logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Gaya Hidup Sehat    Menjaga Kesehatan

Impaksi pada Gigi Taring - Faktor Penyebab dan Solusinya


Ilustrasi taring

Pipi sebelah kanan Dania akhir-akhir ini nampak bengkak dan terasa sangat nyeri. Gadis remaja berusia 18 tahun tersebut memang memiliki masalah dengan gigi taring yang dimilikinya. Tepatnya gigi tersebut seperti tak tumbuh sama sekali. Mungkin gigi tersebut saat ini mengalami masalah. Hal ini menyebabkan gusinya menjadi bengkak seperti yang dialaminya saat ini.

Kejadian seperti ini sebenarnya bukan hanya sekali ini saja ia alami. Sudah sering kali ia mengalaminya. Bila sudah bengkak seperti ini ingin rasanya ia cabut gigi taring yang menjadi biang keladi rasa nyerinya ini. Namun ia sendiri tak tahu, dimanakah adanya gigi taringnya tersebut berada?

Selain merasakan nyeri luar biasa,  di saat sedang tidak mengalami pembengkakan pun ia tetap merasa tak nyaman. Ini lantaran bila ia tertawa terlihat janggal seperti orang yang ompong karena tiadanya gigi taring di kedua sudut mulutnya. Tampaknya hal tersebut membuatnya tidak bisa tampil penuh percaya diri.

Apalagi ia bekerja sebagai sales freelance produk kecantikan yang harus bertemu dengan orang banyak dengan berbagai macam karakter. Berbagai komentar  yang tidak mengenakkan sudah sering ia dengar, namun ia cuek saja. Toh buat apa ambil pusing dengan omongan orang lain, orang lain saja tidak memkirkan dirinya. Mungkin begitu prinsip yang dipegang Dania.

Sebenarnya apakah  yang terjadi pada gigi taring Dania hingga tak terlihat sama sekali? Bisakah penyakitnya tersebut disembuhkan? Untuk mengetahui jawabannya sebaiknya kita pelajari dulu  jenis dan struktur gigi pada manusia seperti di bawah ini.

Jenis dan Struktur Gigi  Manusia

Pada umumnya setiap manusia memiliki 4 jenis gigi, yaitu gigi seri,  taring, geraham, kecil, dan geraham besar. Masing-masing jenis gigi tersebut memiliki bentuk, fungsi dan karakteristik yang berbeda-beda, antara lain :

  • Gigi seri adalah gigi yang berfungsi untuk memotong dan mengerat makanan yang masuk ke dalam mulut atau benda yang lain. Gigi seri ini hanya memiliki satu akar.
  • Gigi taring adalah gigi yang memiliki satu akar dan berfungsi sebagai pengoyak dan perobek makanan atau benda lainnya.
  • Gigi geraham kecil adalah gigi yang memiliki dua akar yang sama dan berfungsi sebagai pengunyah makanan sehingga lebih halus.
  • Gigi geraham besar adalah gigi yang memiliki tiga akar dan berfungsi sebagai pelumat makanan hingga makanan tersebut benar benar halus.

Struktur gigi manusia pada umumnya terdiri atas 4 jaringan, antara lain :

  • Email

Email atau enamel  adalah lapisan terluar dari gigi dan berfungsi sebagai pelindung  tulang gigi. Karena fungsinya sebagai pelindung, email ini tersusun dari zat yang sangat keras. Gigi ini tersusun dari 96 % mineral terutama hidroksapatit  dan 4 % air serat  mineral organik lainnya.

  • Tulang Gigi

Tulang gigi atau dentin terbuat dari zat kapur dan berada di bawah lapisan emnamel. Tulang gigi inilah yang memberi bentuk gigi dan menyusun sebagian  volume  gigi. Dentin ini dilapisi oleh odontoblas yang 70%-nya tersusun dari hidroksipatit anorganik dan 30% lagi kolagen, mukopolisakarida dan air. Hal ini menyebabkan dentin menjadi lebih lunak dan lebih rentan terkena karies.

  • Rongga Gigi

Rongga gigi atau pulpa gigi merupakan jaringan nonmineralisasi yang tersusun dari jaringan ikat lunak. Rongga gigi terdiri atas pembuluh darah kapiler dan serabut saraf yang masuk ke gigi. Di dalam pulpa terdapat saluran akar dan kamar pulpa.

  • Cementum

Lapisan semen atau cementum adalah lapisan tulang yang membungkus akar gigi. Lapisan semen ini berbatasan langsung dengan dengan tulang rahang tempat gigi manusa tumbuh.
Impaksi gigi, penyakit pada gigi taring manusia.

Apa yang dialami Dania pada tulisan di atas, tampaknya terjadi peristiwa impaksi. Impaksi pada gigi adalah gigi yang pertumbuhannya terhalang sehingga tidak dapat tumbuh secara normal. Pertumbuhan yang terhalang tersebut menyebabkan gigi  seperti terbenam ke dalam gusi.

Biasanya gigi yang paling sering mengalami impaksi adalah jenis gigi geraham. Hal tersebut  karena gigi geraham adalah gigi yang paling trekahir mengalami pertumbuhan. Hingga usia 17 tahun pun gigi geraham masih bisa tumbuh dan berkembang.

Gigi taring adalah jenis gigi kedua setelah gigi geraham yang rawan terkena impaksi. Padahal gigi  ini sangat penting untuk kecantikan karena dapat membentuk sudut senyum. Oleh karena itu,  orang yang giginya mengalami impaksi terlihat kurang indah senyumannya.

