logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Seni    Seni Modern

Mengenal Ragam Tari Eropa


Ilustrasi tari eropa

Hampir semua jenis tari memiliki kisah dan sejarahnya sendiri. Tari dansa, ballet dan waltz adalah tiga dari sekian banyak ragam tari Eropa yang kita kenal. Bagaimanakah kisah dan sejarah ketiga tarian tersebut?

Tari Eropa Dansa

Dansa adalah tarian berlatar belakang budaya Eropa yang dilakukan dengan berpasangan antara pria dan wanita dengan berpegangan tangan atau berpelukan sambil diiringi musik. Selain di Eropa, tari dansa ini digandrungi pula di wilayah Amerika Selatan (Latin) yang memang memiliki tari dansa tersendiri yang disebut dansa Latin. Cha-cha, Rumba, Samba, Jive, dan Paso double misalnya, adalah ragam tari dansa latin yang telah telah populer di dunia.

Indonesia sendiri mulai mengenal dansa setelah orang-orang Belanda yang tinggal di Batavia sering mengadakan pertemuan, terutama di kalangan muda-mudinya. Bahkan hampir setiap malam minggu mereka mengadakan dansa ria.

Namun di awal 1950-an, perkembangan dansa di Indonesia mulai menyurut, seiring menguatnya paham komunis. Hal ini disebabkan karena dansa diidentikkan dengan budaya barat, sesuatu yang sangat ditentang komunis.

Tari Eropa Waltz

Tari waltz sebenarnya adalah sejenis tarian rakyat yang dilakukan di dalam ruangan tertutup. Tari waltz mulai dikenal pada pertengahan tahun 1700-an di kalangan bangsawan Eropa terutama di daerah Wina, Austria.

Secara umum tari Waltz terdiri dari dua jenis, yaitu Slow Waltz yang lambat dan Vienese Waltz yang bertempo lebih cepat dengan ketukan 3/4. Tempo dalam tarian Waltz ini sangat tergantung pada kisah yang diceritakan. Pada umumnya lagu pengiring tarian Waltz ini bertutur tentang kisah cinta pria-wanita.

Gerakan dasar tarian Waltz adalah dengan membuat satu putaran penuh dengan dua tahapan, di mana satu tahapnya terdiri dari tiga langkah. Setelah tari Waltz ini mulai dikenal secara luas, tarian rakyat dalam ruangan lainnya pun mulai berkembang pula.

Tari Eropa Ballet

Anda tentu mengenal jenis tarian yang satu ini. Tarian yang berasal dari Perancis ini terkenal dengan garakannya yang lentur dan dinamis dengan memadukan koordinasi tubuh dan kekuatan fisik sehingga indah dipandang mata. Saat ini tari Ballet banyak diminati di indonesia, terutama anak perempuan di kalangan menengah atas perkotaan.

Ada banyak manfaat dengan mempelajari tari balet ini. Selain untuk menyalurkan hobi dengan menari ballet juga dapat menjaga penampilan tubuh agar tetap ramping, memperkuat daya tahan tubuh, melatih koordinasi tubuh, melatih kecepatan berpikir dan dapat meningkatkan rasa percaya diri. Saat ini mulai marak terlihat lembaga pendidikan yang mengajarkan anak untuk menari Ballet.

Sejarah Ballet dimulai justru bukan dari Perancis, namun dari Italia di masa Renaisans sekitar abad ke-16. Masa Renaisans adalah suatu masa di mana kesenian dan ilmu pengetahuan mengalami kemajuan yang sangat pesat termasuk seni tari. Pada saat itu, para bangsawan Italia seringkali mengadakan pertemuan yang disuguhi dengan berbagai hiburan. Salah satu jenis hiburan yang ditampilkan adalah tarian ritmik yang di kemudian hari menjadi cikal bakal Ballet.

Raja Perancis yang berkuasa saat itu, Raja Louise XIV turut berjasa dalam mengembangkan tari Ballet ini. Beliaulah yang mendirikan Académie Royale de Danse pada 1661. Walau pada awalnya berawal dari komunitas ningrat, namun di awal abad ke-19 Ballet mulai melebar ke strata sosial yang lebih luas, sehingga Ballet dapat dipelajai dan dinikmati oleh semua kalangan.

Hal tersebut membantu penyebaran tari Ballet ke berbagai penjuru dunia. Bahkan negara Rusia menjadi salah satu negara di dunia yang dikenal sebagai pemasok balerina yang tak habis-habisnya. Para balerina Rusia pulalah yang sering mengadakan tur keliling dunia sehingga Ballet semakin dikenal oleh mayarakat umum.

Contoh beberapa penari balet terkenal juga pelopor. Ini dia para penari balet Internasional yang sudah terkenal juga balerina dari Indonesia. Gillian Murphy dan Angel Corella dalam Swan Lake, Ana Pavlova, Margot Fonteyn, Ekaterina Makarova, Gilsey Kirkland, Sylvie Guillem, Darcey Bussell, Alessandra Ferri, Nina Ananiashvili, Gillian Murphy, Svetlana Zakharova, Tamara Rojo

Lalu ada juga perintis tari Eropa balet di Indonesia yaitu Nanny Anastasia Lubis, Farida Oetoyo, Maya Tamara Tanneke Burki, Farida Feisol, Ade Rayanti, Yulianti Parani, James Danandjaja dan Valerianus Welly.

Lalu ada juga penari balet terkenal di Indonesia, seperti si kembar Adella dan Aletta, Jety Maika, Chendra E Panatan dan Dea Valencia.

Sekilas Tentang Seorang Perintis Balet Indonesia

Telah kita sebutkan tadi beberapa perintis balet yang ada di Indonesia, sekarang kita akan bahas satu dari mereka yang pernama Farida Oetoyo.

Farida Oetoyo wanita kelahiran Solo Jawa Tengah ini adalah maestro tari eropa balet di Indonesia. dia adalah keturunan dari seorang pegawai negeri Departemen Luar Negeri. Lalau karier dari ayahnya meningkat hingga menjadi Dute Besar Ri die Negara Asia dan Eropa. Sejak kecil Farida memang sudah terlihat sangat menyukai tari Eropa balet.

Awalnya dia belajar di Ballet Fine Arts of Movement di Singapura kemudian pindah ke Royal Academy of Dance di Canberra, Australia.

Ketika dia remaja ayahnya yang seorang duta besar meninggal dunia dan menyebabkan kondisi keluarganya menjadi sangat jauh berubah kemudian semangatnya dan keinginannya sebagai balerina profesional kian mengebu dan begitu besar. Dia pun mendapatkan beasiswa sekolah balet di Rusia karena Akademi Balet Bolshoi Moskwa di Rusia adalah surganya budaya klasik, dia pun menerima tawaran beasiswa tersebut.

Akhirnya selama 4 tahun dia belajar di akademi tersebut dengan waktu latihan yang hampir setiap hari dari jam 9 pagi sampai dengan jam 9 malam, dia dilatih serta digembleng oleh gurunya yang sangat penuh dengan disiplin. Selai balet dia juga harus membagi waktunya dengan mata kuliah lain yang berhubungan dengan kesenian mulai dari sejarah, manajemen, karakteristik, tentang drama pentas dan lain sebagainya.

Setelah perjuangannya itulah dia lulus Cum Laude setelah melalui ujian didepan 50 orang pakar balet dunia yang mengujinya dengan tatapan dingin. Dia pun menyandang gelar sebagai Artist of Ballerina. Setelah menguasai balet klasik dia memutuskan untuk kuliah lagi ke Amerika Serikat tentang tari Eropa balet modern .

Setelah itu dia kembali lagi ke negaranya Indonesia dan dia membuka sebuah sekolah balet di tahun 1957 bersama dengan temannya Yulianti Parani di Jakarta. Usaha inilah yang akhirnya memacu pada perkembangan tari Eropa balet di tanah air. Pementasan balet pun menjadi sering diselenggarakan di Indonesia yang membuat balet semakin kondusif.

Karya-karya Maestro Balet Indonesia

Karya dari Farida ada yang judulnya Rama & Shinta dan juga "Gunung Agung Meletus yang dikoreografi sendiri olehnya. Karya inilah yang menjadi sebuah karya fenomenal juag monumental dari seorang Farida. Selain itu ada juga karyanya yang lain, seperti Carmina Burana, Daun Fulus, Putih-Putoh. Sajian baletnya yang sangat spektakuler membuat warga Indonesia menjadi antusias untuk menonton pertunjukannya.

Sebanyak lima ribu orang penonton memadati Teater Terbuka yang menjdai tempat terselenggaranya pertunjukkan ini. Media cetak pun dengan gencar menjadikannya berita di media cetak mereka.

Lima ribu tempat duduk yang tersedia di Teater Terbuka padat penonton. Bahkan kalangan pers juga mempunyai andil besar. Menyambut dengan menurunkan berirta dan artikel-artikel menarik dimedia cetak mereka. Farida juga pernah melakulkan pementasan di Eropa dan Ametika

Dunia film Farida

Selainmenekuni dunia tari Eropa balet, Farida pernah juga bermain dan terjun dalam blantika film nasional. Ia membintangi beberapa film layar lebar antara lain film Perawan di Sektor Selatan, Apa Jang Kau Tjari, Palupi?, Bumi Makin Panas. Ia mampir di dunia film atas ajakan suaminya, sineas Sjumandjaja.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Kesenian Kuda Lumping, Magis dan Ekstrem
  • Sejarah Grafiti - Cerita di Balik Dinding Kotor
  • Indahnya Seni Ukiran Buah
  • Keeksotisan Karya Seni Kriya Mancanegara
  • Tattoo Tribal - Tatto Tradisional Unik dan Estetis
  • Tarian dari Berbagai Belahan Dunia
  • Kritik Sosial Ala Seni Karikatur
  • Pengertian Seni Rupa dan Kegunaannya Bagi Masyarakat
  • Lukisan Kaca - Seni Lukis dengan Media Kaca
  • Rahasia di Balik Pertunjukan Sulap
  • Gambar Seni Rupa dari Masa ke Masa
  • Pengertian Impresionisme, Sejarah, dan Tokohnya
  • Graffiti - Antara Seni dan Vandalisme
  • Perkembangan Sastra dalam Perfilman di Indonesia - ANNEAHIRA.COM
  • Seni Terapan Mancanegara untuk Bisnis
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA