Tari Kecak Khas Bali

Tahukah Anda tentang tari kecak? Anda tentu sangat suka melihat orang menari. Indah, bukan? Menari merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional. Menari dapat dilakukan di tempat tertutup dan tempat terbuka. Tidak semua orang dapat menari, butuh keahlian dan latihan yang rutin untuk bisa menjadi seorang penari. Menari bisa juga disebut sebagai olah seni tubuh.
Apa Itu Tari?
Tari merupakan gerak tubuh berirama dengan jenis gerakan tubuh tertentu. Sebuah tarian membutuhkan anggota tubuh sebagai medianya. Hanya saja, ada tarian yang dilakukan dengan tempo yang lambat, ada juga dengan tempo yang cepat. Tari dilakukan dengan diiringi alunan musik yang khas.
Tidak hanya lagu yang dijadikan sebagai media penyampaian pikiran dan perasaan. Tari pun demikian, dilakukan sebagai ungkapan perasaan, maksud dan pikiran seseorang atau sekelompok orang. Ada berbagai macam jenis tari, yaitu tari rakyat, tari klasik, dan tari kreasi baru atau kontemporer.
Tari Kecak
Indonesia memiliki kekayaan kesenian yang banyak jumlahnya. Salah satunya adalah tari Kecak yang berasal dari Bali. Kata kecak berasal dari kata ketjak atau ketjack atau ketiak. Kecak merupakan bentuk kesenian tari khas Bali yang awal mulanya di ciptakan pada 1930-an.
Para penari tari Kecak terdiri atas puluhan orang. Penari yang paling dominan adalah laki-laki. Tari Kecak dilakukan dengan duduk berbaris melingkar sambil mengangkat ke dua lengan dan menyerukan kata ”cak” secara bersamaan. Orang yang mempopulerkan tari Kecak adalah Wayan Limbak.
Penari tari Kecak tidak hanya terdiri atas laki-laki saja, ada seorang penari perempuan yang berperan sebagai Shinta. Para penari menyimbolkan tokoh pewayangan dalam kisah Ramayana. Ada yang berperan sebagai penari, Hanoman, Shinta dan Rama, serta Rahwana. Hal ini disebabkan tari kecak merupakan penggambaran cerita peperangan antara Rama dengan Rahwana. Para penari yang duduk berbaris melingkar tersebut disimbolkan sebagai barisan kera yang membantu Rama.
Asal Tari Kecak
Sebenarnya tari Kecak berasal dari ritual Sanghyang. Dalam ritual ini, penarinya akan berada dalam kondisi tidak sadar. Lalu, mereka berkomunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur. Mereka berkomunikasi kepada para leluhur, untuk menyampaikan harapan-harapan mereka kepada masyarakat. Jadi, awal mulanya dari ritual Sanghyang yang dilakukan rutin oleh masyarakat Bali sehingga lama-kelamaan terciptalah tari Kecak berdasarkan serangkaian ritual Sanghyang.
Perlengkapan Tari Kecak
Tari Kecak tidak menggunakan alat musik seperti tari tradisional atau klasik lainnya. Satu-satunya bunyi alat musik yang terdengar hanya kincringan yang dikenakan pada setiap kaki penari.
Kostum yang dikenakan oleh para penari tari Kecak tidak banyak menggunakan ornamen. Penari laki-laki hanya menggunakan kain bercorak kotak menyerupai motif papan catur. Kain corak kotak tersebut dikenakan dengan cara dililitkan di pinggang. Tidak lupa para penari mengenakan ikat kepala yang terbuat dari kain khusus dengan hiasan setangkai bunga yang disematkan di telinga.
itulah deskripsi singkat mengenai tari Kecak sebagai warisan budaya Indonesia yang harus dilestarikan. Keberadaan beberapa tarian Indonesia merupakan harta yang paling berharga dan tidak dapat tergantikan oleh apapun.