Jenis Impaksi pada Gigi

Secara umum impaksi pada gigi dibagi menjadi dua jenis, yaitu impaksi total dan impaksi sebagian. Impaksi total adalah gigi yang sama sekali tidak tumbuh di atas permukaan gusi, sehingga sama sekali tidak terlihat kecuali bila menggunakan rontgen.

Dengan rontgen akan terlihat gigi yang sepenuhnya terdapat di dalam gusi. Jenis kedua adalah impaksi sebagian, yaitu gigi yang sebagian tumbuh ke dalam gusi dan sebagian lagi menyembul ke atas gusi.

Faktor Penyebab Terjadinya Impaksi pada Gigi Taring

Biasanya gigi yang mengalami impaksi dapat disebabkan oleh faktor primer dan faktor sekunder. Faktor primer meliputi tanggalnya gigi sulung secara prematur, adanya benih gigi rotasi, trauma pada gigi sulung, dan erupsi gigi dalarn celah pada kasus celah langit-langit. .

Selain faktor primer terdapat  juga faktor sekunder, yaitu faktor yang menyebabkan terjadinya gigi impaksi selain yag disebabkan faktor primer. Ada banyak orang yang mengalami gigi impaksi, terkadang ini terabaikan oleh mereka. Padahal dengan adanya gigi impaksi ini dapat menimbulkan masalah yang tak bisa disepelekan  jika tidak ditangani dengan tuntas.

Frekuensi terjadinya impaksi pada gigi taring sebesar 0 hingga 2,8%. Bila dilhat dari posisinya, 85 persen posisinya yang mengalami impaksi terletak di daerah palatal lengkung gigi. Sebesar 15%-nya lagi terletak di bagian labial atau bukal.

Penanggulangan Impaksi pada Gigi Taring

Impaksi pada gigi biasanya tidak diiringi dengan keluhan, sehingga banyak orang yang mengabaikannya. Namun, bila sudah menimbukan rasa nyeri dan ngilu maka sebaiknya harus segera ditanggulangi. Cara penanggulangan gigi impaksi ini biasanya gigi tersebut ditarik perlahan-lahan dengan perawatan kawat gigi.

Masalahnya tidak semua gigi taring yang terbenam ke dalam gusi dapat ditarik dengan baik dan kembali menempati posisinya seperti semula. Seperti kasus gigi taring yang posisinya tidur atau horisontal, biasanya gigi taring seperti ini tidak bisa ditarik, tetapi langsung dicabut.

Efek Impaksi pada Gigi

Bila impaksi gigi telah mengalami rasa nyeri namun terus diabakan, maka bisa menyebabkan abses atau pembengkakan pada gusi. Bila dibiarkan juga akan mengalami kista. Kista ini hampir  sama seperti  abses tetapi ada lapisan tipis yang merupakan kistanya. Kista ini baru akan terlihat bila dilakukan foto rontgen. Efek impaksi gigi yang paling parah adalah terkena  kanker jenis ameloblastoma.

Tindakan Pencegahan

Bila didiamkan, efek dari impaksi gigi ini sangat berbahaya. Oleh karena itu,  penting untuk mempelajari dan menggali lebih dalam lagi seluk beluk gigi impaksi ini. Termasuk penyebab impaksi, klasifikasi, perawatan dan hal-hal lain yang menyangkut gigi impaksi.  Dengan begitu, dapat melakukan langkah pencegahan agar terhindar dari impaksi pada gigi ini. 

Hal yang paling dianjurkan adalah memperhatikan pertumbuhan gigi terutama pada saat terjadinya transisi dari gigi bungsu menjadi gigi sulung. Periksalah kesehatan gigi secara teratur ke dokter gigi, bukan ke tukang gigi.

Tukang gigi hanya melakukan sesuatu berdasarkan kemauan konsumen tanpa meninjau baik buruknya bagi kesehatan konsumen itu sendiri. Berbeda dengan dokter gigi yang memiliki banyak pertimbangan media yang bisa dipertanggungjawabkan.

Bila Anda rutin melakukan pemeriksaan ke dokter gigi, maka jika ada kejanggalan terhadap pertumbuhan gigi maka akan terdeteksi dari awal. Selain itu, penting bagi Anda untuk menjaga kesehatan gigi dengan memperhatikan setiap makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Hal ini karena salah-salah bisa menyebabkan kerusakan pada gigi. Hal yang terakhir adalah perawatan gigi. Gosoklah gigi setiap hendak tidur di malam hari agar berbagai kuman yang bersifat merusaktidak  bersarang di gigi.

Bila semua tindakan pencegahan tersebut Anda lakukan, maka kecil kemungkinan gigi Anda mengalami impaksi. Gigi Anda pun akan terlihat sehat, rapi dan bersih. Anda pun tak perlu malu lagi tersenyum lebar karena khawatir terlihat tak memilki gigi taring seperti kisah  yang dialami Dania ini.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Meningkatkan Derajat Kesehatan Demi Kebahagiaan
  • Ciri-ciri Penyakit Kelamin pada Wanita
  • Bijak Memilih Obat Mata
  • Lalat - Ancaman Nyata bagi Kesehatan
  • Menjaga Kesehatan Organ Dalam Tubuh Manusia
  • Tips Menjaga Kesehatan Ibu Hamil Bekerja
  • Tips Menjaga Kesehatan Alat Reproduksi
  • Manfaat Seks untuk Kecantikan dan Kesehatan Wanita
  • Pentingnya Hidup Sehat bagi Anda
  • 7 Tips Hidup Sehat
  • Tips Sehat dan Cantik Bagi Wanita
  • Hati-Hati Jika Sering Sakit Perut Kanan Bawah
  • Darah Kental, Waspadai Sindrom ACA
  • Ayan Penyakit Saraf Manusia
  • Pentingnya Menciptakan Lingkungan Sehat
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA