Mengenal Tari Nusantara
Ilustrasi tari nusantara
Tari Nusantara adalah satu di antara sekian banyak seni budaya yang ada di setiap suku bangsa tanah air. Bisa dikatakan bahwa tari Nusantara telah memperkaya khazanah budaya nasional Indonesia. Indonesia terdiri atas pulau-pulau dan membentang dari barat ke timur. Setiap pulau memiliki karakteristik khas yang membentuk pula karakteristik suku bangsa yang mendiaminya.
Dengan demikian, kondisi tersebut juga telah menjadi penyebab adanya seni budaya setiap suku bangsa yang berbeda-beda tadi. Tari Nusantara sebagai salah satu kekayaan khas kebudayaan Indonesia, mendapat tempat terhormat dalam jajaran budaya setiap daerah yang didiami oleh setiap suku bangsa.
Tarian tersebut dapat dikatakan pula sebagai simbol cantik untuk keutamaan budaya daerah setempat, yang melambangkan dinamika sekaligus keindahan budaya masing-masing. Beberapa jenis tari menjadi tarian wajib yang banyak dibawakan oleh para pelajar ataupun orang-orang Indonesia yang tinggal di luar negeri, dengan banyak alasan tertentu.
Tarian tersebut dipertunjukan ketika ada acara-acara penting kenegaraan di kantor kedutaan besar negara-negara tersebut. Misalnya acara perayaan Kemerdekaan RI, pertunjukan yang diselenggarakan sebagai simbol pengingat dan kecintaan terhadap tanah air Indonesia.
Tak heran, jika banyak dari mereka yang fasih melakukan tari-tarian. Keindahan dan dinamika tarian juga ditunjang dengan kostum tarian yang anggun dan menawan. Setiap daerah dan suku bangsa memiliki kebudayaan pakaian yang berbeda, sehingga hal ini terbawa pula pada kostum tarian yang dipakai oleh para penari tari Nusantara tersebut.
Selain, fasih dan gemulai membawakan tarian, tak jarang mereka pun pandai memakai kostum dan merias kelengkapannya dengan baik. Tak pelak lagi, tarian memang memiliki keindahan secara fisik dan spiritual.
Ragam Tari Nusantara
Hingga saat ini, Indonesia yang terdiri atas 33 provinsi tetap memiliki ragam budaya daerah yang menjadi kesempurnaan kebudayaan Nasional tanah air. Ke-33 provinsi tersebut bisa dianggap sebagai wakil dari tiap suku bangsa yang ada di Indonesia dengan aneka ragam tariannya.
Berikut ini beberapa jenis tarian yang ada di provinsi-provinsi terbesar tanah air. Tarian tersebut merupakan jenis tari Nusantaratradisional sebagai lambang kekayaan budaya nasional.
- Tarian Sumatra, dengan akar budaya suku bangsa Melayu. Tampak kental dalam setiap lenggang tariannya, juga pada kostum yang dipakai penarinya. Tarian yang terkenal antara lain adalah tari piring dari Sumatra Barat.
- Tarian Jawa, dengan akar budaya suku bangsa Jawa dan Sunda, yang memiliki kesamaan. Yang membedakannya hanya dari dinamika gerakan para penarinya. Akan tetapi, pada beberapa tarian Jawa dikenal juga hanya sebagai tarian keraton atau tarian yang bercorak Hindu-Budha (sendratari Ramayana yang kerap dipentaskan di teater terbuka Candi Prambanan). Tarian yang terkenal antara lain tari merak (Sunda) dan tari serimpi (Jawa).
- Tarian Kalimantan, dengan akar budaya prasejarah yang masih kental mewarnai seni budayanya. Biasanya berupa gerakan-gerakan dinamis yang bertujuan untuk sesembahan. Tarian tersebut bisa dianggap sebagai ritual dan bersifat spiritual. Misalnya, tari hudoq yang biasa dilakukan oleh Suku Dayak.
- Tarian Sulawesi. Sama halnya dengan tarian Kalimantan, tarian ini juga berakar dari budaya prasejarah yang bertujuan sebagai ritual penyembahan dan bersifat spiritual. Misalnya, tari kabasaran dari Makassar.
- Tarian Papua, Bali, dan Nusa Tenggara. Tarian ini juga didasari oleh akar budaya prasejarah tanah air yang bersifat spiritual sebagai ritual masyarakat pada masanya. Misalnya tari sanghyang dedari dari Bali.
Perkembangan Tari Nusantara
Budaya Nasional Indonesia tidak hanya berdiam statis tanpa perkembangan ke arah manapun. Budaya tanah air telah menjelajah dunia luar tanpa bisa terbendung lagi. Hal itu membuatnya semakin berkembang dan dikenal luas.
Banyaknya para pelajar Indonesia yang mengenyam pendidikan di luar negeri, adanya bermacam misi pertukaran kebudayaan, ataupun pertunjukan-pertunjukan khusus kebudayaan, membuat kebudayaan itu sendiri membuka diri untuk mengikuti arus perkembangan zaman. Antara lain dengan semakin sederhananya kostum para penari yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan di sekitarnya, misalnya dalam bentuk siap pakai.
Jadi, seorang penari saat ini, bisa jadi tak harus menggunakan kain yang dililit berulang saat dia akan melakukan pertunjukan. Saat ini, kain tersebut bisa jadi sudah dibentuk dengan cara dijahit, sehingga bisa langsung digunakan pada saatnya.
Beberapa jenis tarian modern yang berakar dari tarian tradisional Nusantara bermunculan pula saat ini, sehingga makin memperkaya koleksi tarian Nasional Indonesia.
Bagong Kussudiarjo antara lain didaulat sebagai salah satu pelopor seni tari modern/kontemporer Indonesia. Pengalaman menimba ilmu di Amerika Serikat membuat Bagong banyak mempelajari tarian Barat, seperti balet dan tarian modern lainnya.
Kemudian, pengetahuannya itu diterapkan pada banyak tarian dengan akar budaya Indonesia, sehingga terciptalah banyak tarian modern Indonesia sebagai hasil perpaduan budaya tanah air dan budaya Barat.
Seni tari budaya Jepang, tari noh, merupakan salah satu bentuk lain dari kolaborasi seni budaya Indonesia dengan seni budaya luar, dalam hal ini seni budaya Jepang. Tepatnya, tarian tersebut merupakan perpaduan antara seni teater tradisional yang berasal dari Jawa dan Bali dengan kesenian tradisional masyarakat Jepang.
Tak dapat dihindari lagi, samarnya batas-batas dunia secara global di era komunikasi ini telah menjadi pendorong cepatnya perkembangan tari Nusantara secara luas. Akibat positifnya, hal ini tentu akan memperkaya tarian tradisional daerah, sekaligus budaya Nasional secara umum.
Akan tetapi, dampak negatifnya kondisi tersebut dapat membuat kehilangan identitas bangsa, jika tidak memiliki akar budaya yang kuat dan kokoh. Masyarakat akan mengalami "gegar budaya", sehingga tak mau mengakui ataupun melestarikan akar budaya masing-masing.
Tentunya, hal itu bisa ditanggulangi dengan cara memperkokoh akar budaya tradisional yang dimiliki oleh setiap suku bangsa. Akar seni budaya Nasional sebagai perisai penting pengenalan budaya daerah sangat perlu dilakukan, terutama pada anak-anak sebagai generasi yang paling rentan terhadap budaya tradisional di tanah air. karena miskinnya pengalaman yang dimiliki oleh generasi tersebut.
Pengenalan dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan-kegiatan sederhana di lingkungan sekolah dalam bentuk pengajaran formal atau informal (kegiatan ekstra kurikuler), juga di lingkungan rumah.
Salah satu pengenalan budaya daerah di rumah adalah mengenalkan bahasa daerah yang dipakai oleh keluarga besar sang anak. Setelah itu, pengenalan bisa dilanjutkan kepada hal-hal yang lebih kompleks, seperti seni budaya tradisional daerah tersebut.
Pengenalan dapat dilakukan antara lain dengan memberikan buku-buku bacaan ataupun tontonan yang mendidik kepada anak. Kesadaran akan budaya daerah yang kemudian akan mengarah kepada kebudayaan Nasional secara global, akan memberikan ketahanan kokoh dalam diri siapapun.
Terutama pada anak-anak yang belum bisa menyaring budaya yang beredar di sekelilingnya. Kesadaran itu akan memberikan pengaruh penting pada seberapa tahan seseorang terhadap pengaruh budaya luar yang tak henti mengepungnya di era komunikasi saat ini.
Akhirnya, dengan sendirinya, dia akan mampu memilah dan memilih budaya luar mana yang cocok dan yang tak cocok dengan pribadinya, yang disesuaikan dengan akar budaya tradisional dalam jiwanya tadi. Lebih jauh lagi, pada waktunya, dia akan menjadi pelopor pengembang budaya tersebut sehingga akan lebih memperkaya khazanah budaya nasional yang telah ada.
Semoga sedikit pengetahuan soal tari Nusantara tadi bisa memperluas wawasan kita mengenai kekayaan bangsa. Tari Nusantara, seperti halnya budaya lain, harus dilestarikan dan dijaga sama-sama.
Tari Nusantara Mesti Dilestarikan
Indonesia kaya akan nilai-nilai seni dan budaya. Salah satunya dikemas dalam bentuk tari. Bisa kita lihat betapa beragamnya tari Nusantara dengan keunikannya masing-masing.
Produk budaya ini dalam perkembangannya saling berinteraksi. Karenanya, suatu tarian yang diciptakan, hidup, dan berkembang di suatu wilayah tertentu, akan tersebar juga di berbagai wilayah Nusantara.
Tari Saman dan Seudati misalnya. Pada awalnya hanya terdapat di Nanggroe Aceh Darussalam. Akan tetapi karena pengaruh alat transportasi, komunikasi, dan unsur manusia, dewasa ini terdapat juga di wilayah Jawa, Bali, Sumatera, dan daerah lainnya.
Demikian juga tari-tarian Jawa yang saat ini berkembang di Kalimantan, Sulawesi, Bali, Irian, bahkan sampai ke luar negeri. Semua itu karena pergerakan manusia dengan didukung berbagai kemudahan yang ada.
Pengertian Seni Tari
Tari identik dengan gerak tubuh manusia. Tidak sebatas fisik, tari juga merupakan keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan dalam bentuk gerak tubuh yang diperhalus melalui estetika. Pada pertumbuhannya, tari memberi corak budaya yang lebih variatif dan dinamis. Intensitas pendalamannya pun sangat beragam. Oleh sebab itu, tari menjadi semakin memiliki aura yang diharapkan digali terus menerus.
Tari merupakan salah satu cabang seni dengan menggunakan tubuh sebagai media komunikasinya. Tari mendapat perhatian besar di masyarakat. Tari ibarat bahasa gerak merupakan alat ekspresi manusia sebagai media komunikasi yang universal dan dapat dinikmati oleh siapa saja, pada waktu kapan saja.
Berikut ini berapa tari nusantara yang berasal dari Jawa Barat.
-
Tari jaipong ketuk tilu.
-
Tari merak.
-
Tari topeng.
Sekilas Sejarah Tari Nusantara
Seiring membaiknya kondisi sosial ekonomi di Indonesia pascafase feodalisme, perkembangan seni tari tradisional mendapat tempat yang layak pula. Masyarakat menemukan kebebasan untuk berkreativitas menuangkan ide dan karya inovatif.
Sebelumnya, masyarakat dibelenggu oleh status sosial. Masyarakat biasa diklasifikasikan sebagai kaum pribumi (inlander) yang bodoh. Saat itu, tari hanya diperuntukkan bagi kaum bangsawan dan para pejabat kolonial. Tari sebagai sebuah hiburan yang memuaskan mereka.
Pada saat bangsa terlepas dari kolonialisme, merebaklah seni tari tradisional. Setiap daerah memiliki sanggar-sanggar tari yang dipenuhi para peminat. Terciptalah ratusan tarian di setiap daerah yang kemudian dipelajari, diperkenalkan, dan masuk ke kalangan pejabat sebagai hiburan atau tari persembahan.
Hal ini menimbulkan gairah bagi para koreografer untuk semakin menambah kekayaan seni tari Nusantara. Festival-festival tari daerah pun ramai dihelat.
Saat itu, tarian berkembang sebagai media ungkapan jiwa yang merefleksikan kehidupan masyarakat. Maka terciptalah tarian yang dikenal dengan sebutan tari kreasi baru, mengembangkan tari tradisional menjadi lebih modern dengan sentuhan koreografi yang tetap berakar pada tari tradisi.
Perkembangan Tari Nusantara
Kebudayaan Indonesia pada hakikatnya terbagi menjadi kebudayaan nasional dan kebudayaan daerah. Kebudayaan nasional sebagai kebudayaan yang mempunyai unsur pemersatu bangsa, sedangkan kebudayaan daerah adalah suatu kebudayaan yang berasal dari daerah. Kebudayaan daerah yang dimiliki oleh Indonesia meliputi rumah adat, lagu daerah, alat musik dan juga tarian yang biasanya lebih sering disebut sebagai tari nusantara.
Tari nusantara pada umumnya memiliki makna beragam. Ada yang bermakna rasa syukur tehadap Sang Pencipta, rasa cinta terhadap sesama bahkan ada juga yang menggambarkan rasa kepahlawanan dan keberanian seperti tari cakalele.
Untuk itulah ada beberapa tari Nusantara yang berfungsi sebagai tarian upacara atau ritual yang sakral dan ada juga tarian yang berfungsi sebagai tarian pergaulan. Sedangkan, bila ditinjau dari jumlah penari yang dilibatkan, tarian nasional bisa dibagi menjadi tari tunggal, tari berpasangan, dan tari kelompok.
Pada dasarnya setiap tarian nusantara bisa masuk ke dalam tiga kategori tersebut. Jika tarian dibawakan oleh seorang penari maka akan menjadi tari tunggal. Begitu juga ketika dibawakan oleh dua orang atau sepasang penari maka tarian itu masuk ke dalam tari berpasangan dan akan masuk ke dalam kategori tari kelompok bila dibawakan oleh tiga orang penari atau lebih.
Menurut sejarah, seni tari sudah berakar dalam kebudayaan Indonesia sejak abad ke-6 M. Lalu terus berkembang seiring masuknya kebudayaan Hindu, Buddha, dan Islam ke Indonesia.
Karena itulah banyak tarian Nusantara yang tercipta dengan tujuan sebagai ritual keagamaan ataupun sebagai media dakwah agar lebih diterima masyarakat. Selain dipengaruhi nilai-nilai keagamaan, tari Nusantara juga dipengaruhi oleh unsur politik seperti yang tercermin pada tari serimpi sangopati.
Tarian ini mengandung unsur ejekan yang ditujukan untuk pemerintah Belanda yang kala itu masih berkuasa di Indonesi. Penggunaan kata Sangopati yang berarti bekal kematian merujuk pada berakhirnya kekuasaan Belanda.
Kini tarian Nusantara semakin berkembang dengan adanya penggabungan unsur-unsur yang ada dalam tarian klasik dan tarian modern. Sehinga tari Nusantara tetap bisa bersaing dengan jenis tarian lainnya.
Perlu Upaya Pelestarian Tari Nusantara
Budaya bangsa menjadi salah satu aset penting yang mesti dijaga kelestariannya. Keberadaan budaya akan menjadi identitas dan jati diri bangsa yang khas serta membedakan dengan bangsa yang lain. Karenanya, setiap elemen masyarakat diharapkan memunyai komitmen dan kepedulian yang tinggi untuk menjaga budaya bangsa.
Untuk itu, harus terbangun komitmen yang sangat tinggi terhadap keberadaan budaya nasional. Salah satu caranya dengan rutin menggelar berbagai macam event kebudayaan. Terkait dengan melestarikan tari nasional, penyelengaraan Festival Tari Nasional sangat strategis kedudukannya.
Seperti Festival Nasional Kesenian Tari Nusantara yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan. Festival yang menampilkan beragam seni tari tradisional dari daerahnya ini memiliki misinya melestarikan nilai keragaman dan kekayaan budaya dalam rangka memperkuat jatidiri dan karakter bangsa.
Festival Nasional Kesenian Tari Nusantara adalah salah satu upaya untuk memperkenalkan keragaman seni budaya kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya para generasi muda agar tercipta pemahaman dan kecintaannya terhadap kesenian Indonesia.
Festival tari yang diikuti oleh hampir seluruh provinsi di Indonesia, juga diharapkan dapat meningkatkan integritas nasional serta meningkatkan jati diri dan karakter bangsa, sehingga bangsa ini menjadi bangsa yang bermartabat di mata dunia.
Selain menampilkan pertunjukan tari dari daerah-daerah di Indonesia, Festival Nasional Kesenian Tari Nusantara juga menyelenggarakan sarasehan, pameran dan penulisan deskripsi yang diharapkan dapat menjadi salah satu upaya strategis dalam menyikapi persoalan-persoalan yang terjadi dalam kehidupan seni tradisi Indonesia saat ini.
Kita menyadari kekayaan budaya Indonesia khususnya seni tari dan musik sangat beragam dan banyak di antarnya yang belum diketahui masyarakat luas. Apalagi untuk pengenalan kepada generasi muda penerus bangsa akan semakin sulit, apabila yang dipublikasikan ke masyarakat hanyalah jenis-jenis budaya instan dan budaya yang datangnya dari luar.
Festival serupa juga digelar Pusat Pengkajian Pemerintahan (Puskapem). Lebih menariknya lagi, peserta Festival Tari Nusantara ini anak usia dini. Rupanya Puskapem berkepentingan untuk secara dini mengenalkan dan melestarikan berbagai budaya tradisional bangsa Indonesia.
Kedua, meningkatkan apresiasi seni dan budaya peserta maupun masyarakat terhadap berbagai macam seni budaya yang ada di tanah air. Ketiga, memberikan kebebasan dalam ungkapan/penuangan ide/imajinasi peserta. Dan Keempat, meningkatkan rasa cinta tanah air bagi seluruh peserta dan masyarakat.
Puskapem menangkap begitu cepatnya budaya asing masuk dalam kehidupan sosial budaya kita. Namun filter sebagai penyaringnya tidak mampu untuk membendung hal tersebut.
Dampak terburuk yang sudah mulai dirasakan dan terjadi belakangan ini adalah terhadap anak-anak. Pusat Pengkajian Pemerintahan (PUSKAPEM) melihat upaya pelestarian tari Nusantara menjadi sangat penting untuk bersama-sama disadari dan diperhatikan, agar di kemudian hari bangsa ini memiliki jati diri.

