhan.

Arti Kata Ramadhan

Jika berbicara mengenai asal kata Ramadhan, terdapat banyak versi mengenai hal ini. Alkisah, Bangsa Babylonia sebagai salah satu kaum yang pernah mendominasi jazirah Arab melakukan penanggalan dengan cara mereka sendiri, dalam perhitungannya bulan ke sembilan selalu bertepatan dengan musim panas saat panas matahari terasa amat menyengat.

Melihat fenomena yang terus berulang, akhirnya diputuskan lah bulan ke sembilan itu diberikan nama ramadan yang artinya panas bumi yang menghanguskan.

Penanggalan dalam Islam menggunakan lama edar bulan terhadap bumi, sehingga tidak selalu bulan Ramadhan bertepatan dengan musim panas. Arti kata, Ramadhan, yaitu panas atau membakar, lebih dipahami sebagai makna kiasan. Yang menunjukkan bahwa bulan Ramadhan diharapkan bisa membakar segala dosa yang telah diperbuat manusia pada 11 bulan lainnya.

Amalan Utama di Bulan Ramadhan

1. Berpuasa

Ramadhan dan puasa seperti dua sisi mata uang, ketika datang bulan Ramadhan tentu sudah terbayang akan berpuasa. Saat inilah setiap muslim diwajibkan untuk memahami hakikat berpuasa, yaitu tidak hanya dengan menahan diri dari rasa lapar dan haus saja, tapi juga menahan diri dari syahwat, serta perbuatan tercela, seperti bergunjing, mencela orang lain, berkata bohong, ataupun hal buruk lainnya.

Jika itu dilakukan dengan baik, maka tercapai sudah tujuan dari berpuasa di bulan Ramadhan, yakni mendidik manusia agar menjadi manusia bertaqwa. Sebagaimana yang Allah SWT firmankan dalam Alquran Surat Al-Baqarah ayat 183, yang artinya, “Hai, orang-orang yang beriman, diwajibkan bagi kamu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan bagi orang-orang sebelummu, agar kamu bertaqwa”.

Atau seperti yang disampaikan oleh Rasullah saw dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan An-Nasa’i, sebagai berikut.

"Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah  mewajibkan kepadamu puasa di dalamnya. Pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat. Juga terdapat dalam bulan ini malam yang lebih baik dari seribu bulan, barang siapa yang tidak memperoleh kebaikannya, maka ia tidak memperoleh apa-apa”.

Puasa sebetulnya merupakan aktivitas alami yang tidak hanya dilakukan oleh manusia, tapi juga manfaatnya dirasakan oleh makhluk hidup lainnya, seperti ulat yang harus berpuasa agar menjadi kepompong, kemudian ayam yang juga harus berpuasa selama mengerami telurnya.

Selain itu, juga tidak hanya dilakukan oleh umat Nabi Muhammad saja, tapi juga dilakukan oleh nabi-nabi terdahulu. Misalnya, Nabi Daud as yang sehari berpuasa dan sehari berbuka, yang juga diperintahkan oleh Rasulullah. Selain itu, sejak masa Nabi Nuh hingga Nabi Isa juga diwajibkan untuk berpuasa 3 hari pada setiap bulannya, dan yang paling terkenal adalah puasanya Nabi Adam yang harus menahan diri dari buah khuldi semasa berada dalam surga.

Keutamaan puasa yang paling utama adalah bisa menghapus semua dosa kaum muslim ketika dilakukan dengan penuh kerelaan semata mengharapkan keridhaan Allah SWT, seperti yang Rasulullah sampaikan dalam hadits, "Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya telah lalu."

Mengingat begitu banyak pahala serta keutamaan yang diberikan Allah selama bulan Ramadhan, tentu menjadi cambuk kepada kaum muslim agar bisa melakukannya dengan sebaik mungkin. Tentu agar tidak terjerumus menjadi golongan orang yang merugi karena hanya mendapatkan lapar dan haus saja, tanpa mendapatkan pahala apapun.

2. Shalat Tarawih

Jika ditanya, apa yang dilakukan pada malam hari di bulan Ramadhan setelah berbuka? Jawabannya tentu bukanlah makan bakso, seperti yang sering dilihat dipinggir jalan segera setelah adzan magrib, tapi shalat tarawih yang dilakukan secara berjamaah setelah shalat isya.

Shalat tarawih ini adalah shalat sunnah yang khusus dilakukan hanya di bulan Ramadhan saja. Tarawih juga disebut sebagai Qiyamul lail. Jika di bulan lain, Qiyamul lail yang dimaksud adalah shalat tahajud. Kata Tarawih sendiri berasal dari bahasa Arab, yang artinya waktu sesaat untuk istirahat.

Shalat tarawih merupakan shalat sunnah karena memang dicontohkan oleh Rasulullah. Namun, selama bulan ramadhan rasul hanya melakukannya secara berjamaah sebanyak 3 kali, beliau tidak melakukan shalat berjamaah setiap hari dikarenakan khawatir jika kaum muslim menganggap shalat tarawih sebagai shalat wajib.

Adapun jumlah rakaat shalat yang Rasul kerjakan adalah sebanyak 11 rakaat yang terdiri dari 8 rakaat shalat tarawih dan 3 rakaat shalat witir. Namun, di masa pemerintahan Umar bin Khattab, jumlah rakaat menjadi 23 rakaat, yang terdiri dari 20 rakaat shalat tarawih dan 3 rakaat shalat witir.

Ada yang berpendapat, boleh memilih jumlah rakaat yang manapun. Jika memilih jumlah rakaat 11, maka sebaiknya memilih bacaan surat-surat yang agak panjang, sementara surat pendek dibacakan jika memilih 23 rakaat.

Ya, tidak masalah jumlah rakaat manapun yang Anda pilih karena 11 rakaat memang dicontohkan Rasul, sedangkan 23 rakaat hasil ijtihad atau pemikiran Umar Bin Khattab, sahabat Rasul yang sudah dijamin masuk surga. Yang menjadi masalah adalah jika kita tidak melakukan shalat tarawih sama sekali, tanpa disertai alasan atau uzur yang jelas dan syar’i.

3. Memperbanyak Membaca Al-Quran

Bulan Ramadhan adalah bulan Al-Quran karena pada bulan inilah terjadi momen penting, yakni diturunkannya Alquran pertama kali saat Rasul berada di Gua Hira. Meskipun banyak yang memperdebatkan tanggal pastinya, tapi kebanyakan ulama berpendapat bahwa tanggal 17 Ramadhan sebagai tanggal diturunkannya Al-Quran pertama kali.

Al-Quran adalah bacaan terbaik umat Islam, berisi panduan hidup dan tuntunan terbaik bagi umat manusia. Salah satu keutamaan Al-Quran adalah diberikannya pahala bagi siapa saja yang membacanya, sekalipun belum bisa memahami artinya. Terlebih lagi jika kita membaca dan mempelajarinya di bulan Ramadhan, bulan di mana Allah memberikan pahala yang berlipat ganda bagi setiap amal kebaikan.

Rasulullah adalah orang yang paling sering membaca Al-Quran bahkan dikatakan bahwa beliau layaknya Al-Quran berjalan karena setiap tingkah lakunya sesuai dengan yang diperintahkan dalam Al-Quran. Rasullah memperbanyak bacaan Al-Quran pada bulan Ramadhan, lebih banyak dibandingkan pada bulan-bulan lainnya.

Alquran juga bisa menjadi penolong di hari perhitungan amal kelak di akhirat, ketika timbangan kebaikan kita kurang, tapi Al-Quran akan memberikan pertolongan atau syafa'at yang akan menolong kita dari siksa api neraka, jika kita sering membaca dan mempelajarinya. Seperti yang telah Rasulullah saw sampaikan dalam hadits sebagai berikut.

"Bacalah Al-Quran, sesungguhnya ia datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa'at bagi ahlinya (yaitu orang yang membaca, mempelajari, dan mengamalkannya)" HR. Muslim.

Karena keutamaannya inilah, maka biasanya hal yang sering ditargetkan pencapaiannya selama bulan ramadhan adalah bacaan Al-Quran, yaitu seberapa banyak atau seberapa kali kita berhasil mengkhatamkan atau menyelesaikan Al-Quran.

4. I’tikaf

Jika dilihat arti i’tikaf dari segi bahasa, artinya adalah berdiam diri pada suatu tempat. Sedangkan secara syar’i, i’tikaf ini berarti berdiam diri di dalam masjid yang bertujuan untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.

I’tikaf ini juga merupakan agenda khas selama bulan ramadhan, biasanya lebih banyak dilakukan pada 10 hari terakhir. Karena pada hari-hari ini, banyak orang yang berusaha untuk mendapatkan malam lailatul qadar, yaitu malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Rasulullah konsisten melakukan i’tikaf selama hidupnya pada 10 hari terakhir ramadhan hingga ajal menjemputnya.

5. Memperbanyak sedekah

Salah satu fungsi lain dari puasa selain untuk meningkatkan ketaqwaan adalah meningkatkan kepekaan sosial. Saat berpuasa, kita bisa merasakan bagaimana rasa lapar yang dirasakan oleh saudara-saudara kita yang kehidupannya berkekurangan. Dengan begitu, puasa akan bisa menumbuhkan rasa empati dan kepekaan sosial pada diri setiap muslim.

Hal lain yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan empati terhadap sesama adalah dengan bersedekah. Momentum Ramadhan seharusnya dilakukan pada saat yang tepat sebagai ajang untuk menabung pahala kebaikan, salah satunya dengan cara memperbanyak sedekah. Hal ini juga dilakukan Rasulullah, beliau dikenal amat pemurah kepada sesama dan beliau lebih pemurah pada saat bulan Ramadhan.

Ramadhan dengan segala keutamaan dan pahala yang dijanjikan Allah, seharusnya menjadi pemacu semangat kaum muslim untuk bisa memperbaiki diri. Ramadhan sebagai bulan pembakaran, haruslah bisa membakar segala dosa dan keburukan yang telah kita lakukan.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan bulan Ramadhan, misalnya dengan berpuasa dengan baik, melakukan shalat tarawih, bersedekah, menjaga lisan, hati, dan oragan tubuh lainnya dari perbuatan tercela. Semoga setelah Ramadhan berlalu, bisa meninggalkan bekas kebaikan pada diri umat manusia.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Doa Shalat Dhuha - Pembuktian Hanya Allah Pemberi Rezeki
  • Mencengkeram Rezeki Lewat Sholat Dhuha
  • Tata Cara dan Keutamaan Shalat Tarawih
  • Macam Sholat Sunnah
  • Tata Cara Sholat Sunnah Gerhana dan Sholat Sunnah Lainnya
  • Panduan Shalat Dhuha
  • Serba-Serbi Sholat Sunnah Fajar
  • Tata Cara Sholat Tahajud Dengan Benar
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA